Friday, 7 May 2021

KUNCI 7.i., buat IBADAH.

Mengintip qalbu menjelang berbuka hari ke 25 shaum Ramadhan thn 1442. H. 


Patut kita ikhtiar untuk evaluasi rangkaian ibadah kita apakah nanti bakal diterima  Allah........ Walaupun semuanya adlh hak Allah. 


Umar bin Khattab Radhiyallahu Anhu berkata :


حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا، وَزِنُوها قَبْلَ أَنْ تُوزَنُوا، وَتَأهَّبُوا لِلْعَرْضِ الْأَكْبَرِ


“Hendaklah kalian menghisab diri kalian sebelum kalian dihisab, dan hendaklah kalian menimbang diri kalian sebelum kalian ditimbang, dan bersiap-siaplah untuk hari besar ditampakkannya amal”.


Sebagai kunci untuk menilai Ibadah dpt dipergunakan KUNCI 7i berikut ini:


"I" Pertama adlh IMAN.

Ibadah, tidak akan bernilai. Misalnya beribadah apa saja termasuk berpuasa tapi bukan atas dasar iman, hanya ingin mencoba bagaimana sih orang Islam berpuasa, benarkah membuat sehat. Tidak mendapat ganjaran Pahala.


Dalam Islam, IMAN,  di wujudkan dlm rukun iman yg 6. Satu saja tidak di imani, gugurlah iman.


"I" yg ke Dua adlh ISLAM.

Bahwa IMAN milik setiap agama.

Semua agama percaya bahwa ada yg maha kuasa. Ada maha Pencipta. Kpd  yg maha kuasa dan maha pencipta inilah, hrs taat dan patuh melaksanakan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Bagi yg beragama Islam bahwa yakin Islam sbg agama yg dipilih Allah untuk di IMANI. 

إِنَّ ٱلدِّينَ عِندَ ٱللَّهِ ٱلْإِسْلَـٰمُ

(Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam). Ali Imran ayat 19.

 وَرَضِيْتُ لَـكُمُ الْاِ سْلَا مَ دِيْنًا

(dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu). Al-Maidah ayat 3.


Maka iman yg dia miliki percaya kpd pencipta dan penguasa alam ini, adlh Allah. Allah mengutus Rasul terakhir ialah Muhammad s.a.w. Pengakuan di wujudkan dg masuk ke agama Islam. Pintu gerbang masuk ke agama Islam dg meregistrasikan diri mengucapkan "Dua Kalimat Sahadat". 


"I" yang ke Tiga Ihsan.( اِحْسَا نًا). berbuat baik.


Surat An-Nahl (16) Ayat 90


۞ إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُ بِٱلْعَدْلِ وَٱلْإِحْسَـٰنِ وَإِيتَآئِ ذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ وَٱلْبَغْىِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.


Perbuatan baik,  mungkin saja bernilai di dunia, tetapi blm tentu bernilai di akhirat:


a. Nilai akhirat tidak diperoleh, jika Si yg berbuat baik tidak memenuhi "I" Pertama, lantaran misalnya satu saja rukun iman ybs tak percaya; Nihil lah nilai ibadah akhiratnya.


b. Nilai akhirat tdk diperoleh Si pembuat kebaikan, apabila tak memenuhi "I" ke dua, karena ybs blm teregistrasi sbg orang yg beragama yg diakui Allah. Walaupun dianya memenuhi "I" Pertama.


c. Nilai akhirat tak sempurna, kadang malah tak keterima kalau tak dilandasi "I" ke lima y.i. ILMU. Dg ilmu diketahui dalil2 kenapa suatu ibadah dilakukan.


d. Nilai akhirat = nol, jika si yg berbuat baik tidak memenuhi "I" ke ENAM y.i. Ikhlas.


"I" yg ke Empat adlh INFAK.

Infak adlh amalan sunnah dari Zakat. Sedangkan zakat  mrpkn rukun agama Islam yg di dlm Al-Qur'an selalu digandengkan dg shalat. Karena memang zakat, infak dan sedekah adlh penunjang kesejahteraan ummat. Zakat, infak dan sedekah dpt menjembatani antara si kaya dan si miskin. Zakat, infak dan sedekah bila dikelola dg baik dpt mrpkn sarana mengurangi kemiskinan.


"I" ke LIMA ILMU.

Tanpa  "ILMU", semua amal tak bernilai akhirat. Karena beramal tanpa ilmu dimungkinkan beramal tdk sesuai tuntunan Allah dan RasulNya.


"I" ke ENAM IKHLAS. 

walau tlh terpenuhi "I" pertama sampai ke lima terpenuhi. Bila dilakukan tdk ikhlas maka habislah nilai akhiratnya.


"I". ke TUJUH Innalillahi wainna ilaihi rajun.

اِنَّا لِلّٰهِ وَاِ نَّـاۤ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَ

(sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).


Apapun yg terjadi semua di pasrahkan kpd Allah. dg dkmn maka hidup tetap stabil. Tidak terlalu berbangga bila berhasil dan tak terlalu bersedih bila tdk beruntung.


Semoga penulis dan pembaca termasuk kelompok memenuhi syarat dari KUNCI 7i di atas, sehingga hasil amal ibadah kita diterima Allah.


آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

بارك الله فيكم

 وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

M. Syarif Arbi.

Jakarta, 25 Ramadhan 1442 H.

07 Mei 2021.

(785.05.21). 

Perintah MEMBACA.

 Nabi Muhammad ﷺ diangkat menjadi Rasul di di suasana sunyi sepi hening di sebuah Gua. Tanpa saksi dan upacara seremonial juga tidak pakai sumpah jabatan.


Pada pengantar SK keRasulan buat Nabi Muhammad ﷺ   terdapat 5 (lima)  butir-butir pokok-pokok tugas beliau. 


LIMA POKOK TUGAS y.i.:

1. Tugas membaca. 

2. Tugas mengingatkan manusia, asal dirinya.

3. Tugas mengajak manusia memuliakan Allah

4. Tugas memotivasi manusia agar terus hrs belajar melalui tulis dan baca.

5. Tugas menyakinkan manusia bahwa setelah manusia berusaha belajar Allah-lah  mengajarkan yg tdk diketahui manusia, dg syarat manusia tau diri dan memuliakan Allah.

(Surat al-'Alaq 1 sd 5).


ad.1. Tugas Membaca.

Allah nanti akan menyusulkan berangsur-angsur sejumlah lbh dari 6 ribu ayat tertulis sbg bacaan dlm Al-Qur'an (disebut ayat2 kauliyah). Guna dibaca, ditadaburi, difahami dijadikan pedoman hidup untuk seluruh manusia.


Selain itu ummat manusia disuruh membaca tak terhingga ayat2 Allah berupa fenomena alam (disebut ayat2 kauniyah). Ayat kauniyah ini dmkn banyaknya sampai diibaratkan dlm Al-Qur'an di surat Al-Kahf ayat 109.


قُلْ لَّوْ كَا نَ الْبَحْرُ مِدَا دًا لِّـكَلِمٰتِ رَبِّيْ لَـنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ اَنْ تَـنْفَدَ كَلِمٰتُ رَبِّيْ وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهٖ مَدَدًا

"Katakanlah (Muhammad), Seandainya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, maka pasti habislah lautan itu sebelum selesai (penulisan) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)."


Merujuk pada ayat2 kauliyah + ayat kauniyah, berkembanglah ilmu pengetahuan dan teknologi. Orang pertama yg mengambil ilmu dari ayat kauniyah,  anak Adam bernama Qabil. Menggunakan ayat kauniyah berupa seekor burung Gagak.


فَبَـعَثَ اللّٰهُ غُرَا بًا يَّبْحَثُ فِيْ الْاَ رْضِ لِيُرِيَهٗ كَيْفَ يُوَا رِيْ سَوْءَةَ اَخِيْهِ ۗ قَا لَ يَاوَيْلَتٰۤى اَعَجَزْتُ اَنْ اَكُوْنَ مِثْلَ هٰذَا الْغُرَا بِ فَاُ وَا رِيَ سَوْءَةَ اَخِيْ ۚ فَاَ صْبَحَ مِنَ النّٰدِمِيْنَ  ۛ 

"Kemudian Allah mengutus seekor burung gagak menggali tanah untuk diperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana dia seharusnya menguburkan mayat saudaranya. (Qabil) berkata, Oh, celaka aku! Mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini sehingga aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini? Maka, jadilah dia termasuk orang yang menyesal."

(QS.5 = Al-Ma'idah ayat 31).


Anak cucu Adam berikutnya dpt membuat pesawat terbang, menyimak ayat kauniyah, mencontoh burung melayang. 

Dpt membuat kapal laut atas pelajaran ayat kauliyah bahtera nabi Nuh. Dpt membuat kapal selam terinspirasi ayat kauliyah ttg kisah nabi Yunus ditelan ikan.

Banyak lagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terinspirasi dari Al-Qur'an dan fenomena alam. Sejalan dg ayat yg  ke lima bahwa Allah akan mengajari manusia


عَلَّمَ الْاِ نْسَا نَ مَا لَمْ يَعْلَمْ ۗ 

"Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya."

(QS. 96 = Al-'Alaq ayat 5).


Manusia yg sungguh2 melakukan penelitian2, percobaan2 terinspirasi dari ayat2 Allah kauliyah dan kauniyah,  oleh Allah dituntun untuk menemukan segala macam ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemaslahatan ummat manusia. Bahkan ada juga diantaranya dg ilmu dan teknologi yg ditemukannya membuat kerusakan dimuka bumi.


Dmkn salah satu tugas pokok dibebankan di pundak Rasulullah dlm SK keRasulan beliau.  Ku tulis artikel ini sambil nunggu antrian dokter di sebuah rumah sakit. Sbg renungan  singkat di hari ke 24 shaum Ramadhan 1442 H.

Sedangkan butir2 SK keRasulan Nabi Muhammad yg 4 lagi,  agar artikel ini tdk terlalu panjang, insya Allah di kesempatan mendatang.


Semoga kita dituntun Allah untuk dpt membaca sekaligus memahami ayat2 Allah baik kauliyah maupun kauniyah, selanjutnya selama hidup di dunia  dpt berbuat kebaikan di bawah tuntunan Allah.


آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

بارك الله فيكم

 وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

M. Syarif Arbi.

Jakarta, 24 Ramadhan 1442 H.

06 Mei 2021.

(784.05.21).

KUALITAS Shaum RAMADHAN.

 

Hari ke 23 Shaum Ramadhan kita jalani hari ini. Wajar jika di evaluasi puasa tlh berjalan 22 hari y.l. Apakah berhasil bernas, atau sedikit "ada kopongnya". Diri sendiri dan Allah jua yg tau.


Jika ada yg kurang bernas tentu sisa 6 atau 7 hari kedepan hasilnya harus optimal. 


Guna mengoptimalkan kuantitas shaum yg masih tersisa dan juga sbg ikhtiar menutupi kekurangan shaum yg sdh lalu dpt dilakukan:


1. Perbanyak membaca Al-Qur'an

2. Perbanyak shalat2 Sunnah.

3. Perbanyak sadakah.

4. I'tikaf di masjid.


Dengan banyak membaca Al-qur'an dan shalat2 sunnah, setidaknya waktu2 sehari semalam 24 jam yg dimiliki setiap orang jadi terdistribusi:

Shalat isya dan tarawih lbh-krng 2 jam. 

Sebelum sahur shalat tahajud sambil baca Al-Qur'an 4 hlm. waktu 1 jam-an. 

Ikut shalat subuh ke masjid lbh-krng 1 jam. Sampai di rumah menjelang terbit matahari baca Al-Qur'an 1,5 jam 6 hlmn. 

Shalat dhuha sambil baca Al-Qur'an, setiap rakaat katakan lah setengah halaman, bila shalat dhuhanya 12 rakaat = 6 hlm, waktu 1,5 jam.

Usai shalat zuhur dan ashar terpakai waktu 1,5 jam sempatkan masing2 membaca Al-Qur'an 3 hlm = 6 hlm, menggunakan waktu 1 jam.


Dari kegiatan2 tsb. Waktu tergunakan tanpa hal2 yg tdk berguna sdh 9, 5 sampai 10 jam dlm sehari semalam. Di waktu2 tsb tdk lagi sempat bergunjing, tak lagi sempat ngomong jorok dan pikiran jorok. Tak sempat lagi berdusta.


Dalam pada itu Al-Qur'an juga terbaca dlm sehari semalam se-kurang2nya 22 hlmn. Bila Ramadhan berumur 29 hari misalnya, maka akan terbaca 638 hlm. Berarti khatam Al-Alqur'an, karena Al-Qur'an standar hanya 604 hlmn. Bila ini diamalkan, maka diantaranya membaca Al-Qur'an sambil shalat. Shalat diperbanyak, membaca Al-Qur'an juga dpt.


Amal berikutnya untuk meningkatkan mutu shaum, perbanyak bersedekah.  Diantaranya berupa memfasilitasi orang lain berpuasa, misalnya menyediakan berbuka puasa buat orang lain. Hasilnya luar biasa, seperti terungkap dlm hadist.

Dari Zaid bin Khalid Al-Juhani radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا


“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5: 192. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih).


Itu sebabnya jika anda kbtln Ramadhan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, anda datang menjelang waktu berbuka, dmkn sibuk pemuda2 menggandeng anda untuk berbuka di shaf yg mereka siapkan berplastik rapi di dlm masjid.


Alhamdulillah di negeri kitapun sudah banyak masjid yg menyiapkan hidangan berbuka puasa dipasok oleh para jamaah.


Jika kita tlh dpt melaksanakan butir 1 sampai 3 di atas maka sesuailah dg firman

Allah Subhanahu Wa Ta'ala:


اِنَّ الَّذِيْنَ يَتْلُوْنَ كِتٰبَ اللّٰهِ وَاَ قَا مُوا الصَّلٰوةَ وَاَ نْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَّعَلَا نِيَةً يَّرْجُوْنَ تِجَا رَةً لَّنْ تَبُوْرَ ۙ 

"Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur'an) dan melaksanakan sholat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi,"

(QS. 35 = Fathir ayat 29).


Indah sekali bila amalan ini dilanjutkan juga usai Ramadhan, sehingga se-kurang2nya saban bulan khatam membaca Al-Qur'an.


Semoga shaum kita semua 22 hari y.l. diperbaiki Allah bila terdapat kekurangan dan yg hari ini dan seterusnya dipeliharakan Allah, sehingga jadi puasa yg berkualitas optimal.


آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

بارك الله فيكم

 وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

M. Syarif Arbi.

Jakarta, 23 Ramadhan 1442 H.

05 Mei 2021.

(783.05.21).

Tuesday, 4 May 2021

SERIBU BULAN.


Menapaki shaum hari ke 21 Ramadhan 1442 H hari ini.  

Berarti kewajiban puasa buat orang beriman sdh berlangsung 14 abad lebih.  Perintah puasa Ramadhan mulai di tahun ke 2 Hijriah. Banyak riwayat menyebutkan

puasa pertama bagi kaum muslimin y.i. di th ke 2 hijriah. Di hari ke 17 Ramadhan sedang berpuasa, terlaksana perang Badr.


Tahun 1443 H dan seterusnya insya Allah Ramadhan masih akan datang lagi, di negeri ku Indonesia sepanjang Islam masih di anut warga negaranya puasapun masih terlaksana, insya Allah kesibukan sidang isbathpun kan muncul di layar TV tahun2 depan.


Pertanyaannya apakah awak masih ada di bulan Ramadhan y.a.d.???

Tak seorangpun dpt memastikan bahwa Ramadhan 1443 H masih ikut di dalamnya walau masih muda belia sekalipun. Sebab akhir hidup ini dpt terjadi tak pandang usia. 

وَلَنْ يُّؤَخِّرَ اللّٰهُ نَفْسًا اِذَا جَآءَ اَجَلُهَا ۗ وَاللّٰهُ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ

"Dan Allah tidak akan menunda (kematian) seseorang apabila waktu kematiannya telah datang. Dan Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan."

(QS.63 = Al-Munafiqun ayat 11)


Okelah, bila kita pake logika urut gilir kacang yg tua duluan maka patut diingat Rasulullah ﷺ memprediksi:

“Usia umatku berkisar antara 60 hingga 70 tahun. Sedikit sekali di antara mereka yang melebihi usia tersebut.”

(Diriwayatkan oleh Muhammad ibn al-Musayyab ibn Ishaq. Shahih Ibn Hibban. Muhammad meriwayatkannya dari Ibnu ‘Arafah, dari al-Muharibi, dari Muhammad ibn `Amr, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah).


O.k.i. agaknya kesempatan utamanya usia kepala enam hendaknya lebih waspada, satu dan lain apakah di bulan Ramadhan y.a.d. masih "ada".


Untungnya bagi ummat Islam baik yg sepuh maupun yg muda di bln Ramadhan ini tersedia fasilitas semalam beribadah lebih baik dari 1000 bulan (83 tahun lebih). Dg dmkn kalaulah setiap Ramadhan ketemu malam tersebut bagi yg berusia 60 th sekarang, katakan lah baru mantab ibadah umur 15 th. Berarti sdh 45 th ibadah. Bila tiap tahun mendapati malam "lailatul qadar", maka sdh ternilai beribadah selama 45 x 83 = 3.375 tahun sdh lebih banyak dari usia nabi Nuh. Dalilnya:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ ۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍ 

"Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan."

(QS. 97= Al-Qadr ayat 3)


Persoalannya, kapan malam lailatul qadr itu adanya, banyak versi para ustadz menukil dari berbagai sumber hadits. 


Tak ada tgl pasti, ini kita ambil saja hikmahnya. Rasulullah  ﷺ   tak memberikan kata pasti tgl sekian "Lailatul qadr" itu. Barangkali agar kita tidak lengah untuk meningkatkan ibadah sejak awal Ramadhan sampai akhir Ramadhan. Dg dmkn insya Allah kita kan dptkan "malam lebih baik dari 1000 bulan" itu. Karena dpt saja malam tsb adanya di tgl 1, 2, 3 dstnya sampai akhir.


Boleh jadi malam itu adanya 17 Ramadhan dg referensi ayat:

.......... وَمَاۤ اَنْزَلْنَا عَلٰى عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعٰنِ ۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

"..........Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqan, yaitu pada hari bertemunya dua pasukan. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."

(QS. Al-Anfal 8: Ayat 41)


Dari ayat ini mungkin dpt disimpulkan malam "lailaitul qadr" itu tgl 17 Ramadhan, sebab perang Badr itu terjadi 17 Ramadhan. 


Namun di lain hadits disebutkan perang Badr itu 5 Ramadhan dan banyak lagi hadits yg informasi tglnya beda.


Malam itu disebut malam "lailatul qadr" karena di malam itu diturunkannya Al-Qur'an.


Pihak yg berpendapat bahwa malam seribu bulan tsb. dapat saja terjadi disembarang tanggal bulan Ramadhan mereka mendalilkan dari Al-Baqarah 185.

شَهْرُ رَمَضَا نَ الَّذِيْۤ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰ نُ هُدًى لِّلنَّا سِ وَ بَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَا لْفُرْقَا نِ...................."

Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil).............."

Jadi pokoknya dlm bulan Ramadhan itulah di turunkan Al-Qur'an. 


Baiklah kalau bgt,  tak soal tgl berapa "lailatul qadr" itu. Kita maksimalkan kualitas dan kuantitas ibadah kita selama bln Ramadhan, dg dmkn insya Allah ada yg pas ketemu. 

Semoga Allah memberikan kita setiap Ramadhan sbg hambanya yg beribadah bernilai lbh baik dari 1000 bulan.


آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

بارك الله فيكم

 وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

M. Syarif Arbi.

Jakarta, 21 Ramadhan 1442 H.

03 Mei 2021.

(781.05.21). 

Sengsara Sesudah Ramadhan.

 Sebagai masukan menilai diri setelah berpuasa hari ini, hari ke 22 di bulan Ramadhan 1442 H.

Ku petik dari Tafsir Al Azhar Prof. Dr. Hamka, juzu' XV hal. 41-42.

bahwa:


Hidup sengsara seorang lelaki, tlh masuk bln Ramadhan, kemudian bulan Ramadhan habis, sblm Allah memberi ampun untuk dia. (Waraghima anfu rajulin, dahala 'alaihi ramadhan, tsumman salakha kabla aiyurfiralahu). Hadist tersebut Riwayat Abu Said Al Maqburi dari Abu Hurairah r.a.


Karena seharusnya Ramadhan sebagai media untuk mendapatkan ampunan Allah. Tetapi justru ada orang yg "hidupnya sengsara" sesudah Ramadhan berlalu, karena tdk mendapat pengampunan Allah. 


Beberapa penyebab ybs tdk mendapatkan ampunan Allah:


1. Ybs membiarkan Ramadhan datang dan berlalu, tidak mengisinya dg berpuasa dan ibadah2 lainnya, tanpa alasan syari'e. Padahal puasa adlh diwajibkan bagi orang beriman.

 كُتِبَ عَلَيْکُمُ الصِّيَا مُ


2. Berpuasa dilakukan bukan dasar iman dan mengharap pahala dari Allah. Padahal ada jaminan Rasulullah ﷺ:


مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ


“Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.”  (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760) Dari Abu Hurairah.


3. Berpuasa masih saja melaksanakan hal2 yg dilarang Allah. Karena tidak sedikit orang yg berpuasa hanya memperoleh:

كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوْع وَالْعَطْش


 “Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan sesuatu dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga” (HR An-Nasa’i).


Berpuasa misalnya masih saja:

Berdusta, bergunjing, dan hal2 yg dilarang Allah sebab Rasulullah ﷺ

bersabda:


لَيْسَ الصِّيَامُ مِنَ الأَكْلِ وَالشَّرْبِ إِنَّمَا الصِّيَامُ مِنَ اللَّغْوِ وَالَّرَفَث


“Bukanlah puasa itu sebatas menahan diri dari makanan dan minuman, tetapi puasa adalah menjauhi perkara yang sia-sia dan kata-kata kotor.” (HR. Ibnu Khuzaimah no.1996 dan tahqiq Syaikh Al-A’zami berkata, ”Shahih”)


Dulu  juga ada orang yg tahan berpuasa, tetapi tdk melaksanakan shalat. Selain itu ada orang yg shalat namun tak kuat berpuasa. 

Sekarang model orang seperti tsb sdh jarang. 


Apakah Berpuasa minus shalat dan shalat minus puasa  termasuk juga dlm kelompok "hidup sengsara", dimaksud hadits di atas ? Wallahu 'alam bishawab. 


Kalau (berpuasa minus shalat dan shalat minus puasa) termasuk kelompok orang yang yg juga "sengsara hidupnya" berarti jadinya ada 4 kelompok orang  sesudah Ramadhan berlalu tidak mendapat pengampunan dosa2nya dari Allah.


Semoga puasa kita diterima Allah menyebabkan ampunan Allah setelah Ramadhan berlalu.


آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

بارك الله فيكم

 وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

M. Syarif Arbi.

Jakarta, 22 Ramadhan 1442 H.

04 Mei 2021.

(782.05.21).

Sunday, 2 May 2021

MENGOREKSI beda dg MENCELA.

Menanti berbuka shaum  ke 20, Ramadhan 1442.H.


Ssdh dzuhur di Ramadhan ke 17 kuangkat thema Pencacat atau pencela, condong mencari dan membuka aib orang lain. Bgt turun dari mimbar, seorang jamaah menghampiri. "Pak kalau ngoreksi ustadz berceramah, atau imam sdg shalat apakah tdk termasuk membuka aib"??? dmkn pertanyaan jamaah cukup senior tsb. Ybs nampaknya sengaja bertanya tdk ketika ku di atas mimbar, supaya yg tau hanya kami berdua.


Kujelaskan bahwa mencacat, mencela condong ke ghibah, si fulan yg dicacat, dicela kadang tidak tau langsung, kadang taunya dari orang lain. Perbuatan ini tercela, di tausyiah dzuhur yg singkat itu (8 menit)  kupetikkan ayat 12 surat Al Hujurat.


Lebih lanjut ku kemukakan kpd jamaah tsb bahwa kalau mengoreksi ustadz atau imam, masalahnya langsung kpd ybs, bukan ghibah. Namun ada adabnya. 


Mengoreksi wilayah komunikasi, sdgkan mencela, mencacat condong ke wilayah ghibah.


Adab mengoreksi Imam, sdh jelas....diajarkan di pelajaran shalat yaitu; makmum laki2 mengucapkan "subhanallah", makmum perempuan sandi bunyi misalnya menepuk paha.


Bagaimana menegor ustadz keliru berceramah?? 


Ini juga wilayah komunikasi. Di dalam Al-Qur'an Allah memberi petunjuk ada 6 (enam) teknik berkomunikasi. Silahkan gunakan teknik2 tsb sesuai SIKONNYA. (betapa indahnya Al-Qur'an soal berkomunikasipun ada tuntunannya):


Enam teknik berkomunikasi tsb adlh:


1. secara "sadida" (al-Ahzab 70=

قَوْلًا سَدِيدًا

"ucapkanlah perkataan yang benar,"

berkomunikasi dg "kata yg benar". Utamanya kpd usia balita jangan menyampaikan "larangan", kemudian memberikan alasan penyebabnya yg tdk benar. Hanya sekedar menjawab untuk menakut nakuti. Banyak contoh di waktu kita masih kecil misalnya "kalau maghrib sgr berhenti main, nanti ditangkap hantu Wewe".


2. Komunikasi secara "karima" (Al-Isyra 23),

وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

"janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik." ini sbtlnya perintah komunikasi buat orang tua. 

Akan tetapi anak2, banyak perilakunya sama dg manula.

Kata kuncinya tdk menggurui, komunikator memposisikan komunikan adalah orang yg harus dijaga perasaannya. Diusia menjelang remaja kadang si anak sdh merasa paling bisa. Ortu dlm memberikan arahan harus mulai hati-hati jangan terkesan menggurui. Ybs kadang tak terima, karena merasa sdh pintar, sdh mengerti. Salah2 berkomunikasi dicap ekstrim oleh mereka, Ortu dianggap sok usil, Kepo.


