Friday, 28 August 2026
PENYELAMAT & PENCELAKA MANUSIA
Disusun: M. Syarif Arbi
No: 1.439.07.08-2026
Rabiul Awal (sebagai bulan Kelahiran Rasulullah), ketika tulisan ini diturunkan, mari kita usahakan untuk selalu mengingat apa saja yang pernah dicontohkan Nabi Muhammad ﷺ, merupakan sesuatu yang diperintahkan beliau, demikian juga hal2 yang dihindari oleh beliau karena Allah telah berfirman:
وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا
Artinya: _*” Apa yang diberikan Rasul kepadamu terimalah. Apa yang dilarangnya bagimu tinggalkanlah.”*_ (Al-Hasyr: 7).
Terdapat 3 hal merupakan perintah dari Allah dan Rasul-Nya yang dapat *menyelamatkan manusia*. Dan …. terdapat 3 larangan Allah dan Rasul-Nya yang dapat *mencelakakan manusia*.
*3 Hal yang Menyelamatkan Manusia*
*PERTAMA: Takut dan taqwa kepada Allah* dalam keadaan tersembunyi (sendirian) maupun terang-terangan di hadapan orang banyak. Allah berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ
_*“Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya dalam keadaan tidak terlihat oleh manusia, mereka memperoleh ampunan dan pahala yang besar.”*_ (QS. Al-Mulk: 12)
Ayat ini sangat jelas bahwa salah satu ciri orang beriman adalah tetap takut kepada Allah ketika sendirian, saat tidak ada manusia yang melihat.
*KEDUA; Bersikap sederhana* atau moderat dalam keadaan bagaimanapun.
Dikesempatan artikel singkat ini dikutip satu ayat tentang bersikap sederhana, mestinya ada 3 ayat yaitu QS. Al-A’raf ayat 31, QS. Al-Isra ayat 26–27 dan yang kita kutip sekarang QS. Al-Furqan ayat 67:
وَالَّذِيْنَ اِذَآ اَنْفَقُوْا لَمْ يُسْرِفُوْا وَلَمْ يَقْتُرُوْا وَكَانَ بَيْنَ ذٰلِكَ قَوَامًا ٦٧
_*“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan dan tidak pula kikir, tetapi berada di tengah-tengah antara keduanya.”*_
Ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan keseimbangan dalam menggunakan harta, tidak kikir namun tidak boros.
*KETIGA; Berlaku adil* dan berkata benar dalam kondisi ridha (suka) maupun saat marah. Ada beberapa dalil Al-Qur’an yang berkaitan dengan berlaku adil sehingga menyelamatkan kehidupan manusia: Al-Qur’an mendalilkan berlaku adil menyelamatkan manusia dengan mengemukakan di surat Al-Ma’idah, dan di surat An-Nisa:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُونُوا۟ قَوَّٰمِينَ لِلَّهِ شُهَدَآءَ بِٱلْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَـَٔانُ قَوْمٍ عَلَىٰٓ أَلَّا تَعْدِلُوا۟ ۚ ٱعْدِلُوا۟ هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ
Artinya: _*”Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”*_ (QS. Al-Ma’idah ayat 8)
۞ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُونُوا۟ قَوَّٰمِينَ بِٱلْقِسْطِ شُهَدَآءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَىٰٓ أَنفُسِكُمْ أَوِ ٱلْوَٰلِدَيْنِ وَٱلْأَقْرَبِينَ ۚ إِن يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقِيرًا فَٱللَّهُ أَوْلَىٰ بِهِمَا ۖ فَلَا تَتَّبِعُوا۟ ٱلْهَوَىٰٓ أَن تَعْدِلُوا۟ ۚ وَإِن تَلْوُۥٓا۟ أَوْ تُعْرِضُوا۟ فَإِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا
Artinya: _*”Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.”*_ (Surat An-Nisa Ayat 135)
*3 Hal yang Mencelakakan (Membinasakan) Manusia.*
*PERTAMA; Kekikiran yang ditaati* atau sifat bakhil dan rakus yang berlebihan terhadap harta, dapat dicermati surat Al-Lail ayat 8 – 10:
وَأَمَّا مَنْ بَخِلَ وَاسْتَغْنَىٰ
وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَىٰ
فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَىٰ
_*"Dan adapun orang yang kikir dan merasa dirinya cukup (tidak perlu pertolongan Allah),"*_
_*"Dan mendustakan (pahala) yang terbaik,"*_
_*"Maka kelak Kami akan memudahkan baginya jalan kesukaran (kesusahan)."*_
*KEDUA; Hawa nafsu yang diikuti* tanpa mengindahkan petunjuk agama.
فَلَا يَصُدَّنَّكَ عَنْهَا مَنْ لَّا يُؤْمِنُ بِهَا وَاتَّبَعَ هَوٰىهُ فَتَرْدٰى ١٦
_*”Janganlah engkau dipalingkan darinya (iman pada hari Kiamat) oleh orang yang tidak beriman padanya dan mengikuti hawa nafsunya sehingga engkau binasa”*_ (Surat Thaha 16)
*KETIGA; Ujub terhadap diri sendiri* atau merasa bangga diri yang berlebihan atas kemampuan dan prestasi diri. Menganggap diri paling pandai paling tau, segala macam paling. Ucapannya kadang *“kalau bukan karena saya ……..”*, *kalau saya tidak turun tangan mungkin sampai sekarang belum selesai*. Hati2 berucap seperti ini, kadang ringan mengucapkannya, sementara orang yang mendengarkan taulah awak sedang berbangga diri, sedang dalam pengaruh *Ujub*, apalagi Allah sangat lebih mengetahui tentang diri awak sudah masuk diperangkap *Ujub*. Sikap seperti ini tidak disukai Allah, termuat dalam Al-Qur’an:
فَلَا تُزَكُّوْٓا اَنْفُسَكُمْۗ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقٰىࣖ ٣٢
_*”Maka, janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dia lebih mengetahui siapa yang bertaqwa.”*_ (An-Najm 32)
Oleh karena itu, marilah kita memohon kepada Allah agar selalu diberikan kekuatan untuk selalu konsisten dalam mengikuti jalan yang dapat *menyelamatkan kehidupan* dan menjauhi sikap dan sifat yang dapat *membawa kebinasaan* dunia dan akhirat.
آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
بارك الله فيكم
وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Jakarta, 28 Agustus 2026/15 Rabiul Awal 1448 H.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment