Sunday, 4 April 2021

INVESTASI BODONG.

Sederhananya Investasi adlh nyimpan sekarang, nikmati hasilnya nanti. Di dunia ini banyak orang membagi 3 (tiga) kurun waktu investasi. Jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.


Izinkan saya membagi investasi di akhirat dg tiga kurun waktu:

1. Diterima di alam kubur.

2. Diterima ketika hari perhitungan.

3. Diterima di surga atau di neraka.


Investasi di dunia ada dikenal dengan "Investasi Bodong", yg jadi korban sdh tidak sedikit, walau aneka modus sdh dipublish di berbagai media, msh saja terulang ada lagi korban2 dg modus yg  mirip bahkan sama. 


Di akhiratpun bukan tidak mungkin "investasi akhirat Bodong". Tapi hal ini blm pernah dipublish korbannya, karena alam akhirat itu nanti, alam kubur ghaib (kata orang yg tak mengimani, blm ada orang  sdh dikubur pulang cerita pengalamannya).


Untuk menghindari "investasi bodong" di dunia pilihan investasi dpt diikhtiarkan dengan pertimbangan:

a. Marketable, komoditi atau usaha  dijadikan investasi hrs menghasilkan barang yg mudah laku dijual.

b. Ascertainable of value, barang atau jasa yg dipilih untuk investasi punya nilai konkrit, standard.

c. Stability of value, barang atau jasa yg diikuti investasinya hrslah  bernilai stabil.

d. Tansferable, barang atau jasa yg dijadikan investasi mudah dipindah tangankan/ dialihkan kepemilikan.


Di dunia "Teliti sebelum berinvestasi". Jika investasi dilakukan ikut ke pihak lain, hendaklah bonafiditas, legalitas pihak tsb dicermati dg seksama.


Jenis investasi akhirat antara lain:

1. Anak2 yg shaleh dan shalehah.

2. Ilmu yg bermanfaat.

3. Amal jariah.

4. Amal ibadah

5. Infak dan Sedekah

Butir 1, 2 dan 3 akan diterima terus walau ybs tlh di alam kubur. Walau sifatnya sementara yaitu selama anak2 masih hidup, selama ilmu itu msh digunakan orang hidup, selama yg jadi amal jariah itu msh digunakan.

Butir 4 dan 5 terhenti stlh ybs meninggal dunia.


ad 1. Anak shaleh dan shalehah sbg investasi.

Anak2 yg berhasil terdidik menjadi shaleh dan shalehah, selalu berdo'a buat kedua ortu mereka dengan do'a:

رَّبِّ اغْفِرْلِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيراً

do'a mereka jika diijabah Allah, mrpk manfaatnya tetap diterima kedua ortu yg tlh meninggal.

Anak2 keturunan adlh peninggalan ortu di dunia ini. Allah mencatat apapun yg ditinggalkan termsk anak2 :

اِنَّا نَحْنُ نُحْيِ الْمَوْتٰى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوْا وَاٰ ثَا رَهُمْ ۗ وَكُلَّ شَيْءٍ اَحْصَيْنٰهُ فِيْۤ اِمَا مٍ مُّبِيْنٍ

"Sungguh, Kamilah yang menghidupkan orang-orang yang mati, dan Kamilah yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan). Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab yang jelas (Lauh Mahfuz)."

(QS. Ya-Sin ayat 12)


Selama anak2 itu shaleh dan shalehah, selama mereka masih hidup, selama mereka selalu men do'a-kan, selama itu pula di alam kubur ortu mereka dpt kiriman pahala. Anak2 dan cucu2 kita juga usianya terbatas, bgt mereka tiada, boleh jadi cicit dan anak2 mereka tdk men do'a kan kita lagi. Jangan2 nama kitapun mereka sdh ndak tau. Jadi investasi akhirat berupa anak2 tdk kekal, apalagi kalau anak2 tdk dididik menjadi shaleh dan shalehah, bearti tdk punya investasi akhirat dlm wujud anak2.


ad 2. Ilmu yg bermanfaat.

Ilmu terdiri dari: 

a. ilmu untuk dunia, yaitu ilmu guna meningkatkan kualitas hidup, memudahkan mencari rezeki. Memudahkan berinteraksi di dlm masyarakat, mengatur pemerintahan, dll. Pada pokoknya untuk kepentingan dunia.

Ilmu dunia nilai kebenarannya PRAGMATIS, artinya tergantung waktu, tergantung situasi dan kondisi. Bisa jadi ilmu 10 tahun yl. di anut orang, sekarang sdh tdk berguna lagi. Ilmu yg skrg terpakai bbrp waktu yad sdh ditinggalkan.


Naaah jadi investasi akhirat berupa ilmu dunia juga tdk kekal.


b. Ilmu akhirat.

Sedang ilmu Akhirat, pendekatannya melalui kebenaran ILLAHI, yg kebebarannya pasti. berlaku sepanjang zaman sampai hari kiamat. Dg dmkn maka para ulama, para ustadz yg meninggalkan ilmu akhirat. Penyusun kitab2 pelajaran agama, insya Allah ilmu yg mereka tuangkan (tentu saja berdasar Qur'an dan Hadits) akan terus mengalir pahalanya buat mereka.


ad. 3. Investasi amal jariah.

Sepanjang peninggalan berupa amal jariah itu masih digunakan manusia, maka walau sdh meninggal tetap dpt aliran pahala. Seperti membangun sarana ibadah, pendidikan, fasilitas umum, sumur, saluran air dstnya. Juga ada kemungkinan peninggalan2 ini musnah, boleh jadi terhentilah investasi akhirat ini.


ad 4. Investasi berupa ibadah.

Akan jadi investasi akhirat bodong, jika tdk menenuhi 7 syarat.

1. Ikhlas

2. Sesuai petunjuk Rasulullah

3. Istiqamah.

4. Ikhsan

5. Bertaubat.

6. Berserah diri

7. Berdo'a.


Tidak sedikit orang yg  mengalami investasi bodong di Akhirat. Apabila tidak Ikhlas dlm investasi2 yg disebutkan di atas.


Allah ingatkan disurat Al-Kahf 103 dan 104 


قُلْ هَلْ نُـنَبِّئُكُمْ بِا لْاَ خْسَرِيْنَ اَعْمَا لًا ۗ 

"Katakanlah (Muhammad), Apakah perlu Kami beri tahukan kepadamu tentang orang yang paling rugi perbuatannya?"


اَ لَّذِيْنَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُوْنَ اَنَّهُمْ يُحْسِنُوْنَ صُنْعًا

"(Yaitu) orang yang sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka mengira telah berbuat sebaik-baiknya."


ad. 5. Investasi akhirat berupa infak dan sedekah.

Investasi ini akan bodong walau sebelumnya ikhlas. namun bila di-sebut2.


يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُبْطِلُوْا صَدَقٰتِكُمْ بِا لْمَنِّ وَا لْاَ ذٰى ۙ كَا لَّذِيْ يُنْفِقُ مَا لَهٗ رِئَآءَ النَّا سِ وَلَا يُؤْمِنُ بِا للّٰهِ وَا لْيَوْمِ الْاٰ خِرِ ۗ فَمَثَلُهٗ كَمَثَلِ صَفْوَا نٍ عَلَيْهِ تُرَا بٌ فَاَ صَا بَهٗ وَا بِلٌ فَتَرَكَهٗ صَلْدًا ۗ لَا يَقْدِرُوْنَ عَلٰى شَيْءٍ مِّمَّا كَسَبُوْا ۗ وَا للّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْـكٰفِرِيْنَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena riya (pamer) kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari Akhir. Perumpamaannya (orang itu) seperti batu yang licin yang di atasnya ada debu, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, maka tinggallah batu itu licin lagi. Mereka tidak memperoleh sesuatu apa pun dari apa yang mereka kerjakan. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir."

(QS. Al-Baqarah ayat 264).


Dengan mencermati hal2 tsb diatas mari kita berikhtiar: 

1. Mendidik anak2 agar shaleh dan shalehah, 

2. Berinvestasi ilmu dan amal jariah dg ikhlas. 

3. Beribadah sesuai tuntunan Allah dan Rasulullah. 

4. Ber-hati2 jangan sampai membatalkan infak dan sedekah. 


Harapan kita smg investasi akhirat kita tidak bodong.


آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

بارك الله فيكم

 وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

M. Syarif Arbi.

Jakarta, 22 Sya'ban 1442 H.

4 April 2021.

(755.04.21). 

Saturday, 3 April 2021

BERKATA dan BERJANJI.

Sapi, kerbau dan kambing yg dipegang talinya.

Manusia yg dipegang katanya. Begitu pepatah pusaka, fatwa tetua kita dulu, guna dipedomani dlm berinteraksi dlm masyarakat.


Kalau diri dituakan dlm masyarakat, setiap kata yg pernah diucapkan di pegang orang banyak. Apalagi kini seiring dg canggihnya teknologi, apa yg pernah dikatakannya terekam, dikenal dg "jejak digital". 


Bila pagi ngomong "Tempe" dan sorenya jadi "Kedele". Orang2 yg pernah dengar omongan pagi, tinggal putarkan jejak digital tadi pagi, sembari garuk2 kepala padahal ndak gatal sambil berujar: "tadi pagi udah jadi tempe kok sekarang kembali jadi kedele lagi????".


Orang yg selalu menepati janji sesuai apa yg dikatakannya di juluki "katanya jadi mahkotanya". Orang yg ndak tepat janji mengingkari yg dikatakannya ungkapan nenek moyang kita doeloe "Sekali lancung keujian seumur hidup tidak dipercaya". Ndak ngerti zaman now msh lakukah ungkapan "Nemoy" itu.


Menyoal berkata benar, dlm skala kecil hendaknya dipraktekkan mulai dalam masyarakat kecil yaitu dilingkungan keluarga; thdp anak2, cucu kita. Karena mereka nanti kelak akan jadi penerus pemimpin2 bangsa ini. Kalau mereka sdh terbiasa disuguhi dg "berkata tdk benar" alias "boo oong", bisa jadi kelak akan jadi orang yg dituakan di masyarakat, dianya bakal jadi type "pagi tempe sore kedele" seperti ungkapan di atas.


Contoh kecil berkata tak benar di kalangan keluarga. Tidak sedikit diantara orang2 tua dahoeloe berkata tdk benar kpd anak atau cucunya di usia balita ketika  menyampaikan "larangan".  Memberikan alasan penyebab larangan itu tdk benar. Hanya sekedar untuk menakut nakuti. Banyak contoh di waktu kita masih kecil misalnya "kalau maghrib sgr berhenti main, nanti ditangkap hantu Wewe". Jangan main2 di luar ketika hujan, nanti diculik "hantu ujan panas". Jangan motong kuku sesudah ashar nanti pendek umur. Jangan suka duduk di depan pintu nanti rezekinya udah hampir datang, batal. Dll .........


Memang ada sih pertanyaan anak2 kecil yg tak dapat di jawab vulgar, namun hindarilah berkata tidak benar alias boo oong. Dapat saja dijawab dengan "kelak stlh kau besar nanti .... akan datuk jawab".


Berkata benar itu adalah perintah Allah yg hrs dipatuhi setiap orang beriman. Dikenal dg berkata secara " Qaulan sadida"

قَوْلًا سَدِيدًا

"ucapkanlah perkataan yang benar,"


selengkapnya bunyi ayat:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا ۙ 

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar,"

(QS. Al-Ahzab ayat 70).


Allah berjanji (janji Allah pasti ditepati) buat orang yg berkata benar, di ayat ke 71:

"يُّصْلِحْ لَـكُمْ اَعْمَا لَـكُمْ وَيَغْفِرْ لَـكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ ..........."

"niscaya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. ......................".


Dua janji Allah bagi orang beriman yg sanggup berkata benar, menepati janji:

1. Amal perbuatan jadinya baik, kurang dicacat sedikit dicela jauh dari cemoohan.

2. Dosa2 diampuni.


Kalau sebaliknya berkata tak benar, ingkar janji. (Ref: QS An-Nahl 92).


"..... تَتَّخِذُوْنَ اَيْمَا نَكُمْ دَخَلًاۢ بَيْنَكُمْ......."

...........Kamu menjadikan sumpah (perjanjian)mu sebagai alat penipu di antaramu,........


Awal ayat 92 An-Nahl:

وَلَا تَكُوْنُوْا كَا لَّتِيْ نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِنْۢ بَعْدِ قُوَّةٍ اَنْكَا ثًا.........."

Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat,......".


Ingkar janji, berkata tak benar  sama dengan melakukan perbuatan yg sia2, sdh dikerjakan bersusah payah dirusak sendiri. 


Selanjutnya terancam "laknat" seperti hadits dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu’anhu berkata, Rasulullah ﷺ bersabda:


مَنْ أَخْفَرَ مُسْلِمًا ، فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ ، لاَ يُقْبَلُ مِنْهُ صَرْفٌ وَلا عَدْلٌ  ( رواه البخاري، رقم 1870 و مسلم، رقم  1370)


"Barangsiapa yang tidak menepati janji seorang muslim, maka dia mendapat laknat Allah, malaikat, dan seluruh manusia. Tidak diterima darinya taubat dan tebusan." (HR. Bukhari, 1870 dan Muslim, 1370).


Semoga Allah menjadikan kita semua terpelihara dari berkata tak benar. Terhindar dari gampang berjanji, diberi Allah kekuatan menepati janji.


آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

بارك الله فيكم

 وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

M. Syarif Arbi.

Jakarta, 19 Sya'ban 1442 H.

1 April 2021.

(754.04.21). 

Friday, 26 March 2021

SUDUT Pandang KEBENARAN


Diterima bekerja di suatu instansi bukan di kota asal, akan ditemui banyak masalah, apalagi bila instansi tsb tdk menyediakan  tempat tinggal. Memilih tempat tinggal,  bagi pegawai baru pendatang pula dan masih rendahan tidaklah gampang. 


Syarat memilih tempat tinggal untuk pegawai rendahan setidaknya:

1. Murah, terjangkau oleh penghasilan yg bakal diterima.

2. Tak jauh dari tempat bekerja, agar ngirit ongkos tranportasi.

3. Kediaman yg sehat, nyaman dan aman.

4. Lingkungan yg cocok.


Jatuh pilihanku mengontrak rumah di lokasi berjarak dua kali angkot ke kantor. Kondisi rumah blm lama dibangun, lingkungan baik, harga kontrak murah, tapi blm tersedia aliran lintrik. 


Di tahun 70 an itu, bukan daerah itu saja blm berlistrik, tapi perkampungan radius 6 Km dari pusat kota blm ada instalasi listrik masuk rumah. 


Diriku sanggup menutup kontrak rumah sekaligus 5 tahun. Pikiranku supaya tenang agar tdk tiap taun mikir kontrak. Simpananku dari pekerjaan lamaku di Ibu kota masih cukup membayar kontrak dan "Bidup" untuk bbrp bulan. 


Rumah cukupan, tersedia 2 KT, RM,  dapur, kamar mandi dan sumur. Masih tersisa pekarangan belakang rumah, berbatasan dg parit kecil yg airnya mengalir terus.

Halaman depan lumayan, kalau suka nanam bunga dan sejenisnya. Tapi tidak berpagar, maklum suasana desa.  


Malam hari penerangan kugunakan Lampu Strongking atau Petromak sampai pkl 9 an malam, dilanjutkan dg lampu teplok sampai pagi.


Tahun ke dua diam dirumah itu di belakang rumah kupagari bambu, sempat ku beternak Bebek Alabio lebih dari 100 ekor, memanfaatkan parit kecil. Malam hari nonton TV dengan bbrp tetangga, sumber daya pakai AKI. Lumayan pernah panen telor saban pagi 40 sampai 60 butir. Ku juga menetaskan telor Bebek, mesin penetas kapasitas 50 butir. Anakan dijual. Tambahan pendapatan dari beternak ini melebihi biaya kontrak rumah.


Tahun ke tiga, listrik masuk desa tentu warga desa gembira, sayang blm banyak yg sanggup masukkan listrik ke rumah. Masih "mahal", kala itu. Aku berinisiatif ikut memasukkan listrik ke rumah kontrakanku, bila ada listrik bayanganku TV akan lbh lama dpt ditonton. Tak perlu lagi ngecas AKI tak usah lagi mompa lampu Strongking (ejaan setempat "Setroom King". Singkatan di "Seterum sambil jengking").


Menjaga kepatutan, kumohon izin kpd pemilik rumah ttg niatanku pasang listrik di rumahnya. Serta merta diizinkan.


Baru kurang lebih seminggu listrik menyala di kontrakanku, ba'da isya pemilik rumah beserta istri bertamu ke rumahku. Kukira semula beliau ingin nonton TV. Perkiraan ku meleset, rupanya ybs ingin membicarakan amandemen  kontrak rumah. 


Dialog cukup panjang, secara singkat ybs "MINTA TAMBAHAN HARGA KONTRAK atas sisa waktu kotrak 2 tahun lagi.😮😮😮😮

Aku ter-heran2, karena biaya pasang listrik dariku, sblmnya aku sdh izin kpd beliau. 


Dalil yg dipakai beliau ber-ulang2 dikatakannya cobalah "anak tanya seluruh kota sini, RUMAH YG BER LISTRIK HARGA KONTRAKNYA KAN LBH TINGGI DARI RUMAH YG BLM BER LISTRIK". Jadi selisih harganya saya minta.


Sedang menurut alam pemikiranku, karena biaya pasang listrik itu dariku, seharusnyalah waktu kontrak ku tinggal dirumah itu hrsnya diperpanjang secara proporsional dg biaya yg kukeluarkan. 🔌🔌🔌🔌

Tapi hal itu sejak semula aku rencanakan tdk memintanya, sebab habis kontrakan ini aku akan nempati rumah KPR blm lama kuperoleh, pas habis kontrakan dpt dihuni.


Itulah salah satu bentuk BERBEDA SUDUT PANDANG menilai suatu kebenaran.


Ada beberapa Sudut pandang melihat kebenaran.


Pertama KOHEREN; sesuatu dianggap benar bilamana konsisten dg keadaan sblmnya. 

Pemilik rumah membanding bahwa setiap rumah yg sdh terpasang listrik, nilai kontrak lbh tinggi dari rumah yg tdk berlistrik. Ybs melupakan kebenaran, rumahnya ketika berkontrak tdk berlistrik, yg membiayai listrik pihak pengontrak. Lalu atas dasar sudut pandang itu menjadi alasan pembenaran pemikirannya minta tambahan kelebihan harga kontrak.


Kebenaran ke dua adalah sudut pandang "KORESPONDEN" y.i. sesuatu kebenaran adlh benar apabila materi kandungan keadaan kebenaran itu berhubungan dg objek yg dituju. Dlm case ini   benar objek yg dituju yakni rumah tlh terjadi peningkatan nilai. Pihak yg meningkatkan nilai adlh pengontrak.Seharusnya yg wajar adlh jika kpd pengontrak diberikan reward berupa tambahan masa tinggal dirumah tsb., atas kebaikannya memasukkan listrik. Nanti kontrak yad rumah bernilai tambah.


Sudut pandang kebenaran ke tiga adlh sudut pandang"PRAGMATIS". Ukuran kebenaran atas dasar fungsi dan dipengaruhi waktu. Sesuatu dianggap benar bila mempunyai kegunaan praktis. Sesuatu yg 10 th lalu dianggap benar, mungkin skrg sdh dianggap tdk benar lagi. Atau skrg sesuatu dibenarkan semua pihak tetapi 10 th yad semua orang menyatakan salah. Misalnya rumah kontrakan  yg gampang cari penghuni 10 th lalu, skrg orang sdh jarang ngontrak rumah, mending nyicil rumah KPR, hitung2 mirip ngontrak tapi akhirnya rumah jadi milik sendiri. Atau nyewa Apartmen,  gampang menyesuaikan dg lokasi tempat kerja.


Sudut pandang ke empat adlh  kebenaran ILLAHI. Dimana landasan berfikir ini sejak mulai di-imani sampai dunia kiamat tetap benar. Bahkan sesuatu kebenaran yg dinyatakan beberapa dasa warsa, berabad yl. Blm dirasakan benar, skrg terbukti benar. Bgt selanjutnya yg skrg blm dirasakan kebenarannya yakinlah kelak terbukti kebenarannya. 


Bila pihak pemilik rumah meyakini, bahwa tidak ingin mempersulit pengontrak agar tetap terjalin persahabatan walaupun ssdh kontrak berakhir. 


Yakin benar bahwa sekecil apapun kebaikan akan diterima pembalasan kebaikan dari Tuhan di dunia ini dan di akhirat nanti.


فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَا لَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗ ۗ 


"Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya."

(QS. Az-Zalzalah ayat 7)


Akan datang rezeki yg tak terduga, mungkin jauh lbh besar dari sekedar tambahan uang kontrak. Pihak pengontrak mungkin ngalah lalu membayar, namun hubungan baik jadi cacat, pengontrak merasa terzalimi. Kemungkinan rezeki berkurang satu sumber dari eks pengontrak.


Bgt selanjutnya akan hal kebenaran ILLAHI, yg skrg blm dirasakan kebenarannya yakinlah kelak terbukti kebenarannya. Mari disimak 2 ayat berikut ini:

اَلْحَـقُّ مِنْ رَّبِّكَ فَلَا تَكُوْنَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِيْنَ

"Kebenaran itu dari Tuhanmu, maka janganlah sekali-kali engkau (Muhammad) termasuk orang-orang yang ragu."

(QS. Al-Baqarah ayat 147)


اَلْحَـقُّ مِنْ رَّبِّكَ فَلَا تَكُنْ مِّنَ الْمُمْتَرِيْنَ

"Kebenaran itu dari Tuhanmu, karena itu janganlah engkau (Muhammad) termasuk orang-orang yang ragu."

(QS. Ali 'Imran ayat 60).


Panduan kebenaran ILLAHI didapat lengkap di kitab2 suci dan penjabaran para ahli2 agama dlm buku2 kupasan mereka.


Hendaknya pertimbangan memilih sudut pandang, baik saja menggunakan sudut pandang Koheren, Koresponden dan Pragmatis, namun lengkapi dg sudut pandang atas dasar petunjuk ILLAHI. Pilihan untuk menentukan tentang kebenaran, bila tetap ingin acuan kebenaran itu tdk berubah maka acuan kebenaran sesuai  ILLAHI-lah yg tepat untuk dijadikan referensi.

اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّـبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ.

Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami kebenaran itu sebagai suatu perkara yang benar, dan anugerahilah kami kekuatan mengikuti kebenaran itu. Dan tunjukkanlah kepada kami kesalahan itu sebagai suatu perkara yang salah, dan anugerahilah kami kekuatan untuk menjauhi kesalahan itu.


 آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

بارك الله فيكم

 وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

M. Syarif Arbi.

Jakarta, 13 Sya'ban 1442 H.

26 Maret 2021.

(752.03.21). 

Wednesday, 24 March 2021

CELAH Per-JANJI-an.

 Tak dapat tidak menjalani hidup ini mesti hrs mengalami berinteraksi sesama dlm "perikatan" lazim jg disebut "Perjanjian". Kita semua ini terlahir ke dunia ini mrpkn hasil dari "perikatan" antara Ayah + Bunda dlm ikatan pernikahan.


Ketika bertugas di suatu daerah, pas tempat tinggalku di wilayah yg sulit air. Membuat sumur berbiaya tinggi karena cukup dalam sampai lbh 19 meter. Struktur tanah di daerah itu hanya kurang-lebih 6 meter tanah biasa, selanjutnya batu kapur yg keras. Tak heran lebih dari seminggu baru selesai menggali sebuah sumur, selain beralatkan "penggali" selebihnya harus menggunakan "pahat dan palu".


Perjanjianpun ku-sepakati dg penggali sumur, walau tidak tertulis. Pihak ku; diriku dan istri, pihak penggali sumur diwakili salah seorang dari 6 team mereka. Hadir saksi 2 tetangga masing2 dg istri. Isi kesepakatan perjanjian:

1. Lokasi penggalian sumur hrs ditunjukkan beberapa titik  oleh pihakku, selanjutnya team penggali minta waktu 3 hari menetapkan titik yg dipilih (mereka mungkin menggunakan ritual atau teknik tertentu mencari sumber mata air di dalam tanah sana).

2. Sehari sblm penggalian dimulai pihakku hrs membayar 15% dari biaya yg disepakati.

3. Segala peralatan menggali sumur jadi tanggungan team penggali termasuk kerekan berikut tali pengerek. Tali + kerekan, stlh selesai jadi milikku.

4. Limbah galian akan diangkut oleh pihak penggali sehingga tidak jadi sampah di halaman ku dan komplek perumahan kami.

5. Pelunasan pembayaran biaya 85% lagi dilakukan begitu sumur mengeluarkan air.


Hari ke sembilan stlh sumur di gali, istri nelpon ku ke kantor dg pesan agar bawa uang sisa biaya sumur, kata tukang pekerjaan sdh selesai.


Senang juga hatiku, membayangkan tdk sulit lagi mandi dan cuci, tlh tersedia sumur.


Sampai di-rumah kuliat 6 orang team penggali sumur sudah duduk ngobrol di-sekitar lobang sumur. Kusapa mereka:

"Sudah keluar air nya ..........?"

"Sudah paaak.........!!!", jawab mereka hampir serempak.


Saking girangnya aku, kepingin lekas dapat mengambil air dari timba pertama. Kuturunkan ember yg masih menggantung ditali kerekan bekas peralatan mereka menaikkan hasil galian. Lumayan dalam, hampir2 tdk kelihatan dasar sumur, maklum 19 meteran dan lagian suasana remang2 petang pulang kantor. 


Plung....... ember sampai ke dasar sumur, tentu ku goyang2 dg maksud agar air masuk ember. 


Sepertinya ember sdh mentok sampai di dasar sumur, tapi tak terasa ember dpt dibaringkan. Betul juga stlh ember di kerek naik, tdk ada air terciduk ember, hanya tampak ada bekas air yg nempel di bagian luar (pantat) ember. 

Kegiranganku berubah menjadi agak berang, maklum usia ketika itu baru K3.


Terjadi dialog yg lumayan panjang dg kepala tukang gali sumur. Tetangga yg jadi saksi awal transaksi juga ikut datang.


Maksudku pekerjaan sumur selesai apabila AIR SUMUR sudah dapat diambil dikeluarkan dari sumur.

Sedang kan penggali sumur beranggapan pengerjaan penggalian sumur sdh dianggap selesai apabila DIDASAR SUMUR SDH TERDAPAT AIR.


Air tidak dpt ditimba kalau hanya dasar sumur basah. Mata air tak cukup untuk membuat air tertampung di dalam sumur. Hrs di perdalam lagi se-kurang2nya setengah sampai satu meter buat kantong air.


"Kan janji kita, bapak bayar stlh keluar air", kata penggali sumur. "Inikan airnya sdh keluar", lanjutnya.


Ku pikir bukan saatnya lagi buat berdebat. Tak mungkin menang berdebat dg mereka. Lagian kalaupun menang, aku tetap kalah.  Mereka betul2 memanfaatkan kata2 dlm ucapan perjanjian tapi tdk mau berpikir logis tentang makna dlm kata2. Orang membuat sumur ... kan pingin airnya dpt dikeluarkan, bukan hanya sekedar ada air di dasar sumur di bawah sana.


Langsung kuminta agar lobang sumur diperdalam semeter lagi, untuk tandon air.


Tukang bersedia dg tambahan biaya memperdalam tsb dan akan mulai mengerjakannya esok hari. 


Kulihat esoknya mereka mengerjakan dg tenaga 3 orang. Seorang di dlm sumur, seorang mengerek hasil galian yg seorang lagi memindahkan limbah galian. Sehari setengah mereka merampungkan pendalaman sumur di halaman belakang rumahku itu. 


Alhamdulillah airnya jernih lancar dpt dinaikkan dg mesin pompa ke toren penampungan. Setidaknya sampai kutinggalkan rumah itu karena pindah tugas dinas di tahun 1985 air sumur itu msh nyumber. Tahun 2018, sempat ku kunjungi kediaman ku dulu itu ternyata sumur msh berfungsi bagi penghuninya.


Kesan dpt diambil dari kejadian itu a.l.:

Bahwa dlm perjanjian hrs genah dan tegas pengertian kata, kalimat agar tdk bias. Semula ketika membuat kesepakatan diri ku beranggapan semestinya penggali sumur paham bahwa tujuan membuat sumur adlh ingin mendptkan air, dg dmkn meskipun tdk sedetil seperti dimaksud penggali sumur harusnya mengerti bahwa air sumur harus dpt di keluarkan dari sumur ke permukaan.


Jadi dlm kasus ini agaknya maunya penggali sumur redaksi perjanjian "air dapat di ciduk dengan ember sampai dpt dikeluarkan dari sumur" . Atau lengkap, "stlh ketemu mata air, sumur diperdalam untuk tandon air........meter".


Arahan agama ttg perjanjian, jelas:

وَاَ وْفُوْا بِا لْعَهْدِ ۖ اِنَّ الْعَهْدَ كَا نَ مَسْــئُوْلًا

dan penuhilah janji, karena janji itu pasti diminta pertanggungjawabannya."

(QS. Al-Isra' ayat 34).


Masalah, hendaknya para pihak yg berjanji janganlah dg sengaja berniat memanfaatkan kelemahan pihak lain. Misalnya dlm kasus di atas pihak tukang sumur sengaja untuk mempersulit pengorder galian sumur, agar nanti terpaksa nambah biaya agar sumurnya dpt dimanfaatkan airnya. Semestinya kalau tukang gali sumur beritikad baik, di awal sudah bilang "Kalau sekedar ada airnya, sumur blm dpt digunakan pak..... hrs digali lagi minimal setengah meter atau kalau mau bagus dibuat tandon air 1 meter".  Boleh dikatakan sekalian, untuk itu nilai kontrak minta tambahan sekian.....


Pengorder sumur blm berpengalaman akan hal tersebut. Janganlah memanfaatkan kekurangan pemahaman, kekurang tau an lawan kita berperikatan untuk mencari "keuntungan". Supaya  rezeki diperoleh berkah. 


Allah melarang memperoleh rezeki dari sesama atas dasar tidak suka sama suka atau ada pihak yg merasa dikecewakan atau terpaksa.


يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَأْكُلُوْۤا اَمْوَا لَـكُمْ بَيْنَكُمْ بِا لْبَا طِلِ اِلَّاۤ اَنْ تَكُوْنَ تِجَا رَةً عَنْ تَرَا ضٍ مِّنْكُمْ,,,,,,,,,,;....."

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu.............." (QS: An-Nisa 29).


Semoga kita dpt menjalani kehidupan ini yg selalu ketemu dng interaksi perikatan/perjanjian dpt menjalaninya sesuai rambu2 yg ditetapkan Allah, sehingga selamat dunia akhirat.


 آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

بارك الله فيكم

 وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

M. Syarif Arbi.

Jakarta, 10 Sya'ban 1442 H.

23 Maret 2021.

(750.03.21).

Saturday, 20 March 2021

Nasib SETANDAN Kelapa

Kelapa Setandan tak sama jatuhnya. Kalimat tamsilan ini dikenal benar oleh para petani kelapa. Keadaan sebenarnya memang demikian. Stlh mayang kelapa menjadi buah, bermula dari pentil kelapa disebut "Beluluk" (bahasa kampungku). Beluluk berangsur jadi kelapa muda. Mulai dari cengkir; yaitu kelapa muda yg belum ada daging kelapanya, baru ada air. Berlanjut kelapa muda berdaging seperti lendir. Lanjut menjadi Dogan tipis, Dogan tebal. Barulah jadi kelapa tua......

Kadang Beluluk sdh jatuh, tak jarang Cengkir sdh ada yg memetik untuk diminum airnya. Bgt juga ada beberapa buah dari tandan, dipetik tak sengaja baru saja berdaging lendir. Banyak yg dipetik ketika sdh dogan tipis dan dogan tebal untuk dijual di warung khusus kelapa muda. Umumnya kelapa dibiarkan sampai tua baru dipetik untuk santan, atau dulu diolah dibuat kopra, bakal minyak goreng. Kelapa tua walaupun tidak dipetik, sampai waktunya jatuh sendiri. Sehingga cocoklah tamsilan kalimat di atas "Kelapa Setandan tak sama Jatuhnya" Boleh jadi jatuh atau dipetik ketika:

* beluluk,

* cengkir, 

* dogan tipis,

* dogan tebal,

* sudah berdaging tua untuk dibuat santan atau kopra atau minyak kelapa.

* Jatuh sendiri walau tidak dipetik bila sdh betul2 tua.


Tamsil kelapa setandan ini pas benar untuk nasib dan peruntungan KEMATIAN dan KEHIDUPAN manusia sesaudara sama seibu se ayah.


UNTUK KEMATIAN:

Ada yg sdh mati baru saja lahir, ada yg mati anak2, ada yg mati baru angkat dewasa, ada pula yg mati ketika sdh berkeluarga punya anak, ada yg mati setengah tua dstnya. Tapi yg jelas pasti mati juga (bagaikan kelapa walau tidak dipetik jika sdh bgt tua jatuh sendiri).


UNTUK KEHIDUPAN.

Peruntungan masing2 anak yg dilahirkan dari Bapak-Ibu yg sama adlh ber-beda2. Ada yg kaya, ada yg cukup sekedarnya tapi juga ada yg kurang dan mungkin ada yg miskin.


KISAH KASIH SEORANG IBU.

Sebagai Ibu, ketika masih usia produktif, suami dan dianya sendiri tdk bekerja di sektor formal, makanya tdk ada pensiunan buat dirinya maupun dari mendiang suaminya. Alhamdulillah Ibu ini bernasib baik, 9 putra/putrinya lumayan bhakti, sehingga kehidupan masa tua bersumber dari pemberian anak2 yg berkecukupan. 


Sifat umum seorang Ibu, sepanjang masih bugar,  tetap tdk suka ikut tinggal dirumah anak2, milih menunggu rumah sendiri. Biarpun hanya tinggal sebatang kara. Kendati rumah tua tak semewah rumah anaknya yg berada.


Ibu ini sebagian anaknya "berada" sebagian lagi "kurang mampu". Bgtlah suratan nasib, walau saudara sekandung peruntungan beda2. Bagaikan setandan kelapa ditulis di atas.


Banyak kita dptkan informasi dari Allah dlm Al-Qur'an tentang perihal rezeki masing2 orang berbeda seperti ayat berikut:

اَللّٰهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَّشَآءُ وَيَقْدِرُ ۗ  وَفَرِحُوْا بِالْحَيٰوةِ الدُّنْيَا

"Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasi (bagi siapa yang Dia kehendaki). 


Alhamdulillah anak2 yg "mampu",.... saban bulan supply dana kpd si Ibu.


Ada pepatah "Kasih IBU sepanjang jalan kasih anak sepanjang galah".

Ibu figur utama yg menggantikan Orang Tua di pepatah tsb. Jadi dpt diterjemahkan kasih ORTU tak luntur sepanjang hayat dikandung badan. Sedang kasih anak terbatas sepanjang galah. Galah dipegang pangkalnya terlihat ujungnya, kadang tak nyampe jika menjolok yg tinggi. Adapun jalan, semakin dijalani semakin panjang, bila jalannya buntu, terbentang jalan lain untuk dilalui.


Pemberian dari anak2nya yg  "berkecukupan" diam2 dialihkannya ke anak2nya yg "kurang mampu". Anak2 yg "mampu", terheran-heran iuran mereka kadang bgt cepat habis. Namun si IBU tetap merahasiakan pengalihan bantuan kpd anaknya yg "kurang mampu" itu ke sumber pen supply dana. Baru diketahui stlh beliau berpulang kerahmatullah,  informasi diketahui  dari anak2nya yg kurang mampu.


Ketika acara kumpul2 anak dan cucu memperingati hari wafatnya BUNDA PENYALUR DANA ini. Anak tertua yg kebetulan salah satu yg kurang mampu yg saban bulan mendapat subsidi ditunjuk adik2nya untuk memimpin berdo'a

.

Redaksi do'anya selain:

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

Rabbighfir lī, wa li wālidayya, warham humā kamā rabbayānī shaghīrā. Artinya, "Tuhanku, ampunilah dosaku dan (dosa) kedua orang tuaku. Sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu aku kecil."


Juga disisipkan permohonan kpd Allah agar; subsidi yg diberikan Almarhummah saban bulan bagi dirinya untuk cucu2nya diganjar Allah dg pahala berlipat ganda.


Anak2 yg saban bulan memberikan dana buat IBU ini, baru paham apa sebabnya dana yg mereka berikan tiap bulan tdk membuat Ibu ini banyak simpanan. Tidak membuat Ibu ini bermewah dlm belanja. Barulah mereka paham bila di tenggarai uang almarhumah tiap bulan hampir habis. Baru para anak yg jadi donatur paham, kenapa almarhumah Ibu bila ada keperluan insidentil senantiasa perlu dipasok dana lagi.


Dmkn profil perjalanan hidup seorang Ibu, kasih sayangnya kepada anak2nya sepanjang USIAnya. Bgmn kita sbg anak; kadang Ayah-Bunda kita kebagian kasih sayang TERSISA stlh untuk istri/suami dan anak2.


Smg kisah ini menggugah hati kita2 yg masih punya Ibu agar menta'ati wasiat Allah berbakti kpd ORTU terlebih Ibunda. Karena Allah tak sembarangan ber WASIAT. Tapi dikhususkan untuk Ibu, Allah ber WASIAT dlm Surat Al-Ahqaf ayat 15:


وَصَّيْنَا الْاِ نْسَا نَ بِوَا لِدَيْهِ اِحْسَا نًا ۗ حَمَلَـتْهُ اُمُّهٗ كُرْهًا وَّوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۗ وَحَمْلُهٗ وَفِصٰلُهٗ ثَلٰـثُوْنَ شَهْرًا


"Dan Kami wasiatkan (perintahkan) kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan".


Yg masih punya Ortu jangan sia2kan kesempatan meraih surga melalui ayah dan ibu yaitu berbakti kpd mereka. Rasulullah bersabda:

رَغِمَ أَنْفُهُ ، ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ،ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ “. قِيلَ : مَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ : ” مَنْ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ، أَحَدَهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا، ثُمَّ لَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ “.

Artinya:”Celaka seseorang itu(diulang tiga kali), sahabat bertanya: siapa yang celaka wahai Rasulullah? Beliau menjawab: orang yang mendapati salah satu orang tuanya atau dua-duanya dalam keadaan tua, kemudian (anak tersebut) tidak masuk surga”. (HR Muslim No: 2551)


Yg  Ortunya sdh tiada, jangan lupa berdo'a setiap usai shalat. Mintakan ampunan buat mereka, mintakan rahmat Allah kpd mereka, sekurangnya dg redaksi di atas.

 آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

بارك الله فيكم

 وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

M. Syarif Arbi.

Jakarta, 7 Sya'ban 1442 H.

20 Maret 2021.

(749.03.21). 

Friday, 19 March 2021

Di Pintu IKHLAS Iblis Menunggu.

Umpama kata, nilai ibadah itu tersimpan aman di dalam Brankas,  untuk membukanya perlu kunci juga nomor kombinasi. Maka kuncinya adlh IKHLAS, sdgkan nomor kombinasinya adlh Contoh Rasulullah Muhammad ﷺ.


IKHLAS.

Ikhlas suatu istilah mudah diucapkan, tapi sangat2 sulit untuk di laksanakan. Ikhlas dlm pengertian  ibadah kepada Allah secara sederhananya adlh tanpa harapkan apapun dari selain Allah.

Beramal hanya se mata mata karena Allah, mengharapkan balasannya hanya dari Allah. 


Kesulitan manusia dlm strata iman yg tinggi sekalipun untuk berlaku ikhlas, karena hidup kita di bumi ini didampingi Iblis yg sdh mendpt izin Allah melencengkan manusia dari ikhlas. Allah dlm dialog dg Iblis terdpt dlm ayat 78 sampai 81 surat Shad, selanjutnya Iblis menjawab:

قَا لَ فَبِعِزَّتِكَ لَاُ غْوِيَنَّهُمْ اَجْمَعِيْنَ ۙ 

"(Iblis) menjawab, Demi kemuliaan-Mu, pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,"

(QS. Sad ayat 82).


Iblis bertekad menyesatkan manusia datang dari berbagai arah.


ثُمَّ لَاٰ تِيَنَّهُمْ مِّنْۢ بَيْنِ اَيْدِيْهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ اَيْمَا نِهِمْ وَعَنْ شَمَآئِلِهِمْ ۗ وَلَا تَجِدُ اَكْثَرَهُمْ شٰكِرِيْنَ

"kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur."

(QS. Al-A'raf ayat 17)


Contoh godaan Iblis ke Ahli Ibadah:

Tiap hari tak pernah lupa bersedekah. Lidah sll bergoyang berzikir dan bibirnya selalu basah dlm kalimat thayyibah . Tentu tak usah diragukan lagi ibadah wajib olehnya dilaksanakan dng baik dan khusyuk karena Allah, sedangkan ibadah yg sunah saja hampir tak pernah luput.


Iblispun dari PINTU IKHLAS ini bukan tdk berpeluang masuk, mendatangi dari kanan, dimana melalui karib kerabat dan sobat di informasikan apresiasi orang dan masyarakat yg mengenalnya bahwasanya dianya diketahui ahli ibadah.


Tatkala dirinya mulai merasa ketaatan dan keikhlasannya beramal/beribadah itu diketahui orang, menjadi perbincangan masyarakat, ybs menjadi termotivasi meningkatkan frekuensi amal/ibadahnya. 


Sedekah yg biasanya 10rb setiap hari, ditingkatkan jadi 20rb sampai 30rb. Zikir yg biasa dilakukan diperbanyak dan pengucapannya diperjelas. Pokoknya semenjak diketahui orang akan amal/ibadahnya ybs meningkatkan amal/ibadahnya baik kualitas maupun kuantitas. Jika sdh spt ini, pertanda Iblis tlh berhasil menunggunya di pintu IKHLAS. Selanjutnya  PERANGKAP IBLIS  telah MENGANGA untuk diarahkannya kepada ahli ibadah yg ikhlas itu tadi. Iblis punya PERANGKAP DI PINTU IKHLAS yg siap untuk memerangkap orang-orang ikhlas dlm beribadah.


Karena kasih sayang Rasulullah ﷺ kpd ummatnya, beliau ajarkan do'a untuk menghindari PERANGKAP IBLIS, kpd sahabat utamanya ABU BAKAR. 


Abu Bakar yg begitu kuat imannya saja,  perlu do'a ini, apalagi kita2 ini yg imannya mungkin tak seujung rambutpun bila dibanding dari Abu Bakar sahabat utama Nabi Muhammad ﷺ, itu. 


Abu Bakar adalah orang beriman pertama, demikian kuat imannya tak disangsikan lagi. Tetapi Nabi mengajarinya do'a ini. Tentu do'a itu dimaksudkan Nabi Muhammad ﷺ. bukan hanya untuk Abu Bakar namun untuk kita semua agar terhindar dari  PERANGKAP IBLIS yg masuk dari pintu IKHLAS. 


Do'a tsb sbb:


اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ , وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا أَعْلَمُ

Allahumma inni a'udzu bika an usyrika bika syaian waanaa a'lamu waastaghfiruka lima laa a'lamu.


Ya Allâh! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan (syirik) yang menyekutukan-Mu sedangkan aku mengetahuinya; dan aku memohon ampun kepada-Mu dari apa-apa yang tidak aku ketahui.


(Imam Bukhari dlm AL ADAB AL MUFRAT dan At Tirmidzi dlm NAWATIR AL USUL).


Contoh godaan Iblis di tulisan ini hanya buat ahli ibadah, hal yg sama dpt dilakukan Iblis buat Ahli Dakwah, Da'i idola ummat, para penghafal Al-Qur'an, para ustadz dan ustadzah, juga penulis artikel2 dakwah, tdk terkecuali diseluruh strata. Oleh karena itulah agaknya senantiasa kita berdo'a seperti yg diajarkan Rasululllah Muhammad ﷺ, kpd sabat beliau Abu Bakar.


Semoga kita tidak masuk PERANGKAP IBLIS yg menunggu di PINTU IKHLAS.  


 آمِيّنْ... آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

بارك الله فيكم

 وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

M. Syarif Arbi.

Jakarta, 5 Sya'ban 1442 H.

18 Maret 2021.

(748.03.21). 

Wednesday, 17 March 2021

Nikmat AKAL.

Berbicara ttg akal,  mrpk perangkat abstrak, out put nya saja yg nampak, wujud akal itu sendiri tak kelihatan. Out put atau produk akal dpt didengar, dpt dilihat, dpt dirasakan. Contoh konkrit sekarang dirasakan outputnya berupa vaksin, disuntikan di pangkal lengan.


Bermacam istilah orang menamakan si pemilik akal dilihat dari apa yg diperbuatnya;

Berakal cerdik, berakal bulus, arif dan bijak, taktis, culas dan....... banyak lagi. Karena momentnya yg bertepatan, berhasil menemukan vaksin covid 19 ini,  mungkin cocok buat mereka para penemu disebut  "ber akal brilian".


Produk akal lah shg kita dapat berjumpa di medsos, di dunia maya. Produk akal pula merubah besi dpt mengapung di laut, besi dpt terbang padahal bbrp abad silam yg namanya besi tenggelam di air, kini jadi kapal. Sekarang waktu tempuh jadi pendek dg pesawat terbang. Andaikan produk vaksin ini berhasil mengamankan ummat manusia, betapa bersyukurnya kita kpd Allah yg tlh memberikan ilham kpd akal penemu vaksin ini.


Dalam pada itu produk akal pula ummat manusia jadi susah, timbul bencana, bom atom buktinya. 


Tangan manusia yg tentunya digerakkan akalnya merambah hutan tak beraturan, menggali tambang di bumi tak berperhitungan, mendirikan gedung2 tak indahkan tata ruang, terjadilah bencana tanah longsor selalu terulang, banjir bandang sering menerjang. 


ظَهَرَ الْفَسَا دُ فِى الْبَرِّ وَا لْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّا سِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ

"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."

(QS. Ar-Rum ayat 41).


Akal ada pula yg SAKIT dan yg SEHAT. Hasil produk akal ini juga mrpkn indikator menentukan sehat/tdk sehatnya akal.  Nah, ...... bgmn mengukurnya sehat, ndak sehatnya akal kita. Sblm diukur baik dikelompokkan dulu "akal sakit":

1. Sakit jiwa, orang yg akalnya sakit dlm artian gangguan jiwa ukurannya lbh mudah agaknya karena terlihat nyata.

2. Hilang ingatan, ini juga mudah diketahui, ybs lupa sesuatu yg pernah diketahuinya, contoh pikun. 

3. Berperilaku tak lazim yg condong negatif, sepertinya kelompok jenis ini lbh sulit menilainya. Dalam hal ini boleh jadi orang yg berakal "tidak sehat" menilai orang yg berakal "sehat" lah yg akalnya ndak sehat. 


Akal TIDAK SEHAT mungkin saja dimiliki oleh individu yg sehat rohani dan sehat jasmani. Meskipun ada semboyan "ditubuh yg sehat terdpt jiwa yg sehat". 


Melalui pendekatan kebenaran religi dan alur berpikir spiritual, mungkin dpt dijadikan referensi kata2 dlm Al-Qur'an ttg akal sehat;

أُولُوا الْأَلْبٰبِ

Terjemahan bebasnya "akal sehat". Bila dikutip diantaranya dari sekian banyak kata2 tsb. dlm Al-Qur'an dpt dipahami bahwa orang yg berakal sehat adlh:

1. Orang yg TAKWA, sebab orang takwa akan tercermin pada semua out put akalnya dlm kebaikan.

2. Orang berakal sehat, yaitu orang yg dpt mengambil pelajaran dari ayat2 Allah baik yg tersurat di kitab2 suci, maupun yg tersirat di alam semesta ini.


Sebagian dari ayat2 al-Qur'an sbg rujukan sbb:


Al-Baqarah 197.

 ۚ وَاتَّقُونِ يٰٓأُولِى الْأَلْبٰبِ

"Dan bertakwalah kepada-Ku, wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat!"


Al-Baqarah 269

وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّآ أُولُوا الْأَلْبٰبِ

"Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang mempunyai akal sehat."


Az-Zumar 9

إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُوا الْأَلْبٰبِ

"Sebenarnya hanya orang yang berakal sehat yang dapat menerima pelajaran."


Begitu banyak pelajaran yg dpt dipetik dari ayat2 Allah untuk menjadikan diri ini BERAKAL SEHAT dlm artian taqwa, iman kepada Allah. Iman bahwa akhirat itu ada. Mulai dari melihat disekeling kita, udara, tumbuhan, hewan pokoknya seluruh alam semesta. Maha benar Allah dg statement-NYA.


قُلْ لَّوْ كَا نَ الْبَحْرُ مِدَا دًا لِّـكَلِمٰتِ رَبِّيْ لَـنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ اَنْ تَـنْفَدَ كَلِمٰتُ رَبِّيْ وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهٖ مَدَدًا

"Katakanlah (Muhammad), Seandainya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, maka pasti habislah lautan itu sebelum selesai (penulisan) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)."

(QS. Al-Kahf ayat 109).


Dari mengambil pelajaran thdp ayat2 Allah atau kalimat2 Allah dari alam semesta ini, akan menjadikan diri ini pada kebenaran dan kebesaran Allah, shg dg AKAL SEHAT tak ada alasan untuk tdk percaya Allah mengatur alam jagad semesta ini. Termasuk menciptakan makhluk diberi nama covid 19.  Tumbuhan ada yg merambat, tdk berbatang buahnya besar sampai bbrp kilogram. Ada pohon besar daun rindang, buahnya kecil2 hanya bbrp gram. Pohon tumbuh vertikal walau tumbuh di tanah lereng gunung yg miring. Itu baru soal tetumbuhan. Belum lagi ayat2 Allah berupa hewan dan alam lain di cakrawala.


Contoh butir 2 kelompok akal tak sehat ku tulis di atas. Seorang teman masih blm usia pikun, hilang ingatan sampai2 nama dirinyapun tdk ingat lagi, apa lagi menuliskannya. Padahal tadinya ybs mahir presentasi di depan kelas. Siapakah yg menarik ingatannya itu, dan tak seorangpun sanggup mengembalikan ingatan itu kecuali Allah. 

Teringat aku akan peringatan Allah perihal kemampuan akal mengingat.


وَلَئِنْ شِئْنَا لَنَذْهَبَنَّ بِا لَّذِيْۤ اَوْحَيْنَاۤ اِلَيْكَ ثُمَّ لَا تَجِدُ لَـكَ بِهٖ عَلَيْنَا وَكِيْلًا ۙ 

"Dan sesungguhnya jika Kami menghendaki, niscaya Kami lenyapkan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), dan engkau tidak akan mendapatkan seorang pembela pun terhadap Kami,"

(QS. Al-Isra' ayat 86).


Nabi Muhammad saja jika Allah berkehendak mencabut ingatan beliau, sama sekali tak sanggup mengingat kembali. Apalagi kita2 ini sbg manusia biasa.


Semoga Allah memelihara akal sehat kita semua, tidak mencabut pengetahuan yg tlh kita miliki dan menjadikan kita hambanya yg sanggup mengambil pelajaran dari ayat Kauliah maupun Kauniah, sehingga menjadi orang yg taqwa.


  آمِيّنْ... آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

بارك الله فيكم

 وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

M. Syarif Arbi.

Jakarta, 4 Sya'ban 1442 H.

17 Maret 2021.

(747.03.21).