Saturday, 10 January 2026

REKAYASA-DIRI

Disusun: M. Syarif Arbi No: 1.386.03.01-2026 Ada memang orang yang awet muda, penampakannya lebih muda dari usianya dikenal istilah “baby face”. Oleh karena itu maka ciri-ciri fisik orang yang sudah menua (lanjut usia) berbeda-beda pada tiap individu, secara umum “KETUAAN” nampak pengaruhnya pada keadaan lahir dan kejiwaaan. Di artikel yang singkat ini dibatasi tinjauan pada penuaan secara lahir di sekujur tubuh yaitu pada 9 hal : 1. KULIT, 2. RAMBUT, 3. GIGI, 4. WAJAH, 5. POSTUR TUBUH, 6. PENGLIHATAN, 7.PENDENGARAN, 8. GERAKAN, dan 9. KEKUATAN. 1. PENUAAN Kulit: Kulit mulai keriput dan garis halus semakin jelas. Secara umum di Usia 20–25 tahun - produksi kolagen mulai menurun pelan-pelan. Keriput belum terlihat, tapi proses penuaan sudah dimulai. Di Usia 30-an; garis halus mulai muncul, terutama di sekitar mata dan mulut. Pada Usia 40–50 tahun; keriput makin jelas karena elastisitas dan kelembapan kulit berkurang. Fase berikutnya masuk Usia 60 tahun ke atas; kulit tampak lebih tipis, kering, dan keriput lebih dalam. Kasus ini yang biasanya disebut “kulit orang tua”. Namun, waktu munculnya keriput bisa berbeda-beda, sangat ditentukan: Paparan sinar matahari, Kebiasaan merokok, Pola makan & hidrasi, Perawatan kulit, Faktor genetic, aktivitas atau bidang pekerjaan. 2. PENUAAN Rambut: Uban disebabkan sel melanosit di folikel rambut berhenti memproduksi melanin, pigmen pemberi warna rambut. Ras Asia dan Afrika umumnya mulai pada usia 30–40 tahun mulai tumbuh uban, tapi ini sangat bervariasi tergantung beberapa factor; Genetik, jika Ortu beruban diusia muda, ada harapan anak2 mereka akan cenderung ikutan. Stres berat berkepanjangan bisa mempercepat munculnya uban. Kurang nutrisi terutama vitamin B12, tembaga dan protein. Kondisi medis tertentu, misalnya gangguan tiroid, autoimun. Gaya hidup, perokok konon meningkatkan uban dini. Kenyataan seorang teman masuk usia 70 an belum beruban, yang bersangkutan mengamalkan setiap sesudah makan (makan tanpa sendok-garpu), sesudah cuci tangan dia mengeringkan tangannya tidak menggunakan tisu atau serbet, tapi tangannya langsung di usap2kannya ke rambut. Padahal ybs perokok, memang ybs agaknya tidak stresan sebab gemar bercanda, satu lagi temanku ini factor genetic yang mendukung, ayahnya juga sampai tua tidak beruban. Ayahnyapun mengamalkan usapkan tangan kerambut sesudah makan. والله أعلم بالصواب, Bagi MANULA yang masih ingin berpenampilan keren kadang merekayasa rambutnya supaya tetap hitam dengan menambahkan “Semir” 3. GANGGUAN Gigi: Generasi yg lahir belakangan sekitar tahun tujuhpuluhan ke atas, mungkin gangguan gigi mereka agak lama munculnya bisa jadi setelah umur 40 – 50 tahun, karena perawatan kesehatan gigi mulai era tujuhpuluhan ke atas sudah membaik. Kami2 yang teralahir tahun 40 – 50 an kadang masih SR saja sudah banyak yang giginya berlubang, lantas solusinya waktu itu bukan di tambal, langsung di cabut. Namun dalam keadaan normal, perawatan gigi sudah baik-pun, usia tua tak terbantahkan. Di usia 40 – 50 tahun mulai sering muncul: gigi sensitif, gusi turun, karang gigi menumpuk. Usia 60 tahun ke atas lebih berisiko mengalami: gigi tanggal, gigi rapuh, gusi menyusut (periodontitis), mulut kering (karena obat-obatan), infeksi gigi dan gusi. Bila gigi2 sudah banyak yang copot, Sebagian LANSIA merekayasa penampilan dengan memasang “GIGI PALSU”. Kisah seorang teman seperjalanan. Tadinya ceria, murah tawa,……. tiba2 dalam perjalanan kami suatu hari dari perjalanan sepuluh hari, di hari kedelapan dianya tak banyak cerita, sama sekali tak pernah ketawa. usut punya usut di perjalanan dalam bis hari itu, dianya lupa, gigi palsunya ketinggalan di kamar hotel. 