Monday, 17 August 2026
IMAN KONSISTEN
Disusun: M. Syarif Arbi
No: 1.437.05.08-2026
Jika di renungkan akan perilaku manusia di sekitar kita *perihal iman*, maka terdapat 5 (lima) kelompok manusia dalam menyikapi *iman* yaitu: 1. *Manusia Beriman, konsisten* atau istiqamah atas keimanannya., 2. *Manusia tidak Beriman*, menolak segala rukun imam., 3. *Manusia beriman sebagain*, dimana hanya mengimani sebagian rukun iman., 4. Manusia *beriman, tetapi tidak beramal* menurut keimanannya., 5. Manusia *berpura-pura beriman*.
Terbatasmya ruang tulis, dalam artikikel ini tidak dibicarakan semua dari 5 (lima) *sikap manusia terhadap “imam”* tersebut diatas, إِنْ شَاءَ اللَّهُ akan ditulis diartikel yang akan datang. Sedang diartikel ini hanya dibicarakan *Sikap manusia beriman konsisten*.
Tanda2 Utama seorang yang terkelompok Beriman dengan Konsisten adalah:
*PETAMA:* Konsisten melaksanakan shalat disertai memelihara shalat dengan khusuk dalam pengertian tidak meninggalkan shalat dalam keadaan apapun. Seperti jelas terdalilkan dari surat Al-Mu’minun ayat 2 dan ayat 9 serta surat Al-Anfal ayat 3:
الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ
_*(yaitu) orang yang khusyuk dalam salatnya,*- (Al-Mu’minun ayat 2),
وَالَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ
_ *serta orang-orang yang memelihara salat mereka.*_ ((Al-Mu’minun ayat 9)
الَّذِيْنَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَۗ ٣
_*(yaitu) orang-orang yang melaksanakan salat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.*_ (surat Al-Anfal ayat 3)
*KEDUA:* Menjauhkan diri dari perbuatan yang sia-sia, takut berbuat dosa sekalipun hanya dengan lisan,. Hal2 tersebut dapat disarikan antara lain dari surat Al-Mu’minum ayat 3 dan Surat At-Taubah ayat 119.
وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ
_*dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna,*_ (Al-Mu’minun ayat 3)
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ
_*"Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan tetaplah bersama orang-orang yang benar!"*_ (At-Taubah ayat 119)
*KETIGA*: Menunaikan zakat, selalu berinfak
وَالَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَاةِ فَاعِلُونَ
_*”dan orang yang menunaikan zakat,”*_ (Al-Mu’minun ayat 4).
Juga surat Ali Imran 134,
ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِى ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ
_*”(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, ……………….”*_
*KEEMPAT*: Sanggup kendalikan emosi dan pemaaf, lanjutan surat Ali-Imran 134,
“…………. وَٱلْكَٰظِمِينَ ٱلْغَيْظَ وَٱلْعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِ ……………………….”
-*”dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. …………..”*_
*KELIMA*: Memenuhi janji,
وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ
_*”dan orang-orang yang memelihara amanat dan janjinya,”*_ (Al-Mu’minun ayat 8)
*KEENAM: Menjauhi dosa Zina*
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةًۗ وَسَاۤءَ سَبِيْلًا ٣٢
_*”Janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya (zina) itu adalah perbuatan keji dan jalan terburuk”*_. (Al-Isra ayat 32)
وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ
_*”dan orang yang memelihara alat kelaminnya,*”- (Al-Mu’minun ayat 5)
*KETUJUH*: Selalu merasa diawasi Allah, tetap taat ketika sendirian, sehingga berhati-hati dalam bertindak/berbuat, bahkan berpikir sekalipun, karena keimanannya yakin bahwa, Allah mengetahui apa yang dilahirkan dan apa yang tersembunyi didalam hati sekalipun. Selalu terpatri pada diri akan surat Al-Mulk Ayat 13, surat At-Taghabun ayat 4 dan surat An-Nahl ayat 19.
وَأَسِرُّوا۟ قَوْلَكُمْ أَوِ ٱجْهَرُوا۟ بِهِۦٓ ۖ إِنَّهُۥ عَلِيمٌۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ
_*”Dan rahasiakanlah perkataanmu atau lahirkanlah; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.”*_ (Surat Al-Mulk Ayat 13)
يَعْلَمُ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَيَعْلَمُ مَا تُسِرُّوْنَ وَمَا تُعْلِنُوْنَۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌ ۢ بِذَاتِ الصُّدُوْر
_*"Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi, dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati”.*_ (At-Taghabun ayat 4)
وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تُسِرُّوْنَ وَمَا تُعْلِنُوْنَ
_*”Dan Allah mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan.”*_ (An-Nahl ayat 19).
*KEDELAPAN*: Tidak berubah karena keadaan; ketika mendapat nikmat bersyukur, ketika mendapat ujian bersabar. Surat Al-Hadid ayat 32 dijadikan pedoman;
لِّـكَيۡلَا تَاۡسَوۡا عَلٰى مَا فَاتَكُمۡ وَلَا تَفۡرَحُوۡا بِمَاۤ اٰتٰٮكُمۡؕ وَاللّٰهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخۡتَالٍ فَخُوۡرِۙ
_*”Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan jangan pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri.”*_
*KESEMBILAN*: Hati selalu dekat kepada Allah, salah satu wujudnya apabila mendengar dibacakan ayat2 Al-Qur’an bertambah imannya.
إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتُهُۥ زَادَتْهُمْ إِيمَٰنًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
_*”Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.”*_ (Surat Al-Anfal Ayat 2)
*KESEPULUH*: Tidak merasa *“paling”*, terus menerus memperbaiki diri. Orang beriman selalu mengingat Surat An-Najm ayat 32 berisi tentang sifat orang bertaqwa yang menjauhi dosa besar, luasnya ampunan Allah SWT bagi dosa-dosa kecil (al-lamam), serta larangan agar manusia tidak menganggap diri *paling* suci atau membanggakan diri sendiri karena Allah-lah yang paling tahu siapa yang paling bertaqwa.
ٱلَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَٰٓئِرَ ٱلْإِثْمِ وَٱلْفَوَٰحِشَ إِلَّا ٱللَّمَمَ ۚ إِنَّ رَبَّكَ وَٰسِعُ ٱلْمَغْفِرَةِ ۚ هُوَ أَعْلَمُ بِكُمْ إِذْ أَنشَأَكُم مِّنَ ٱلْأَرْضِ وَإِذْ أَنتُمْ أَجِنَّةٌ فِى بُطُونِ أُمَّهَٰتِكُمْ ۖ فَلَا تُزَكُّوٓا۟ أَنفُسَكُمْ ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ ٱتَّقَىٰٓ
_*” (Yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu maha luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertaqwa.”*_ (Surat-An-Najm ayat 32)
Semoga Allah membimbing kita semua sehingga menjadi hamba2 Allah yang konsisten dalam beriman.
آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
بارك الله فيكم
وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Jakarta, 17 Agustus 2026/4 Rabiul Awal 1448 H.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment