Wednesday, 23 September 2026
DENGKI menyiksa DIRI
Disusun: M. Syarif Arbi
No: 1.443.03.09-2026
Melanjutkan artikel tentang *”Bocornya Pundi-Pundi Pahala”*, salah satu diantaranya *Dengki atau Hasad*. Dengki adalah *perasaan tidak senang melihat orang lain mendapatkan keberuntungan, kesuksesan, atau kebahagiaan, disertai keinginan agar orang tersebut kehilangan atau tidak menikmati hal itu.* Dampak buruk bila diri dihinggapi rasa iri/dengki atau hasad kepada orang lain, maka:
*Pertama; Resah, Gelisah.*
Hati menjadi tidak tenang, karena terus membandingkan diri dengan orang lain.
Bagi sesorang pendengki, akan membandingkan misalnya; kanapa orang lain sukses, berhasil, dirinya tidak, padahal dirinya tak kalah ditinjau dari kecerdasan, pendidikan maupun kemampuan, dan usaha. Tiap hari pendengki akan resah, gelisah hanya untuk memikirkan kenapa dirinya tidak dapat melebihi orang lain, minimal sama dengan orang lain.
*Kedua; Merusak Relationship*
Pendengki, akan merasa tidak nyaman berhubungan dengan sesorang yang didengkinya. Menghindar untuk bertemu apalagi beramah tamah dengan orang yang di dengki. Yang ada biasanya menyindir mencari-cari kelemahan, kesalahan orang yang di dengki. Setiap orang ada yang menyukai atau pendukung, ada pula pihak yang sebaliknya, maka akan timbul pro dan konrtra, merusak relationship dalam masyarakat setidaknya dalam skala kecil, dilingkungan.
*Ketiga; Berpotensi berbuat buruk*
Berawal dari pengertian dengki telah disebutkan di awal artikel ini, tak jarang si pendengki melakukan upaya untuk menghilangkan keberuntungan, kesuksesan, kebahagiaan orang yang di dengkinya dengan berbagai jalan perbuatan buruk. Memfinahpun kadang dilakukan, menyebarkan isu2 negative untuk orang yang di dengkinya misalnya *“kekayaannya dari korupsi, kekayaannya karena pesugihan, memelihara tuyul, pencucian uang dll hal yang negative”*
Keresahan, kegelisahan, rusaknya relationship dan berpotensi melakukan perbuatan buruk. Perbuatan buruk itu menyita pemikiran dan juga waktu mengatur siasat, sehingga menyiksa diri sendiri. *Gelisah, resah* selain menyiksa diri, membuat pikiran menjadi tidak focus. Rusaknya relationship mempendek langkah dalam berkegiatan. Melakukan perbuatan buruk akan diiringi risiko yang mungkin akan terjadi, baik didunia apalagi di akhirat.
Bagi orang beriman ketika potensi dengki akan menghampiri diri hendaklah menyadari bahwa Allah sudah mengatur rezeki, keberuntungan, masing2 orang, bahkan jauh sebelum diri dilahirkan. Semboyannya *Rezeki tak akan tertukar*.
إِنَّ رَبَّكَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ إِنَّهُ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًا
_*“Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya; Sesungguhnya Dia Maha mengetahui lagi Maha melihat akan hamba-hamba-Nya.”*_ (QS. Al Isra’: 30)
وَٱللَّهُ فَضَّلَ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ فِى ٱلرِّزْقِ ۚ
_*”Dan Allah melebihkan sebagian kamu dari sebagian yang lain dalam hal rezeki, ……“*_ (surat-an-nahl-ayat-71)
Orang2 beriman memahami bahwa; *Rezeki Bukan hanya uang*; Rezeki mencakup kesehatan, ketenangan, keluarga saleh, dan ilmu (sesuatu yang mendatangkan manfaat).
Kelapangan dan kesempitan adalah cara Allah menguji syukur atau kesabaran orang beriman. Sifat orang beriman tercermin dari sanggupkah diri bersabar ketika dalam kesempitan, kesulitan, mampukah dianya bersyukur ketika mendapatkan kebahagiaan.
عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
_*“Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruh urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, ia bersyukur, itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, ia bersabar, itu pun baik baginya.”*_ (HR. Muslim no. 2999)
Tidak meratanya rezeki dibagikan Allah kepada setiap manusia justru itu merupakan wujud dari keadilan Allah, karena jika semua sama setara, maka fungsi sosial, kerja sama, dan dinamika hidup dunia tidak berjalan, masing2 manusia jadinya tidak saling membutuhkan. Rasulullah Muhammad ﷺ bersabda:
إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ
_*"Jauhilah oleh kalian hasad (dengki), karena hasad memakan kebaikan-kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar."*_ (Hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud (Hadist No. 4903)
Yaa Allah jauhkanlah kami dari sifat hasad dan dengki, kerena akan merusak diri kami sendiri.
آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
بارك الله فيكم
وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Jakarta, 23 September 2026/11 Rabiul Akhir 1448 H.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment