Monday, 6 July 2026
MENUNTUT ILMU
Dirangkai: M. Syarif Arbi
No: 1.426.01.07-2026
Menuntut ilmu adalah kewajiban setiap insan beriman, perintah ini tertulis jelas dalam Al-Qur'an dan hadist. Ilmu membantu manusia membedakan yang benar dan salah. Ilmu merupakan sarana membantu manusia mempermudah menjalani hidup, serta mengangkat derajat manusia.
“………. يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ. ………………………”
“………._niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat_…………..” (Surat Al-Mujadalah Ayat 11)
Sementara itu petunjuk hadist:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْل
Artinya: _"Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim."_
(HR. Ibnu Majah no. 224, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu; dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani)
Ilmu menurut ayat dan hadist di kutip diatas membawa manfaat dunia dan kahirat. Didunia mendapatkan *Peningkatan Derajat, memudahkan menjalani hidup, memudahkan beribadah*. Seorang berilmu dalam masyarakat mendapat kedudukan yang lebih tinggi, dalam bidang pekerjaan orang berilmu mendapatkan penghasilan lebih besar. Contoh seorang arsitek, tentu penghasilannya lebih banyak dari kepala tukang. Kepala tukang, penghasilannya lebih besar dari kernet. Demikian seterusnya di setiap sector pekerjaan orang berilmu mempunyai nilai lebih atau derajat yang lebih tinggi.
Ilmu mempermudah manusia menjalani hidup ini, contoh era sekarang ini kita sudah dapat berkomunikasi dengan mudah, berdakwah, bersilatrurahim, melalui medsos, berkat ilmu pengetahuan. Perjalanan yang jauh sudah dapat ditempuh dalam waktu singkat, dahoeloe ke tanah suci berbulan-bulan, dewasa ini dapat ditempuh hitungan jam. Pertandingan piala dunia dilaksanakan di Amerika dapat ditonton di kamar kita.
Selanjutnya ilmu memudahkan manusia beribadah, ditemukan sarana2 untuk memudahkan dakwak, memudahkan beribadah dengan ditemukan saound system, air condition ruangan2 masjid, dll.
Sedangkan kebahagian di akhirat; ilmu *“memudahkan jalan menuju surga”*, dengan mudahnya kita beribadah dan mudahnya manusia sekarang untuk menuntut Ilmu, menambah ilmu, memperbaiki ilmu.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi Muhammad ﷺ bersabda,
وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
_“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.”_ (HR. Muslim, no. 2699)
Insan beragama menghendaki, kebahagiaan itu tidak hanya diperoleh di dunia tetapi yang paling utama adalah di akhirat. Sekurang-kurangnya 2 Syarat perlu dimiliki oleh seorang penuntut ilmu, di antaranya adalah:
*PERTAMA: Ikhlas karena Allah*
Niat menuntut ilmu harus untuk mencari ridha Allah, bukan untuk mencari pujian, kedudukan, atau keuntungan dunia semata. Sebagai Tanda-tanda Ikhlas dalam mencari Ilmu:
• *Hilangnya Sombong*: Semakin berilmu, seseorang akan semakin tawadhu' (rendah hati) dan takut kepada Allah Ta'ala.
• *Berorientasi pada Manfaat*: Belajar untuk menghilangkan kebodohan pada diri sendiri dan orang lain, bukan untuk mencari pujian, gelar semata, atau popularitas.
• *Diamalkan*: Ilmu yang didapat langsung diamalkan sebagai bekal ibadah.
*KEDUA: Memilih ilmu yang bermanfaat*
Antara lain ilmu yang bermanfaat adalah:
• *Ilmu agama*; Mempelajari Al-Qur'an dan tafsirnya. Memahami hadist, fikih, akidah, dan akhlak. Ilmu yang membantu seseorang beribadah dengan benar dan berperilaku baik.
• *Ilmu yang bermanfaat bagi masyarakat*; Medicine untuk menyembuhkan orang sakit. Engineering untuk membangun sarana yang bermanfaat. Education untuk mendidik generasi berikutnya. Agriculture untuk memenuhi kebutuhan pangan.
• *Ilmu tentang muamalah dan kehidupan*; Economics, bisnis, dan keuangan. Manajemen dan kepemimpinan yang adil. Keterampilan bekerja dan berwirausaha yang halal.
• *Ilmu yang membentuk akhlak*; Cara mengendalikan emosi. Komunikasi yang baik. Menjaga amanah, kejujuran, dan tanggung jawab.
Agar kita semua saban hari mendapatkan ilmu bermanfaat, rezeki yang baik dan amal diterima mari kita berdo’a:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلً
"Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima."
آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
بارك الله فيكم
وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Jakarta, 22 Muharram 1448 H.
6 Juli 2026
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment