Thursday, 21 May 2026

QURBAN PERTAMA

Dirangkum: M. Syarif Arbi No: 1.419.07.05-2026 Beberapa hari lagi, kita semua ber hari raya Idul Adha, di tandai dengan memotong hewan qurban setelah melaksanakan shalat sunah *Idul Adha*. Ibadah qurban, salah satu ibadah tertua di dunia ini. Ritual Qurban yang pertama kali dilakukan oleh manusia dilaksanakan oleh dua orang anak Nabi Adam yaitu *Habil dan Qabil*. Dua bersaudara ini disuruh berqurban oleh bapak mereka, Nabi Adam, sebagai media untuk Nabi Adam memutuskan sengketa calon istri. Siti Hawa, melahirkan selalu kembar *“fraternal”* atau *“dizigotik”* yaitu seorang bayi lelaki dan seorang bayi perempuan disatu kali kelahiran, kedua bayi itu disebut saudara sekandung, hanya sekali yang tunggal, yaitu saat melahirkan *Nabi Syits*, yang lahir menggantikan Habil karena dibunuh saudaranya sendiri, Qabil. Ketentuan di zaman Nabi Adam, karena belum ada manusia lain, maka anak2 mereka dinikahkan silang sesaudara, dengan aturan anak2 kembar sekandung tidak boleh menikah. *Qabil* lahir bersama dengan saudari satu kandung yang bernama *Iqlima*. Konon, *Iqlima* terlahir sebagai wanita berparas *cantik rupawan*. Sementara Habil lahir dengan saudari kandung bernama *Labuda*, tidak secantik *Iqlima*. Sesuai aturan yang berlaku, maka *Qabil harus menikah dengan Labuda*. *Sementara Habil menikahi Iqlima*. Qabil tidak terima. Ia hanya mau menikahi saudari satu kandungnya, Iqlima, yang memiliki paras cantik rupawan. Menyikapi sengketa itu, Nabi Adam as mengadakan semacam kompetisi kepada kedua putranya itu dengan memerintahkan untuk berqurban. Barang siapa yang qurbannya diterima oleh Allah swt, dia lah yang lebih berhak menikah dengan Iqlima. Ketika itu sebagai tanda qurban diterima, apabila material yang diqurbankan disambar oleh api yang turun dari langit. Al-hasil ritual qurbanpun dilaksanakan; Qabil yang seorang petani berqurban dengan hasil kebun miliknya. Sementara *Habil yang hidup sebagai peternak berqurban dengan seekor kambing terbaik yang ia miliki*. Qurban Habil diterima Allah swt, sedangkan *qurban Qabil tertolak lantaran Qabil berqurban dengan hasil tanaman yang buruk*. Di kisah ini diketahui bahwa material qurban ketika itu belum ditetapkan berupa hewan, agaknya sesuai dengan kepemilikan hasil usaha masing2. Dari persembahan qurban yang dikeluarkan masing-masing Qabil dan Habil, dapat dinilai, mana yang benar-benar ikhlas, dan mana yang tidak ikhlas. Ditolaknya qurban Qabil mengindikasikan bahwa Qabil bukanlah seorang yang ikhlas dan bertaqwa serta taat kepada Allah swt. Usai qurbannya tertolak sempat terjadi dialog Habil dan Qabil, diabadikan di surat Al Ma’idah ayat 27: Qabil berkata: لَأَقۡتُلَنَّكَۖ إِ = sungguh aku akan membunuhmu. Habil menjawab: إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ ٱللَّهُ مِنَ ٱلۡمُتَّقِينَ = sesungguhnya Allah hanya menerima qurban dari orang yang taqwa. Peristiwa perebutan *Iqlima*, dilanjutkan dengan melaksanakan *qurban*, sesuai perintah Nabi Adam, untuk menguji siapakah yang paling ikhlas. Berkesudahan dengan Pembunuhan manusia pertama di muka bumi ini dilakukan oleh QABIL membunuh saudaranya sendiri, HABIL. Dari peristiwa ini dapat kiranya dipetik penyebab terjadinya kemungkaran a.l.: 1. Kecenderungan memperturutkan hawa nafsu, kendatipun harus memaksakan kehendak, walaupun dengan tidak menta’ati ketentuan yang berlaku. Berlaku ketentuan di era nabi Adam, *Pernikahan Silang*, Qabil tidak setuju, karena Iqlima lebih cantik dari pada Labuda. 2. Faktor Iri hati, disebabkan Qurban Habil diterima oleh Allah, sedangkan Qabil, qurbannya tertolak. Qabil iri hati karena Habil bakal dapat istri lebih cantik. 3. Ternyata memang manusia sejak semula, terkelompok sekurangnya dua golongan; kelompok *fujuraha* dan kelompok *taqwaha* (lihat surat Asy-Syams ayat 8) perwujudan dalam kasus ini yaitu: a. Orang yang sangat sayang kepada hartanya, kalaulah untuk keperluan ibadah dipilihnya yang paling tidak dapat dimanfaatkan lagi. Qabil memilih sesuatu buat qurban, dari hasil pertanian yang sudah tak layak dimakan, bahkan dirinya sendiripun tak akan mau memakan hasil peratanian yang dibuatnya material qurban itu. b. Orang yang bila untuk kepentingan ibadah, rela menggunakan miliknya yang terbaik, contoh si Habil berqurban dengan hewan ternaknya yang terbaik. 4. Ikhlas adalah kunci dari diterimanya semua ibadah oleh Allah, termasuk ibadah qurban. Salah satu tanda ikhlas adalah mampu memberikan harta kita yang paling terbaik, bukan sebaliknya memilihkan yang tidak dapat dipakai lagi oleh kita barulah digunakan buat sedekah misalnya. 5. Guna memperturutkan hawa nafsu dibalut iri dan dengki, seseorang tega walau sampai harus, menjegal sahabat seiring, menggunting dalam lipatan, contoh si Qabil tega membunuh saudaranya sendiri Habil. Ritual Qurban yang pertama kali di atas bumi ini dilaksanakan putra nabi Adam, Habil dan Qabil, dialanjutkan dengan ritual Qurban yang kedua; ialah qurban Nabi Ibrahim mengorbankan putranya Nabi Ismail, kemudian diganti Allah dengan seekor domba. Kini kita semua akan melaksanakan ritual qurban (tak salah,…. mungkin jika disebut ritual qurban yang ke tiga), sebab nabi Ibrahim diperintah Allah menyembelih anaknya nabi Isma’il, yang kemudian diganti Allah dengan domba. Sedangkan kita sekarang meneruskan contoh nabi Ibrahim dengan menyembelih hewan ternak, dicontohkan pula oleh Rasulullah Muhammad ﷺ dilaksanakan sesudah Shalat Idul Adha. Ritual qurban pertama di atas dunia ini, dilaksanakan oleh putra nabi Adam: 1. Atas perintah nabi Adam, untuk menentukan pilihan istri, 2. Sekaligus juga untuk membuktikan ketaqwaan kepada Allah. 3. Material yang diqurbankan sesuai apa hasil usaha yang dimiliki masing2. Ritual qurban kedua di dunia ini oleh nabi Ibrahim: 1. Atas pertintah Allah kepada Nabi Ibrahim melalui mimpi. 2. Juga merupakan ujian Allah untuk membuktikan ketaqwaan nabi Ibrahim dan nabi Ismail menjalankan perintah Allah. 3. Material yang diqurbankan adalah anak semata wayang yang sudah ditunggu kelahirannya sampai nabi Ibrahim berusia 86 tahun. Bagaimana perintah Allah dan keikhlasan kedua nabi Allah ini, Ibrahim dan Ismail terlukis indah dalam surat Ash-Shaffat 102 berikut: فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ ۝١٠٢ _”Ketika anak itu sampai pada (umur) ia sanggup bekerja bersamanya, ia (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Pikirkanlah apa pendapatmu?” Dia (Isma’il) menjawab, “Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu! Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang sabar.”_ Sedangkan berqurban diperintahkan untuk kita sekarang ini: *Pertama*: Atas perintah Allah dalam surat Al-Kautsar إِنَّآ أَعْطَيْنَٰكَ ٱلْكَوْثَرَ _”Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak”._ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنْحَرْ _”Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah”._ *Kedua:* Juga merupakan ujian Allah buat kita, akan ketaqwaan kita, sudah sanggupkah diri masing2 melaksanakan perintah Allah, walau hanya diujung baris sebuah ayat. *Ketiga:* Wujud material yang diqurbankan adalah hewan ternak, tidak banyak diantara kita memiliki peternakan, namun syarat ber-qurban di Idul Adha adalah tetap berupa hewan ternak berupa Kambing, Sapi, Onta, bukan berupa ayam, bebek dan angsa. Untuk pengadaan hewan yang disyaratkan itu, di menjelang musim ber-qurban, harganya meningkat, sudah sanggupkan awak merogoh kocek lebih dalam, membuktikan ketaqwaan kepada Allah. Yaa Allah jadikanlah kami hamba2-Mu yang mentaati apapun perintahMu termasuk ritual menyembelih hewan Qurban. Yaa Allah kuatkanlah kami dalam ber-qurban dalam segala bentuk dalam rangka pengabdian kepada Allah yang telah memberikan kepada kami karunia dan nikmat yang tiada terhingga. آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ بارك الله فيكم وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Jakarta, 4 DzulHijjah 1447 H. 21 Mei 2026

No comments:

Post a Comment