Friday, 28 September 2018

SURGA ADN

Surga yg disiapkan Allah ada 8 type. Entah bgm spesifikasi masing2 type tentu belum ada referensi yg pas dpt qt gali. Misalnya spt di dunia type rumah oleh pengembang dari mulai RSS sampai ke mewah. Satu diantara type surga itu adalah "Type ADN".  Mungkin bagi yg ingin pesan type ADN ini patut mengetahui syarat2 nya. Ayok kita lihat syarat2 dimaksud a.l. di Qs. Ar-Ra'ad ayat 20 sd 24. y.i.

PERTAMA; org yg memenuhi janji Allah dan tdk melanggar perjanjian

الَّذِيْنَ يُوْفُوْنَ بِعَهْدِ اللّٰهِ وَلَا يَنْقُضُوْنَ الْمِيْثَاقَ
"(yaitu orang
 yang memenuhi janji Allah dan tidak melanggar perjanjian".
(QS. Ar-Ra'ad: ayat 20)
Bahwa masing2 diri tlh berjanjji kpd Allah hanya ber Tuhan kepada Allah. Janji yg pertama ketika memeluk Islam dikenal dg dua kalimat sahadat. Bersaksi tiada tuhan selain Allah dan bersaksi Muhammad Rasul Allah. Kesaksian ini mrpk ikrar, janji dg konsekwensinya tidak mempertuhan apapun selain Allah dg kata lain tdk mensekutukan Allah. Ikrar bahwa Muhammad Rasulullah, konsekwensinya mengikuti ajarannya.

Sblm dilahirkan setiap roh tlh berjanji mengakui Allah sbg Tuhan, tertuang di surat Al Araf 172,
وَ اِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْۤ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَ اَشْهَدَهُمْ عَلٰۤى اَنْفُسِهِ; اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوْا بَلٰ شَهِدْنَا; اَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَ
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), Bukankah Aku ini Tuhanmu? Mereka menjawab, Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini".

Juga janji kpd sesama manusia dibanyak ayat diperintahkan kpd orang beriman untuk memenuhi janji. Islam ditegakkan ketika baru tumbuhpun melalui perjanjian. Contoh: Terkenal perjanjian Hudaybiyah, perjanjian piagam madinah.

KEDUA: Org yg menghubungkan silaturahim, takut kpd Allah dan takut berbuat keburukan lantaran yakin bakal ada perhitungan di akhirat kelak.
وَالَّذِيْنَ يَصِلُوْنَ مَاۤ اَمَرَ اللّٰهُ بِهٖۤ اَنْ يُّوْصَلَ وَيَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ وَ يَخَافُوْنَ سُوْۤءَ الْحِسَابِ
"dan orang-orang yang menghubungkan apa yang diperintahkan Allah agar dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk".
(QS. Ar-Ra'sd: ayat 21)

KETIGA:
وَالَّذِيْنَ صَبَرُوا ابْتِغَآءَ وَجْهِ رَبِّهِمْ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً وَّيَدْرَءُوْنَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ اُولٰۤئِكَ لَهُمْ عُقْبَى الدَّارِ
"Dan orang yang sabar karena mengharap keridhaan Tuhannya, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik)"
(QS. Ar-Ra'ad: ayat 22)
Taat shalat, istiqamah.
Rajin berinfak.
Menolak melakukan kejahatan meskipun kejahatan itu menyenangkan dan menguntungkan ybs serta tersedia kesempatan.
Membalas kejahatan yg ditujukan padanya dg kebaikan.

Selanjutnya bila dipenuhi syarat2 di atas janji Allah:
جَنّٰتُ عَدْنٍ; يَّدْخُلُوْنَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ اٰبَآئِهِمْ وَاَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيّٰتِهِمْ وَالْمَلٰٓئِكَةُ; يَدْخُلُوْنَ عَلَيْهِمْ مِّنْ كُلِّ بَابٍ
"(yaitu) surga-surga "Adn", mereka masuk ke dalamnya bersama dengan orang yang saleh dari nenek moyangnya, pasangan-pasangannya dan anak cucunya, sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu;
(QS. Ar-Ra'ad: ayat 23)
Dan ...........

سَلٰمٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ

(sambil mengucapkan), Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu; Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu".
(QS. Ar-Ra'ad: ayat 24)

Smg kiranya kita sanggup memenuhi syarat2 tsb. diatas shg dpt bergabung di dlm surga. Aamiin.
;وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
M. Syarif Arbi.

Tuesday, 25 September 2018

ILMU dalam BERAMAL

Batas hidup tak tau berapa panjang.
Tak ada yg sama setiap orang.
Ada yg hidup lama amal baiknya kurang.
Ada yg hidup singkat amal baiknya padat.
Diantara dua kutub tersebut ada pertengahan.
Idealnya hidup panjang amal baik pun banyak. Atau hidup sedang penuh dg amal baik.

Menilik ayat 2 surat Al-Mulk
Allah ingin menguji setiap kita untuk mengetahui siapa yg paling baik amalnya.

الَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلً; وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفُوْرُ
"yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun".

Amal, terdiri dari dua dimensi y.i. Amal baik dan amal buruk.
Amal baik berupa pengabdian kdp Allah, perbuatan baik terhadap sesama manusia dan alam semesta.
Amal buruk berwujud melanggar perintah Allah, zalim kpd sesama manusia dan berbuat kerusakan thdp alam semesta.

Dimaklumi jika kata اَحْسَنُ عَمَلًا (lebih baik amalnya) disini dimaksudkan amal baik yg lebih baik. Jadi yg dimaksud amal lbh baik, amal berkualitas (bermutu/bernilai), bukan sekedar kuantitas (jumlah) amal.
Di dlm koridor agama, amal baik itu baru bernilai/bermutu sehingga diterima sebagai amal baik oleh Allah ialah:
1. Dilaksanakan atas dasar perintah Allah dan RasulNya.
2. Merujuk, mengacu JUKLAKnya dari yg dicontohkan oleh Rasulullah.
3. Ikhlas semata-mata kpd Allah, besih dari riya, keterpaksaan.

Kembali ke اَحْسَن عَمَلًا (yg lebih baik amalnya) itu sebabnya Allah menjadikan خَلَقَ الْمَوْتَ (yg MATIkan) dan وَالْحَيٰوةَ (danHIDUPkan). untuk menguji kita siapakah diantara kita yg paling baik amalnya, bukan yg paling banyak amalnya.

Dengan dmkn agar lolos dari ujian Allah, dikehidupan ini, hendaklah setiap kita berikhtiar maksimal untuk memperbaiki amal kita.

Sarana memperbaiki amal ialah ilmu, spy yakin se yakin2nya amal yg dikerjakan benar2 tlh memenuhi 3 syarat di atas.
مَنْ أَرَا دَالدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِا لْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَالْاآخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ
Artinya : "Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa yang menghendaki kehidupan Akherat, maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa menghendaki keduanya maka wajib baginya memiliki ilmu". (HR. Turmudzi)

Utamanya untuk urusan supaya lebih baik amal tertuju kpd Allah jangan sampai adanya amal baik yg diada-adakan shg nanti akan berujung menimbulkan perbantahan dlm hal ini Allah ingatkan:
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُّجَادِلُ فِى اللّٰهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَّلَا هُدًى وَلَا كِتٰبٍ مُّنِيْرٍ
"Dan di antara manusia ada yang berbantahan tentang Allah tanpa ilmu, tanpa petunjuk, dan tanpa Kitab (wahyu) yang memberi penerangan".
(Al-Qur'an surat Al-Hajj ayat 8).

Amal baik berkualitas, lebih baik dari amal baik yg banyak namun tak berkualitas. Tentu yg paling baik adalah amal baik yg banyak dan berkualitas pula.
Agar tdk berbantah-bantah ketika beramal baik (ibadah) perdalamlah ilmu ibadah. Agar sukses didunia pelajari ilmu dunia. Agar selamat dunia akhirat banyak ibadah untuk Allah dan untuk ummat dan masyarakat dg ilmunya.
Wallahu alam bishawab.
Barakallahu fikum
وَ الْسَّــــــــــلاَمُ
M. Syarif arbi.

