Saturday, 29 August 2020

PETAKA berbungkus SUKSES.

Kesudahan perjalan kehidupan manusia, terbilang sukses atau terhitung tidak sukses barulah diketahui ketika dia sudah mati.

Pernyataan di atas mungkin dmkn ekstrim. Tapi memang kenyataan, buktinya banyak orang yg tadinya sukses (hartawan) menjelang kematiannya bangkrut. Tak sedikit pemimpin dunia yg ketika berkuasa begitu jaya, akhir hidupnya dihujat dinista rakyat yg dulu mengidolakannya, bahkan ada yg mati ditiang gantung.


Kadang untuk mencapai sukses orang berjuang mati2an, tak jarang mencapai SUKSES menghalalkan segala PROSES.


Kesampaian memang, jika Sukses itu dicapai dg menghalalkan segala Proses, tetapi banyak kasus kita saksikan diakhir perjalanan hidup  orang yg dmkn berkesudahan yg tdk menyenangkan. Suksesnya gagal, alias malah menerima petaka atau musibah. Sukses buatnya mrpkn Petaka yg tertunda. Sukses bagi kelompok ini hanya BUNGKUS isinya PETAKA, atau MUSIBAH.


Kesuksesan bagi manusia yg  SUKSES menghalalkan   PROSES hanya mrpkn istidraj. Hal dmkn tlh diperingatakan Allah kpd manusia:


فَلَمَّا نَسُوْا مَا ذُكِّرُوْا بِهٖ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ اَبْوَا بَ كُلِّ شَيْءٍ ۗ حَتّٰۤى اِذَا فَرِحُوْا بِمَاۤ اُوْتُوْۤا اَخَذْنٰهُمْ بَغْتَةً فَاِ ذَا هُمْ مُّبْلِسُوْنَ

"Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa."

(QS. Al-An'am ayat 44).


Tidak sedikit, orang mendpt kesuksesan karena jabatan.  Lantaran jabatan itu timbul peluang korupsi di akhir kehidupan di dalam Bui.


Tidak sedikit orang kesuksesannya harta berlimpah, menjadikannya sombong, takabur dan pongah, sehingga jauh dari Allah. 


Hartanya tak dpt menolongnya setelah diri menua. Di dunia ini saja banyak terbukti bahwa ternyata Harta kadang jadi Petaka. Belum lagi ketika awak sdh tiada......... pergi ke alam sana.


Bukan tak mungkin rumah besar yg dibangun susah payah dari kumpulan uang segala proses, yg halal yg mubah mungkin termasuk haram; ujung2nya rumah itu di jual Menantu.


Kemungkinan rumah dijual Mantu.

Awak dan istri meninggal lumayan tua; ........Saudara2 kandung tak ada lagi apalagi pangkat orang tua. Kebtln anak semata wayang beristri tak pula dikarunia keturunan.............. Beda dg ayah bunda yg wafat diusia tua, si anak tutup usia selagi muda. Tinggalah Menantu yg menghuni rumah pusaka. Akhirnya rumah dijual Mantu karena tak kuat ngurus terlalu besar dan mewah.


Tinggalah diri awak di alam barzah diminta pertanggungan jawab ketika ngumpulkan harta............antara lain membangun tu rumah. Tak pula juriat yg do'akan. Alangkah malangnya nasib stlh di alam kubur, bila ketika kumpulkan harta Sukses Menghalalkan Proses.


Dmkn sekilas contoh PETAKA berbungkus SUKSES.


Skala sukses bagi orang beriman ada dua keinginan, cita2 hidup:

1. Sukses hidup di dunia dan di akhirat.

2. Jika tak dapat mencapai sukses di dunia diutamakan untuk sukses di akhirat.


Makanya orang beriman senantiasa berdo'a:

رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنْيَا حَسَنَةًۭ وَفِى ٱلْـَٔاخِرَةِ حَسَنَةًۭ وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka".


Untuk meraih kebaikan di dunia, ikhtiar mencapai sukses oleh orang beriman cari rezeki dg cara2 yg baik yg legal yg jujur tidak menzalimi pihak lain.


Orang beriman berkegiatan mencapai sukses di dunia dlm rangka pengabdian kpd Allah mengharapkan ridha Allah. Tujuan akhirnya mencapai kebaikan di akhirat sejalan dg do'a di atas.


Nah........... hati2lah beraktivitas mencapai SUKSES. Jangan sampai SUKSES menghalalkan PROSES. Agar tidak jadi PETAKA yg berbungkus SUKSES.


اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ


"Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu.”


Smg puasa Sunnah anda/kita semua kemarin dan hari ini ( 09 dan 10 Muharram) diterima Allah. 


آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

بارك الله فيكم

 وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

M. Syarif Arbi.

Jakarta, 10 Muharram 1442 H.

29 Agustus  2020.

(690.08.20).


Thursday, 27 August 2020

ANUGERAH berbalut KECEWA.

Semua yg ada di dunia ini berpasangan, baik mahluk hidup maupun mahluk tumbuh. Begitu juga situasi dan kondisi. Siang berpasangan dg malam. Baik dan buruk dstnya.

Anugerah berpasangan dg musibah. Mengecewakan berpasangan dg Menyenangkan.


Menyoal MengeCEWAkan dan  MenyeNANGkan, pasangan ini ada keunikannya, sebab.......


Tak jarang sesuatu dirasakan sbg Mengecewakan padahal dianya ANUGERAH. 

Bukan mustahil sesuatu dirasakan sbg Menyenangkan padahal dianya MUSIBAH.


Kok bisa........


Seorang pemuda lulus sekolah melamar kerjaan ke sektor formal, PNS, apa BUMN atau perusahaan Swasta. Setiap kali tes; kadang sampai tertulis sdh gugur. Pernah tertulis sdh lolos, giliran wawancara gagal. Keadaan ini berulang beberapa kali, sementara usia makin banyak. Salah satu kesempatan teman akrabku itu, tes masuk kerja bersamaku 47 tahun lalu. Kebetulan aku keterima dan temanku itu gagal. Begitu kecewa pemuda ini, setiap kali ngalami kegagalan2 termasuk gagal ketika tes bersamaku. Hingga si pemuda urungkan niat jadi pegawai, merintis usaha sendiri.


Suatu malam di musim haji tahun 1991, ssdh maghrib sambil menuggu Isya' ku berjalan-jalan di lantai teratas Masjidil Haram. Terlintas dipikiranku: "dari sekian banyak ummat ini, kok blm ketemu teman lama". 


Subuh,......... ketika salam kekiri,  sesuatu yg terlintas dipikiranku sblm isya' tadi malam terwujud............ 


"Maman", kusapa jamaah yg pas duduk disebelah kiriku, dg sapaan akrab. Dia-nya-pun kaget, hampir tak percaya ada orang yg menyapanya dg sapaan akrab pula. Terus terang "merinding" jadinya, betapa tidak di tengah jutaan manusia, Allah tentukan hati dua teman lama yg sdh 18 tahun tdk jumpa dan tak pernah saling kabar, memilih titik tempat shalat subuh di masjidil haram di titik yg sama, pada subuh itu. Padahal kami berbeda embarkasi keberangkatan. Si Maman dari Jawa Barat, aku dari Kalimantan Barat. Bagi ku lintasan pikiran ku tadi malam rupanya disetarakan do'a oleh Allah dan langsung terkabul subuh itu. 


Belum era HP waktu itu, maka kamipun janjian untuk sering dpt shalat berdekatan, sedikit demi sedikit dlm beberapa kali pertemuan kuketahui, mata pencaharian apa gerangan yg mengantarkan teman akrabku terakhir ketemu 1973 itu, berhaji.


Kalau diri ku jelas berhaji dari nabung menyisihkan penghasilanku dari tempat kerja, dimana si Maman tdk keterima 18 tahun lalu itu.


Rupanya ybs sukses dlm usaha wiraswasta dan mempekerjakan ratusan karyawan. Takdir buatnya ternyata bukan jadi pegawai, tapi malah menjadi bos nya ratusan pekerja.


Terbukti bahwa buat sohibku itu hal mengecewakan tidak lulus berbagai tes masuk jadi pegawai ketika masih muda dulu, diketahui stlh dijalani, bukan mrpkn musibah malah jadi anugerah. Dianya sanggup berhaji dg keluarga, sedang aku harus giliran.


Para pembaca,  ku yakin anda-pun banyak contoh serupa itu........ttg sesuatu yg mengecewakan ujungnya diketahui sebagai anugerah. Entah langsung ke diri anda sendiri atau teman dekat; contoh  misalnya ketinggalan pesawat...... tau2 pesawat itu........dll.


