Wednesday, 2 May 2018

Korelasi SYUKUR dan DO'A

Lahan bersyukur itu bgt luas, tergantung setiap individu melihat dan memanfaatkannya. Umumnya bersyukur terkait memperoleh rizki dan kenikmatan serta keberuntungan. Juga orangpun bersyukur bila luput dari marabahaya.
Sebetulnya lahan bersyukur lainnya masih banyak terbentang luas, ketika sedang travelling, sedang duduk di taman halaman rumah, sedang rekreasi, pokoknya dlm situasi dan kondisi apapun cukup alasan untuk bersyukur.
Situasi kondisi dan kenikmatan itu bila dikonversi ke rezeki, semuanya jadi rezeki. Contoh bila kita berkunjung ke rumah sakit, berobat atau menjenguk orang sakit, dapat kita saksikan aneka sakit yg diderita orang, dari mulai yg duduk di kursi roda ada pen dorong, pakai penopang tubuh melangkah tertatih-tatih, ada yg berbaring di tempat tidur , ada yg begelantungan selang pemacu kehidupan dan banyak lagi.
Orang yg peka "urat syukurnya" akan bersyukur bahwa dirinya kalaupun sakit, ndak berat- berat amat, seperti yg diliatnya di rumah sakit. Fahamlah dia bahwa betapa besar rezeki yg tlh diterimanya.
Nah semua kondisi karunia yg diterima diri lebih dari orang lain, diri masih dpt menikmati indahnya alam (melalui mata), masih mendengar merdu suara (masuk ditelinga) , semerbak wangi kembang (oleh sebab hidung masih normal), segarnya udara ( dari enaknya bernafas), lancarnya pencernaan (masih mudah BAB), keluarga yg rukun dan banyak lagi kenikmatan, bila dikonversi jadi rezeki (pernah kutulis kencing lancar saja adalah rezeki).
Suatu tanda bahwa seorang beriman "hatinya belum mati" adalah kemampuan bersyukur atas seluruh karunia atas dirinya dan keluarganya sekecil apapun juga.
Merifer ke pertanyaan sekelompok orang di pasar Bashrah, Irak, lebih 13 abad silam kepada seorang 'alim "Ibrahim bin Adam" ttg kenapa do'a tdk makbul. Dijawab: "bawa karena hatinya tlh mati". Mematikan hati ada 10 perkara, 8 sdh saya petik ditulisan terdahulu, kini yg ke 9: "MENERIMA REZEKI TAPI TDK BERSYUKUR".
Sdg penyebab matinya hati yg ke 10, y.i: "tdk mengambil pelajaran mengantar janazah ke kubur", insha Allah di tulisan berikut.
Merujuk kpd yg dikemukakan Ibrahim bin Adham itu berarti kuat korelasi antara bersyukur dan berdo'a. Kurang/tidak bersyukur atas rizki dan kenikmatan, hati akan mati, hati mati do'a tidak makbul.
Sejalan dgn firman Allah:
وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّـكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat."
(QS. Ibrahim 14: Ayat 7)
Lebih mengerikan lagi akibat tdk bersyukur, diancam Allah:
وَضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ اٰمِنَةً مُّطْمَئِنَّةً يَّأْتِيْهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِّنْ كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِاَنْعُمِ اللّٰهِ فَاَذَاقَهَا اللّٰهُ لِبَاسَ الْجُـوْعِ وَالْخَـوْفِ بِمَا كَانُوْا يَصْنَعُوْنَ
"Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezeki datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah, karena itu Allah menimpakan kepada mereka bencana kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang mereka perbuat."
(QS. An-Nahl 16: Ayat 112)
Semoga kiranya diri ini dan seluruh pembaca yg beriman nan arif budiman "PADAI BERSYUKUR atas RIZKI dan NIKMAT YNG DIPEROLEH sekecil apapun" agar do'a diterima Allah dan dikaruniaiNya nikmat berlipat ganda di dunia dan di Akhirat, serta terhindar dari ditimpa bencana yg diancamkan Allah ternukil di atas. Aamiin.
Jika tulisan ini berpotensi bermanfaat; silahkan teruskan kpd sanak family handai taulan. Mudah-mudahan jadi secuil kecil kebaikan minimal dpt kita perbuat. Aamiin.
Barakallahu fikum. Wslm. M. Syarif Arbi.

Sibuk AIB orang, lupa AIB sendiri

"Gajah diseberang lautan tampak, Tungau dipelupuk mata ndak keliatan". Pribahasa, maksudnya aib orang terliat sementara aib sendiri tdk terliat.
Bukan ndak ada lho tabiat orang yg suka benar mencari aib orang, kmdn mengomentari, menyiarkannya ke orang lain. Semakin banyak orang yg tau ttg aib orang yg dibukakannya itu semakin puas hatinya.
Tabiat ini menyibukkan ybs. dlm tinjauan agama mrpk tabiat tidak terpuji condong dimurkai Allah. Karena seharusnya sedapat mungkin kita nenutupi aib orang lain seperti pesan hadist berikut:
وَمَنْ سَتَرَ عَلَى مُسْلِمٍ فِي الدُّنْيَا سَتَرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

( “Dan barangsiapa yang menutupi (aib) seorang muslim sewaktu di dunia, maka Allah akan menutup (aibnya) di dunia dan akhirat.” (HR. At Tirmidzi))
Pembaca yg budiman dan beriman; sesungguhnya bila aib kita sendiri terbuka; maka orang lain, masyarakat, anak-anak dan istri serta kerabat dekat kita tak akan menaruh hormat lagi kpd kita. Sbg manusia mesti punya aib, mesti pernah berbuat salah. O.k.i. setiap shalat di duduk di antara dua sujud kita lirihkan do'a 8 butir, salah satunya "wajburni" (mhn ditutupi kekurangan (aib)).
Kembali ke jawaban Ibrahim bin Adam kpd penanya di pasar Bashrah Irak 13 an abad lalu ttg faktor penyebab do'a tak dikabulkan Allah, diantara 10 perkara, 7 sdh di tulis sblm ini, kini yg ke 8 yaitu "SIBUK MENCARI AIB ORANG SDGKAN AIB SENDIRI TIDAK DIPERHATIKAN"
Kalau demikian pantas instrospeksi diri, bila do'a tdk terkabul jangan-jabgan awak punya hoby teliti aib orang, ber tabiat "penggosip", sementara diri dirasa tak ber aib, sehingga hati menjadi mati, do'a dari hati yg mati tak terkabul mnrt Ibrahim bin Adam.
Dmk 8 dari 10 perkara membuat hati mati versi Ibrahim Adham, mungkin pantas dijadikan referensi membenahi diri dlm upaya miningkatkan iman dan taqwa. 2 lagi faktor membuat hati mati y.i. ttg rezeki dan ngantar janzah ke kubur, insha Allah bertemu di tulisan mendatang.
Smg pembaca yg beriman dan budiman tdk tergolong "peneliti aib orang dan penggosip", malah sll tafakur merenungkan mhn diampuni Allah atas aib diri sendiri sehingga dpt mengamalkan perintah Allah:
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّ ۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًا ۗ اَ يُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُ ۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ
"Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang."
(QS. Al-Hujurat 49: Ayat 12)
Barakallahu fikum. Waslm. M. Syarif Arbi.

SE IRIS menghancurkan BISNIS

Kelangsungan usaha seorang penjual, sangat tergantung pembeli. Bila mana saban hari ada pembeli, untung didapat modal bertambah. Namun jika dari hari ke hari pembeli terus berkurang, dalam tempo tak terlalu lama akan gulung tikar.
Penjual daging Sapi di pasar tradisional misalnya, punya 4 kelompok pembeli:
1. Pembeli sesekali,
2. Pembeli tetap setiap hari,
3. Pembeli tetap berkala (bbrp hari sekali atau sepekan sekali).
4. Pembeli musiman (menjelang hari raya keagamaan).
Sbg penjual daging sapi yg sdh pengalaman bertahun-tahun di lokasi suatu pasar, tentu sudah membuat perencanaan stok daging harian dan hari-hari tertentu dimaksud.
Beberapa bulan terakhir si abang daging heran, pelanggan yg biasanya sbg pembeli tdk mampir ke lapaknya. Padahal stoknya sdh dipadan sesuai kebiasaan.
Rupanya masalahnya soal "SEIRIS".
Ceritanya begini: Bila pelanggan beli daging seperempat kg misalnya, sbg pedagang daging sapi sdh puluhan tahun dg sekali iris hampir dpt memastikan berapa jumlah daging yg akan dinaikan ke mangkuk timbangan.
Beberapa bulan terakhir ini untuk menambah keuntungan; si abang daging, kpd setiap pelanggan membeli dg berat tertentu (umpamanya seperempat kg), diirisnya pertama kali 200 grm sesuai klas daging yg ditunjuk pembeli, kekurangan 50 grm diiriskan lagi daging kwalitas dibawah dari yg ditunjuk pembeli. Melalui langkah itu si abang daging dpt menjual daging kw 2 kebawah, secara bersamaan dan proporsional ikut ke daging kw 1. Benar juga kalau terjual 20 kg daging kw 1 katut laku 1 kg kw 2, kw 3 dstnya.
Kebijakan niaga si abang daging menambah keuntungan, memang. Tetapi akibatnya satu persatu pelanggan berhenti sambil menceritakan pengalaman "seiris daging" kpd sesama pelanggan.
Si abang ndak tau bahwa dlm bisnis perlu dipelihara PELANGGAN SETIA.
Pelanggan setia akan bersikap "4 M":
1. Membeli berulang-ulang; jadinya, jadi pelanggan tetap.
2. Memberi tau calon pembeli baru, dg informasi yg positip akhirnya jadi pelanggan tetap.
3. Membela; jika misalnya ada sementara pihak menyebar informasi hoax ttg bisnis yg disetiainya.
4. Mikir-mikir kalau mau beli ditempat lain.
Kalau abang daging ini berusaha atas dasar syar'ie, tidak berani mencampur kw 1 dg kw 2 dstnya kecuali sejak akad semula pembeli memang pesan kw 2 dstnya dmksd, tentu harganya beda (lebih murah)
Allah SWT berfirman:
ْ فَاَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيْزَانَ وَلَا تَبْخَسُوا النَّاسَ اَشْيَآءَهُمْ ............َ
"....................Sempurnakanlah takaran dan timbangan, dan jangan kamu merugikan orang sedikit pun.........."
(QS. Al-A'raf: Ayat 85)
Kalau si abang daging, atau siapapun pedagang, pebisnis, memegang teguh pedoman berniaga berdasarkan tuntunan agama, insya Allah akan dpt mempertahankan pelanggan SETIA.
Pelanggan setia inilah yg memperkuat akar bisnis, bisnis apapun. Untuk mencari pelanggan baru, perjuangan lbh kental, mungkin juga biaya akan lebih tinggi, ketimbang memelihara pelanggan setia.
Smg pembaca yg arif dan beriman, sbg apapun peran kita dlm hidup ini dpt mempedomani ajaran agama, sebab ajaran agamalah yg akan membahagiakan hidup di dunia dan akhirat. Barakallahu fikum, walkahu 'alam bishawab, wassalamualaikum wr.wb. M. Syarif Arbi.

Bekal Bakal MATI

Begitu seorang anak manusia lahir, ayah bundanya (pasutri normal) dmkn bahagia.
Ditengah kebahagiaan itu mungkin tergores cita-cita/harapan dan do'a. Diantara sekian banyak harapan/do"a itu, a.l. smg si bayi kelak menjadi ........
.......(sesuai suasana lahir dan bathin ortu ybs). Mungkin ada ortu yg ketika lahir bayi mereka lantas terlintas dlm do'anya smg anakku ini kelak menjadi anak yg shaleh/shalehah, bila kelak kami mati mereka mendo'akan kami.
Tapi barangkali ndak banyak orang yg do'anya seperti tsb terakhir. Karena kebanyakan kita nyebut mati itu kayaknya dmkn dihindari. Malah banyak orang misalnya ada seorang teman bersilaturahim kekediaman, ktk pamit lantas ngomong "mohon maaf lahir bathin, siapa tau ndak ada umur lagi, mungkin ini pertemuan kita terakhir". Si tuan rumah biasanya menjawab "kok ngomong begitu, jangan lah, masih segar bugar ini".
Pada dasarnya siapapun takut akan mati, walau kematian itu adalah PASTI. Setiap yg hidup pasti akan mati.
كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ
"Setiap yang bernyawa akan merasakan mati".(QS; Ali Imran 185)
وَلَنْ يُّؤَخِّرَ اللّٰهُ نَفْسًا اِذَا جَآءَ اَجَلُهَا ۗ وَاللّٰهُ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ
"Dan Allah tidak akan menunda (kematian) seseorang apabila waktu kematiannya telah datang. Dan Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan."
(QS. Al-Munafiqun 11)
Sebetulnya begitu lahir si bayi, maka bersamaan dg itu tlh tersurat kepastian matinya, cuma ndak ada yg tau, diumur berapa. Sebab sejak dlm kandungan sdh tersurat 4 hal buat calon bayi ttg kematiannya, rezekinya, nasibnya dan amalnya. Disarikan dari H.R. muslim dari. Zaid bin Wahab.
Ali bin Abi Thalib merangkai 4 kalimat bijak sebagai kunci taqwa salah satunya "selalu ingat akan mati"(3 lainnya: Al khaufu minal jalil, wal amalu bit tanzil, al qana atu bil qalil). Sebab orang yg sll ingat mati kudu hati-hati, utamanya takut berbuat yg tak baik lantaran hawatir pembalasan di alam ssdh mati nanti. (Bagi yg beriman tentunya).
Orang bijak mestinya bukan sekedar ingat akan mati itu dikala sedang sakit, dikala usia sudah tua saja. Sebab kematian bisa saja diusia belia. Kematian dpt datang tanpa didahului sakit.
Meneruskan kupasan tulisanku mensitir pendapat orang alim Irak, Ibrahim bin Adham (hidup di permulaan abad 2 Hijriah wafat 162 H) bahwa 10 penyebab do'a tidak makbul.
6 sdh kucoba menyampaikan ditulisan sebelum ini dan kini yg ke 7
"Yakin pasti akan mati ttp tdk menyiapkan bekal menghadapinya".
Tentu pembaca beriman yg arif dan bijak sdh faham betul persiapan menghadapi kematian. Mari kita sejenak renungi ayat di atas ditambah buah fikiran orang alim terdahulu dan sahabat Rasulullah.
Smg kita semua:
1. Mengikuti saran Ali bin Abi Thalib agar taqwa sll ingat mati.
2. Juga menanggapi sindiran Ibrahim bin Adham, dg cara setiap waktu dan kesempatan disisa usia ini nyiapkan bekal-bekal kematian, y.i. berbuat amal kebajikan sesuai perintah agama dan menjauhi maksiat/melanggar larangan agama. Karena bila tidak nyiapkan bekal kematian mrpkn salah satu penyebab "do'a tertolak".
Sedang do'a adalah senjata andalan orang beriman.
Barakallahu fikum. Waslm M. Syarif Arbi

Benarkah kita Takut Neraka.

Bicara soal NERAKA, mesti masuk ranahnya IMAN. Bagi yg tdk/blm beriman jngn harap percaya ada itu Neraka. Tentu mereka bila disebut ttg Neraka akan ngomong "siapa takut".
Ini tulisan hanya untuk orang beriman.
Bahwa neraka itu tersedia ndak banyak hanya 8. Tapi jenis apapun neraka itu pasti ndak enak.
Adapun jenis-jenis NERAKA; rincian siapa gerangan calon penghuninya dpt ditelusuri dlm ayat-ayat Al-Qur'an yg menyebut masing-masing jenis neraka tsb y.i.;
1. Neraka "Jahannam" tersedia untuk: orang kafir, mendptkan rizki secara bathil, menumpuk harta kekayaan tanpa memperhatikan cara memperolehnya dan tdk menunaikan kewajiban atas harta kekayaan itu. Orang yg berdosa menentang Rasul, melakukan kemungkaran walau ybs sll menerima banyak kenikmatan.
2. Neraka "Jahim" bakal tempat bagi orang musyrik.
3. Neraka "Hawiyah" teruntuk buat orang munafik dan kafir.
4. Neraka "Wal" menanti pedagang yg curang dalam sukatan/timbangan dan ukuran.
5. Neraka "Sa'ir" akan dihuni pemakan harta anak yatim, kelompok orang beribadah lebih patuh kpd ajaran nenek moyang ketimbang petunjuk Allah dan RasulNya.
6. Neraka "Ladha" penghuninya, peleceh agama, penumpuk harta tapi kikir, orang yg suka mengeluh tdk bersyukur atas nikmat Allah.
7. Neraka "Saqar" disiapkan untuk orang yg mendustakan Al-Qur'an, mengatakan Al-Qur'an adlh sihir (mungkin termasuk yg melecehkan Al-Qur'an)
8. Neraka "Huthamah" didlmnya nanti berkumpul orang yg suka bergunjing, suka mengolok orang/kelompok orang lain, suka berprasangka buruk.
Dari ke 8 jenis neraka itu pada pokoknya penghuninya adalah orang:
* tdk beriman kpd Allah, mengingkari Al-Qur'an.
* enggan berbuat kebaikan,
* curang dlm berbisnis,
* mendptkan harta dg cara yg bathil,
* beribadah berdasarkan kebiasaan nenek moyang (tak sesuai petunjuk Allah dan RasulNya)
* menumpuk harta tapi kikir tdk tunaikan kewajiban atas harta itu,
* memakan harta anak yatim.
* suka memperolok orang lain, bergunjing berprasangka buruk tanpa konfirmasi
Secara umum penghuni neraka ialah:
وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَكَذَّبُوْا بِـاٰيٰتِنَاۤ اُولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ النَّارِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
"Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 39)
Kalaulah kita dlm keseharian masih terkelompok berperilaku seperti kelompok orang yg nantinya dinantikan oleh masing-masing jenis NERAKA yg 8 tersebut, berarti kita belum benar-benar takut akan NERAKA.
Ibrahim bin Adam seperti yg sudah pernah ku sitir pendapatnya di beberapa tulisan sebelum ini, mengatakan bahwa kemungkinan do'a tdk terkabul salah satunya "Mengaku takut kepada neraka tetapi banyak melakukan perbuatan dosa" yaitu perbuatan ahli neraka.
Smg Allah menuntun kita semua agar terhindar dari perbuatan ahli neraka, supaya do'a kita di kabulkan Allah s.w.t. Amien. Jika dinilai ada manfaatnya silakan sharing ke komunitas anda. Barakalahu fikum, Waslm M. Syarif Arbi.

MENUTUP AURAT.

Soal menutup aurat, bagi muslimat bukan sekedar anjuran, tetapi perintah. Coba simak ayat 31 surat An-Nur dibawah ini:
وَقُلْ لِّـلْمُؤْمِنٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ اَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوْجَهُنَّ وَلَا يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ اِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَـضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلٰى جُيُوْبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ اِلَّا لِبُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اٰبَآئِهِنَّ اَوْ اٰبَآءِ بُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اَبْنَآئِهِنَّ اَوْ اَبْنَآءِ بُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اِخْوَانِهِنَّ اَوْ بَنِيْۤ اِخْوَانِهِنَّ اَوْ بَنِيْۤ اَخَوٰتِهِنَّ اَوْ نِسَآئِهِنَّ اَوْ مَا مَلَـكَتْ اَيْمَانُهُنَّ اَوِ التّٰبِعِيْنَ غَيْرِ اُولِى الْاِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ اَوِ الطِّفْلِ الَّذِيْنَ لَمْ يَظْهَرُوْا عَلٰى عَوْرٰتِ النِّسَآءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِاَرْجُلِهِنَّ لِيُـعْلَمَ مَا يُخْفِيْنَ مِنْ زِيْنَتِهِنَّ ۗ وَتُوْبُوْۤا اِلَى اللّٰهِ جَمِيْعًا اَيُّهَ الْمُؤْمِنُوْنَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
"Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka mengentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung."
Hebatnya kaum muslimin dan muslimat di negeri kita yng ber "PANCASILA" dan ber "Bhineka", sadar betul bahwa bangsa ini beraneka agama. Sehingga tidak lantas kaum muslimin/kaum muslimat misalnya melalui ustadz/ustadzah di "forum umum" berkeras nenyeru seluruh perempuan ngamalkan perintah Allah menutup aurat tersebut. Apa lagi kpd perempuan bukan muslimah, kpd yg muslimah saja ustadz dan ustadzah ndak mau ngata-ngatain perempuan yg blm berpakain sesuai syariat Islam. Karena bgtlah adab Islam yg di adop oleh para da'i, kecuali diforum yg hadir khusus seluruhnya kaum muslimin/mislimat; misalnya di masjid, majelis ta'lim. Siaran TV. acara ta'lim, barulah ustadz/ustadzah kadang jelaskan betapa pentingnya menutup aurat dan risikonya nanti di akhirat.
Islam tidak mau mencela model pakaian agama lain, wajar kalau orang Islam yg mengamalkan ajaran ISLAM menjadi TERSINGGUNG TERAMAT BERAT kalau pakaian yang diimaninya untuk dikenakan anak-anak perempuan dan isteri mereka dilecehkan orang dalam forum terbuka untuk umum.
Bagi Islam, jangankan pakaian, makanan, minuman orang agama lain, sedangkan sesembahan agama lain pun orang Islam tidak boleh mencelanya. Jelas Allah memberi rambu-rambu; lihat ayat 108 surat Al-An'am:
وَلَا تَسُبُّوا الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ فَيَسُبُّوا اللّٰهَ عَدْوًاۢ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ كَذٰلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ اُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ۖ ثُمَّ اِلٰى رَبِّهِمْ مَّرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
"Dan janganlah kamu memaki sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa dasar pengetahuan. Demikianlah, Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan tempat kembali mereka, lalu Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan."
Pembaca yg budiman, demikian Islam sangat amat menghormati, budaya, keyakinan selain keyakinan Islam. Bgt tinggi Toleransi dalam konsep Islam, walau berposisi moyoritas.
Bila ada yg menghina orang Islam SECARA PRIBADI , baik sengaja ataupun katanya tidak sengaja. Alqur'an ajarkan:
قَوْلٌ مَّعْرُوْفٌ وَّمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِّنْ صَدَقَةٍ يَّتْبَعُهَاۤ اَذًى ۗ وَاللّٰهُ غَنِيٌّ حَلِيْمٌ
"Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi tindakan yang menyakiti. Allah Maha Kaya, Maha Penyantun."
(Al-Baqarah Ayat 263)
Tetapi bila jatuh penghinaan itu kepada syariat, maka bukan lagi menghina pribadi, itu masuk menghina yg menurunkan syariat itu; yaitu Allah. Oleh karena itu biarkan Allah yg memutuskan. Dlm suatu negara, maka putusan Allah didunia ini diwakili oleh negara, dlm hal ini adalah pengadilan.
Mungkin biar ndak pas benar, dpt dijadikan tamsil ketika Ali bin Abi Thalib perang tanding dg seorang musuh agama Islam. Stlh bertempur beberapa jurus Ali sdh berposisi duduk diatas dada musuh. Sementara musuh sdh terlepas senjatanya, sdh tidak berdaya. Tinggal Ali menghunjamkan pedangnya ke dada musuh, tiba-tiba si musuh meludahi muka Ali.
Ali tak jadi menghunjamkan pedangnya, membiarkan musuh agama itu hidup. Rupanya Ali takut kalau ia membunuh tercampur urusan pribadi dihina dg ludah ke muka. Disini nampak kalau urasan pribadi lebih mudah proses pemaafan. Tapi kalau menyangkut menghina kttn ajaran Allah buat ummat Islam. Mestinya tetap negara atas nama Allah yg memutuskan. Bukankah setiap putusan hakim "Demi keadilan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa". Ttg bgmn keputusan pengadilan, mungkin dihukum seringan-ringannya terserah kearifan hakim menilai kadar kesalahan, dpt saja ybs tdk terbukti bersalah menghina agama dan bebas. Dg bgt ummat Islam dpt menyaksikan bahwa benar-benar hukum telah tegak di negeri ini, atas nama TUHAN YANG MAHA ESA. Yg kini ketentuanNya melalui salah satu agama mungkin telah dihina.
Smg hukum dinegeri ini tegak tidak pilih kasih, tidak pandang bulu, berlaku untuk untuk semua. Wasalam M. Syarif Arbi.

