Tuesday, 16 October 2018

Kebaikan TETANGGA

Pak Ihsan (bukan nama sebenarnya), usai shalat subuh dari masjid dicegat pembantu tetangga. Nenek dirumah tetangga terserang penyakit ndak sadar diri. Tak pikir panjang pak Ihsan keluarkan mobil dari garasi menuju tetangga 3 pintu dari rumahnya itu. Pak Ihsan pun masuk rumah yg dihuni nenxek dan kakek plus 2 pembantu sekaligus perawat kedua lanjut usia itu. Pak Ihsan langsung menggendong si nenek yg lemas lunglai lantaran pingsan ke mobil meluncur segera dg seorang pembantu ke rumah sakit terdekat. Tak lama kemudian stlh si nenek ditangani di UGD, datang beberapa putra dan keluarga dekat ybs. Betapa kagetnya pak Ihsan, anak2 dan keluarga si nenek mempersalahkan pak Ihsan karena langsung membawa si nenek ke rumah sakit, tanpa terlebih dahulu memberitahukan kpd mereka. Dlm kekecewaannya di PAIDO keluarga sisakit, pak Ihsan berpikir bahwa dia berbuat baik, dengan niat yg baik tetapi mengapa justru berbuah tidak baik. Setaunya orang sakit tertentu apalagi diusia lanjut ada waktu emas yaitu jangka waktu sejak serangan penyakit ke dpt penanganan medis yg tepat. Jika waktu itu terlewat secara logika penanganan terlambat dan sisakit boleh jadi kan lewat. Itu pertimbangan pak Ihsan tanpa pikir panjang berbuat IHSAN guna menyelamatkan si nenek. Tapi kebaikan ini malah tak berbuah baik, sebab selepas peristiwa itu hubungan ketetanggaan pak Ihsan dg keluarga nenek dan kakek ini menjadi sedikit retak.

Bgt penuturan pak Ihsan kepadaku, lalu kubalas dg kasus yg mirip tentang diriku sekitar 7 tahun lalu.

Dini hari sekitar pk tigaan kumenuju kamar mandi, rupanya tak sampai ke pintu kamar mandi kesadaranku hilang. Mengetahui hal itu Istri selanjutnya berusaha nelpon beberapa tetangga, untung ada yg respon. Singkat kisah, kata istri ku tetanggapun berdatangan, menggotong saya dari kamar membawa ke mobil menuju rumah sakit. Disini pengalaman ku beda sekali dg pak Ihsan, bahwa bagiku, tetanggalah keluarga yg utama, buktinya diriku.

Kami punya anak 2 orang lelaki kebetulan dokter dan anak mantukupun dokter. Peristiwa itu terjadi pas mereka tidak dirumah. Yg sdh berkeluarga sdh berumah sendiri di Bekasi dan yg msh serumah kebtln pas sdg tugas ke luar Jakarta. Apa jadinya aku waktu itu kalau tidak karena kebaikan tetangga. Tetanggalah pihak yg paling utama membantu kami yg tinggal berdua dirumah ketika saya tak sadarkan diri.

Pkl 11 siang ketika ku sadar istri menceritakan bahwa selain kebaikan tenaga, ada tetangga yg nyiapkan duit kalau2 aku masuk rumah sakit terlebih dahulu diminta uang muka, waktu itu blm ada BPJS. Tetangga itu ndak tau bahwa walau sdh pensiun diriku kalau masuk rumah sakit msh dicover oleh Yayasan Kesehatan tempat kerjaku dulu (cukup dg menunjukkan kartu). Perhatian tetangga ini membuat kami terharu. Bagi kami kebaikan para tetangga kami ini jadi ingatan dan ingin berbuat yg sama.

Bagi pak Ihsan kebaikan blm tentu berbuah kebaikan. Sedangkan bagi keluarga kami yg berumah di Jakarta Pusat, kebaikan tetangga buahnya sdh kami nikmati berupa kebaikan.

Allah perintahkan kita berbuat baik termasuk kpd tetangga (Al-qur'an surat An-Nisa' ayat 36)

وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّبِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَ الْمَسٰكِيْنِ وَالْجَـارِ ذِى الْقُرْبٰى وَالْجَـارِ الْجُـنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَـنْۢبِ وَابْنِ السَّبِيْلِ ۙ; وَمَا مَلَـكَتْ اَيْمَانُكُمْ

Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya yang kamu miliki.