Allah mengingatkan kita semua ttg sesuatu yg mengecewakan, jangan terlalu bersedih; a.l. di dua ayat berikut ini.


لِّـكَيْلَا تَأْسَوْا عَلٰى مَا فَا تَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوْا بِمَاۤ اٰتٰٮكُمْ ۗ وَا للّٰهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَا لٍ فَخُوْرِ ۙ 

"Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri,"

(QS. Al-Hadid ayat 23)


..............وَعَسٰۤى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْــئًا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّـکُمْ ۚ وَعَسٰۤى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْــئًا وَّهُوَ شَرٌّ لَّـكُمْ ۗ وَا للّٰهُ يَعْلَمُ وَاَ نْـتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ


"...........Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."  

(QS. Al-Baqarah ayat 216).


رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ

Ya Tuhanku, tunjukkanlah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku.


آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

بارك الله فيكم

 وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

M. Syarif Arbi.

Jakarta, 8 Muharram 1442 H.

27 Agustus  2020.

(689.08.20).


Monday, 24 August 2020

LUAS-nya ILMU.

Begitu banyak disiplin ilmu pengetahuan, sehingga sampai habispun umur manusia, ilmu tak akan terkuasai semua. .........


Ketika Nabi Khidir dg Nabi Musa dlm safari "Kuliah Kerja Nyata", mereka menumpang sebuah perahu. Seekor burung hinggap di pinggir perahu. Sblm hinggap si burung mencocok air dg paruhnya buat minum. 


Nabi Khidir tentang burung itu berkomentar: "Ilmu kita berdua lbh sedikit dibandingkan dg air di dlm paruh burung barusan".........

Bgtlah ilmu itu dmkn luas dan banyak. 


Nabi Musa di tengah ummatnya  pernah meng klaim diri paling berilmu. Statement Nabi Musa itu diingatkan Allah bahwa ada hamba Allah lain yg lbh tinggi ilmunya yakni Nabi Khidir. 


Makapun Nabi Musa berusaha berguru kpd Nabi Khidir..........

Nabi Khidir mengaku bahwa ada ilmu Nabi Musa yg ia tdk mengetahui, sebaliknya ada ilmu dirinya yg tdk diketahui Nabi Musa. Ilmu2 mereka ditambahkan masih lbh sedikit dari seteguk air di paruh burung.


Pengembaraan Nabi Musa berguru kpd Nabi Khidir ini diabadikan kisahnya dlm surat Al-Kahfi ayat 60 s/d 82.


Kesan yg diperoleh dari kisah Nabi Musa berguru kpd Nabi Khidir ini a.l.:


Kesan PERTAMA:

Tak ada manusia paling berilmu termasuk nabi Khidir dan Nabi Musa........... 

Nabi Muhammad ﷺ, juga menyampaikan ajaran2 kpd ummat bukan karena tinggi ilmu beliau tetapi mrpk petunjuk Allah dg wahyu .......

Surat An-Najm ayat 4


إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْىٌۭ يُوحَىٰ

Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).


Soal2 diluar wahyu Allah, Nabi Muhammad ﷺ pun awam, soal dunia misalnya beliau bersabda:

أَنْتُمْ أَعْلَمُ بِأَمْرِ دُنْيَاكُمْ


“Kamu lebih mengetahui urusan duniamu.”  (HR. Muslim, no. 2363)


Kesan KEDUA:

Kunci menuntut ilmu adalah SABAR. Makin tinggi strata pendidikan makin tinggi memerlukan kesabaran.  Teringat waktu menempuh S3, ketika kadang menghadapi kesulitan merampungkan Disertasi, sahabatku yg lebih dahulu meraih Doktor menasihatiku dg beristilah: Waktu kita S1 sabarnya hanya perlu satu, karena ES nya SATU. ES diplesetkan sohibku dari singkatan SABAR. 

Nah........ketika kita  S2 paling kurang sabarnya harus 2; SABAR-SABAR. Bagi yg ambil S3 maka sabarnyapun harus banyak; SABAR....SABAAR......SABAAAR. Makanya disebut "S3".


Kesan KETIGA:

Ternyata di dunia ini tak semuanya dpt disangkutkan pada logika. Ada hal2 diluar nalar terjadi di dunia ini, termasuk hal2 yg kita alami secara pribadi, tak jarang peristiwa menyedihkan dan menyakitkan kita alami sulit dilogikakan. Stlh diujung usia barulah kita ketahui apa sebenarnya maksud Allah atas peristiwa2 diluar nalar dan logika tsb. Tadi diujung perjalanan Nabi Khidir menjelaskan tindakan2nya yg tak tercerna dg logika Nabi Musa.


Kesan KEEMPAT.

Mencari ilmu jelas harus dg ikhtiar dan pengorbanan, tentu termasuk berbiaya. Nabi Musa hrs berjalan jauh dg pembantunya menuju....

suatu lokasi yg jauh untuk menemui Nabi Khidir.


وَاِ ذْ قَا لَ مُوْسٰى لِفَتٰٮهُ لَاۤ اَبْرَحُ حَتّٰۤى اَبْلُغَ مَجْمَعَ الْبَحْرَيْنِ اَوْ اَمْضِيَ حُقُبًا

"Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua laut; atau aku akan berjalan (terus sampai) bertahun-tahun."

(QS. Al-Kahf ayat 60)


Dgn pendalaman ilmu, melalui berguru, melalui jalur pembelajaran membentuk kepribadian. Stlh berguru ke Nabi Khidir,  Nabi Musa pun sadar bahwa statement yg  pernah ia sampaikan di tengah ummatnya bahwa dirinya paling berilmu tlh terbantahkan.


Bgt pula sehrsnya manusia semakin tinggi pendidikan semakin terasa bahwa ilmunya belum memadai. Ilmu dmkn luas semestinya semakin banyak menyandang ilmu, semakin rendah hati dan menghormati ilmu orang lain.


Dalam kenyataan, banyak juga ilmuwan disuatu disiplin ilmu tertentu yg lantas meng klaim dirinya paling berilmu dibidangnya dan karenanya dialah katanya paling benar. Pendapat orang lain salah melulu.


Ilmuwan kelompok "merasa paling berilmu" di disiplin apapun ilmunya,  mereka baru sampai pada level "Nabi Musa sebelum berguru kepada Nabi Khidir".


Smg melalui pelajaran dari penggalan kisah Nabi Musa berguru ke Nabi Khidir di atas, intisarinya dpt dipetik buat kita meneruskan kehidupan ini, setinggi apapun ilmu kita.


اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْماً نَافِعاً، وَرِزْقاً طَيِّباً، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً


“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amal yang diterima“. (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Ibnu as-Sunni).


آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

بارك الله فيكم

 وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

M. Syarif Arbi.

Jakarta, 6 Muharram 1442 H.

25 Agustus  2020.

(688.08.20).






SENYUM.

Senyum anugerah Illahi yg tak ternilai 
Dg senyum-lah kehidupan dimulai
Berawal senyum jadi mempelai.
Dg senyum ketika bayi kita dibelai.

Dg senyum, hati keras jadi lunglai.
Dg senyum, tegang menjadi santai.
Dg senyum, penari jadi gemulai.
Bekerja dg senyum cepat selesai.

Senyumpun bernilai ibadah bila ikhlas.
Senyum membuat sakit menjadi umpas.
Senyum dapat meredakan hati yang panas.
Senyum kadang membuat permusuhan menjadi tuntas.
Dengan senyum pakaian rapi menjadi pantas.

Banyak kita yang tak menyadari, salah satu nikmat anugerah yang diberikan Allah maha pencipta untuk manusia adalah SENYUM. 

Diakui atau tidak, hampir seratus persen kita ini terlahir ke dunia dimulai dengan SENYUM ketika kedua orang tua kita kali pertama berkenalan. Selanjutnya kedua orang tua kita melanjutkan sampai ke pelaminan dan atas kehendak Yang Maha Kuasa, jadilah kita. 

Senyum ini rupanya hanya dikaruniakan untuk manusia. Makhluk lain tidak punya senyum, contoh kucing jantan dan betina mereka melaksanakan naluri berkembang biak tanpa melalui senyum bahkan dengan seperti “berkelahi” terlebih dahulu. 

Bila anda seorang karyawan, bertemu dengan bos atau atasan beliau dengan muka yang kusut tanpa tersenyum maka akan timbul tanda tanya apa yang salah dengan diri anda. 

Demikian juga bila anda bertemu dengan sesama rekan dan kerabat, diawal pertemuan dimulai dengan cemberut tanpa senyum suasananya akan membuat tidak betah. 

Begitu anda bertamu, tuan rumah menerima anda tanpa senyum, mungkin anda akan cepat pamit.

Nabi Muhammad   ﷺ memberitahukan kepada ummat, bahwa SENYUM adalah ibadah, bernilai sedekah.

Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,

تَبَسُّمُكَ فِى وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ

“Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu“
(HR. Tirmidzi).

Mudah2 an Allah mengaruniakan hati yg selalu damai dan bahagia sehingga terpancar di wajah selalu tersenyum mensyukuri nikmat Allah yg tiada terhingga.

آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
بارك الله فيكم
 وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
M. Syarif Arbi.
Jakarta, 3 Muharram 1442 H.
22 Agustus  2020.
(687.08.20).

Thursday, 20 August 2020

ADIL itu TADAK SAMA.

Seorang Nenek masuk TV lantaran tertipu. Nenek  terbilang miskin itu berpencaharian menjajakan kue2 basah produksi ibu2 rumah tangga di kampungnya. Mata pencaharian ini lumayan, saban hari kabarnya dpt penghasilan 50 sampai 70an ribu.

Hari itu seorang wanita bersepeda motor menghampirinya di tengah perjalanan. Si Nenek dari satu kampung ke kampung lainnya berjalan kaki sambil menyangking kantong/tas berisi kue dagangannya.

Wanita tak dikenal itu kira2 menyapa:
"Nek !!!, kue2 masih ada ?".
"Masih", jawab nenek menyakinkan.
Wanita tak dikenal itu katakan ingin memborong seluruh kue yg dibawa si Nenek asal si Nenek mau dibonceng kerumah si wanita, membawa kue2nya sekalian dibayar di rumah. Kue si Nenek dan tas berisi dompet si Nenek diminta si wanita disangkutkan di sangkutan di bawah stang sepeda motor. Tak sempat berpikir panjang si Nenek setuju, menuruti omongan "pelanggan baru ini". Hati Nenek ber-bunga2, terbayang "dagangan habis uangpun kumpul". Terbayang ketika 2 anak yatim (cucunya) pulang sekolah dia sdh dirumah, makan siang hari ini dapat agak keren pakai semur tahu.

Setelah sepeda motor meluncur beberapa saat, di jalan yg sepi wanita tadi memberhentikan motor, dg alasan ingin mengecek sesuatu di kendaraan, Nenek disuruh turun. Bgt Nenek turun wanita tadi tancap gas, tinggalkan Si Nenek di jalan yg sepi. Tas, dompet dan kantong kue dibawa kabur itu wanita bersepeda motor.
Nenek penjaja kue pulang ke rumah menyusuri jalan dg berjalan kaki.

Kejadian serupa ini, sering terulang, seseorang tega2nya menzalimi orang yg lemah. 

Lima puluhan tahun lalu seorang nenek tinggal di gubuk reot. Nenek punya tanggungan 2 orang cucu yg tlh yatim piatu. Kehidupan se-hari2 sekedar pengisi perut, mengandalkan lahan kosong di belakang gubuk (tentu blm bersertifikat; kapan2 ada yg nggusur) ditanami palawija; kacang panjang, terong, pare juga kacang tanah. Suatu hari Si Nenek sbgmn lazimnya saban hari memetik tanamannya petang hari, buat di jual ke pasar subuh. Hasil jualan sehari cukup buat beli beras dan lauk sederhana buat makan mereka bertiga.

Nasib kurang baik di hari itu, pulang dari "pasar subuh" ditodong, uangnya diminta semua oleh penodong. Pulanglah si Nenek dg tangan hampa, tak dapat membeli beras. Berarti mereka bertiga hrs tdk makan sehari semalam.

Sementara itu si penodong, pagi itu mampir di warung soto, makan  dengan enaknya nasi bertambah, lauk tambahan sate usus dari uang hasil keringat Si Nenek.

Tarohlah si nenek waktu itu 65 tahun dan penodong 35 tahun
اِنْ شَآءَ اللّٰهُ
Nenek yg tertodong dan penodong sekarang sdh sama2 meninggal dunia.

Pertanyaannya. Di alam akhirat apakah kedua orang ini yaitu Si Nenek dg Penodong akan mendapat perlakuan yg sama. 

Demi keadilan Allah, mereka اِنْ شَآءَ اللّٰهُ  tidak diperlakukan sama. Penodong  Nenek, Penipu Nenek penjaja kue mesti mendapat pembalasan berupa siksa.

