Tuesday, 31 December 2019

Merawat Takwa. (Bagian 1).

Mungkin pembaca sepakat, statement "membangun lebih mudah dari merawat".

Suatu saat saya mampir disebuah gedung megah, untuk suatu keperluan. Dari penampakan cet, pintu, halaman parkir dll., patut disimpulkan gedung belum lama usai di bangun. Mungkin belum dua tahun.

Tiba saat ingin ke toilet, ternyata banyak fasilitasnya sdh tak berfungsi. Pintu sdh tdk dpt dikunci, kran air tak berfungsi, shg .........😑😏😣.

Kelihatannya khusus bagian toilet umum, gedung ini tak disentuh perawatan.

Nah pembaca.......😅😅😅
Bgt pula bagian2 dlm tubuh kita ini, terdiri dari dua basaran bangunan.

Pertama; bangunan tampil dipermukaan yg tampak oleh orang lain ialah Jasmani. Gagah, cantik, rapi dibungkus dg pakaian dan dandanan.

Kedua: bangunan tak nampak oleh orang lain, walau tak berwujud hasil aktivitasnya terliat orang lain dpt bernilai fositif juga negatif ialah Rohani.

Di Rohani, bersemayamlah cinta, cita2, karsa dan juga takwa.

Kita lanjut di tulisan ini perihal TAKWA. Takwa dapat dibangun sdmkn rupa, sampai pemilik takwa ini indah sekali buat orang lain dan tentu buat dirinya.

Tapi bagaikan bangunan, takwa yg sdh terbangun, perlu dilakukan perawatan, bila tidak terawat, bukan mustahil fungsi2 takwa tersebut berkurang dan bahkan hilang.

Formula perawatan takwa itu dapat dijadikan acuan 6 (enam) resep berikut ini:

1. Penuhi janji kpd Allah
2. Merasa diri diawasi Allah
3. Evaluasi diri setiap hari
4. Penalty diri bila terlanjur lalai
5. Berserah diri (Tawakkal)
6. Hindarkan diri dari perangkap syaitan.

Di kolom singkat ini ayo di urai sedikit 6 resep tsb.

PENUHI JANJI KPD ALLAH.
Pembaca; siapapun anda, asalkan anda beragama dan percaya kpd Tuhan Yang Maha Esa. Bila Anda beribadah rutine (istiqamah), sbg pemenuhan janji kpd Tuhan. Tentu takwa anda terawat. Pas jika akan melenceng sedikit, ketika ibadah terservis lagi takwa anda.

Buat saudaraku seakidah dg ku untuk memahami perawatan resep "penuhi janji kpd Allah", baik dijadikan referensi surat Al-Baqarah 27.
الَّذِيْنَ يَنْقُضُوْنَ عَهْدَ اللّٰهِ مِنْۢ بَعْدِ مِيْثَا قِهٖ ۖ وَيَقْطَعُوْنَ مَاۤ اَمَرَ اللّٰهُ بِهٖۤ اَنْ يُّوْصَلَ وَيُفْسِدُوْنَ فِى الْاَ رْضِ ۗ اُولٰٓئِكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ
"(yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah setelah (perjanjian) itu diteguhkan, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah untuk disambungkan, dan berbuat kerusakan di bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi."

Terdpt 3 pesan inti diayat ini yg merupakan perawat takwa:

Pesan pertama ayat di atas "Penuhi janji ibadah kpd Allah", tentu sesuai dg perintahnya dan jauhi segala larangannya. Jika ini lakukan terbenteng dari keji dan mungkar, makapun terawatlah takwa.

Pesan kedua ayat di atas; "tidak memutus tali silaturahim". Jaga hubungan baik sesama manusia. Disisi lain Hubungan baik ini mrpkn eksternal kontrol bermanfaat buat diri agar senantiasa ingat.

Pesan ketiga ayat di atas; "tidak membuat kerusakan dimuka bumi". Pelihara alam dan lingkungan. Jaga keamanan dan ketertiban bermasyarakat. Tidak membuat kegaduhan. Orang terawat takwanya berperan mencegah orang lain berbuat kerusakan.

MERASA DIRI DIAWASI ALLAH.
Pembaca; siapapun anda, beragama apapun anda, bila beragama sepenuh jiwa, pasti merasa Tuhan terus berada bersama anda dimanapun, sedang apapun anda. Dg dmkn malu untuk berlaku yg tak sesuai ciri orang takwa. Sehingga terawatlah takwa anda.
Untuk pembaca seakidah dg ku baik dicermati surat Qaf ayat 16 dan 17:
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْاِ نْسَا نَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهٖ نَفْسُهٗ ۖ وَنَحْنُ اَقْرَبُ اِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيْدِ
"Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya."
(QS. Qaf  surat 50 ayat 16)

اِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيٰنِ عَنِ الْيَمِيْنِ وَعَنِ الشِّمَا لِ قَعِيْدٌ
"(lngatlah) ketika dua malaikat mencatat (perbuatannya), yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri."
(QS. Qaf surat 50 ayat 17).

Dua butir resep merawat takwa di ulas singkat, sudah cukup panjang. Kalau bgt dicukupkan sampai disini dulu nanti resep ke 3 sampai lanjut ke 6, .....  bersambung.........✍✍✍
Smg tulisan ku pembuka hari pertama tahun 2020 ini bermanfaat bermanfaat.

Aamin.
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
Barakallahu fikum
وَ الْسَّــــــــــلاَمُ
M. Syarif arbi.

Monday, 30 December 2019

MOMENTUM akhir TAHUN

Disaat akhir tahun adalah sangat tepat dipergunakan untuk review kembali hubungan diri sesama qt (hablum minannas) dan hubungan diri qt kepada Sang PENCIPTA (hablum minallah). Momentum akhir tahun digunakan untuk berbenah kembali kedua hubungan tersebut sangat tepat karena adanya patokan waktu.

Setidaknya saban kali tiba  pergantian tahun yg perlu direview hal2 sbb:
1. Hubungan horizontal sesama manusia, bila ada salah dan hilaf ada sarana mohon maaf, diikuti memperbaiki silaturahim.
2. Hubungan vertikal kpd Allah, bila banyak dosa, dengan mohon ampun dibarengi meningkatkan ibadah dan kebaikan.
3. Tentang tahun yg tlh dijalani, evaluasi apa saja prestasi dan kegagalan yg terjadi. Selanjutnya upaya apakah nanti ditahun mendatang mempertahan prestasi dan mengejar ketertinggalan th yg lalu.
4. Agaknya review, jarang orang yg merenungkan barapa banyak lagi sisa umur.  Sampai bulan apa saja dianya masih punya kontrak hidup di thn depan.

Padahal sunatullah hidup ini pasti berakhir. Malah orang dlm review diri lalu merenungkan butir 4 ini dianggap orang yg "pesimis". Tak punya gairah hidup.

Kalau diingatkan kpd orang lain, ttg masa depan "akhir kehidupan" ini, orang yg diingatkan menganggap tak sopan bahkan dikatakan "nyumpahi" atau men do'akan mati. Padahal maut tiap detik dpt terjadi.

وَلَنْ يُّؤَخِّرَ اللّٰهُ نَفْسًا اِذَا جَآءَ اَجَلُهَا ۗ وَا للّٰهُ خَبِيْرٌ بِۢمَا تَعْمَلُوْنَ
"Dan Allah tidak akan menunda (kematian) seseorang apabila waktu kematiannya telah datang. Dan Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan."
(QS. Al-Munafiqun surat 63 ayat 11).

Pembaca tulisanku ini yg paling belia katakanlah terlahir tgl 1 Januari 2020, tak kan mungkin untuk melihat kalender tahun 2220. Yaitu kalender 200 tahun yad. Umur manusia sepertinya sdh berbatas  di bawah se abad kalaupun ada yg sampai atau lebih seabad dpt dihitung dg jari, akan jadi berita dunia.

Walau menyadari akan keterbatasan usia itu namanya manusia sepertinya acuh, tetap saja berjuang untuk sukses, tdk peduli bgmn caranya. Kadang "tujuan menghalalkan cara". Apalagi bila sdh kemasukkan faham akhirat itu hanya ramalan, belum tentu kenyataannya, sebab blm ada yg lihat langsung kesana. Faham ingkari akhirat ini dg lantang menyatakan "blm ada yg pulang dari akhirat membawa vedio kejadian di alam sana"

Kalau sdh kemasukan faham tak percaya akhirat, maka mereka menganggap mati adalah proses alami, bgt mati selesai, habislah segala urusan. Generasi baru muncul menggantikan, agar mereka hidup senang dan nyaman, selagi bisa, selagi mungkin, selagi ada kesempatan, tumpuk harta dan pertahankan jabatan untuk dpt diwariskan kpd anak cucu penerus kehidupan.

Faham ingkar akhirat ini bukan baru muncul abad ini, bahkan keberadaannya justru lebih dulu sbg penantang nabi2 dan rasul2 utusan Allah. Banyak ayat Al-Qur'an yg mengabadikan ketidak percayaan manusia pada hari akhirat a.l.:
قَالُوْۤا ءَاِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَّ عِظَامًا ءَاِنَّا لَمَبْعُوْثُوْنَ
"Mereka berkata, Apakah betul, apabila kami telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang belulang, kami benar-benar akan dibangkitkan kembali"?
(QS. Al-Mu'minun ayat 82)

Persoalan hari esok yg diingatkan Allah melalui surat Al Hasyr 18 dianggap hari esok sebatas di dunia. Padahal hari esok dimaksudkan juga hari esok di akhirat.
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَـنْظُرْ نَـفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan"

Memang hari esok di dunia adalah hari ssdh hari ini. Untuk setiap individu bisa panjang bisa pendek. Hari esok di dunia inipun hrs qt persiapkan agar kedepan dpt disongsong dg segala kemudahan buat diri kalau mungkin sampai ke anak cucu.

Persiapan untuk kehidupan di akhirat bagi orang beriman, jauh lbh penting mengingat sifatnya yg abadi. Tdk seperti kehidupan di dunia sementara dan hanya senda gurau dan permainan:
وَمَا هٰذِهِ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۤ اِلَّا لَهْوٌ وَّلَعِبٌ ۗ وَاِنَّ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ لَهِيَ الْحَـيَوَانُ ۘ  لَوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْن
"Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui".
(QS. Al-Ankabut ayat 64)

Atas dasar keyakinan hari esok akhirat inilah, orang beriman dlm mempersiapan hari esok dunianya tdk "tujuan menghalalkan cara". Tetap memperhatikan koridor yg digariskan agama mereka.

Tidak ada satu agamapun yg tak percaya adanya alam akhirat, alam ssdh alam dunia ini. Jadi jikalah ada orang lisannya menyatakan alam akhirat itu tdk ada, maka dianya sdh menanggalkan agamanya.

Akan tetapi, setiap manusia walau dia mengatakan tak percaya agama, di hatinya paling dlm, tetap percaya hal2 ghaib. Sebab didirinya sendiri bnyk tdpt peristiwa ghaib, Diantara ke ghaiban itu:
#Tak seorangpun dpt melihat ruh nya sendiri.
#Tak ada yg sanggup mengarang mimpi indah atau menghindari mimpi menakutkan ketika tidur.
#Tak seorangpun sanggup kendalikan berapa jumlah denyut nadinya per menit. #Dan banyak lagi keajaiban diri saban hari qt lalui namun tak disadari.

O.k.i. dlm review dan merenung penghujung tahun ini sebaiknya qt evaluasi diri, dosa apa yg tlh dilakukan th lalu kemudian bertaubat serta memperbaiki diri dg kebaikan di th depan. Jika banyak kebaikan dan prestasi dipertahankan dan ditingkatkan lbh baik lagi dg dasar pemikiran bahwa alam dunia semakin dekat masanya qt tinggalkan, alam kubur sdh demikian dekat qt masuki.
Dmkn renungan singkat ujung thn ini smg manfaat.

Mhn maaf bila tulisan saya yg tlh lalu dan yad, barangkali kurang mengena di hati pembaca. Petik sekira baik, abaikan upama tak bernilai guna.

Wain yakun shawaban faminallah. Wa in yakun khathaan faminni waminanassyaitan,. Wallahu warasuluhu bari ani minhu. (Dan sekiranya benar, maka itu datang dari Allah. Dan sekiranya salah, maka berarti datangnya dariku sendiri dan dari syaitan. Allah serta RasulNya berlepas diri daripadanya).

Barakallhu fikum. Wallahu 'alam bishawab.
وَ الْسَّــــــــــلاَمُ
M. Syarif arbi.

Friday, 27 December 2019

WAKTU tak dapat DIULANG

Akhir tahun 2019 nanti jatuh dihari Selasa. Bila maulah menengok akhir tahun  bbrpa tahun sblmnya dpt disusun sbb:
Akhir th 2018 jatuh hari Senin
Akhir th 2017 jatuh hari Minggu
Akhir th 2016 jatuh hari Sabtu
Akhir th 2015 jatuh hari Kamis
Akhir th 2014 jatuh hari Rabu
Akhir th 2013 jatuh hari Selasa
Akhir th 2012 jatuh hari Senin

Dari realita ini dpt disimpulkan bahwa WAKTU tak akan BERULANG. Akhir tahun suatu tahun tak akan sama dengan tahun kapanpun sebelum maupun sesudahnya.

Tahun 2012 dg tahun 2018 betul sama2 hari Senin. Tapi tahunnya sudah beda. Yg satu Senin 31 Desember 2012 yg satunya lagi Senin juga, 31 Desember juga tapi tahun beda 2018.

Dg dmkn sampai kapanpun waktu itu tak dapat diulang. Tahun 2019 yg akan kita tinggalkan sampai kiamat tak dpt dijumpai lagi. Begitulah waktu, berlalu tak pernah kembali.

Setiap pergantian tahun, karena WAKTU tak dpt  di ULANG, maka menjadi saat yg tepat untuk:
1. Evaluasi
2. Replanning
3. Persiapan masa DEPAN.

EVALUASI.
Tentang amal perbuatan yg tlh dilakukan dlm tahun2 sebelumnya.

Seberapa banyak sdh salah dan dosa. Kita tak dpt kembali kpd masa lalu untuk tidak jadi berbuat dosa yg tlh terjadi. Sudah terlanjur, apa hendak dikata tinggal tafakur diujung tahun ini bertaubat. Dengan tekad tahun depan tak ulangi lagi dosa itu.

Seberapa banyak kebaikan yg sdh dilakukan, untuk ditingkatkan di tahun depan.

REPLANNING
Menyusun ulang rencana bersikap dan berbuat agar terhindar dari dosa2 tahun2 lalu. Merencanakan perbuatan baik yg akan dilakukan tahun depan, lebih baik lagi.

PERSIAPAN MASA DEPAN....

Berbahagialah orang beriman bahwa MASA DEPAN orang beriman bukan sekedar hari esok dan lusa dan hari seterusnya.

Masa depan orang beriman disamping masa depan di dunia, yg teramat penting masa depan di akhirat. Orang beriman yakin kehidupan akhirat lebih kekal;
وَّاِنَّ الْاٰ خِرَةَ هِيَ دَا رُ الْقَرَا رِ
("dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal)."

Sedangkan  kehidupan dunia;
 اِنَّمَا هٰذِهِ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا مَتَا عٌ ۖ 
"Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara)"  (QS. Ghafir ayat 39).

Dlm konteks perbandingan kehidupan dunia dan akhirat seperti ayat di atas maka orang beriman menjiwai betul pesan Allah di surat Al-Hasyr ayat 18;
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌۭ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۢ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan".

Hari akhirat dipersiapkan sebaik-baiknya. O.k.i. setiap tutup hari (akan tidur) tiga hal di atas y.i.: Evaluasi, Replanning dan Persiapan masa depan jangka pendek senantiasa dilakukan oleh orang beriman. Karena maut sesuatu yg sangat dekat. Setiap saat dpt datang menjemput.

Apalagi tutup tahun 31 Desember 2019 nanti. Evaluasinya tahun2 lalu. Replanningnya tahun2 yad. Persiapan masa depannya bukan saja di dunia tapi di akhirat, penting dilakukan.

Adalah baik, jika malam pergantian tahun nanti untuk tafakur guna diri diukur.

Bukan malah berhura hura menghamburkan biaya. Hura2 selain menghaburkan biaya juga bukan tak mungkin mengundang bencana.

Smg Allah rahmati bangsa Indonesia dan lindungi dari segala bencana dan mara bahaya. Aamin.
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
Barakallahu fikum
وَ الْسَّــــــــــلاَمُ
M. Syarif arbi.

Thursday, 26 December 2019

Renungan GERHANA Matahari

Hari Kamis 26 Desember 2019 di sebagian kota di Indonesia dilalui Gerhana Matahari sebagian. Fenomena alam ini sudah sering terjadi, sejak di ciptakan Allah alam ini.

Perhitungan kapan akan terjadi gerhana sudah diketahui ilmunya sejak zaman Babilonia (1696-1654 sebelum Masehi). Tanpa komputer dan rumus matematika, ribuan tahun sebelum Masehi, orang Babilonia sudah mampu meramalkan gerhana matahari atau gerhana bulan. Pengamatan pergerakan bintang, bulan, dan matahari selama berabad-abad mengajarkan mereka adanya suatu pola keteraturan dalam alam semesta.

Allah permaklumkan pada surat Yasin ayat 38, 39 dan 40, bahwa Matahari dan Bulan diatur sedmkn teratur:
وَا لشَّمْسُ تَجْرِيْ لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَا ۗ 
"dan matahari berjalan di tempat peredarannya.
وَا لْقَمَرَ قَدَّرْنٰهُ مَنَا زِلَ حَتّٰى عَا دَ كَا لْعُرْجُوْنِ الْقَدِيْمِ
"Dan telah Kami tetapkan tempat peredaran bagi bulan, sehingga (setelah ia sampai ke tempat peredaran yang terakhir) kembalilah ia seperti bentuk tandan yang tua."

لَا الشَّمْسُ يَنْۢبَغِيْ لَهَاۤ اَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا الَّيْلُ سَا بِقُ النَّهَا رِ ۗ وَكُلٌّ فِيْ فَلَكٍ يَّسْبَحُوْنَ
"Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya."

Garis edar yg teratur inilah membuat ummat manusia dg ilmunya dpt mempelajari dan menentukan, kapan akan terjadi gerhana Bulan, kapan terjadinya gerhana Matahari.

Bagi ummat Islam, gerhana bukan sekedar dipandang sbg fenomena alam biasa, tetapi lebih dari itu, mrpk perenungan akan kebesaran Allah. Menyadarkan diri betapa kecilnya diri manusia, di kekuasaan Allah.

Terhadap mahluknya berupa Matahari, Bulan,  Allah kuasa mengaturnya. Kapan DIA ingin menghentikan Matahari bersinar, kapan DIA mau berhentikan bulan bercahaya. Apalagi hanya sekedar menghentikan nafas kita. Apalagi hanya mencabut sesuatu kekuasaan.
Apalagi hanya mengambil kekayaan kita. Itu mudah saja bagi Allah.

Umat Islam menyikapi setiap terjadinya gerhana, sbg wujud pendekatan diri kepada Allah pencipta Matahari dan Bulan dengan:
1. Memperbaiki akidah
2. Meningkatkan ibadah
3. Meperdalam ilmu untuk dunia akhirat.

MEMPERBAIKI AKIDAH.
Jangan sampai terjadinya gerhana membuat melenceng akidah ummat manusia. Banyak tradisi yg tiada berdasar akidah, justru cenderung mempengaruhi akidah dilaksanakan berkaitan terjadinya gerhana oleh sementara ummat manusia.
Allah menegaskan:

وَمِنْ اٰيٰتِهِ الَّيْلُ وَا لنَّهَا رُ وَا لشَّمْسُ وَا لْقَمَرُ ۗ لَا تَسْجُدُوْا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَا سْجُدُوْا لِلّٰهِ الَّذِيْ خَلَقَهُنَّ اِنْ كُنْتُمْ اِيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ
"Dan sebagian dari tanda-tanda kebesaran-Nya ialah malam, siang, matahari, dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan jangan (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya jika kamu hanya menyembah kepada-Nya."
(QS. Fussilat ayat 37).

Selanjutnya Nabi Muhammad memberi petunjuk:

Dari sahabat al-Mughirah bin Syu’bah, bahwa Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam  bersabda,

{إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللهِ لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ, وَلاَ لَحِيَاتِهِ, فَإِذَا رَأَيْتُمُو هُمَا فَادْ عُوا اللهَ وَصَلُّوا حَتَّى تَنْكَشِفَ}

”Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua ayat (tanda) di antara ayat-ayat Allah. Tidaklah terjadi gerhana matahari dan bulan karena kematian seseorang atau karena hidup (lahirnya) seseorang. Apabila kalian melihat (gerhana) matahari dan bulan, maka berdoalah kepada Allah dan sholatlah hingga tersingkap kembali.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

MENINGKATKAN IBADAH.
Masih mengacu ke ayat dan hadist di atas, bila menemukan gerhana justru hrs ditingkat ibadah, sujud kpd Allah yng menciptakan Matahari dan bulan. Banyak berzikir, banyak mhn ampunan kpd Allah, banyak bersedekah. Sekaligus instrospeksi diri, guna evaluasi dosa2 yg tlh dilakukan dan kebaikan serta ibadah yg tlh dilaksanakan. Selanjutnya memperbaiki diri disisa usia untuk lebih maksimal ibadah, sebab blm tau dpt lagikah diri ini menyaksikan gerhana yad.

MEMPERDALAM ILMU dunia dan akhirat.
Walau ilmu ini tak akan habis2nya bila dicari, makin dicari tetap terasa hilang. Ilmu makin digali semakin dalam. Namun setidaknya momentum gerhana ini dpt memperbaharui pengetahuan dunia kita bahwa gerhana dpt di tentukan kapan akan terjadi. Ini tentu dg ilmu. Buktinya seperti dikemukakan di atas, orang Babilon tlh tau caranya tentukan kapan gerhana; 17 abad sblm masehi.
Ilmu akhiratnya paling tdk kita diingatkan kembali, oleh ustadz ttg tata cara shalat gerhana. Ssdh sholat gerhana ustadzpun berkhutbah menambah wawasan ilmu akhirat kita.

Dmkn renungan Gerhana Matahari tgl 26 Desember 2019 smg Allah merahmati kita semua. Aamiin.

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
Barakallahu fikum
وَ الْسَّــــــــــلاَمُ
M. Syarif arbi.

Tuesday, 24 December 2019

Ketika Allah dan NABI BERWASIAT

Wasiat adlh pesan terakhir. Secara umum dpt dikatakan, stlh wasiat itu ndak ada pesan lagi.

Nabi Ibrahim pernah berwasiat kpd anak keturunannya. Bgt juga Nabi Ya'cob.

Kuat dugaan, Nabi2 lainpun berwasiat pula untuk generasi penerusnya.

Yang dikodifikasikan dlm Al-Qur'an adlh wasiat Nabi Ibrahim dan Ya'cob;
(QS. Al-Baqarah: ayat 132)
وَوَصّٰى بِهَآ إِبْرٰهِـۧمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يٰبَنِىَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفٰى لَكُمُ الدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُونَ
"Dan Ibrahim mewasiatkan (ucapan) itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. Wahai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini untukmu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim."

Titik berat suatu wasiat bagi penerima wasiat adlh; hrs dg sungguh2 merealisasikan wasiat itu.

Bila wasiat Ortu, anak2nya bertanggung jawab mewujudkan wasiat itu. Sedangkan wasiat para Nabi, sampai diabadikan dlm al-Qur'an tentulah maksud Allah bahwa wasiat tsb. bukan hanya buat anak2 para Nabi itu, tetapi juga untuk kita kita semua.

Wasiat ortu ditaati anak2nya, wasiat Nabi ditaati pengikutnya, nah............ bgm apabila Allah yg berwasiat. Tentu seluruh orang harus melaksanakan wasiat itu.

Begitu penting wasiat tsb, sampai Allah langsung yg berwasiat. Wasiat itu ditujukan kpd "manusia", bukan hanya kpd yg beriman saja. Seperti tersurat di al-Ahqaf ayat 15:

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسٰنَ بِوٰلِدَيْهِ إِحْسٰنًا ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۖ وَحَمْلُهُۥ وَفِصٰلُهُۥ ثَلٰثُونَ شَهْرًا ۚ حَتّٰىٓ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُۥ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِىٓ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلٰى وٰلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صٰلِحًا تَرْضٰىهُ وَأَصْلِحْ لِى فِى ذُرِّيَّتِىٓ ۖ إِنِّى تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّى مِنَ الْمُسْلِمِينَ
"Dan Kami wasiatkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga apabila dia (anak itu) telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun, dia berdoa, Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridhai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sungguh, aku bertobat kepada Engkau, dan sungguh, aku termasuk orang muslim."

Tersimpul dua wasiat Allah di ayat di atas:
PERTAMA: Berbuat baik kpd kedua ortu, ditekankan kpd Ibu, karena ibu mengandung dan menyusui..... dst.

KEDUA: Bila sdh berusia 40 tahun diwasiatkan berdo'a (lihat isi do'a ... di ayat di atas).

Mengenai wasiat pertama, sebabnya;  sebagian besar tlh terjawab diayat itu sendiri (simak kembali ayat 15 al-Ahqaf di atas....).

Guna menjawab wasiat Allah yg kedua (... berdo'a stlh usia 40 th...
... ......).  Jawabannya antara lain mari kita simak ayat berikutnya:
اُولٰٓئِكَ الَّذِيْنَ نَـتَقَبَّلُ عَنْهُمْ اَحْسَنَ مَا عَمِلُوْا وَنَـتَجَاوَزُ عَنْ سَيِّاٰتِهِمْ فِيْۤ اَصْحٰبِ الْجَنَّةِ ۗ وَعْدَ الصِّدْقِ الَّذِيْ كَا نُوْا يُوْعَدُوْنَ
"Mereka itulah orang-orang yang Kami terima amal baiknya yang telah mereka kerjakan, dan (orang-orang) yang Kami maafkan kesalahan-kesalahannya, (mereka akan menjadi) penghuni-penghuni surga. Itu janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka."
(QS. Al-Ahqaf ayat 16).

Jawaban al-Qur'an berskala besar, tidak detail.......
Namun itu dia diantara jawabannya kenapa umur 40 thn dianjurkan ber do'a di atas.

Masih banyak keutamaan lain dan alasan lain mengapa mulai usia 40 th diwasiatkan  Allah ber do'a seperti ayat di atas.

Terbentang kesempatan untuk manusia berfikir, mengacu kpd kenyataan manusia ssdh usia 40 tahun.

Pembaca dpt mencari tau ke para ahlinya, kenapa mulai usia 40 tahun baru berdo'a seperti dimaksud al-Ahqaf 15, misalnya bertanya kpd psikolog.

Yg jelas kebanyakan manusia di usia 40 th sdh sampai ke kematangan emosional, kebanyakan manusia di usia 40 th kehidupan sdh mapan, sdh berumah tangga dan punya anak keturunan. Maka do'a wasiat Allah ini benar2 pantas di amalkan.

Bagi orang yg berdo'a seperti wasiat Allah tsb di surat al-Ahqaf 15 itu. Di surat al-Ahqaf 16 dijanjikan Allah:

1. Deterima Allah semua amal baiknya yang telah mereka kerjakan.
2. Dimaafkan Allah segala kesalahan-kesalahannya.
3. Akan menjadi penghuni-penghuni surga.

Diujung do'a sblm akhir; isinya minta "dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku".

Bagi yg sdh usia 40 tahun silahkan amalkan do'a wasiat Allah ini, mungkin baik diamalkan setiap usai shalat.

Barakallahu fikum
وَ الْسَّــــــــــلاَمُ
M. Syarif arbi.

Monday, 23 December 2019

WASIAT menjelang MAUT

Umumnya maut datang menjemput manakala usia sudah lanjut. Walau sebenarnya maut datang diusia berapapun tidaklah pantang.