3. Komunikasi secara "ma'rufa" (Al-Baqarah 235),

إِلَّآ أَن تَقُولُوا۟ قَوْلًۭا مَّعْرُوفًۭا ۚ

"kecuali sekedar mengucapkan (kepada mereka) perkataan yang ma'ruf".  

Petunjuk komunikasi ini dlm konteks pria dan wanita dlm proses PDKT. Dpt difahami model komunikasinya penuh ke-hati2 an dan kasih sayang.

Kata kuncinya perkataan baik, tidak menyakitkan hati. Kebijakan Ortu memilih cara memberikan larangan untuk menggunakan informasi atau anjuran apapun dg perkataan yg baik, tdk menyakitkan hati. Kalau punya kemampuan dg teknik lucu, berseloroh, shg ybs tak terasa sdg dinasehati.


4. Komunikasi secara "baligha"

(QS. An-Nisa': Ayat 63)

قَوْلًۢا بَلِيغًا

"perkataan yang membekas pada jiwanya." kata kuncinya mengerti lawan bicara, sampai dimana logikanya bgmn kondisinya. Kaidah ini penting agar pesan tersampaikan efektif dan manfaat. Anda tau betul perkembangan putra/putri anda sebab merawatnya sejak bayi. Anda harus tepat memilih cara berkomunikasi sesuai perkembangan kecerdasan ybs. Dekati dari hati ke hati.


5. secara "layyina".  (QS. Ta Ha: Ayat 44)

قَوْلًا لَّيِّنًا

"dengan kata-kata yang lemah lembut", petunjuk komunikasi ini sejatinya untuk Nabi Musa dan Nabi Harun thdp Fir'aun. Artinya adakalanya dlm berkomunikasi, komunikator memposisikan komunikan sbg atasan, shg dipilih kata2 yg meyakinkan. Berkata lemah lembut dg argumentasi yg logis, siap dg bukti. Bila perlu berikan contoh akibat buruk anak yg sering (ses. yg anda cegah) dan kesudahan sukses/baik anak yg menuruti (apa yg anda anjurkan).


6. secara "maysura" (QS. Al-Isra': Ayat 28)

فَقُل لَّهُمْ قَوْلًا مَّيْسُورًا

"katakanlah kepada mereka ucapan yang lemah lembut." Kata kuncinya penuh pengertian dan taktis.

Seorang ibu nenghadapi perangai anaknya umur bawah 2 tahunan yg sama sekali ndak doyan makan sayur. Mulutnya ditutup rapat bila di sendok buburnya terlihat tercampur sayur.  Dokter wanti2 agar si anak hrs diberi makan sayur. Taktik si ibu ngiris sayur kecil2 dimasukkannya ke bubur. Ibu ini mengkomunikasikan kpd bayinya, ini bubur ada hijau2nya. Ternyata dimakan sesuai porsi oleh si anak dg semangat.


Naah kita sbg komunikator tinggal memilih teknik komunikasi apa yg harus diterapkan tergantung siapa komunikan kita. Disesuaikan situasi dan kondisi. Maha besar Allah memberikan kita petunjuk hidup termasuk bgmn berkomunikasi.


Smg kita dpt mengikuti petunjuk Allah agar selamat dunia alhirat.


آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

بارك الله فيكم

 وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

M. Syarif Arbi.

Jakarta, 20

 Ramadhan 1442 H.

02 Mei 2021.

(780.05.21).

Saturday, 1 May 2021

Pilih Tetangga.

Renungan menjelang berbuka  shaum ke 19 Ramadhan 1442. H.


“Cari tetangga sebelum berumah”. Demikian sepotong kalimat yang kedengarannya aneh, kalimat hikmah dipesankan orang-orang tua dulu. Bila direnungkan kalimat itu banyak benarnya dan sangat dalam sekali maknanya. Tetangga sangat penting, posisinya melebihi keluarga dekat tetapi jauh rumahnya dari tempat tinggal kita. Sangat terasa bagi kita-kita yang usia senja dan sesekali dikunjungi sakit.


Persolannya adalah, di saat sekarang ini tidak lagi setiap orang dapat menentukan untuk berumah di mana, banyak faktor yang menentukan seseorang bertempat tinggal. Antara lain tempat mencari nafkah/tempat mendapat pekerjaan. 


Seseorang lahir di suatu kota, orang tua serta seluruh keluarganya dikota kelahirannya, belum tentu ia akan mendapat kerja, mendapat lahan mencari nafkah di kota kelahirannya. Ada lagi sebuah keluarga yang karena instansi tempat ia bekerja, pindah-pindah pekerjaan ke berbagai kota, di setiap kota telah ditetapkan oleh institusinya menempati rumah dinas. 


Dua contoh di atas bagi yang beruntung, sementara ada keluarga yang kurang beruntung, mencari tempat tinggal sesuai kemampuan, kebetulan masih jadi “kontraktor”, apa boleh buat sesuai ukuran kocek menentukan tempat tinggal.


Di kota seperti Jakarta, kini sudah sempit tanah untuk pemukiman, sekarang banyak dibangun “Apartemen” dan “Rusun”. Bagi yang berkantong tebal menghuni “Apartemen” bahkan ada yang memilki “Apartemen” hanya untuk investasi, tidak dihuni. Sementara bagi yang berkantong agak tipis menghuni “Rusun”. 


Di Jakarta, di tengah kota metropolitan ini banyak sekali penghuni RSSS (Rumah Sangat Sederhana Sekali). Ukuran 2 x 3 meter dihuni puluhan orang. Rumah hanya digunakan untuk nyimpan pakaian, kalau tidur gantian, atau milih tidur di jalan. Yang tersebut terakhir tentu bukan pilihan mereka, pada dasarnya mereka juga tidak kehendaki keadaan itu, tapi apa mau dikata, mereka hidup ini tidak pernah ajukan aplikasi. Mereka telah dilahirkan di ruangan itu, dibesarkan di ruangan itu. Nasiblah yang kelak akan membawa mereka kemana. 


Bicara soal tetangga, mereka bertetangga dekat sesama kawasan yang punya tempat tinggal ukuran yang hampir sama. Kelompok penghuni RS3  ini kadang mudah tersulut emosi, mungkin penyebabnya protes dengan keadaan sekeliling. Kemewahan terpamer di depan mata, mobil mewah lalu lalang di jalan tak jauh dari hunian mereka, gedung mewah dan kehidupan serba berkecukupan begitu melek mata terlihat jelas. Sementara mereka tak kuasa mengangkat diri keluar dari serba ketidak cukupan.


Allah memberikan petunjuk praktis tentang bertetangga di dalam Al-Qur’an surat An Nisa ayat 36


وَا عْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـئًـا ۗ وَّبِا لْوَا لِدَيْنِ اِحْسَا نًا وَّبِذِى الْقُرْبٰى وَا لْيَتٰمٰى وَ الْمَسٰكِيْنِ وَا لْجَـارِ ذِى الْقُرْبٰى وَا لْجَـارِ الْجُـنُبِ وَا لصَّا حِبِ بِا لْجَـنْبِۢ وَا بْنِ السَّبِيْلِ ۙ وَمَا مَلَـكَتْ اَيْمَا نُكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَا نَ مُخْتَا لًا فَخُوْرَا ۙ 

"Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri,"


Semoga kita, mempunyai tetangga yang baik, jadikan diri kita pelopor menjadi tetangga yang baik bagi tetangga lainnya. 


Utamanya bagi yg berumah bagus, berkecukupan pula, misalkan bertetangga dg kompleks RS3, gunakan kesempatan Ramadhan ini dpt "berbagi rasa" dg mereka. Dlm rangka mengamalkan ayat tersebut di atas. yaitu selain berbuat baik kpd:

• dua orang ibu-bapa,

• karib-kerabat,

• anak-anak yatim,

• teman sejawat,

• ibnu sabil dan

• hamba sahayamu.

Juga hendaknya perhatian diarahkan kpd:

• orang-orang miskin,

• tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh. 

yakni klompok penghuni RS3 tsb.


Agar hidup ini selamat dan aman tentram dunia dan akhirat berbuat baiklah karena pesan ini diperoleh langsung dari Allah pencipta diri kita ini.  Dengan tambahan syarat “tidak sombong dan suka membanggakan diri”, serta hidup sebagai penyembah Allah semata, tidak mensekutukan Allah.


Semoga Shaum Ramadhan kita hari2 berlalu dan hari ini diterima Allah,  dan sisa shaum sampai akhir Ramadhan dimudahkan Allah.


آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

بارك الله فيكم

 وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

M. Syarif Arbi.

Jakarta, 19 Ramadhan 1442 H.

01 Mei 2021.

(779.05.21).