Sementara Nenek yg terzalimi nanti mendapatkan pahala kesabaran dan di akhirat nanti dosa2 yg terzalimi dpt pindah ke yg menzalimi.

DARI Abu Hurairah, bahwa Rasulullah ﷺ  bersabda, "Barang siapa yang berbuat satu kezaliman kepada saudaranya, maka hendaklah ia meminta untuk dihalalkan. Karena pada Hari Kiamat kelak, tidak akan bermanfaat (banyaknya) dinar dan dirham. Dan (pada hari tersebut), setiap kezaliman akan dibalas dengan cara diberikan kebaikan (amal salehnya) kepada saudaranya (yang dizaliminya). Jika ia tidak mempunyai kebaikan lagi, maka kejahatan saudaranya (yang dizaliminya) akan diambil dan dipikulkan kepada dirinya." (HR. Bukhari)

Allah memberikan jaminan bahwa keadilan Allah itu tdklah dg memperlakukan sama setiap orang tapi tergantung amal perbuatan.

اَمْ حَسِبَ الَّذِيْنَ اجْتَـرَحُوا السَّيِّاٰتِ اَنْ نَّجْعَلَهُمْ كَا لَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ ۙ سَوَآءً مَّحْيَاهُمْ وَمَمَا تُهُمْ ۗ سَآءَ مَا يَحْكُمُوْنَ
"Apakah orang-orang yang melakukan kejahatan itu mengira bahwa Kami akan memperlakukan mereka seperti orang-orang yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, yaitu sama dalam kehidupan dan kematian mereka? Alangkah buruknya penilaian mereka itu."
(QS. Al-Jasiyah ayat 21)

Pelaku kejahatan demi keadilan Allah tidak diperlakukan sama dg yg menjadi korban kejahatan. Demikian pula orang tdk beriman demi keadilan Allah diperlakukan tidak sama dg orang beriman.

اَفَمَنْ كَا نَ مُؤْمِنًا كَمَنْ كَا نَ فَا سِقًا ۗ لَا يَسْتَوٗنَ
"Maka apakah orang yang beriman seperti orang yang fasik (kafir)? Mereka tidak sama."
(QS. As-Sajdah ayat 18)

قُلْ لَّا يَسْتَوِى الْخَبِيْثُ وَا لطَّيِّبُ وَلَوْ اَعْجَبَكَ كَثْرَةُ الْخَبِيْثِ ۚ فَا تَّقُوا اللّٰهَ يٰۤاُ ولِى الْاَ لْبَا بِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
"Katakanlah (Muhammad), Tidaklah sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya keburukan itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat, agar kamu beruntung."
(QS. Al-Ma'idah ayat 100).

Perbuatan buruk, perbuatan keji, curang, korupsi, menggiurkan dan menarik sampai ada bisikan Syaitan "Kesempatan tak akan terulang". Tapi ketahuilah demi keadilan Allah perlakukan diakhirat nanti tak kan sama pelaku perbuatan buruk dan pelaku perbuatan baik.
فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَا لَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗ ۗ 
"Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya."
(QS. Az-Zalzalah ayat 7)
وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَا لَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ
"Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya."
(QS. Az-Zalzalah ayat 8)

Selamat tahun baru Hijriyah 1442 Smg Allah menghindarkan bangsa ini dari kezaliman sesama anak bangsa maupun dari kezaliman bangsa lain.

 ۚ رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّـلْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ ۙ 
"Ya Allah janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi kaum yang zalim,"
آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
بارك الله فيكم
 وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
M. Syarif Arbi.
Jakarta, 1 Muharram 1442 H.
20 Agustus  2020.
(686.08.20).

Monday, 17 August 2020

NIKMAT KEMERDEKAAN.

Usia seperti diri ku di atas 70, tentu tdk merasakan bgmn adzabnya sbg bangsa terjajah dlm arti pemerintahan dikuasai bangsa asing. Ku terlahir ketika Proklamasi kemerdakaan tlh berumur 5 tahun. 


Ayahku almarhum, termasuk masih merasakan getir pahit zaman Belanda dan Jepang. Sebagai Veteran Pejuang Kemerdekaan,  hari ini, 17 Agustus selama beliau masih hidup, sangat beliau tunggu, ikut upacara di undang oleh Pemda setempat. Ku pernah menyusunkan naskah pidato yg akan beliau sampaikan di resepsi ULTAH kemerdekaan di Kabupaten domisili ayahku. Oleh Panitia beliau sbg Veteran Pejuang Kemerdekaan diminta menyampaikan pesan2 ke generasi penerus. Itulah rupanya saat terakhir ayahandaku berdiri di podium membaca naskah dg kaca mata tebal dan naskah di dekatkan ke mata. Tak heran anak2nya menyimpan foto itu sbg kenang2an. 


Semasa hidupnya terlebih di suasana HUT kemerdekaan seperti hari ini, tak habis2nya beliau mengenang sahabat2 sebayanya yg gugur diusia muda sbg pahlawan kusuma bangsa. 


Kalaupun masih hidup, rekan2 seangkatan ayahku itu, sbg Veteran Pejuang Kemerdekaan sdh tidak banyak lagi. Tentu usia mereka yg masih hidup mendekati seabad atau ada yg lebih. Tinggal lah kita2 sbg generasi penerus menikmati, mengisi kemerdekaan yg mereka wariskan.


Harapan kita agar nikmat sbg  bangsa merdeka, kian hari kian sempurna sesuai dg apa yg di-cita2kan para pejuang kemerdekaan. Aamiin.


Smg kemerdekaan bangsa ini baik secara ekonomi, politik dan keamanan serta seluruh pengatur kehidupan berbangsa dan bernegara terus terjaga. Setiap warga bangsa berkewajiban menjaga kemerdekaan ini, dari pemimpin tertinggi sampai ke rakyat terendah yg dipimpin. Jangan rela kemerdekaan sbg bangsa dan sbg individu terampas. Karena betapa pedihnya terjajah dibidang apapun. 


Menyoal kemerdekaan, suasananya yg ingin tercipta sbg bangsa yg merdeka idealnya adlh:

1. Aman dari sgl kejahatan.

2. Tentram, bebas keresahan.

3. Makmur, sejahtera.


Negara seperti tsb yg dilambangkan Al-Qur'an (Saba 15)


بَلْدَةٌۭ طَيِّبَةٌۭ وَرَبٌّ غَفُورٌۭ


Tetapi patut direnungkan seluruh anak bangsa, bahwa stlh kemerdekaan kita nikmati umpamanyalah 3 tujuan ideal di atas tercapai atau pernah hampir tercapai. Allah akan cabut kenikmatan kemerdekaan itu apabila:


Warga di negara itu mengingkari nikmat-nikmat Allah; 


 فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ ٱللَّهِ


Maka Allah akan mencabut nikmat kemerdekaan itu dan bahkan Allah akan menimpakan:

Kelaparan ( ٱلْجُوعِ )

Ketakutan ( وَٱلْخَوْفِ )


Sepantasnyalah di momen ulang tahun Kemerdekaan ke 75 ini, kita sbg warga negara di negara yg ber Ketuhanan Yg Maha Esa, untuk introspeksi diri apakah terpuruknya perekonomian bangsa dan kecemasan  gara2 covid 19 ini, penyebabnya adlh seperti yg diberi perumpamaan oleh Allah di Surat An-Nahl ayat 112 yg dikutip penggalannya di atas dan lengkapnya sbb:


وَضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًۭا قَرْيَةًۭ كَانَتْ ءَامِنَةًۭ مُّطْمَئِنَّةًۭ يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًۭا مِّن كُلِّ مَكَانٍۢ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ ٱللَّهِ فَأَذَٰقَهَا ٱللَّهُ لِبَاسَ ٱلْجُوعِ وَٱلْخَوْفِ بِمَا كَانُوا۟ يَصْنَعُونَ

Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat.


Selamat Ulang tahun kemerdekaan RI ke 75. Smg Allah selalu melindungi rakyat dan bangsa Indonesia.


آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

بارك الله فيكم

 وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

M. Syarif Arbi.

Jakarta, 27 Dzulhijjah 1441 H.

17 Agustus  2020.

(685.08.20).

Saturday, 15 August 2020

MENYESAL yang MANFAAT

Mungkin sdh jadi sifat melekat pada diri manusia,  "MENYESAL". 


Kadang menyesal itu bernilai positif, karena dg penyesalan membuat tdk lagi akan melakukan hal2 yg menjadikan diri menyesal itu. 


Ada pepatah sdh ku kenal sejak SR (Sekolah Rakyat) "Sesal dahulu pendapatan sesal kemudian tiada berguna".


Pencetus kata2 bijak ini tentu bermaksud:

1. Agar sesuatu perbuatan, langkah atau sikap, termasuk bertutur kata. Hendaklah dipikir masak2 diperhitungkan sblm dilakukan. Sepertinya pepatah ini masih relevan juga dimasa kini dg adanya Sosmed, tulisan2 hendaklah dipertimbangkan terlebih dahulu sblm di publish.

Hal2 itu supaya tidak menyesal nanti bila kemudian terjadi sesuatu yg tidak diinginkan.


2. Penggal kedua dari kalimat yg bermakna dalam ini "sesal kemudian tiada berguna". Penyusun pesan bijak ini bermaksud mengingatkan, kalau sdh terjadi masalah dari; tindakan, sikap ............ tsb di butir 2, sdh sulit menyelesaikannya, maka tiada lagi ada gunanya.


Namun dmkn ternyata bahwa ada "penyesalan kemudian", yg bgt sangat berguna. Dpt dikemukakan contoh:


1. Seseorang yg sedari muda melakukan perbuatan dosa dan maksiat. Shg sampailah di suatu saat. Dianya sangat menyesal dan kemudian bertaubat. Ini model penyesalan sangat2 bermanfaat.


2. Aktifitas masa lalu yg salah langkah shg merugikan, disesali lalu dievaluasi buat langkah ke depan tidak mau lagi "terperosok di lobang yg sama". Ini penyesalan yg positif.


Wahsyi bin Harb (وحشي بن حرب, Julukan: Abi Dasamah) bekas budak kulit hitam dari Ethiopia milik Jubair bin Muth'im dan dimerdekakan oleh Hindun binti Utbah yg menjadi terkenal karena mampu membunuh paman Nabi Muhammad ﷺ yang memiliki julukan "Singa Allah" yakni, Hamzah bin Abdul Muthalib di medan perang Uhud.


Di era Islam sdh berdaulat di Madinah Wahsyi MENYESALI masa lalunya, serta pengen ber- Islam. Terjadi dialog  beberapa kali  dimediasi istrinya, serta berkoresponden dg Rasulullah Muhammad ﷺ. Terakhir Rasulullah ﷺ  mengutip firman  Allah surat Az-Zumar 53.

قُلْ يٰعِبَا دِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰۤى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۗ اِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

"Katakanlah, Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang."


Wahsy pun masuk Islam dan menjadi pembela serta penyebar Islam yg ternama, bahkan berhasil membunuh Musailamah al-Kazzab, seorang nabi palsu, saat pertempuran Yamamah pada zaman Khalifah Abu Bakar.


Adapun penyesalan KEMUDIAN YG SAMA SEKALI TIADA BERGUNA. adalah penyesalan akan dosa2 ketika maut telah datang menjemput. Seperti halnya Fir'aun diabadikan di Surat Yunus 90 dan 91.

........حَتّٰۤى اِذَاۤ اَدْرَكَهُ الْغَرَقُ قَا لَ اٰمَنْتُ اَنَّهٗ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا الَّذِيْۤ اٰمَنَتْ بِهٖ بَنُوْۤا اِسْرَآءِيْلَ وَ اَنَاۡ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

"..............Sehingga ketika Fir'aun hampir tenggelam, dia berkata, Aku percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan aku termasuk orang-orang muslim (berserah diri)."


dijawab Allah:

اٰۤلْـئٰنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ وَكُنْتَ مِنَ الْمُفْسِدِيْنَ

Mengapa baru sekarang (kamu beriman), padahal sesungguhnya engkau telah durhaka sejak dahulu dan engkau termasuk orang yang berbuat kerusakan."


Ingatlah kalau sudah RUH sdh di tenggorokan, penyesalan dan taubat benar tiada lagi berguna.


Dalam sebuah hadits yg diriwayatkan dari Abu ‘Abdirrahman ‘Abdullah bin ‘Umar bin Al Khaththab Radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi ﷺ bersabda: 

إِنَّ اللهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِرْ.


“Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba, selama (ruh) belum sampai di tenggorokan”. (HR Tirmidzi).


Mari kita berdo'a:

اَللّٰهُمَّ اِنَّ نَسْأَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَالْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَالْمَوْتِ . اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَافِى سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِوَالْعَفْوَعِنْدَالْحِسَابِ

آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

بارك الله فيكم

 وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

M. Syarif Arbi.

Jakarta, 26 Dzulhijjah 1441 H.

16 Agustus  2020.

(684.08.20).