Ibarat buah kelapa, ada yg sdh jatuh masih "Beluluk". Ada yg oleh yg punya pohon kelapa dipetik selagi "Cengkir" untuk diminum airnya. Juga ada yg diambil untuk dijual "Dogan"(kelapa muda). Umumnya buah kelapa di panen ketika sudah "Tua" isinya sdh layak diparut untuk diambil santannya atau di awetkan jadi "Kopra". Beberapa butir diantara setandan kelapa, dibiarkan pemilik pohon kelapa, buah jatuh sendiri setelah kulit menghitam, direncanakan bakal bibit.

Perumpamaan buah kelapa di atas sepertinya pas buat usia masa hidup kita sbg manusia. 

Ambillah misal kalau diri ini dijemput maut setelah usia lanjut. Umumnya diiringi tanda akan kedatangan maut, misalnya menderita sakit yg menurut pengetahuan manusia sdh tak dpt di apa2kan lagi.

Menilik ayat 180 Al-Baqarah dan 106 Al-Maidah, sepertinya bila maut kan tiba, manusia diberi tanda2. Dari tanda2 itu maka sempat membuat WASIAT.

Allah SWT berfirman:

كُتِبَ عَلَيْكُمْ إِذَا حَضَرَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ إِنْ تَرَكَ خَيْرًا الْوَصِيَّةُ لِلْوٰلِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ بِالْمَعْرُوفِ ۖ حَقًّا عَلَى الْمُتَّقِينَ
"Diwajibkan atas kamu, apabila maut hendak menjemput seseorang di antara kamu, jika dia meninggalkan harta, berwasiat untuk kedua orang tua dan karib kerabat dengan cara yang baik, (sebagai) kewajiban bagi orang-orang yang bertakwa."
(QS. Al-Baqarah: Ayat 180).

Kalau saya tak salah faham ayat di atas buat orang yg sdh dekat meninggal, dimana ybs tdk dlm bepergian. Calon arwah tadi menerima tanda2 maut.

Namun agaknya soal WASIAT meliputi juga bagi orang dlm perjalanan bila kedatangan maut. Tentu juga dpt tanda2 maut.

Allah SWT berfirman:

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا شَهٰدَةُ بَيْنِكُمْ إِذَا حَضَرَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ حِينَ الْوَصِيَّةِ اثْنَانِ ذَوَا عَدْلٍ مِّنْكُمْ أَوْ ءَاخَرَانِ مِنْ غَيْرِكُمْ إِنْ أَنْتُمْ ضَرَبْتُمْ فِى الْأَرْضِ فَأَصٰبَتْكُمْ مُّصِيبَةُ الْمَوْتِ ۚ تَحْبِسُونَهُمَا مِنۢ بَعْدِ الصَّلٰوةِ فَيُقْسِمَانِ بِاللَّهِ إِنِ ارْتَبْتُمْ لَا نَشْتَرِى بِهِۦ ثَمَنًا وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبٰى ۙ وَلَا نَكْتُمُ شَهٰدَةَ اللَّهِ إِنَّآ إِذًا لَّمِنَ الْأَاثِمِينَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila salah seorang (di antara) kamu menghadapi kematian, sedang dia akan berwasiat, maka hendaklah (wasiat itu) disaksikan oleh dua orang yang adil di antara kamu, atau dua orang yang berlainan (agama) dengan kamu. Jika kamu dalam perjalanan di bumi lalu kamu ditimpa bahaya kematian, hendaklah kamu tahan kedua saksi itu setelah sholat, agar keduanya bersumpah dengan nama Allah jika kamu ragu-ragu, Demi Allah kami tidak akan mengambil keuntungan dengan sumpah ini, walaupun dia karib kerabat, dan kami tidak menyembunyikan kesaksian Allah; sesungguhnya jika demikian tentu kami termasuk orang-orang yang berdosa."
(QS. Al-Ma'idah: Ayat 106).

Dmkn sblm maut menjemput, ber WASIAT lah. Ayat  Ini mrpk kewajiban/perintah, tentunya Allah mewajibkan hal tsb baik untuk kemaslahatan bagi keluarga yg msh hidup dan untuk yg bakal meninggal dunia.

Barakallahu fikum
وَ الْسَّــــــــــلاَمُ
M. Syarif arbi.

Friday, 20 December 2019

Menengok ARTIKEL ku di DUMAY

11 hari lagi berakhirlah tahun 2019, supuluh tahun sudah ku menulis artikel2 di DUMAY.  Sampai akhir tahun ini tlh ku publish pada akun blog ku sejumlah 558 artikel, tak kurang dari 120.772 kali ditayangkan. Dibaca pembaca lbh dari 10 negara. Artikel2ku, selain ku publish di blog juga kukirimkan di F.B. dan WA buat sahabat2 dan group2.

Kenangan khususku di tahun ini, dlm hal menulis artikel2 di DUMAY:

1. Awal tahun ini ada pembaca group tak berkenan thdp salah satu artikelku. Isi artikelku kadang bermuatan da'wah. Walau muatannya tak menyebut sama sekali keyakinan selain keyakinanku. Artikel ku yg mereka tak berkenan itu, ttg diriku  men syahadat kan seseorang pd tgl 19 February 2019. Sebetulnya tdk kusebut agama asal mualaf itu. Shrsnya tak patut anggota group yg tak seagama jadi tersinggung.

Sebab kadang kubaca rekan group yg tak seagama dgku juga menulis ttg kegiatan agama mereka. Saya pun tak pantas tersinggung. Kita faham betul bahwa di negeri ini mengakui agama2 yang ada. Kita berbeda termasuk dlm beragama tapi "Bhineka Tunggal Ika".

Kenyataannya rupanya admin group dimksd men delete artikelku tsb.
Selanjutnya sejak itu ku tak pernah lagi mempublish artikel2ku ke group yg kuikuti 9 tahunan itu.

2. Terdpt salah seorang sahabat WA ku, beliau seniorku, seakidah pula dg ku. Tapi entah kenapa beliau menyatakan tidak berkenan dikirimi artikel2 ku.
Ya sudah,........... ku hargai beliau. Kucatat namanya ke dlm buku, spy se waktu2 perlu silaturahim dpt dihubungi kembali (memutus silaturahim di larang agamaku). Di daftar WA Hp ku, nama beliau ku hapus, takut salah kirim lagi.

3. Dlm pada itu, bbrp ustadz yg ilmunya tinggi, mengikuti artikel2 ku, kadang memberi masukkan bernilai. 
Komentar untuk suatu artikel dg niat da'wah ndak penting. Justru yg penting artikel dibaca banyak orang serta diharapkan pembaca dpt memetik manfaat dan mengamalkannya.

Karena sebagian besar artikel2ku bermuatan da'wah dmksd,  sepanjang tak ada penolakan seperti di butir 1 dan 2 di atas, terus ku publish di blog, kukirimkan buat sahabat W.A. dan di F.B. Walaupun tdk ada komentar, karena sejatinya niat da'wah tdk mengharapkan apresiasi dari manusia.

Kuteringat; bahwa pintu riya itu cukup banyak. Dr. Salman bin Fadh dlm buku "Isyruna Thariqatan Lir-Riya diterjamahkan Mutsanna Abdul Qahhar merinci Riya itu ada 20 pintu. Ngeri juga mem publish artikel, kalau tak sengaja termasuk ke salah satu pintu Riya.
Salah satu diantara pintu riya itu, mengharapkan apresiasi dari manusia atas sesuatu amal.

Makanya ku berterima kasih kpd salah seorang pembacaku, sekali waktu dianya kirim WA kpd ku. Bahwa dia kadang share ke group lain artikel2ku, ada artikel2ku  yg di gunakan jadi bahan ybs berkhutbah. Tetapi sengaja dia tidak memberi komentar, setiap kali membaca artikel yg kukirimi, sohibku itu takut kalau dia mengomentar, diriku terperangkap masuk ke pintu Riya.

Dengan adanya SOSMED ini jadinya terbuka kesempatan untuk ber da'wah melalui artikel2. Penulisan artikel dpt dilakukan kapan saja, dimana saja, sambil duduk diruang tunggu Bandara, duduk nunggu antrian di rumah sakit, dlm perjalanan dll.

Melalui da'wah media artikel di SOSMED dpt dilasanakan perintah Allah dan Rasulnya.
Surat Ali-Imran ayat 104
وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌۭ يَدْعُونَ إِلَى ٱلْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ ۚ وَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.

Begitu pula anjuran Rasulullah dpt di jalani;
بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً

“Sampaikanlah dariku, meskipun satu ayat.” (HR. Bukhari).

Karena bila isi dari artikel menyebabkan kebaikan, insya Allah seperti informasi hadist betikut:
 عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ – رضي الله عنه – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم : مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ, فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Dari Abu Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukannya.” [HR. Muslim]

Diri ini menulis artikel da'wah, bukan karena bernas ilmu agama, tetapi benar2 termotivasi ayat 104 Ali Imran dan hadist di atas. Biar hanya tau sedikit ikut menyampaikan yg sedikit itu.

Oleh karena itu, ....
Wain yakun shawaban faminallah. wain yakun khatha an faminni wa minasyaithan. Wallahu warasuluhu barii ani minhu.  (Dan sekiranya benar, maka itu datangnya dari Allah. Dan sekiranya salah, maka berarti itu datangnya dari diriku sendiri (yang lemah ini, ilmu cetek pengalaman dangkal) dan mungkin juga dari syaithan. Mohon maaf oleh karenanya.
Barakallahu fikum. wallahu ‘alam bishawab.

وَ الْسَّــــــــــلاَمُ
M. Syarif arbi.