Menyoal AJAL suatu bangsa.

Sempat beberapa hari di SOSMED sahut-sahutan tentang prediksi tahun sekian bubarnya negara kita tercinta.
Sbg anak bangsa yg terlahir stlh alam Republik Indonesia Merdeka, tentu tak hendak kalau negara ini bubar. Ayah kami yg kini tlh tiada termasuk salah seorang "Veteran Pejuang Kemerdekaan" negeri ini. Tentu mereka mendiang para pahlawan tak kan rela bangsa ini bubar.
Bagi orang beriman dan percaya dg apa yg diinformasikan Allah. Hal tersebut bukan soal sikap OPTIMIS atau sikap PESIMIS, RELA atau TIDAK RELA, tapi sudah sunatullah. Yg kekal Abadi hanya Allah, selain itu pasti kan berakhir.
Untuk itu izinkan saya mebgutip ayat-ayat Al-Qur'an berkenaan dg itu:
وَلِكُلِّ اُمَّةٍ اَجَلٌ ۚ فَاِذَا جَآءَ اَجَلُهُمْ لَا يَسْتَئۡخِرُوْنَ سَاعَةً وَّلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ
"Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 34)
لِكُلِّ اُمَّةٍ اَجَلٌ ۗ اِذَا جَآءَ اَجَلُهُمْ فَلَا يَسْتَئۡخِرُوْنَ سَاعَةً وَّلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ
"Bagi setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun."
(QS. Yunus 10: Ayat 49)
مَا تَسْبِقُ مِنْ اُمَّةٍ اَجَلَهَا وَمَا يَسْتَئۡخِرُوْنَ
"Tidak ada suatu umat pun yang dapat mendahului ajalnya, dan tidak (pula) dapat meminta penundaan(-nya)."
(QS. Al-Hijr 15: Ayat 5)
مَا تَسْبِقُ مِنْ اُمَّةٍ اَجَلَهَا وَمَا يَسْتَـأْخِرُوْنَ
"Tidak ada satu umat pun yang dapat menyegerakan ajalnya, dan tidak (pula) menangguhkannya."
(QS. Al-Mu'minun 23: Ayat 43)
وَتِلْكَ الْاَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ ۚ وَلِيَـعْلَمَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَآءَ ۗ وَاللّٰهُ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيْنَ
".............................Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran), dan agar Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan agar sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang zalim."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 140)
Dari informasi wahyu oleh pencipta sekaligus pemilik bumi langit dan alam semesta ini dipetik di atas, seharusnya kita faham bahwa tak perlu dipersoalkan kemungkinan Indonesia akan bubar, sebab itu dpt saja terjadi. Sekali lagi bukan soal optimis atau pesimis. Bukan soal rela tak rela. Sejarah mencatat bangsa-bangsa besar dahulu pernah ada, kini juga tinggal kenangan, sudah bubar.
Yg perlu masing-mssing kita sesuai bidang/proffesi/peran, mempertahankan agar kebubaran itu tidak cepat berlangsung. Harus dipertahankan kalau bisa sampai nanti "langit digulung" atau kiamat. Merah Putih tetap berkibar NKRI tetap utuh dan tumbuh kuat berakar.
Semangat tsb wariskan ke anak cucu agar memelihara republik ini. Generasi penerus berikut juga harus mewariskan ke generasi dibawahnya agar mempertahankan kelangsungan hidup bangsa ini.
Jangan sampai kita di generasi sekarang justru membuka peluang mempercepat bubarnya bangsa ini dg perilaku tak terpuji a.l.:
Membiarkan atau malah ikut dlm korupsi.
Tak berpihak kepada anak negeri, dlm memberikan kesempatan berusaha, mengisi lowongan kerja, malah memihak kpd asing. Ini akan melemahkan moral anak bangsa. Diantara anak bangsa terpaksa barangkat keluar negeri menjadi jongos dinegeri orang. Sebab kalau pun tinggal di dalam negeri, kalau adapun lowongan kerja hanya berposisi menjadi kuli.
Mengutamakan korporasi, ketimbang individu rakyat kecil. Adakalanya kita liat tertayang di tv sekelompok rakyat yg mengusahakan tanah leluhur nenek moyang mereka, harus kalah dg korporasi (Perusahaan Perkebunan) swasta yg mendapat izin atas tanah itu dari pemerintah. Karena memang penduduk/rakyat kecil secara individu memiliki tanah, karena berbagai keterbatasan mereka, tak punya bukti surat kepemilikan tanah dari negara. Mereka, hanya tau, mereka lahir di tanah itu, turun temurun mereka beladang huma disitu. "Nenek- kakek dan ari-ari (placenta) kami dikubur di wilayah ini"; Pikir mereka, "bagaimana jadi tanah ini bukan kami yg punya".
Hukum tdk tegak, kadang tegas, keras hanya pada yg lemah. Sementara lemah lembut kepada yg kuat.
Kesenjangan ekonomi berjurang ternganga begitu lebar dan dalam. Rakyat miskin, bukan DIENTASKAN malah DITETASKAN dari waktu ke waktu semakin banyak.
Banyak dana yg seharusnya dipergunakan mempercepat pembangunan, untuk menjaga kelangsungan hidup bangsa ini, justru banyak terkuras untuk mempertahankan kekuasaan "pengurus-pengurus" bangsa.
Belum lagi dirusaknya para pemuda geresasi penerus, oleh gencar masuknya NARKOBA.
Dimikian sebagian kecil yg harus diperjuangkan untuk dikondisikan dengan baik oleh kita semua sesuai kadar kemampuan. Agar bangsa ini bertahan selama-lamanya. Walau kita imani bahwa yang kekal hanya Allah s.w.t. selain itu pasti akan berakhir.
Smg bangsa ini amam makmur sejahtera dibawah lindungan Allah s.w.t. Baldlatun tayibatun warrabbun ghafur.
Smg sampai kapanpun tanahnya masih kita yg punya.
Smg sampai kapanpun airnya masih kita yang punya.
Smg stlh penjajah diusir 72 th yl. JANGAN malah terkondisi mengundang penjajah baru yg perlahan tapi pasti mencengramkan kuku.
Amien. Wslm M. Syarif Arbi.