Friday, 24 July 2026
MENYEBARKAN SALAM
Disuguhkan: M. Syarif Arbi
No: 1.431.06.07-2026
Sudah memasyarakat; mengucapkan salam ketika bertemu, ketika bertamu, ketika akan membuka suatu pembicaraan. Ucapan salam secara umum adalah “selamat pagi, selamat siang, selamat sore dan selamat malam”. Pengucapan salam dalam agama Islam dengan tiga model ucapan:
*Pertama*: *“ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ” (Assalamu'alaikum), sebagai ucapan singkat. Artinya “Semoga keselamatan menyertaimu”.
*Kedua*: *Ucapan sedangan “ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ”* (Assalamualaikum warahmatullah). Artinya: “Semoga keselamatan dan rahmat Allah menyertaimu”
*Ketiga*: Ucapan yang lengkap “ ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ” (Assalamualaikum warahmatullahi wabarkatuh). Artinya: “Semoga keselamatan, dan rahmat Allah serta keberkahan Allah tercurah kepadamu”.
Begitu juga mereka yang menjawab salam juga ada tiga macam:
*Pertama*: Wa'alaikumsalam ( وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ ) artinya "Dan semoga keselamatan juga untukmu".
*Kedua*: Wa'alaikumsalam warahmatullah (وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ) “Dan semoga keselamatan dan rahmat Allah juga untukmu”
*Ketiga*: Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh ( وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه ) “Dan semoga keselamatan, rahmat Allah dan Keberkahan Allah tercurah untukmu”
Ganjaran kebaikan (pahala) menyebarkan salam bersumber dari riwayat Imam Bukhari (dalam Al-Adabul Mufrad) dan Imam At-Tirmidzi dari sahabat Imran bin Hushain. Setiap tingkat ganjaran diberikan berdasarkan kelengkapan lafaz salam yang diucapkan:
• 10 Kebaikan: Diperoleh saat mengucapkan "Assalamu'alaikum".
• 20 Kebaikan: Diperoleh saat mengucapkan "Assalamu'alaikum wa rahmatullah".
• 30 Kebaikan: Diperoleh saat mengucapkan "Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh"
Islam sangat memerintahkan untuk menyebarkan salam. Salam bukan sekadar sapaan biasa, tetapi juga doa keselamatan dan bentuk kasih sayang. Menyebarkan salam dapat mempererat persaudaraan dan menjadi kunci masuk surga. Riyadhus Sholihin karya Imam Nawawi, Kitab Al-Fadhail Bab Keutamaan Qiyamul Lail; mengutip hadis Hadits #1166:
وَعَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ سَلاَمٍ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – : أَنَّ النَّبِيَّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، قَالَ : (( أيُّهَا النَّاسُ : أَفْشُوا السَّلامَ ، وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ ، وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ ، تَدْخُلُوا الجَنَّةَ بِسَلاَمٍ )) رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ ، وَقَالَ : (( حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيْحٌ )) .
Dari ‘Abdullah bin Salam radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, _*“Wahai manusia, *tebarkanlah salam*, bagikanlah makanan, dan shalatlah pada waktu malam ketika orang-orang sedang tidur, niscaya kalian pasti masuk surga dengan selamat.”*_ (HR. Tirmidzi, ia mengatakan bahwa hadits ini hasan sahih). [HR. Tirmidzi, no. 2485; Ibnu Majah, no. 1334, 3251; Ahmad, 5:451; Ad-Darimi, 1:340-341, 2:275; Al-Hakim, 3:13, dari jalur ‘Auf bin Abi Jamilah, dari Zararah bin Abi Awfa, dari ‘Abdullah bin Salam. Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilaly mengatakan bahwa sanad hadits ini sahih].
Menyebarkan salam jadi tanda bahwa kedamaian itu terwujud sehingga satu sama lain mudah menyebarkan salam keselamatan. Memberi makanan ditambah dengan menyebarkan salam menunjukkan hilangnya rasa takut dan kefakiran, akhirnya hati sesama muslim akan semakin dekat, hubungan silaturahim akan makin kuat terjalin. Kedamaian hidup yang lapang, dan rasa tenang itulah yang membuat seseorang mudah menjalankan perintah Allah. Buah dari amal saleh dan kalimat yang baik memudahkan seseorang masuk surga.
لاَ تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلاَ تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا. أَوَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى شَىْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ
Artinya: _*“Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Kalian tidak akan beriman sampai kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan pada kalian suatu amalan yang jika kalian melakukannya kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.”*_ (HR. Muslim).
Allah memerintahkan umat Islam untuk memberi salam dan menjawabnya dengan cara yang baik. Perintah ini tercantum dalam Surah An-Nisa ayat 86:
وَإِذَا حُيِّيتُم بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا۟ بِأَحْسَنَ مِنْهَآ أَوْ رُدُّوهَآ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ حَسِيبًا
Artinya: _*Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu*_.
Ini juga mengandung makna, kalau seseorang mengucapkan salam yang pendek kepada anda, jawablah dengan yang lebih panjang. Contoh salam pendek dan salam panjang tersaji di atas.
Namun ada salam yang tak perlu dijawab, yaitu salam orang usai shalat. Jama’ah dikiri kanan anda mengucapkan salam, anda tidak usah menjawabnya, karena anda juga kalau ikut berjamaah, juga mengucapkan salam.
Menyebarkan salam bukan hanya sekadar kebiasaan, tetapi juga cara sederhana untuk menunjukkan penghargaan, membangun hubungan yang baik, dan menciptakan suasana yang lebih positif.
Semoga keselamatan, kesejahteraan, keberkahan dan rahmat Allah senantiasa meliputi seluruh pembaca yang berbahagia.
آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
بارك الله فيكم
وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Jakarta, 8 Safar 1448 H./21 Juli 2026.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment