Wednesday, 30 September 2026

GHIBAH Sumber MASALAH

Disusun: M. Syarif Arbi No: 1.444.04.09-2026 Diartikel sebelum ini disebutkan bahwa lobang tersedia buat bocornya simpanan kebaikan (pahala) bakal bekal di akhirat bagi setiap insan terdapat 7 saluran: (1). Riya' Langsung., (2). Riya' Digital (Pamer Kebaikan di Media Sosial)., (3). Sum’ah (ingin didengar) amal baik., (4), Menyebut-nyebut Kebaikan (Al-Mann) & Menyakiti Perasaan., (5). Dengki dan Hasad., (6), Ghibah, Membicarakan Aib Orang Lain & Mencemarkan Nama Baik orang lain., (7). Ibadah dicampur maksiat. Dikesempatan ini, mari kita bicarakan saluran ke (6) bocornya pahala lantaran *Ghibah*. Ghibah adalah *amalan mulut, amalan lidah* yaitu: (a). Membicarakan Aib Orang Lain., (b). Mencemarkan Nama Baik orang lain., (c). Bergunjing., (d), Memfitnah., (e). Mencela orang lain. Lebih rinci mestinya sub title *Gibah* dapat diurai lebih jauh. Ada beda tipis *membicarakan aib orang lain*, dengan *mencemarkan nama baik orang lain*, tidak sama persis pengertian *menggunjing, memfitnah, mencela orang lain*. Namun biarkanlah artikel nomor ini hanya menitik beratkan tentang *GIBAH* *Masalah Ghibah dalam Bermasyarakat* Ghibah adalah membicarakan keburukan atau kekurangan orang lain ketika orang tersebut tidak ada, meskipun apa yang dibicarakan itu sesungguhnya benar2 merupakan keburukan orang yang dibicarakan. Dalam kehidupan bermasyarakat, ghibah dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, antara lain: *Pertama; Menimbulkan permusuhan*. Bilamana orang yang menjadi bahan pembicaraan mengetahui keburukan dirinya telah dibicarakan maka dianya akan sakit hati, berdampak hubungan antarwarga menjadi renggang, bukan mustahil jadi permusuhan. Apalagi bila pas membicarakan keburukan seseorang, orang yang di bicarakan tiba2 muncul, akan terjadilah pertengkaran. Dapat saja terjadi ketika membicarakan keburukan seseorang, diantara pendengarnya adalah sahabat atau kerabat orang yang di ghibah, maka akan terjadi, setidaknya adu argumentasi, boleh jadi terjadi pertengkaran. *Kedua; Merusak kepercayaan* Dalam hal seseorang; katakanlah teman kita, family kita, tetangga kita, kebiasaan menyebar *gossip*. Maka terhadap orang itu kepercayaan kita akan menurun, bahkan bisa hilang. Karena kalau dianya hobby *bergossip* tentang orang lain, dalam kesempatan lain dia akan *meng-gossip-kan* diri kita. *Ketiga; Memicu konflik*. Informasi yang disampaikan dari satu orang ke orang lain dapat berubah atau ditambah-tambahkan sehingga menimbulkan perselisihan. Menciptakan lingkungan sosial yang tidak sehat, terciptalah masyarakat yang terbiasa membahas kekurangan orang lain daripada menyelesaikan masalah sendiri. Sibuk ngurus kelemahan orang lain, kurang perhatian kepada kelemahan diri sendiri. *Keempat; Menghimpun dosa.* Di dalam perspektif agama *ghibah* sangat dilarang, terdapat sejumlah ayat dalam Al-Qur’an melarang. Manusia peng *ghibah*, diancam dengan dosa yang besar. Dipetik beberapa diantara ayat yang berkaitan dengan *ghibah*: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّ ۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًا ۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُ ۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ ۝١٢ _*Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak prasangka! Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah! Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.*_ (Al-Hujurat ayat 12). إِذْ تَلَقَّوْنَهُۥ بِأَلْسِنَتِكُمْ وَتَقُولُونَ بِأَفْوَاهِكُم مَّا لَيْسَ لَكُم بِهِۦ عِلْمٌ وَتَحْسَبُونَهُۥ هَيِّنًا وَهُوَ عِندَ ٱللَّهِ عَظِيمٌ _*(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar.*_ (An-Nur ayat 15) إِنَّ ٱلَّذِينَ يُحِبُّونَ أَن تَشِيعَ ٱلْفَٰحِشَةُ فِى ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةِ ۚ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ _*Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui.*_ (An-Nur ayat 19) مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ اِلَّا لَدَيْهِ رَقِيْبٌ عَتِيْدٌ ۝١٨ _*Tidak ada suatu kata pun yang terucap, melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).*_ (Qaf ayat 18) ۞ لَّا يُحِبُّ ٱللَّهُ ٱلْجَهْرَ بِٱلسُّوٓءِ مِنَ ٱلْقَوْلِ إِلَّا مَن ظُلِمَ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ سَمِيعًا عَلِيمًا _*Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.*_ (An-Nisa 148) وَلَا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍ مَّهِينٍ هَمَّازٍ مَّشَّآءٍۭ بِنَمِيمٍ مَّنَّاعٍ لِّلْخَيْرِ مُعْتَدٍ أَثِيمٍ _*Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, Yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah,Yang banyak menghalangi perbuatan baik, yang melampaui batas lagi banyak dosa,*_(Al-Qalam 10-12). Dosa ghibah ini adalah produk mulut/lidah, maka hendaklah kita berhati-hati menggunakan lidah ini. Jangan sampai lidah banyak digunakan untuk ber ghibah, ber gossip. Diingatkan Allah perkara dosa lidah, disamping surat Qaf ayat 18 dikutip diatas, ketahuilah bahwa lidah akan menjadi saksi di hadapan mahkamah Allah nanti. يَّوْمَ تَشْهَدُ عَلَيْهِمْ اَلْسِنَتُهُمْ وَاَيْدِيْهِمْ وَاَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ _*pada hari (ketika) LIDAH, tangan, dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.*_ (An-Nur: 24) Yaa Allah jauhkanlah lidah kami dari kebiasaan berghibah, kerena akan membocorkan bekal amal kami untuk akhirat dan sumber masalah ketika di dunia. آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ بارك الله فيكم وَ الْسَّــــــــــلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Jakarta, 30 September 2026/18 Rabiul Akhir 1448 H.

No comments:

Post a Comment