Sunday, 23 September 2018

DAMPAK ACOL

Melalui Dumay ini, kawan lama sdh puluhan th tak sua dpt reuni. Selain itu qt dpt  menulis apa saja yg qt fikirkan sepanjang bukan nyebar fitnah kebencian merugikan pihak lain.
Yg kufikirkan skrg ingin ngenalkan salah satu kata kekayaan bahasa daerahku kata "ACOL", terjemahan bebasnya "ngomong sesuatu yg nanti berdampak kurang baik".
Sbgmn layaknya setiap bahasa, jika dialih bahasakan tidak akan pas benar artinya. Penutur asli lah yg tau persis menempat kan kata itu dlm rangkaian kalimat. Penutur asli lah yg paham benar maknanya baik yg terucap maupun terkias dari ucapan itu. Penutur asli lah yg mengerti benar hakikat kata dimaksud.

Mhn izin dari sidang pembaca spy lebih dekat kpd pengertian kata tsb,  bila saya contohkan penggunaannya.

Misalnya pergi memancing pakai perahu ke laut. Dalam perjalanan salah seorang penumpang ikut mancing nyeletuk; "nanti kalau dapat ikan Tenggiri akan saya buat bakso......  saya dpt resep dari internet". Celetukan ini adlh wujud ACOL, dipercaya nanti mancingnya bakal kurang berhasil, karena udh ACOL dulu. Bahkan mungkin pulang dg tangan hampa.

Pergi masuk hutan berburu Rusa atau Kijang. Salah seorang anggota berburu pesan ama istrinya ketika mau berangkat "Mah tlg siapkan bumbu2 siapa tau dpt Rusa atau Kijang....... ntar buat makan bareng ama teman yg berburu". Banyak kasus ditandai bila ACOL begini, jangankan dpt buruan ketemu jejaknya aja tdk.

Contoh berikut: masuk ke panorama alam yg indah di hutan yg angker. Ada anggota rombongan yg mencacat/mencela tatanan alam disitu, misalkan "sayang sekali ya....... coba kalau .......... pasti lbh indah lagi". Perkataan dmkn termsk ACOL pantangan, konon dpt berakibat kesasar atau macet kendaraan yg qt pergunakan.

Bila dikait kan ke keyakinan agama, ACOL ini sepertinya tak berdasar. Karena tak seorangpun tau tentang yg akan terjadi ssdh sekarang.
 وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًا 
"Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok".
(QS. Luqman ayat 34).

Pernah juga rekan sekloterku berhaji kayaknya tak menemukan jalan pulang ke kemah di Mina lantaran ACOL.

Regu kami hari itu bgt matahari mulai naik langsung pergi melontar jumrah. Sampai dikemah ketemu bpk ustadz H.G. beliau berserta ortunya dan ibu-bapak mertua yg sudah sepuh2, menjelang pukul 11 akan menuju Jamarat. Karena saya barusan dari Jamarat, saya beritahu: "nanti pas pulang, Bapak ktk ketemu garis putih pembatas jalan ambil kiri, kalau ambil kanan nanti nyasar". Beliau menjawab; sebetulnya sdh pakai "insya Allah". "Insya Allah saya ndak akan sesat". Yg terjadi beliau berserta istri dan 4 orang sepuh, baru nemukan kemah kami kembali menjelang isya. Jawaban pak ustadz itu juga termasuk ACOL. Sampai di kemah beliau nemui saya menyesalkan ke ACOL an nya dan tentunya ber istighfar.

Nabi Muhammad saja pernah menerima tegoran Allah ketika merespond pertanyaan orang ttg masa waktu pemuda dlm gua al-Kahfi. Diabadikan dlm surat Al-Kahfi.
وَلَا تَقُوْلَنَّ لِشَايْءٍ اِنِّيْ فَاعِلٌ ذٰلِكَ غَدًا 
"Dan jangan sekali-kali engkau mengatakan terhadap sesuatu, Aku pasti melakukan itu besok pagi,"
(QS. Al-Kahf ayat 23)

اِلَّاۤ اَنْ يَّشَآءَ  اللّٰهُ ۖ  وَاذْكُرْ رَّبَّكَ اِذَا نَسِيْتَ وَقُلْ عَسٰۤى اَنْ يَّهْدِيَنِ  رَبِّيْ لِاَقْرَبَ مِنْ هٰذَا رَشَدًا
"kecuali (dengan mengatakan), Insya Allah. Dan ingatlah kepada Tuhanmu apabila engkau lupa dan katakanlah, Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepadaku agar aku yang lebih dekat (kebenarannya) daripada ini."
(QS. Al-Kahf ayat 24)

Demikian, pengertian kata ACOL dari perbendaharaan kata di bahasa kampungku. Smg kisah2 diatas bermanfaat. Aamiin. Barakallahu fikum. Wslm. M. Syarif Arbi.

Ucapan sedang Berhaji

Setiap musim haji tiba, ingatan pengalaman ritual ketika berhaji walau sdh puluhan tahun lalu, teringat kembali. Kendati udah diinformasikan ttg kemungkinan apa yg akan ditemui dan dialami di pondokan, perjalanan dan rangkaian ibadah waktu manasik, setiap orang ada saja pengalaman sendiri2. Kejadian tak diduga semula. Kadang bila dikisahkan ulang seperti lebai
(ber-lebih2an).
Suami/istri yg hampir seiring sejalan saja, saling cerita pengalaman beda, ber-tahun2 bagaikan tak habis2nya.

Satu dintaranya mengenai betapa manjurnya ucapan di tanah haram.
Dari tanah air, diantara sanguku ada mata uang USD. Kusisihkan 300 disimpan sangat rahasia didasar sebuah tas tenteng. Bagian bawah dari tas cangklong bahu itu dibuka dg hati2, setelah dimasukkan uang USD 300 itu, dijahit kembali bgt rapi seperti semula. Uang itu dimaksudkan untuk cadangan terakhir.
Tas ketika ke Arafah, Mina dan kembali lagi ke Makkah dibantu membawanya oleh salah seorang anggota regu, sebab saya kebagian membawa perlengkapan regu lainnya.
Menjelang sehari akan meninggalkan Makkah pulang ke tanah air, uang disaku saya menipis, kebtln tertarik ingin belikan mainan anak2 (anak saya waktu itu msh kls 1 dan 2 SD). Tiba waktunya membuka jahitan dasar tas. Disaksikan teman sekamar, termasuk H. Maksum pembawa tas tsb Arafah, Mina-Makkah.
"Alhamdulillah ini uang ndak mau hilang". Bgt ucapanku sambil menunjukkan duit itu ke teman sekamar. Teman sekamar semua serempak ngucapkan Alhamdulillah sambil senyum ketawa renyah. Kecuali pak H. Maksum selain ucapan sama ditambah komentar "sungguh saya ndak tau tas itu berisi duit".
Uang selanjutnya saya masukkan ke dompet ikat pinggang haji ada retleting. Ujung retsleting berkancing pula. Demikian aman penyimpanan.
Usai tawaf wada' mampir ketoko untuk beli main anak, begitu dibuka dompet diikat pinggang, betapa kagetnya uang yg disimpan rapi dibungkus pula dengan plastik berpeniti hilang tak berbekas.
Ternyata ucapanku dikamar pondokan di hadapan jamaah sekamar itu adalah suatu ketakaburan yg di buktikan Allah akibatnya.
Ternyata apapun ucapan kita sesungguhnya tdklah hilang menguap bgt selesai diucapkan, tetapi tercatat seraya akan dimintai pertanggung jawaban.
Ucapan qt diluar keadaan berhaji, mungkin pembuktian/pertanggung jawaban/akibatnya tdk ces plang seketika seperti yg pernah saya alami di tanah haram.
Ini suatu peristiwa pribadi, blm tentu orang lain bila berucap seperti saya itu, akan kejadian seperti saya juga. Namun dmkn mungkin dpt dijadikan acuan ber-hati2 dg ucapan. Konon nabi Ibrahim di coba dg perintah menyembelih nabi Ismail, satu dan lain lantaran ucapan nabi Ibrahim. Ketika ditanya orang ttg hewan ternaknya ribuan ekor itu punya siapa. Jawaban nabi Ibrahim "kepunyaan Allah, tapi sekarang masih milikku, jika diminta Allah kan kuserahkan, jangankan ternak ini, anak kesayanganku  bila diminta Allah akan kuserahkan juga".

Dari ini kisah, smg kiranya qt:
Dapat mengendalikan lidah.
Agar jangan sembarang bermadah.
Mungkin berujung menjadi susah.
Sebab kata sdh keluar tak dpt diubah.

Sebab, jangankan yg terucap sedangkan di dlm hati saja menurut ayat 17 surat Al-Isyra:
وَلَا تَقْفُ مَا لَـيْسَ لَـكَ بِهٖ عِلْمٌ. اِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰٓئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُوْلًا
Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggung jawabannya.

Barakallahu fikum. Waslm. M. Syarif Arbi.

Saturday, 22 September 2018

SIMPATISAN IMAN

Era 70an dari kotaku ke ibu kota provinsi ditempuh dg kapal dagang, blm ada kapal penumpang khusus. Pernah ku Pontianak menumpang kapal milik orang bukan beragama Islam pas bulan Ramadhan. Kumemilih tdk mengambil fasilitas boleh tak bepuasa dlm perjalanan kurang lebih 40 jam itu. Yg menarik tauke pemilik kapal yg ikut dlm pelayaran itu paling sibuk ngatur berbuka puasa, mengingatkan waktu shalat, waktu sahur dan berbuka. Dia selalu pesan minta di do'akan agar pelayaran kami selamat, setiap mau mulai shalat. Pelayaran kapal kutumpangi itu 8 jam melalui laut dan 32 jam melalui sungai dan selat.
Bgt bersimpati ni Tauke kapal dagang terhadap agama yg ku anut. Dia yakin betul demikian besar peranan do'a dlm menyelamatkan perjalanan. Sepertinya ybs. Yakin se yakin2nya bahwa Tuhan iitu ada; keselamatan pelayaran kapalnya dalam genggaman Allah.

Si Tauke (pemilik kapal) yakin bahwa bumi dan langit serta alam semesta ini ada penciptanya, si Tauke termasuk kelompok yg HATINYA percaya akan adanya TUHAN; terminologi bebas mereka disebut orang BERIMAN.

Jika dia blm mengakui dengan ikrar dan melaksanakan sesuatu ritual agama tertentu, ybs blmlah dianggap beragama baru sebatas simpatisan agama.

Khusus agama Islam pintu gerbang masuk menjadi orang beriman adlh berikrar mengakui : tiada Tuhan selain Allah dan mengakui Nabi Muhammad sbg rasul utusan Allah. Tidk sedikit kelompok orang di dalam hatinya beriman kpd ajaran dan kebenaran Islam TAPI BELUM IKRAR. Alasannya dpt saja karena pertimbangan Lingkungan, pertimbangan keluarga besar, Tak hendak nanti kalau mengimani seruan agama Islam akan dikucilkan dari komonitas, akan terjungkal dari kedudukan. Diantara kelompok ini adalah paman nabi Muhammad sendiri yang sangat melindungi dan menyayangi Nabi; Abu Thalib sampai menghembuskan nafas terakhir enggan berucap akan keimanan atas risalah yang dibawa kemenakannya.

Mungkin anda punya sahabat akrab yg kesehariannya berahlak baik bahkan mendekati ahlak yg dituntunkan agama. Sahabat ini hanya blm beribadah dan berikrar, dua kalimat syahadah.

Disinilah agaknya letaknya bahwa hidayah mutlak hak Allah.
فَمَنْ يُّرِدِ اللّٰهُ اَنْ يَّهْدِيَهٗ يَشْرَحْ صَدْرَهٗ لِلْاِسْلَامِ ۚ; وَمَنْ يُّرِدْ اَنْ يُّضِلَّهٗ يَجْعَلْ صَدْرَهٗ ضَيِّقًا حَرَجًا كَاَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِى السَّمَآءِ ۗ  كَذٰلِكَ يَجْعَلُ اللّٰهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ
"Barang siapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barang siapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman"
(Alqur'an surat Al-An'am ayat 125).
Mungkin anda punya kenalan, sahabat, atau famili, tlh bersimpati thdp agama seperti ini, tapi blm sempat berikrar dan beribadah. Kita hanya dpt berdo'a smg Allah memberikan hidayah kpd mereka, sambil kalau memungkinkan mengajaknya dg cara yg arif.
Barakallahu fikum. Waslm. M. Syarif Arbi.32

Memperpanjang Hidup.

Usia manusia sdh ada takarannya paling panjang 100 tahun; kalau lbh dari itu seperti kehidupan sdh menyusahkan anak cucu dan diri sendiri.

Usia harapan hidup di Indonesia:
Thn 2004 = 68,6 tahun
Thn 2015 = 70,8 tahun
Thn 2035 diprediksi 72,2 tahun
(Sumber: Kemenkes)

Tarohlah kita hidup maksimal dari data di atas y.i. 72.2 tahun. Jadi para pembaca dpt mulai ngukur sisa berapa usia anda. Ada yg mungkin tinggal 12, 10, 5 thn dsbnya tergantung di posisi berapa usia anda sekarang.

Nah begitulah usia tak mungkin dpt diperpanjang sudah baku setiap yg hidup pasti kan mati.
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ
"Katakanlah, Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu,
(Alqur'an surat Al-Jumu'ah ayat 8)

Walau USIA tak dpt diperpanjang, tapi HIDUP dpt diperpanjang, maknanya meskipun diri sudah meninggal dunia tapi seolah-olah kita masih hidup. Salah satunya ialah orang mati sahid.
وَلَا تَقُوْلُوْا لِمَنْ يُّقْتَلُ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ اَمْوَاتٌ بَلْ اَحْيَآءٌ وَّلٰـكِنْ لَّا تَشْعُرُوْنَ
"Dan janganlah kamu mengatakan orang-orang yang terbunuh di jalan Allah (mereka) telah mati. Sebenarnya (mereka) hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya"
(Alqur'an surat. Al-Baqarah ayat 154)

Peluang untuk mati sahid di era sekarang agaknya mulai berkurang. Yg sepadan dg mati sahid dlm hal HIDUPNYA PANJANG adalah:
1. orang meninggalkan jasa yg dipergunakan terus oleh ummat manusia juga hidupnya panjang sama panjang jasa dan hsl perjuangannya masih digunakan dan dinikmati orang.
Bangsa kita banyak para pejuang kadang mendpt predikat pahlawan atau tidak, tapi hsl perjuangan mrk kita nikmati sampai skrg dan nanti. Bung Karno dan Bung Hatta tetap hidup dihati bangsa Indonesia, setidaknya tiap 17 Agustus namanya disebut. Bgt pula para pahlawan lainnya dari seluruh tanah air.
2. Orang yg meninggalkan karya yg bermanfaat untuk kehidupan manusia, para penemu, penulis tulisan mencerdaskan ummat manusia, para nabi dan rasul. Contoh nabi Ibrahim dan nabi Muhammad, mereka tidaklah mati terbunuh di jalan Allah. Tetapi kedua nabi ini terus hidup sepanjang masa insya Allah sampai hari kiamat. Khusus yg beragama Islam wajib menyebut namanya setiap shalat. Khusus nabi Ibrahim diakui oleh seluruh agama samawi. Perjuangan nabi Ibrahim memberikan contoh melaksanakan perintah Allah apapun risikonya. Nabi Muhammad dg perjuangan menyampaikan risalah agama Allah.
Contoh karya besar a.l.:
* Iman Gazhali dg tulisan2nya
* di Indonesia a.l. Hamka yg namanya tetap hidup dihati masyarakat.
* Pendiri NOE dan pendiri Muhammadiyah namanya masih terus dikenang berarti beliau2 hidupnya panjang.

Lain halnya dg kita, mungkin juga saya sendiri. Cicit saya kemungkinan msh tau nama saya. Sampai cucu dari cicit saya, mungkin mereka sdh tak tau lagi nama diri saya.