Banyak sekali hadist ttg kewajiban berbuat baik kpd tetangga a.l. Rasulullah صلى ا لله عليه وسلم bersabda:

خَيْرُ الْأَصْحَابِ عِنْدَ اللَّهِ خَيْرُهُمْ لِصَاحِبِهِ وَخَيْرُ الْجِيرَانِ عِنْدَ اللَّهِ خَيْرُهُمْ لِجَارِهِ

Sebaik-baiknya sahabat disisi Allah adalah yang paling baik kepada sahabatnya, dan sebaik-baik tetangga adalah yang paling baik terhadap tetangganya.

Kecuali tinggal di hutan sendirian, maka keberadaan tetangga mesti ada. Acuan tetangga atas dasar referensi ulama, radius 40 rumah. Indah sekali jika semua kita menjalin hubungan harmonis dg tetangga.

Dmkn dua kisah bertetangga tersaji di tulisan ini, ku yakin pembacapun banyak case bertetangga yg lbh menarik. Bila di sharing smg manfaat.

Aamin. Barakallahu fikum
وَ الْسَّــــــــــلاَمُ
M. Syarif arbi.

Sunday, 14 October 2018

TERGESA GESA

Ter-gesa2 adalah sifat manusia, semakin ketara di kota2 besar. Orang ter-gesa2 menuju tempat beraktivitas. Ke ter-gesa2an ini sedikit agak beda di suasana pedesaan. Di perkotaan kadang lantaran ketergesaan ini, orang gampang berucap/berbuat yg tdk terpuji. Pas dihadapan kendaraan lampu pengatur lalu lintas baru menyala merah, tancap gas. Untuk membenarkan diri ybs dlm hati "ah lampu merahnya baru menyala, belum benar2 merah". Sementara itu, andaikan pengendara dari arah lain terganggu karena ulah si penerabas lampu merah, pengendara terganggu kadang ada yg menurunkan kaca mobilnya kemudian meluncurlah kata2 tak senonoh bahkan isi kebun binatang, dialamatkan ke si penerabas.
Si penerabas, jelas bersalah tak memperhatikan keselamatan lalu lintas, jika alasan hanya ter-gesa2, tentu pertanggung jawabannya akan berlanjut sampai ke akhirat, apalagi bila sampai menyusahkan/mencelakakan pihak lain. Kecuali mungkin karena membawa orang sakit berpacu waktu ke gawat darurat, smg dpt dimaafkan.
Sedang orang terdampak, juga kelak diakhirat akan dimintai pertanggung jawaban atas kata2/ucapan yg tak senonoh itu. Sebab tak sepatah katapun yg luput dari rekaman flash disk Allah, kelak akan diputar kembali:
اِقْرَأْ كِتٰبَك َ; كَفٰى بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيْبًا
"Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada hari ini sebagai penghitung atas dirimu"
(Al-Isra' ayat 14)

Tapi apa boleh dikata, kita ini manusia yg sejak semula tercipta sebagai mahluk yg ter-gesa2. Pencipta kita infokan, manusia diciptakan ter-gesa2
;وَكَانَ الْاِنْسَانُ عَجُوْلًا
Al-Isra 11
خُلِقَ الْاِنْسَانُ مِنْ عَجَلٍ
Al-Anbiya 37

Walau sifat keter-gesa2 ini sebaiknya dikendalikan ada 5 tergesa2 yg dianjurkan:
1. Menjamu tamu, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ اْلأخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ

“Barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhari)

2. Mengurus jenazah, Menyegerakan janazah sebagaimana tertera di dlm dalil berikut ini,
;عن أبى هريرة رضي الله عنه عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه و سلم; قَالَ: أَسْرِعُوْا بِالْجَنَازَةِ فَإِنْ تَكُ صَالِحَةً فَخَيْرٌ تُقَدِّمُوْنَهَا إِلَيْهِ وَ إِنْ يَكُ سِوَى ذَلِكَ فَشَرٌّ تَضَعُوْنَهُ عَنْ رِقَابِكُمْ

Dari Abu Hurairah radliyallahu anhu dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Bersegeralah di dalam (mengurus) jenazah. Jika ia orang shalih maka kebaikanlah yang kalian persembahkan kepadanya, tetapi jika ia tidak seperti itu maka keburukanlah yang kalian letakkan dari atas pundak-pundak kalian”. [HR al-Bukhoriy).
Juga jenazah yg berlama tdk dimakamkan bukan mustahil mengganggu kesehatan masyarakat.
3. Menikahkan anak perempuan, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا أَتَاكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ خُلُقَهُ وَدِينَهُ فَزَوِّجُوهُ ، إِلاَّ تَفْعَلُوا تَكُنْفِتْنَةٌ فِي الأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيضٌ

“Jika datang kepada kalian seorang pelamar putri kalian yang kalian ridhoi akhlaknya dan agamanya maka nikahkanlah, jika kalian tidak melakukannya maka akan terjadi fitnah (bencana) di muka bumi dan kerusakan yang luas.” (HR. Ibnu Majah dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Shahih Ibni Majah)

4. Membayar hutang, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ رَجُلاً قُتِلَ فِى سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ أُحْيِىَ ثُمَّ قُتِلَ مَرَّتَيْنِ وَعَلَيْهِ دَيْنٌ مَا دَخَلَ الْجَنَّةَ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ دَيْنُهُ

“Demi yang jiwaku ada ditanganNya, seandainya seorang laki-laki terbunuh di jalan Allah, kemudian dihidupkan lagi, lalu dia terbunuh lagi dua kali, dan dia masih punya hutang, maka dia tidak akan masuk surga sampai hutangnya itu dilunasi.” HR. Ahmad , An Nasa’i , Ath Thabarani dalam Al Kabir, Syaikh Al Albani mengatakan: hasan. Lihat Shahihul Jami’.

5. Bertobat.
Bersegeralah bertobat kepada-Nya sebelum pintu tobat tertutup rapat. Sesungguhnya Allah tidak menerima tobat seorang hamba apabila ruhnya telah menepi di tenggorokannya. Sedang maut tiap saat mungkin datang menjemput dan bila maut tlh datang tobat tak berguna lagi, Allah berfirman:

وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ حَتَّى إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ إِنِّي تُبْتُ الْئَانَ وَلاَالَّذِينَ يَمُوتُونَ وَهُمْ كُفَّارٌ أُوْلاَئِكَ أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا

“Dan tidaklah tobat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan, ‘Sesungguhnya saya bertobat sekarang.’” (Q.s. An-Nisa: 18).

Demikian, smg dpt dipetik manfaat dari uraian singkat ini.
Aamin. Barakallahu fikum
وَ الْسَّــــــــــلاَمُ
M. Syarif arbi.424

Thursday, 11 October 2018

GRATIFIKASI

Anna laka hadza? (ini dari mana engkau dapat?)
Bgtu pertanyaan khalifah Umar bin khathab kpd Abu Hurairah setelah melihat sesuatu barang yg ada pada diri Abu Hurairah sepulang dari melaksanakan tugas menggumpulkan zakat di suatu daerah. Abu Hurairah menjawab: "ini barang hadiah dari salah seorang pembayar zakat untuk diriku". Dengan tegas Khalifah Umar bin Khathab memerintahkan agar barang itu ikut dikumpulkan bersama barang-barang zakat lainnya. Karena mnrt Umar, Abu Hurairah tak mungkin mendapatkan hadiah itu kalau bukan lantaran dia ditugaskan sebagai pemungut zakat. Hal ini mengacu pada ketetapan Allah di ayat 161 surat Ali Imran"
وَمَا كَانَ لِنَبِيٍّ اَنْ يَّغُلَّ ۗ  وَمَنْ يَّغْلُلْ يَأْتِ بِمَا غَلَّ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ  ۚ  ثُمَّ تُوَفّٰى كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ
"Dan tidak mungkin seorang nabi berkhianat (dalam urusan harta rampasan perang). Barangsiapa berkhianat, niscaya pada hari Kiamat dia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu. Kemudian setiap orang akan diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang dilakukannya dan mereka tidak dizalimi."
Pedoman ini diteruskan dlm pemerintahan Islam setidaknya sampai ke khalifah Umar bin Abdul Azis. Suatu ketika pengawas baitul mal menghadiahkan seuntai kalung emas kepada puteri Umar bin Abdul Azis. Khalifah bertanya kpd putrinya ketika melihat kalung itu tergantung dileher si putri "anna laka hadza". Stlh diberi tau si putri asal tu kalung, segera disuruh tanggalkan seraya dikembalikan ke baitul mal. Kpd si putri dibacakan ayat 161 Ali Imran di atas, sbg ancaman.
Ketetapan Allah ini lah yg menjadi rujukan penyelenggara negara wajib melaporkan harta kekayaannya agar diketahui dari mana sumber harta tersebut. "ANNA LAKA HADZA". Sebab kalau sumbernya dari perolehan lantaran yg dikenal skrg "gratifikasi". Terimalah kelak risikonya di hari kiamat kelak dia membawa barang hasil "gratifikasi" itu. Padahal ktka itu tak seorangpun sudi menerima barang biarpun dikembalikan, sebab masings sibuk dg urusan dosa dan pahala yg sdg dihitung.

Kabar ini agaknya baik buat acuan bagi yg kini msh sdg menjabat atau berurusan dg publik. Nah buat kita yg sdh purna tugas, tentu merenung, "dulu gmn waktu msh tugas". Kita serahkan Allah saja, minta ampunanNya sambil diiringi berbuat baik selagi bisa. Wallahu 'alam bishawab.

Smg kita termasuk dlm firman Allah surat al Ahzab 71
يُّصْلِحْ; لَـكُمْ اَعْمَالَـكُمْ وَيَغْفِرْ لَـكُمْ ذُنُوْبَكُمْ
"niscaya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu".
Wassalam. M. Syarif Arbi.

Sunday, 7 October 2018

JUJUR dari Falsafah Kentut

Buat siapakah JUJUR itu dilakukan???
Rupanya jujur itu diperuntukkan:
1. Untuk diri sendiri.
2. Untuk orang lain.
3. Untuk Alllah.
Kadang peruntukan jujur ini menggabung, Jujur untuk diri sendiri sekaligus untuk orang lain dan mrpk wujud jujur untuk Allah. Itu dulu kubincang di tulisan ini. Contoh konkrit sederhana seseorang yg sdh sedari tadi duduk di shaf depan dlm masjid menunggu shalat jamaah. Tiba2 berdiri melangkah kebelakang sambil menyingsing lengan bajunya, membuka pecinya meletakkan peci itu di dekat tiang masjid. Rupanya ybs akan berwudhu kembali lantaran buang angin. Ini model kejujuran untuk diri sendiri yg sdh tertanam sedari dini bagi orang beriman sejati ahli shalat. Tak seorangpun yg tau selain diri sendiri dan Allah, bahwa dianya kentut, sedangkan tetangga dudukpun ndak tau.

Kalaulah angin keluar tak berbunyi hanya menyebar bau, maka tetangga duduk juga ragu dari siapa angin ini. Dengan berdiri menuju wudhu maka tergabung kejujuran untuk diri sendiri sekaligus jujur untuk Allah dan juga orang lain, mrpk pengakuan bahwa dari dirinya sumber bau spy jangan timbul fitnah.

Dari mulai contoh kecil ini orang beriman dan ahli shalat di latih JUJUR, walau tdk ada yg tau selain diri sendiri dan Allah. Indah sekali jika FALSAFAH KENTUT ini menjadi perilaku setiap orang, setidaknya buat orang yg beriman dan TUKANG SHALAT. Sehingga orang yg beriman dan tukang shalat tak kan mua berlaku TAK JUJUR, korupsi, mengambil hak orang lain dan perbuatan2 tdk jujur lainnya.

Jujur meliputi perkataan dan perbuatan, sbg renungan ttg konsekwensi tidak jujur pantas dipetik hadist:

Abu Hurairah r.a meriwayatkan, “Kami berangkat bersama Rasulullah s.a.w menuju Khaibar (dan kami memenangi pertempuran tersebut). Kami tidak mendapati ghanimah berupa emas ataupun uang. Yang kami dapat adalah makanan dan pakaian. Lalu kami berangkat lagi menuju lembah (Wali Qura). Pada masa itu ada seorang hamba bersama Rasulullah s.a.w, hadiah dari salah seseorang bani Jidzam (yaitu Rafa’ah bin Yazid dari bani Dabib). Ketika kami sampai di lembah, hamba milik Rasulullah s.a.w itu melepaskan pelana unta baginda. Tiba-tiba meluncur anak panah mengenainya dan dia pun menemui kematiannya. Kami pun berkata, “Alangkah indah sekali dia mendapatkan kesyahidan wahai Rasulullah.” Maka Rasulullah pun bersabda, “Tidak, demi yag jiwaku ada di tangannya. Baju (yang dipakainya) itu benar-benar akan dipenuhi api yang menyala-nyala. Dia telah mengambilnya dari harta ghanimah yang belum sempat dibahagi-bahagi.”

Riwayat di atas menggambarkan bahwa ketidak jujuran walau hanya berupa baju bekas saja, seorang yg ikut dlm perang bersama Rasul, batal menjadi syahid dan dibakar api yg menyala-nyala.

Naah bgm dengan kita, mungkin ada terambil sesuatu bukan hak kita sdg kan perjuangan kitapun ndak ada apa2nya dibandingkan orang yg ikut perang bersama Rasulullah. Bgm pula dg korupsi meliputi angka yg banyak nolnya tentu tak terperikan azabnya. Wallahu alam bishawab.

Mari brrusaha sekuat-kuatnya untuk berperilaku jujur, bayangkan kita tlh dilatih jujur bersikap ketika KENTUT dlm persiapan shalat.

Smg Allah mengampuni dosa kita, apabila tlh terlanjur ada yg tak jujur. Membimbing kita agar seterusnya berperilaku jujur.

Aamin. Barakallahu fikum
وَ الْسَّــــــــــلاَمُ
M. Syarif arbi.

Friday, 5 October 2018

BANGGA dan SYUKUR

Bangga, mengungkapkan perasaan puas atas prestasi yg tlh dicapai, dpt berupa prestasi diri sendiri, boleh jadi prestasi anak2 atau orang tua, keluarga. Tak jarang kita ikut bangga bila kelompok, groups bahkan anak bangsa yg berhasil menorehkan prestasi berskala internasional.

Dikenal istilah bangga diri (ujub) dan syukur. Ada kesamaan pada keduannya dalam diri pemiliknya.

Bangga, bila diiringi diri merasa bahwa prestasi yang ia capai adalah sebagai kemampuan diri, menafikan Allah menyertai usahanya menjadi sebab keberhasilannya. Bangga seperti ini dicela Allah disebut An Nisa 36, Al Qasas 76,
Lukman 18, Al-Hadid 23.
; اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُوْرَا

(Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri).

Sedangkah orang yang pandai bersyukur, ia tidak pernah merasa bahwa prestasi yang ia capai adalah mutlak kemampuan diri, ia tidak lupa bahwa sebenarnya ada pihak lain (teman, guru ortu dll) ikut berperan dan Allah menyertai dlm menentukan keberhasilannya. Sampai-sampai kalau ia sukses menjalankan ibadah, banyak berbuat kebaikan, orang bersyukur memandang inipun berkat kekuatan yg dianugerahkan Allah. Tidaklah membagakan ibadah dan kebaikannya, karena dianya tidak tahu apakah ibadah serta kebaikannya itu diterima Allah atau tidak.

Bersyukur juga dapat kita artikan sebagai ungkapan terima kasih kepada Allah SWT baik dalam bentuk ucapan maupun tindakan. Dengan ucapan: syukur ,,,
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
(Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam)

Bersyukur dengan tindakan melaksanakan semua perintahNya dan menjauhi semua laranganNya.
Bagi hambanya yg bersyukur Allah janjikan di Al-Qur'an surat Ibrahim ayat 7

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ; لَاَزِيْدَنَّـكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
(Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat)

Demikian, smg kita dpt lbh hati2 dalam berbangga jangan sampai tdk bersyukur. Bgt juga hati2 dlm bersyukur jangan sampai masuk ke katagori berbangga.

Aamin. Barakallahu fikum
وَ الْسَّــــــــــلاَمُ
M. Syarif arbi.

Thursday, 4 October 2018

INGAT dan LUPA

Bukan hanya manusia yg punya daya INGAT dan sifat LUPA rupanya hewanpun juga. Di desa terpencil yg penduduknya tdk padat serta keamanan msh prima, ternak Sapi dan Kambing tiada bertali. Bgt petang hari kelompok ternak tsb.menggerombol menuju rumah tuannya masing2 dan tidur dikandang yg disiapkan pemilik. Ini bukti hewan mempunyai daya ingat.

Bgt juga sekelompok Ayam Sekitar pkl 17.20 mereka sdh kembali ketempat isterahat mereka. Itu berlangsung terus saban hari menjelang maghrib. Selanjutnya mereka menyusun diri puluhan ekor tak saling gusur ditempat masing2. Ini pertanda daya ingat ayam cukup tinggi. Kebersamaannyapun bgt kental.

Dalam pada itu sifat lupa ayam juga tinggi. Ku duduk di teras depan bersantai di pagi atau dihari siang. Beberapa ekor ayam naik ke teras rumah, kadang sambil ninggalkan kotoran. Mereka diusir senemunya dilempar sesuatu. Eee sebentar lagi sdh lupa, datang lagi.Diusir lagi, lupa lagi.

MANUSIA

Allah SWT menganugerahkan pada diri manusia, sifat lupa, selain itu Ia juga melekatkan sifat ingat.  Banyak sekali manfaat dua sifat tersebut sehingga menjadikan manusia sebagai makhluk yang sangat istimewa di muka bumi ini.

Berkat daya ingat, berkembang ilmu pengetahuan dan budaya. Dengan daya ingat lahir ketentuan yg disepakati bersama jadi aturan hidup bermasyarakat disuatu bangsa dan pergaulan antar bangsa. Timbul perdagangan dan transaksi di dlm suatu negara dan antar negara. Ini bedanya daya ingat manusia dan hewan. Daya ingat manusia dinamis, ingatan yg lalu dikreasikan untuk lbh baik lagi bagi keperluan hidup, shg berubah dari waktu ke waktu menuju lbh baik. Sedangkan hewan ingatan mereka statis, dari dulu ayam tidur bertengger.

Berkat sifat lupa, manusia dpt bangkit kembali bila diri dirundung duka nestapa dan derita, gegagalan usaha. Berkat sifat lupa, lahirlah maaf, dg melupakan kesalahan orang lain. Justru dlm kaedah agama, harus melupakan kesalahan orang, kendati yg bersalah tdk meminta maaf. Memberi maaf adalah lebih utama dari pada sedekah. (Al-Baqarah ayat 263)

قَوْلٌ مَّعْرُوْفٌ وَّمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِّنْ صَدَقَةٍ يَّتْبَعُهَاۤ اَذًى وَاللّٰهُ غَنِيٌّ حَلِيْمٌ
"Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi tindakan yang menyakiti. Allah Maha Kaya, Maha Penyantun".

Hewan lupa benar2 lupa, sesuatu yg mengancam dirinyapun bila tlh berlalu mereka lupa. Sesuatu yg mungkin mencelakan itu dpt saja dia lalui/temui sama sekali tdk mereka waspada. Keledai dpt terperosok dilobang yg sama.

Manusia menyelaraskan INGAT dan LUPA. Manusia tetap mengingat sesuatu yg walau sdh bgt lama dilupakannya. Misalnya sesuatu yg membahayakan, sesuatu yg pernah mengecewakan, sesuatu yg pernah menggagalkan, tetap diingat agar bila ketemu macam itu tdk terulang kembali.

Bgt lengkap sifat yg dianugerahkan Allah kpd manusia, patut disyukuri serta dijalani dengan tawakkal.
Wallahu alam bishawab.

Barakallahu fikum
وَ الْسَّــــــــــلاَمُ
M. Syarif arbi.

Monday, 1 October 2018

Berguru ke Ayam Jantan

Malam terasa lbh cepat tinggal dipedesaan. Walau sekarang di ruang2 keluarga rumah di desa sdh dIceriakan program TV, namun karena tak ada deru motor dan mobil dijalan, tetap saja merasa mlm cepat larut. Itu sebabnya banter pkl 10 malam sebagian besar orang di pedesaan sdh lelap tertidur.

Keheningan malam dipedesaan nantinya akan diurai ayam jantan dengan kokoknya yg bederai mendayu dimulai:

Kokok PERTAMA di tengah malam. Bagi penggemar shalat tahajud lantunan kokok ayam jantan ini bagaikan menuntun untuk mulai shalat tahajud.

KEDUA,  ayam jantan berkokok ketika waktu tahajud akan habis atau akan masuk waktu subuh kokoknya waktu itu secara beruntun dengan terus menerus, bersahutan dari masing2 kediaman mereka. Mereka bagaikan menggurui manusia bahwa bagi yg sedari tadi shalat tahajud segara akhiri, tutup dg shalat witir dan bersiaplah menuju masjid untuk berjamaah shalat subuh.

KETIGA. Kemudian kokok para ayam jantan jeda sebentar dan berkokok lagi waktu sholat subuh tiba, jeda kembali dan berkokok lagi ketika waktu subuh sudah mulai habis, guna mengingatkan terakhir kalinya bagi yang belum juga bangun untuk shalat subuh.

Coba amati kokok yg KEEMPAT ayam jantan di pedesaan antara pukul 7-9 pagi, itu adalah mengingatkan waktu sholat duha. Sholat duha dianjurkan nabi, karena berbagai keutamaan kan diperoleh bagi yg mengamalkannya.Menilik do'a ssdh shalat bgt indah harapan digantungkan kpd Allah a.l. ttg rezeki:
Andaikan dari langit minta diturunkan.
Andaikan dari bumi tlg dikeluarkan.
Andaikan jauh mhn didekatkan.
Andaikan haram mhn di di sucikan.
Andaikan sulit tlg dimudahkan.

Sebuah studi dalam jurnal Public Library of Science ONE tahun 2010 menemukan bahwa ayam memiliki kerucut retina tambahan dibandingkan dengan manusia, yang memungkinkan mereka untuk membedakan warna tambahan.

Para ilmuwan di Washington University di St Louis yang dipimpin oleh Joseph Corbo mengatakan kemampuan untuk melihat warna berasal dari sel cahaya-sensing khusus yang ditemukan di retina. Sel-sel ini, yang disebut kerucut, datang dalam berbagai rasa, yang masing-masing dapat mendeteksi panjang gelombang cahaya yang berbeda.

Manusia memiliki tiga jenis kerucut yang memungkinkan kita untuk melihat warna merah, hijau dan biru. Tapi ayam memiliki kerucut ekstra untuk melihat violet dan sinar ultraviolet. Terlebih lagi, kerucut ayam ini didistribusikan secara merata di seluruh retina.

Malaikat diciptakan Allah dari cahaya.

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خُلِقَتِ الْمَلاَئِكَةُ مِنْ نُورٍ وَخُلِقَ الْجَانُّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ وَخُلِقَ آدَمُ مِمَّا وُصِفَ لَكُمْ
dari az-Zuhri dari Urwah dari ‘Aisyah R.A Berkata : “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari api yang menyala-nyala dan Adam diciptakan dari sesuatu yang telah disebutkan (ciri-cirinya) untuk kalian” .(Shahih Muslim 2996-60).

Cahaya disebabkan para malaikat yg sdh mulai sibuk melaksanakan tugasnya sejak pertengahan malam inilah yg terindra oleh ayam jantan sehingga mereka menyiarkannya berkokok bersahut-sahutan. Mengingatkan, mengajari manusia untuk menyembah kepada sang khalik.

Apapun yg duciptakan Allah ternyata tdklah sia-sia. Termasuk penciptaan ayam jantan. Maha benar Allah dg segala firmanNya.
الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ ۚ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًا سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
"(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka".
(QS. Ali-Imran  ayat 191)

Smg kokok ayam jantan ini menambah ilmu dan amal ibadah kita semua. Aamiin. Barakallahu fikum.
وَ الْسَّــــــــــلاَمُ
M. Syarif arbi, menulis sedang  di Desa Wotsogo, Jatirogo, Tuban Jawa Timur 02 Okt 2018.