Friday 25 December 2020

PETUAH Tetua di Ujung TAHUN.

 Sepekan kurang tahun berakhir.

Tidak terasa hari-hari bergulir.

Hidup diisi kadang tanpa pikir.

Muncul sesalan bila  tergelincir.


Mari sejenak kita cermati PETUAH tetua kami dari "tanah Melayu:, kampung halamanku, Ketapang Kalimantan Barat. Tetua kami pernah bermadah:


Luruskan niat jangan menyalah.

Arif dan bijak dalam melangkah.

Paham menyimak pesan petuah.

Paham ambil simpul masalah.

Paham berunding bijak bersiasah.


Bila agama sudah mulai dilarung.

Harta dan dunia menjadi ujung.

Bgmnpun hidup takkan beruntung.

Bagai bahtera terkatung-terkatung.

Diakhirat tak ada bakal  pelindung.


Adat orang tua memberi petuah.

Agar anak cucu tak salah polah.

Hidup tentram bersalut berkah.

Terjauh dari bermacam masalah.


Tetua kita di tanah jawapun juga punya pitutur. Jika direnung bermakma dalam, tersusun begitu teratur.

Baik kukutipkan smg jadi bahan kita bertafakur:


"Rino wengi mung mburu ndunyo.

Njur lali karo agomo.

Ojo phodo ngresulo ndak gelis tuwo.

Wong yen nrimo uripe dowo.

Wong suloyo urepe rekoso".


Terjemahan bebas:

Siang malam memburu dunia.

Lalu lupa kepada agama.

Jangan ngeluh yg menyebabkan cepat tua.

Orang yg menerima apa adanya hidupnya panjang.

Orang yg serba merasa kurang hidupnya berat.


Catatan:

Hebatnya kata "harta" dan kata "dunia", dlm bahasa jawa hanya dibedakan dg huruf "N".

"Ndunyo" artinya "Dunia".

"Dunyo" artinya "Harta"

Jadi dunia dan harta sangat dekat, kakak adik nampaknya. (mhn maaf jika salah alih bahasa, lantaran saya bukan penutur asli, koreksi diterima setulus hati).


Bait2 pesan tetua kita baik di ranah melayu dan tanah jawa pas kiranya buat renungan akhir tahun 2020 yg mrpkn tahun mencekam dikarenakan covid 19 melanda dunia.

Smg diri ini mengaca diri apakah di tahun yg sebentar lagi dilalui awak masih saja:

* Mengejar harta dan dunia semata, tak peduli lagi halal haram hantam.

* Apakah sdh mulai meninggalkan ajaran2 agama.

* Apakah masih kurang bijak dlm berbuat.


Ingat petuah di atas:

*Harus peduli thdp pesan dan petuah.

*Pandai2 mengambil kesimpulan thdp fenomena alam dan masyarakat.

*Tidak hanya mau menang sediri.


Agama berpesan:


وَا بْتَغِ فِيْمَاۤ اٰتٰٮكَ اللّٰهُ الدَّا رَ الْاٰ خِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَ حْسِنْ كَمَاۤ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْـفَسَا دَ فِى الْاَ رْضِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ

"Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan."

(QS. Al-Qasas ayat 77).


Kita diperintahkan untuk mencari harta demi kelangsungan hidup di dunia dan sbg sarana ibadah, guna mempersiapkan diri menuju kehidupan akhirat. 

Namun diingatkan:


وَ مَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۤ اِلَّا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ ۗ وَلَـلدَّا رُ الْاٰ خِرَةُ خَيْرٌ لِّـلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَ ۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ

"Dan kehidupan dunia ini, hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?"

(QS. Al-An'am ayat 32)


Demikian, semoga kita sehat afiat di tahun2 mendatang. Dapat hidup aman dlm mencari rejeki, aman juga beribadah. Sanggup menjalani perintah Allah dan nasihat serta petuah para tetua kita.


آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

بارك الله فيكم

 وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


M. Syarif Arbi.

Jakarta, 10 Jumadil Awal 1442 H.

25 Desember 2020.

(709.12.20).

No comments:

Post a Comment