Wednesday, 2 May 2018

MENUTUP AURAT.

Soal menutup aurat, bagi muslimat bukan sekedar anjuran, tetapi perintah. Coba simak ayat 31 surat An-Nur dibawah ini:
وَقُلْ لِّـلْمُؤْمِنٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ اَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوْجَهُنَّ وَلَا يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ اِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَـضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلٰى جُيُوْبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ اِلَّا لِبُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اٰبَآئِهِنَّ اَوْ اٰبَآءِ بُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اَبْنَآئِهِنَّ اَوْ اَبْنَآءِ بُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اِخْوَانِهِنَّ اَوْ بَنِيْۤ اِخْوَانِهِنَّ اَوْ بَنِيْۤ اَخَوٰتِهِنَّ اَوْ نِسَآئِهِنَّ اَوْ مَا مَلَـكَتْ اَيْمَانُهُنَّ اَوِ التّٰبِعِيْنَ غَيْرِ اُولِى الْاِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ اَوِ الطِّفْلِ الَّذِيْنَ لَمْ يَظْهَرُوْا عَلٰى عَوْرٰتِ النِّسَآءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِاَرْجُلِهِنَّ لِيُـعْلَمَ مَا يُخْفِيْنَ مِنْ زِيْنَتِهِنَّ ۗ وَتُوْبُوْۤا اِلَى اللّٰهِ جَمِيْعًا اَيُّهَ الْمُؤْمِنُوْنَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
"Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka mengentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung."
Hebatnya kaum muslimin dan muslimat di negeri kita yng ber "PANCASILA" dan ber "Bhineka", sadar betul bahwa bangsa ini beraneka agama. Sehingga tidak lantas kaum muslimin/kaum muslimat misalnya melalui ustadz/ustadzah di "forum umum" berkeras nenyeru seluruh perempuan ngamalkan perintah Allah menutup aurat tersebut. Apa lagi kpd perempuan bukan muslimah, kpd yg muslimah saja ustadz dan ustadzah ndak mau ngata-ngatain perempuan yg blm berpakain sesuai syariat Islam. Karena bgtlah adab Islam yg di adop oleh para da'i, kecuali diforum yg hadir khusus seluruhnya kaum muslimin/mislimat; misalnya di masjid, majelis ta'lim. Siaran TV. acara ta'lim, barulah ustadz/ustadzah kadang jelaskan betapa pentingnya menutup aurat dan risikonya nanti di akhirat.
Islam tidak mau mencela model pakaian agama lain, wajar kalau orang Islam yg mengamalkan ajaran ISLAM menjadi TERSINGGUNG TERAMAT BERAT kalau pakaian yang diimaninya untuk dikenakan anak-anak perempuan dan isteri mereka dilecehkan orang dalam forum terbuka untuk umum.
Bagi Islam, jangankan pakaian, makanan, minuman orang agama lain, sedangkan sesembahan agama lain pun orang Islam tidak boleh mencelanya. Jelas Allah memberi rambu-rambu; lihat ayat 108 surat Al-An'am:
وَلَا تَسُبُّوا الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ فَيَسُبُّوا اللّٰهَ عَدْوًاۢ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ كَذٰلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ اُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ۖ ثُمَّ اِلٰى رَبِّهِمْ مَّرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
"Dan janganlah kamu memaki sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa dasar pengetahuan. Demikianlah, Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan tempat kembali mereka, lalu Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan."
Pembaca yg budiman, demikian Islam sangat amat menghormati, budaya, keyakinan selain keyakinan Islam. Bgt tinggi Toleransi dalam konsep Islam, walau berposisi moyoritas.
Bila ada yg menghina orang Islam SECARA PRIBADI , baik sengaja ataupun katanya tidak sengaja. Alqur'an ajarkan:
قَوْلٌ مَّعْرُوْفٌ وَّمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِّنْ صَدَقَةٍ يَّتْبَعُهَاۤ اَذًى ۗ وَاللّٰهُ غَنِيٌّ حَلِيْمٌ
"Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi tindakan yang menyakiti. Allah Maha Kaya, Maha Penyantun."
(Al-Baqarah Ayat 263)
Tetapi bila jatuh penghinaan itu kepada syariat, maka bukan lagi menghina pribadi, itu masuk menghina yg menurunkan syariat itu; yaitu Allah. Oleh karena itu biarkan Allah yg memutuskan. Dlm suatu negara, maka putusan Allah didunia ini diwakili oleh negara, dlm hal ini adalah pengadilan.
Mungkin biar ndak pas benar, dpt dijadikan tamsil ketika Ali bin Abi Thalib perang tanding dg seorang musuh agama Islam. Stlh bertempur beberapa jurus Ali sdh berposisi duduk diatas dada musuh. Sementara musuh sdh terlepas senjatanya, sdh tidak berdaya. Tinggal Ali menghunjamkan pedangnya ke dada musuh, tiba-tiba si musuh meludahi muka Ali.
Ali tak jadi menghunjamkan pedangnya, membiarkan musuh agama itu hidup. Rupanya Ali takut kalau ia membunuh tercampur urusan pribadi dihina dg ludah ke muka. Disini nampak kalau urasan pribadi lebih mudah proses pemaafan. Tapi kalau menyangkut menghina kttn ajaran Allah buat ummat Islam. Mestinya tetap negara atas nama Allah yg memutuskan. Bukankah setiap putusan hakim "Demi keadilan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa". Ttg bgmn keputusan pengadilan, mungkin dihukum seringan-ringannya terserah kearifan hakim menilai kadar kesalahan, dpt saja ybs tdk terbukti bersalah menghina agama dan bebas. Dg bgt ummat Islam dpt menyaksikan bahwa benar-benar hukum telah tegak di negeri ini, atas nama TUHAN YANG MAHA ESA. Yg kini ketentuanNya melalui salah satu agama mungkin telah dihina.
Smg hukum dinegeri ini tegak tidak pilih kasih, tidak pandang bulu, berlaku untuk untuk semua. Wasalam M. Syarif Arbi.

Menyoal AJAL suatu bangsa.

Sempat beberapa hari di SOSMED sahut-sahutan tentang prediksi tahun sekian bubarnya negara kita tercinta.
Sbg anak bangsa yg terlahir stlh alam Republik Indonesia Merdeka, tentu tak hendak kalau negara ini bubar. Ayah kami yg kini tlh tiada termasuk salah seorang "Veteran Pejuang Kemerdekaan" negeri ini. Tentu mereka mendiang para pahlawan tak kan rela bangsa ini bubar.
Bagi orang beriman dan percaya dg apa yg diinformasikan Allah. Hal tersebut bukan soal sikap OPTIMIS atau sikap PESIMIS, RELA atau TIDAK RELA, tapi sudah sunatullah. Yg kekal Abadi hanya Allah, selain itu pasti kan berakhir.
Untuk itu izinkan saya mebgutip ayat-ayat Al-Qur'an berkenaan dg itu:
وَلِكُلِّ اُمَّةٍ اَجَلٌ ۚ فَاِذَا جَآءَ اَجَلُهُمْ لَا يَسْتَئۡخِرُوْنَ سَاعَةً وَّلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ
"Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 34)
لِكُلِّ اُمَّةٍ اَجَلٌ ۗ اِذَا جَآءَ اَجَلُهُمْ فَلَا يَسْتَئۡخِرُوْنَ سَاعَةً وَّلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ
"Bagi setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun."
(QS. Yunus 10: Ayat 49)
مَا تَسْبِقُ مِنْ اُمَّةٍ اَجَلَهَا وَمَا يَسْتَئۡخِرُوْنَ
"Tidak ada suatu umat pun yang dapat mendahului ajalnya, dan tidak (pula) dapat meminta penundaan(-nya)."
(QS. Al-Hijr 15: Ayat 5)
مَا تَسْبِقُ مِنْ اُمَّةٍ اَجَلَهَا وَمَا يَسْتَـأْخِرُوْنَ
"Tidak ada satu umat pun yang dapat menyegerakan ajalnya, dan tidak (pula) menangguhkannya."
(QS. Al-Mu'minun 23: Ayat 43)
وَتِلْكَ الْاَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ ۚ وَلِيَـعْلَمَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَآءَ ۗ وَاللّٰهُ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيْنَ
".............................Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran), dan agar Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan agar sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang zalim."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 140)
Dari informasi wahyu oleh pencipta sekaligus pemilik bumi langit dan alam semesta ini dipetik di atas, seharusnya kita faham bahwa tak perlu dipersoalkan kemungkinan Indonesia akan bubar, sebab itu dpt saja terjadi. Sekali lagi bukan soal optimis atau pesimis. Bukan soal rela tak rela. Sejarah mencatat bangsa-bangsa besar dahulu pernah ada, kini juga tinggal kenangan, sudah bubar.
Yg perlu masing-mssing kita sesuai bidang/proffesi/peran, mempertahankan agar kebubaran itu tidak cepat berlangsung. Harus dipertahankan kalau bisa sampai nanti "langit digulung" atau kiamat. Merah Putih tetap berkibar NKRI tetap utuh dan tumbuh kuat berakar.
Semangat tsb wariskan ke anak cucu agar memelihara republik ini. Generasi penerus berikut juga harus mewariskan ke generasi dibawahnya agar mempertahankan kelangsungan hidup bangsa ini.
Jangan sampai kita di generasi sekarang justru membuka peluang mempercepat bubarnya bangsa ini dg perilaku tak terpuji a.l.:
Membiarkan atau malah ikut dlm korupsi.
Tak berpihak kepada anak negeri, dlm memberikan kesempatan berusaha, mengisi lowongan kerja, malah memihak kpd asing. Ini akan melemahkan moral anak bangsa. Diantara anak bangsa terpaksa barangkat keluar negeri menjadi jongos dinegeri orang. Sebab kalau pun tinggal di dalam negeri, kalau adapun lowongan kerja hanya berposisi menjadi kuli.
Mengutamakan korporasi, ketimbang individu rakyat kecil. Adakalanya kita liat tertayang di tv sekelompok rakyat yg mengusahakan tanah leluhur nenek moyang mereka, harus kalah dg korporasi (Perusahaan Perkebunan) swasta yg mendapat izin atas tanah itu dari pemerintah. Karena memang penduduk/rakyat kecil secara individu memiliki tanah, karena berbagai keterbatasan mereka, tak punya bukti surat kepemilikan tanah dari negara. Mereka, hanya tau, mereka lahir di tanah itu, turun temurun mereka beladang huma disitu. "Nenek- kakek dan ari-ari (placenta) kami dikubur di wilayah ini"; Pikir mereka, "bagaimana jadi tanah ini bukan kami yg punya".
Hukum tdk tegak, kadang tegas, keras hanya pada yg lemah. Sementara lemah lembut kepada yg kuat.
Kesenjangan ekonomi berjurang ternganga begitu lebar dan dalam. Rakyat miskin, bukan DIENTASKAN malah DITETASKAN dari waktu ke waktu semakin banyak.
Banyak dana yg seharusnya dipergunakan mempercepat pembangunan, untuk menjaga kelangsungan hidup bangsa ini, justru banyak terkuras untuk mempertahankan kekuasaan "pengurus-pengurus" bangsa.
Belum lagi dirusaknya para pemuda geresasi penerus, oleh gencar masuknya NARKOBA.
Dimikian sebagian kecil yg harus diperjuangkan untuk dikondisikan dengan baik oleh kita semua sesuai kadar kemampuan. Agar bangsa ini bertahan selama-lamanya. Walau kita imani bahwa yang kekal hanya Allah s.w.t. selain itu pasti akan berakhir.
Smg bangsa ini amam makmur sejahtera dibawah lindungan Allah s.w.t. Baldlatun tayibatun warrabbun ghafur.
Smg sampai kapanpun tanahnya masih kita yg punya.
Smg sampai kapanpun airnya masih kita yang punya.
Smg stlh penjajah diusir 72 th yl. JANGAN malah terkondisi mengundang penjajah baru yg perlahan tapi pasti mencengramkan kuku.
Amien. Wslm M. Syarif Arbi.

Merindukan SURGA

Orang yg normal dan dianya beragama mesti berharap masuk surga setelah kehidupan didunia ini. Yaitu setelah mati, di ahirat nanti.
Sekalipun dianya tdk menganut agama, dianya yakin pasti dirinya akan mati, cuma dia yg model ini, konon nganggap bgt mati abislah sdh perkara. Adapun kihidupan akhirat kelompok ini nganggap hanya produk peramal masa depan yg kebenarannya diragukan sebab si peramalpun blm pernah pergi ke sana. Biarkanlah kelompok ini bangga dg fahamnya, yg blm tentu benar-benar difahaminya itu. Kita cuekin saja kelompok ndak percaya agama itu di tulisan ini. Sebab kelompok orang tdk percaya ada kehidupan ssdh kematian, sejak zaman Nabi Muhammad s a.w. berda'wah sdh ada. Allah Abadikan dlm Al-Qur'an a.l. di surat Al-Isra' 49, Mu'minun 82, As-Safat 16, Al-Waqiah 47. Baik di kutip salah satunya:
وَقَالُوْۤا ءَاِذَا كُنَّا عِظَامًا وَّرُفَاتًا ءَاِنَّا لَمَبْعُوْثُوْنَ خَلْقًا جَدِيْدًا
"Dan mereka berkata, Apabila Kami telah menjadi tulang belulang dan benda-benda yang hancur, apakah Kami benar-benar akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?"
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 49)
Persyaratan menjadi penghuni surga itu sdh diberi petunjuk oleh Allah y.i.:
1. Beriman
2. Beramal shaleh (mengerjakan kebajikan)
Mari kita tengok dan camkan seperti termuat dlm Al-Qur'an, surat Annisa ayat 57.
وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ سَنُدْخِلُهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۤ اَبَدًا ۗ لَـهُمْ فِيْهَاۤ اَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ ۙ وَّنُدْخِلُهُمْ ظِلًّا ظَلِيْلًا
"Ada pun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, kelak akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Di sana mereka mempunyai pasangan-pasangan yang suci, dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman."
3. Sukses dlm menghadapi ujian Allah, selama menjalani hidup di dunia ini. Syarat tsb dpt disimak dlm Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 214 seperti berikut:
اَمْ حَسِبْتُمْ اَنْ تَدْخُلُوا الْجَـنَّةَ وَ لَمَّا يَأْتِكُمْ مَّثَلُ الَّذِيْنَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۗ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَآءُ وَالضَّرَّآءُ وَزُلْزِلُوْا حَتّٰى يَقُوْلَ الرَّسُوْلُ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ مَتٰى نَصْرُ اللّٰهِ ۗ اَ لَاۤ اِنَّ نَصْرَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ
"Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan, dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, Kapankah datang pertolongan Allah? Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat."
Salah satu wujud orang yg merindukan surga adalah senantiasa setiap waktu berdo'a. Diantara do'a itu:
ُ رَبَّنَاۤ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّ قِنَا عَذَابَ النَّارِ
( Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.)
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 201)
Perihal do'a di kabul Allah atau tidak, bila mengacu pendapat "Ibrahim Adam" Tuan Alim Bagdad yg wafat th162 H, ada 10 perkara penyebab do'a tertolak.
Sudah 4 perkara kutulis komentarnya dlm 3 kali publish. Dg assumsi ada sidang pembaca yg berkenan luangkan tempo membacanya, walau tdk "menjempol" atau tdk "ngomentar" pun tdk mengapa, yg penting pesan tlh tersampaikan.
Perkara yg ke 5 ku paparkan ditulisan ini. Yaitu menurut Ibrahim Adam "MERINDUKAN SURGA TETAPI TDK MELAKSANAKAN AMALAN-AMALAN SHALEH" menyebabkan hati menjadi MATI, hati yg MATI menjadi sebab do'a tertolak.
Di atas agaknya 2 untai ayat dpt jadi panduan kita agar dpt membuktikan diri ini masing-masing "MERINDUKAN SURGA" dg
1. Kian hari mempertebal iman
2. Malam harinya sdh merencanakan besok akan berbuat kebaikan apa. Ttg terlaksana atau tdk, kembali ke "la hau la wala kuata illa billah". Namun bila tak terealisir sdh bernilai SATU kebaikan, karena sdh berniat.
3. Ber-SABAR bila didera musibah, ber SYUKUR ketika medpt nikmat, ber-Tawakkal dlm berihtiar. PASRAH (REDHA) atas apapun ketentuan Allah memberikan hasil ihtiar/usaha kita.
Smg penulis dan para pembaca terhindar dari salah satu dari 10 penyebab matinya hati berdampak tertolaknya do'a tsb. Perkara penyebab matinya hati yg ke 6 sampai 10, Insha Allah disambung di tulisan selanjutnya.
Bila dpt dipetik kebaikan ditulisan ini datang dari Allah dan Rasul-Nya. Kalau terselip kekeliruan itu karena kealpaan dan kekurangan ilmuku, tlng dimaklumi dan sekaligus dimaafkan. Wallahu 'alam bishawab. Barakallahu fikum. Wslm. M. Syarif Arbi.

PROSES menentukan KUALITAS

Ibu rumah tangga mungkin sepakat dg saya, bila saya katakan: sambal di proses menggunakan Cobek, lain citarasanya bila di proses menggunakan Blender. Lain lagi citarasanya bila ditumbuk dalam lesung batu dengan alu dari batu. Juga akan lain citarasa tu sambal bila di hancurkan dg menggunakan alat penggiling. Alat penggiling tradisional yg doeloe biasa digunakan Nenekku. Penggilingan, berupa sebuah batu datar pesegi empat panjang k/l 50 x 30 cm, alat penggiling berupa slinder dari batu. Cabe berserta segala bumbunya di taroh di batu datar tsb sbg landasan, kemudian Nenekku dg kedua tangannya memegang slinder dari batu tsb. Tangan kiri diujung kiri, tangan kanan diujung kanan. Tumpukan cabe dan bumbu-bumbu digiling dg slinder tsb dg gerakan maju mundur. Sesekali hasil gilingan yg blm sempurna di kumpulkan ke tengah dengan menggunakan sendok dari "Upih" (potongan pangkal daun pohon pinang yg sdh jatuh).
Ke empat cara/proses melumatkan sambal itu hasil akhirnya sama-sama sambal (sambel = dialeg sebagian daerah). Citarasa dari masing-masing proses ternyata berbeda disebabkan lumatnya cabe bercampur berbagai bumbu itu menjadi satu dng nama baru "sambal" berbeda tekstur tergantung alat mem prosesnya.
Cobek menghasilkan sambal yg tak betul-betul lumat. Karenanya rasa masing bahan kadang dpt dirasakan partial, walau sdh masuk rasa dari komponen tercampur. Tekstur kadang msh ada yg berbentuk lembaran. Waspada lembaran cabe nempel di gigi, sebaiknya ngaca ssdh makan.
Sambal diproses pakai Blender, teksturnya berupa partikel halus berbutir-butir relatif sama bentuk dan ukuran. Karena masih butiran masing bumbu belum tentu tercampur terikat dlm satu butir, karena itu rasanyapun dpt dibedakan dg diproses pakai Cobek, Lesung batu dan penggilingan.
Sambal olahan Lesung batu, tekturnya gepeng, percampuran bumbu tumpang tindih dlm satu lempengan kecil berlapis. Makanya curarasanya beda dg bila diproses pakai alat-alat lainnya.
Sambal diproses dg Batu Giling, teksturnya demikian halus setiap butiran menyatu semua ramuan bahan sambal, tak heran rasanya begitu menyatu semua bumbu, pedas tdk berdiri sendiri sdh masuk rasa seluruh bumbu. Serta aromanya demikian senerbak, campuran dari seluruh unsur bahan sambal.
Tamsil ini dpt diambil buat segala macam proses kehidupan. Beda kualitas, orang yg sukses secara instan dg orang yg sukses melalui proses kerja keras. Hal yg sama dlm dunia pendidikan. Karier diranah ekonomi, sosial dan politik "PROSES MENENTUKAN KUALITAS".
Demikian pelajaran dpt dipetik dari SAMBAL.
Kenyataannya bahwa apa saja fenomena di sekitar kita bila kita renungkan mendalam dpt menjadi pelajaran.
Mari ditutup renungan ini dg cuplikan ayat 191 surat 3 (Ali'Imran)...........................................
ِ ۚ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًا ۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
"(............................... Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka)."
Barakallahu fikum, wallahu 'alam bishawab. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarkatuh. M. Syarif Arbi.

Tak sungguhan mencintai Rasulullah, hati kan MATI penghalang DO'A.

Menarik kita lanjutkan mengomentari pendpt Ibrahim bin Adam (seorang zuhud dan wara kenamaan awal abad ke 2 Hijriah yg wafat dlm jihad dimakamkan di Jabala, Suriah thn 162 H). Ketika Ibrahim bin Adam ditanya sekelompok orang di pasar bashrah Irak, ttg mengapa do'a mereka tdk terkabul, beliau menjawab, mungkin "hati kalian tlh mati oleh 10 perkara":
Perkara ke 1 ke 2 dan ke 3 sdh dikomentari di dua tulisan sblm ini. Kini dikomentari penyebab MATI nya HATI ke 4.yaitu:
4. Mengaku mencintai Rasulullah saw ttp meninggalkan sunnah-sunnahnya.
Allah perintahkan kaum muslimin mencintai Rasulullah lebih dari mencintai segala didunia ini terinci (QS. Surat 9 At-Taubah: Ayat 24)
قُلْ اِنْ كَانَ اٰبَآ ؤُكُمْ وَاَبْنَآ ؤُكُمْ وَاِخْوَانُكُمْ وَاَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيْرَتُكُمْ وَ اَمْوَالُ اِ قْتَرَفْتُمُوْهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَ مَسٰكِنُ تَرْضَوْنَهَاۤ اَحَبَّ اِلَيْكُمْ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَ جِهَادٍ فِيْ سَبِيْلِهٖ فَتَرَ بَّصُوْا حَتّٰى يَأْتِيَ اللّٰهُ بِاَمْرِهٖ ۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَ
"Katakanlah, Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik."
Diantara wujud cinta kpd Rasulullah adalah mengikuti sunnahnya.
Bgt banyak sunnah Rasul yg dpt diteladani, dari sejak bangun tidur sampai tidur lagi. Perilaku makan dan minum sampai cara mengeluarkan sisa makanan dan minuman itu setelah di cerna. Adab berkomunikasi yg tua ke yg muda dan sebaliknya, berkomunikasi sesama selevel, bersikap atasan dg bawahan dan sebaliknya. Bgmn bertetangga dan hubungan dg sanak keluarga. Bgmn jadi pemimpin dan diajarkan pula bgmn batasan taat kpd pemimpin. Pokoknya tak ada satupun contoh dari semua aspek kehidupan yg luput dicontohkan Rasulullah Muhammad saw. Sehingga Allah abadikan:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًا
"Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah."
(QS. Surat 33 Al-Ahzab: Ayat 21)
Semua perintah dan larangan Allah, terhimpun dlm Al-Qur'an yg ke asliannya terjamin.
Sedangkan sunnah Rasulullah mengacu kpd ucapan/perbuatan Rasulullah didengar/dilihat oleh para sahabat diteruskan kpd kita melalui para periwayat hadist. Ucapan para sahabat, perbuatan para sahabat yg dilegalir Rasulullah kemudian dikabarkan para periwayat peristiwa itu sampai kpd kita zaman kini.
Lebih 14 abad sdh Rasulullah wafat, wajar terjadi banyak persi ttg hadist, makanya terkelompoklah jenis-jenis hadist yg shahih, hasan, daif. Daif, ada yg sangat daif dan maudhu (palsu).
Mengikuti sunnah, acuannya tentunya i'tibar kpd hadist dan perbuatan Rasulullah selama hidup beliau serta perbuatan para sahabat sezaman Nabi tdk dicegah atau didiamkan oleh Rasulullah.
Perlu pula difahami bahwa tidak semua yg dilakukan Rasulullah boleh kita ikuti, karena ada diantaranya yg khusus hanya dpt dilakukan Rasulullah, berupa dispensasi untuk bilau. Ada juga mukzijat yg hanya diberikan Allah untuk nabi dan rasul-Nya. Atau berupa do'a beliau yg diijabah oleh Allah dimana kalau kita berdo'a yg sama belum tentu terkabul.
Sbgm dikemukakan di atas ttg kualitas hadist, tak jarang kita mendengar disuatu tauziah terkemukakan penceramah, hadist yg daif dan bahkan palsu.
Menyikapi hal tersebut agaknya patut kita menyaring tauziah yg mengemukan hadist-hadist, apakah hadist- hadist tsb terkelompok dlm hadist shahih, hasan atau daif, sangat daif, maudhu, agar terhindar kita menjalan sunnah seharusnya bukan.
Kemampuan untuk menyaring hadist dimaksud, medianya adalah belajar pada tempat yg benar, guru yg benar diiringi tak segan mempelajari berbagai sumber untuk membanding apa yg diperoleh dari pengajian-pengajian dg sumber lain.
Smg kiranya kita terhindar dari tidak mengikuti sunnah Rasulullah, karena mrpkan salah satu penyebab tertolaknya do'a. Dlm pada itu kitapun mohon agar Allah menghindarkan kita dari melaksanakan perbuatan berlebihan, dibuat-buat, yg mestinya tdk pernah dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabat beliau. Sebab telah dimurkai Allah ummat terdahulu yang mengurangi dlm beragama. Juga dimurkai Allah ummat terdahulu yg berlebihan dlm beragama.
Sahabat Rasulullah, Jabir bin Abdillah radhiallahu 'anhu, meriwayatkan bahwa Rasulullah pernah bersabda di dlm suatu khutbah: "...................................................
ُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ »
"................Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Al-Qur'an dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad, dan seburuk-buruk perkara adalah perkara-perkara yang baru dan semua bid'ah adalah kesesatan" (HR Muslim no 2042)
Dalam riwayat An-Nasaai ada tambahan
وَكُلُّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ ، وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ
"Dan semua perkara yang baru adalah bid'ah dan seluruh bid'ah adalah kesesatan dan seluruh kesesatan di neraka" (HR An-Nasaai no 1578)
Izinkan dlm tulisan ini saya sampaikan;
Wain yakun shawaban faminallah. Wa in yakun khathaan faminni waminanassyaitan,. Wallahu warasuluhu bari ani minhu. (Dan sekiranya benar, maka itu datang dari Allah. Dan sekiranya salah, maka berarti datangnya dariku sendiri dan dari syaitan. Allah serta RasulNya berlepas diri daripadanya). Untuk itu mhn dimaklumi sekaligus dimaafkan, satu dan lain karena kekurangan pengalaman dan ilmu ku. Barakallhu fikum. Wallahu 'alam bishawab
Wasslm M. Syarif Arbi.

Ngaku memusuhi Syaitan tapi ikuti ajakannya berdampak tertolaknya do'a.

Lanjut ttg pendpt Ibrahim bin Adam (seorang alim kenamaan awal abad ke 2 Hijriah yg wafat dlm jihad dimakamkan di Jabala, Suriah thn 162 H). Ketika ditanya sekelompok orang di pasar bashrah Irak, ttg mengapa do'a mereka tdk terkabul, beliau menjawab, mungkin "hati kalian tlh mati oleh 10 perkara":
yang ke 1 dan ke 2 tlh ditulis dikesempatan yl. Kini yg ke 3.
3. "Mengaku memusuhi syaitan/iblis ttp malah mengikuti ajakannya". Selalu meluncur dari mulut kalimat "aku berlidung kpd Allah dari godaan syaitan yg Allah kutuk".
Untuk menghidupan hati hendaklah kita patuhi anjuran Allah disurat 24 (An-Nur) ayat 21:
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ ۗ وَمَنْ يَّتَّبِعْ خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ فَاِنَّهٗ يَأْمُرُ بِالْـفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barang siapa mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya dia (setan) menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan mungkar.
Iblis sbg musuh utama manusia.
Baik kita cermati dialog Allah vs Iblis.
قَالَ فَبِمَاۤ اَغْوَيْتَنِيْ لَاَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيْمَ
"(Iblis) menjawab, Karena Engkau telah menghukum aku tersesat, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus,"
(Al-A'raf: Ayat 16)
ثُمَّ لَاٰ تِيَنَّهُمْ مِّنْۢ بَيْنِ اَيْدِيْهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ اَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَآئِلِهِمْ ۗ وَلَا تَجِدُ اَكْثَرَهُمْ شٰكِرِيْنَ
"kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur."
( Al-A'raf: Ayat 17).
KEDATANGAN IBLIS:
Dari depan; boleh jadi iblis akan masuk dari orang-orang yg kita jadikan acuan, dpt saja orang tua, orang berpengaruh, guru/ustazd, dosen pimpinan, atasan. Lataran mereka misalnya kita tersesat jalan dlm melakukan ibadah, dlm beragama.
Dari belakang; boleh jadi iblis memasukkan pengaruhnya dari orang-orang yg dibawah asuhan kita, dibawah kewenangan kita, orang-orang yg menjadikan kita panutannya. Dpt saja mereka ini jadi penyebab lalainya kita menjadi hamba Allah yg taqwa.
Dari kanan; mungkin dari rezeki yg baik dan halal yg kita dapatkan masuk rasa bangga bahwa itu semua atas kemampuan kita semata, menafikan pertolongan Allah. Ilmu yg dimiliki membuat bangga diri, diikuti meremehkan orang lain.
Dari kiri; dpt berupa rezeki yg kita dapat tidak halal atau samar-samar kehalalannya, tetapi kita anggap remeh tak merasa itu salah dan bahkan terus menerus menikmatinya tanpa menyesal/bertaubat. Mungkin juga berupa musibah atau kegagalan yg membuat kita tdk sabar, tdk redha menerima musibah itu. Padahal Allah telah memberitahukan:
مَاۤ اَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ فِى الْاَرْضِ وَلَا فِيْۤ اَنْفُسِكُمْ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مِّنْ قَبْلِ اَنْ نَّبْـرَاَهَا ۗ اِنَّ ذٰ لِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرٌ
"Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah"
( Al-Hadid Ayat 22)
لِّـكَيْلَا تَأْسَوْا عَلٰى مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوْا بِمَاۤ اٰتٰٮكُمْ ۗ وَاللّٰهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُوْرِ
"Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri,"
( Al-Hadid Ayat 23)
Bgt mungkin maksud iblis mendatangi manusia dari muka, belakang, kiri, kanan.
Dengan mengetahui kemungkinan arah datangnya iblis ini, smg kita dpt berjaga/menghindar, tidak termasuk orang yg mengikuti langkah syaitan dng dmk smg do'a kita di kabulkan Allah. Amien.
Izinkan kututup tulisan ini dng;
Wain yakun shawaban faminallah. Wa in yakun khathaan faminni waminanassyaitan,. Wallahu warasuluhu bari ani minhu.
Perkara yg membuat hati menjadi mati yg ke 4 sampai 10 insya Allah di tulisan berikut.
Barakallahu fikum. Waslm M. Syarif Arbi.

Mengenal Allah & membaca Al-Qur'an, mungkin jadi penghalang terkabulnya DO'A.

Ada yg bertanya; telah banyak berdo'a belum juga dikabulkan. Padahal Allah SWT berfirman dlm surat 40 (Ghafir) Ayat 60:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْۤ اَسْتَجِبْ لَـكُمْ ۗ
"Dan Tuhanmu berfirman, Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.
Adapun syarat berdo'a merujuk pada petunjuk Allah di Al-Qur'an surat 7 (Al-A'raf) 55 dan 56 y.i.:
1. Rendah hati dan suara yg lembut.
اُدْعُوْا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَّخُفْيَةً
(Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut)
2. Rasa takut (kpd Allah) dan penuh harap.
وَادْعُوْهُ خَوْفًا وَّطَمَعًا
(Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap).
Ternyata syarat sdh dilakoni namun do'a tak kunjung terkabul. Perlu diperiksa apakah hati orang yg berdo'a sudah mati.
Ibrahim Adam (seorang alim kenamaan permulaan abad ke 2 Hijriah, wafat dlm jihad dimakamkan di Jabala, Suriah thn 162 H). Ketika ditanya sekelompok orang di pasar bashrah Irak, ttg mengapa do'a mereka tdk terkabul, beliau menjawab, mungkin "hati kalian tlh mati oleh 10 perkara":
1. "Mengaku mengenal Allah ttp tdk menunaikan hak-hak Nya". Tentu saja maksudnya agar hati ini hidup seharusnya menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah, terangkum dlm "Taqwa". Hak-hak Allah a.l. dpt kita ketahui melalui Al-Qur'an surat Al-An Am 57, At-Taubah 13, Al Mu'minun 32.
اِنِ الْحُكْمُ اِلَّا لِلّٰهِ ۗ يَقُصُّ الْحَـقَّ وَهُوَ خَيْرُ الْفٰصِلِيْنَ
"............. Menetapkan (hukum itu) hanyalah hak Allah. Dia menerangkan kebenaran dan Dia pemberi keputusan yang terbaik."
(QS. Al-An'am Ayat 57)
Jadi bila kita tdk lagi memakai hukum Allah dlm hidup dan kehidupan ini, berarti kita sdh tdk lagi menunaikan hak-hak Allah.
HAK Allah untuk ditakuti.
فَاللّٰهُ اَحَقُّ اَنْ تَخْشَوْهُ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
"................padahal Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti, jika kamu orang-orang beriman."
(QS. At-Taubah Ayat 13).
Jika kita mulai takut dg selain Allah indikasi hati mulai mati.
HAK untuk disembah.
...... اعْبُدُوا اللّٰهَ مَا لَـكُمْ مِّنْ اِلٰهٍ غَيْرُهٗ ۗ اَفَلَا تَتَّقُوْنَ
".............. Sembahlah Allah! Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?"
(QS. Al-Mu'minun Ayat 32)
Memang, kita tak menyembah dlm arti rukuk dan sujud kpd sesuatu selain Allah. Tapi kadang perlakuan mengutamakan pekerjaan, mengutamakan perintah atasan melalaikan/tdk penyembahan kpd Allah, barangkali ini mendekati maksud menyembah selain Allah.
2. "Membaca kitab- Nya ttp tdk mengamalkan isinya". Kita artikan mungkin maksud tuan alim ini, ialah hati itu baru hidup bila membaca Al-Qur'an bukan hanya ngejar target hatam sekian kali (kebiasaan bulan Ramadhan), ttp harus difahami maknanya dan diamalkan dlm menjalankan hidup.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
يَخْرُجُ نَاسٌ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ وَيَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ ، يَمْرُقُونَ مِنَ الدِّينِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ ، ثُمَّ لاَ يَعُودُونَ فِيهِ حَتَّى يَعُودَ السَّهْمُ إِلَى فُوقِهِ
“Akan keluar manusia dari arah Timur dan membaca Al Qur’an namun tidak melewati kerongkongan mereka. Mereka melesat keluar dari agama sebagaimana halnya anak panah yang melesat dari busurnya. Mereka tidak akan kembali kepadanya hingga anak panah kembali ke busurnya” (HR. Bukhari)
Wain yakun shawaban faminallah. Wa in yakun khathaan faminni waminanassyaitan,. Wallahu warasuluhu bari ani minhu. (Dan sekiranya benar, maka itu datang dari Allah. Dan sekiranya salah, maka berarti datangnya dariku sendiri dan dari syaitan. Allah serta RasulNya berlepas diri daripadanya). Untuk itu mhn dimaklumi sekaligus dimaafkan, satu dan lain karena kekurangan pengalaman dan ilmu ku.
Perkara MATINYA HATI, ke 3 dstnya sampai 10 insya Allah kan diteruskan di tulisan berikut. Smg dg 2 indikasi matinya hati tsb diatas, kita dpt menghidupkan hati kita agar do'a kita tak tertolak. Amien.
Barakallahu fikum. Wallahu 'alam bishawab. Waslm M. Syarif Arbi.