Sunday, 12 July 2026

DAMPAK YOUTUBE Buat CERAMAH DI MASJID

Dirangkum: M. Syarif Arbi No: 1.428.03.07-2026 Kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah membuat perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk di bidang *dakwah*. TIK memungkinkan dakwah menjangkau lebih banyak orang, serta memudahkan interaksi sosial melalui berbagai platform digital. Kini, umat Islam dapat mengikuti kajian agama secara daring, berbagi ilmu – menulis artikel2 dakwah melalui media sosial, dan menjalin komunikasi lebih efektif dengan komunitas keagamaan. Kehadiran. *Youtube* memberikan dampak ganda bagi jamaah masjid. Banyak orang (mungkin sebagian besar anak muda) yang telah sangat familier dengan TIK, memilih mendengarkan ceramah2 agama melalui youtube ketimbang duduk mendengarkan ustadz berceramah di masjid. Jika memerlukan tambahan pengetahuan agama mereka membuka youtube dengan mudah mencari topik apa yang ingin didengar. Melalui youtube ummat dapat mengulang materi kapan saja dan memperluas wawasan, diceramahkan oleh ustadz2 yang kenamaan berilmu tinggi. Plus - minus Youtube bagi ummat yang mengikuti ceramah melalui you tube *1. Sisi Positifnya* a) *Mengulang Materi*: Dapat memutar ulang ceramah jika ada penjelasan yang belum dipahami kalau mendengarnya hanya sekali. b) *Fleksibilitas Waktu*: Dapat didengar kapan saja, bila ada waktu luang, walau tidak harus hadir ke masjid tetap bisa mendapatkan ilmu. c) *Menjangkau Lebih Luas*: Ilmu yang disampaikan ustazd di masjid yang *live streaming* bisa ditonton oleh ummat dimana saja. Bahkan orang Indonesia dapat mendengarkan ceramah2 para ulama dari luar negeri. *2. Sisi Negatifnya* a) *Kehilangan Keutamaan Majelis*: Hadir secara fisik ke masjid bernilai ibadah besar. Duduk di masjid mendengarkan ceramah berbeda pahalanya dengan menonton lewat ponsel atau lap top di rumah. b) *Kemalasan mengikuti ceramah di masjid*: Kemudahan mengakses Youtube membuat jamaah merasa cukup di rumah saja. Hal ini bisa membuat masjid menjadi sepi. Inilah sekarang sudah sangat terasa di beberapa masjid. Kebanyakan jamaah; misalnya ada ceramah agama sesudah maghrib, usai shalat dan berdzikir sejenak, kadang shalat sunah, lalu pulang, atau tak jarang tak lagi shalat sunah, memilih shalat sunah dirumah. Selanjutnya mendekati waktu isya menjelang adzan datang lagi ke masjid, untuk berjamaah shalat isya. Fenomena tersebut butir “2.b)” banyak pihak pengurus masjid melakukan evaluasi; • Apakah pelayanan di masjid kurang baik. • Apakah kondisi di masjid kurang nyaman. • Apakah ustadz2 atau ustadzah2 yang ditampilkan, kurang berbobot – sudah terlalu tua. Teknik penyampaiannya tidak mengena dengan masa kekinian. • Apakah topik yang disajikan penceramah mengulang-ulang, sehingga membosankan. • dan banyak lagi pertanyaan2 yang mengusik perhatian Takmir/pengurus beberapa masjid. Mungkin factor dominannya adalah TIK khususnya Youtube yang kini sudah memasyarakat. Sebagai bahan masukan bahwa menurut Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa penggunaan TIK di Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2019, sekitar 63,53% penduduk telah memiliki telepon seluler, dan angka ini terus bertambah hingga mencapai 67,88% pada tahun 2022. Begitu pula dengan penggunaan internet yang meningkat dari 47,69% pada tahun 2019 menjadi 66,48% pada tahun 2022. Angka ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin terhubung dengan dunia digital, termasuk dalam mendengarkan ceramah keagamaan. *Dalam kesempatan di artikel singkat ini izinkan menyarankan kepada para pembaca*: *Pertama*; Gunakan youtube sebagai pelengkap, sebagai tambahan ilmu, akan tetapi perlu juga di saring. Apa yang didengar hendaklah dicarikan dalil2 berkenaan dengan referensi yang akurat, selaras dengan Al-Qur’an dan hadist shahih yang dikemukkan ulama terkemuka. *Kedua*; Terutama bagi yang tak ada udzur, masih bugar, utamakan hadir fisik di masjid agar mendapatkan *pahala langkah kaki, pahala silaturahim, pahala duduk di majelis ilmu*. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللهُ بِهِ الْخَطَايَا، وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ؟ قَالُوا: بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ: إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ عَلَى الْمَكَارِهِ، وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ، وَانْتِظَارُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ، فَذَلِكُمُ الرِّبَاطُ “_Maukah kalian aku tunjukkan kepada suatu amal yang dapat menghapus kesalahan (dosa) dan meninggikan derajat?” Para sahabat menjawab, ”Ya, wahai Rasulullah.” Rasulullah bersabda, ”(Yaitu)menyempurnakan wudhu dalam kondisi sulit, *banyaknya langkah menuju masjid*, menunggu shalat setelah mendirikan shalat. Itulah ar-ribath (kebaikan yang banyak)._” (HR. Muslim no. 251) “……… وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَاۤءَلُوْنَ بِهٖ وَالْاَرْحَامَ ۗ …………..” “…………._Bertaqwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan (silaturahim)_. …………..” Rasulullah SAW bersabda: مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ Artinya: _"Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka *hendaklah ia menyambung tali silaturahmi*."_ (HR. Bukhari dan Muslim) Orang yang mempelajari Al Qur’an di masjid disebut oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam akan mendapat ketenangan, rahmat dan pemuliaan dari Malaikat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَه “_Tidaklah suatu kaum *berkumpul di salah satu rumah dari rumah-rumah Allah (masjid) membaca Kitabullah dan saling mempelajarinya*, melainkan akan turun kepada mereka sakinah (ketenangan), mereka akan dinaungi rahmat, mereka akan dilingkupi para malaikat dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di sisi para makhluk yang dimuliakan di sisi-Nya_.” (HR. Muslim no. 2699) Yaa Allah jadikan lah para pembaca senantiasa dapat menambah ilmu sesuai perintah Allah dan petunjuk Rasulullah. آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ بارك الله فيكم وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Jakarta, 28 Muharram 1448 H./13 Juli 2026.

No comments:

Post a Comment