Kalau tak dpt seperti para penemu listrik, penemu pesawat terbang dan alat2 transportasi, alat telekomunikasi, sarana sosmed dll.
Bukan pula penggagas ide, penulis buku bermutu, seperti contoh di atas.

Nah sbg ikhtiar MEMPERPAJANG HIDUP, bila anda punya harta yg lumayan disisa usia anda gunakanlah harta itu buat investasi ikhirat. Semisal:
* ikut membesarkan lembaga2 pendidikan,
* bila sanggup membangun sekolah, rumah ibadah.
* Fasilitas umum dll yg berguna bagi masyarakat, sampai ke generasi yad.

Berbahagialah orang yg dpt memperpanjang hidupnya karena sejatinya usia ini terbatas adanya. Perpajangan hidup insya Allah dpt dilakukan dg a.l.:
* Meninggalkan AMAL JARIAH di atas.
* Meninggalkan hasil perjuangan.
* Mewariskan untuk umum hasil karya dan penemuan yg bermanfaat.

Barakallu fikum, wslm. M. Syarif Arbi.

Kebebasan Berbicara

Disuatu kondangan, bocah 4 tahunan digandeng ibunya antrian barisan memberikan ucapan selamat dan do'a kpd mempelai. "Bunda, penganten nya kok jelek ya, cam ondel2". Celoteh si bocah dlm langkah perlahan di antrian hampir naik tangga balkon. "Suutt ndak boleh ngomong gitu" tegor ibunya singkat sambil sedikit menarik kejut tangan anaknya.

Dilain keadaan, seorang ibu malu ati pada kerabat yg dikunjunginya. Anak balitanya ketika minum teh, dengan lantang mengatakan teh yg dihidangkan tidak manis.

Seorang om jadi ndak nyaman rasa, ketika membawa mampir temannya kerumahnya, seorang kemenakannya (balita) bertanya dihadapan si teman. "Om2 kenapa mata teman om cuma melek satu". Tamu matanya cacat permanen, padahal kecacatan itu tak sopan untuk diungkap.

Ini suatu KEBEBASAN BERBICARA, dimiliki oleh anak2 dibawah umur.
Ucapan anak2 di atas banyak orang menyangka Ortu salah asuh, ndak baik mendidik anak. Padahal blm tentu dmkn, memang ada anak yg terlahir membawa bakat pengomong, pengomentar.

Dampak kebebasan berbicara, dari balita dicontohkan di atas maksimum anggapan orang bahwa ortunya seperti tsb di atas. Bila yg bebas berbicara itu orang dewasa, ucapannya menyinggung/menghujat seseorang atau kelompok, ucapan hrs dipertanggung jawabkan.

Kebebasan berbicara, kebebasan berpendapat terbuka kesempatan seluas-luasnya oleh siapa saja melalui DUMAY, tetapi perlu diingat
Kebebasan bicara, kebebasan berpendapat tak layak digunakan untuk menghujat. Tak layak digunakan untuk menyinggung seseorang atau kelompok.

Agama memberikan petunjuk dlm hal ini, mari dilihat Alqur'an surat Al-Hujurat ayat 11-12:
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّنْ قَوْمٍ عَسٰۤى اَنْ يَّكُوْنُوْا
خَيْرًا مِّنْهُمْ
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok......."

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّ ۖ; اِنَّ بَعْضَ
الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًا; ا
يُحِبُّ اَحَدُكُمْ
Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain.

Selanjutnya lihat (Alqur'an surat Al-Qalam ayat 10-11)
وَلَا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍ مَّهِيْنٍ
هَمَّازٍ مَّشَّآءٍۢ بِنَمِيْمٍ
"Dan janganlah engkau patuhi setiap orang yang suka bersumpah dan suka menghina, suka mencela, yang kian kemari menyebarkan fitnah.

Demikian, smg kita diberikan kekuatan Allah untuk menggunakan kebebasan berbicara/berpendapat sesuai petunjuk agama, sehingga tidak berbicara, tidak berpendapat berupa memfitnah, berbentuk menghujat, berkonten mencela yg berpotensi mencelakakan diri dan orang lain. Aamiin. Barakallahu fikum. Waslm. M. Syarif Arbi.