4. PENUAAN Wajah: Sidang pembaca; bahwa saban hari kita bercermin, sesunguhnya wajah kita kemarin tak sama lagi dengan wajah kita hari ini, sudah berubah. Tapi karena perubahan itu sangat sedikit kita tidak merasakannya, tau2 setelah usia 30 an tahun garis halus mulai muncul (terutama di sekitar mata dan mulut), karena kulit mulai kehilangan kelembapan. Pori-pori bisa tampak lebih besar. Wajah mulai terlihat lebih “lelah” dibanding usia 20-an. Pada usia 40-an tahun; Kerutan lebih jelas. Kulit mulai mengendur. Perubahan bentuk wajah karena berkurangnya lemak dan elastisitas kulit. Flek hitam atau hiperpigmentasi lebih sering muncul. Nah di usia 50 tahun ke atas; Kulit makin tipis dan kendur, kerutan bertambah dalam. Pipi dan rahang lebih turun. Perubahan sangat terlihat dibanding usia muda. Pipi dan otot wajah mengendur. Diikuti kelopak mata turun. Kerutan di dahi, sekitar mata, dan mulut. Bukan karena menolak tua, ada juga lansia yang memilih operasi plastik agar penampilan tetap seperti muda, mundur sepuluh atau lima belas tahun lalu. Akan tetapi tetap tidak dapat seperti semula. Pernah kami alami di suatu rumah sakit, sambil duduk menunggu giliran dipanggil ke ruang dokter, seseorang lansia berbisik mengisahkan kesuksesan dirinya menjalani operasi plastik pada wajahnya, lalu menganjurkan juga melaksanakan seperti yang dia lakukan. Sejurus kemudian namanya dipanggil untuk masuk ke ruang dokter, ketika melangkah, nampaklah aslinya bahwa wajah dapat di rekayasa tetapi “Penuaan Postur tubuh” sudah agak membungkuk, “Gerak dan Kekuatan”, berjalan sudah melambat – terseok seok, keseimbangan sepertinya telah terganggu. 5. PENUAAN Postur dan tubuh: Tinggi badan bisa sedikit berkurang, kualami sendiri bahwa di usiaku ke tujuhpuluh lima tinggi badanku sudah berkurang 1,5 cm. Berjalan sudah diusahakan untuk tegak, namun harus agak membungkuk, penyebabnya massa otot menurun dan kondisi sudah melemah. Rata-rata, seseorang bisa kehilangan sekitar 1–2 cm per dekade setelah usia 40 tahun, dan bisa lebih banyak jika ada osteoporosis. Otot-otot penyangga tulang melemah dan tulang bisa mengalami perubahan bentuk, menyebabkan badan cenderung membungkuk (kifosis). 6. GANGUAN Penglihatan: Banyak dialami orang usia lanjut Penglihatan menurun (rabun dekat/jauh) Mata tampak lebih redup atau berair. Jadinya seperti agak sombong, orang berjarak 5 meter saja, ada lansia yang tak dapat menyapa dengan menyebut namanya. 7. GANGGUAN Pendengaran: Sering terjadi peristiwa lucu di rumah tangga nenek – kakek, tak jarang mereka berbicara “berpapasan”. Si kakek dan si nenek ngomongnya ndak nyambung. 8. GANGGUAN Gerak bagi MANULA: Tak jarang kita melihat orang2 lanjut usia sudah duduk di kursi roda, karena terbatas dapat menggerakkan anggota tubuh di bagian kaki. Antara lain disebabkan penurunan kekuatan otot (sarcopenia) Otot kaki jadi lemah → sulit berdiri, berjalan, atau mengangkat kaki. 9. BERKURANGNYA Kekuatan. Dengan berkurangnya kekuatan gerakan menjadi lebih lambat, mengangkat barang yang ringan semasa muda dulu, setelah tua menjadi tidak mampu, jika dipaksakan, nanti malamnya akan terasa nyeri dibagian otot yang dipergunakan. Keseimbangan menurun, oleh karena itu lansia berjalan sering dibantu tongkat. Allah sebagai pencipta manusia telah menginformasikan dalam Al-Qur’an bahwa tahap2 kehidupan manusia itu seperti ayat2 yang dikutip dibawah ini: “……………. وَمِنْكُمْ مَّنْ يُّتَوَفّٰى وَمِنْكُمْ مَّنْ يُّرَدُّ اِلٰٓى اَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِنْۢ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْـًٔاۗ …….” “……Di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) yang dikembalikan ke umur yang sangat tua sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang pernah diketahuinya (pikun)…..”. (Al-Hajj ayat 5) اَللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْۢ بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِنْۢ بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَّشَيْبَةًۗ يَخْلُقُ مَا يَشَاۤءُۚ وَهُوَ الْعَلِيْمُ الْقَدِيْرُ ۝٥٤ “Allah adalah Zat yang menciptakanmu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan(-mu) kuat setelah keadaan lemah. Lalu, Dia menjadikan(-mu) lemah (kembali) setelah keadaan kuat dan beruban. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia Maha Mengetahui lagi Mahakuasa”. (Ar-Rum 54) وَمَن نُّعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِى ٱلْخَلْقِ ۖ أَفَلَا يَعْقِلُونَ “Dan barangsiapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian(nya). Maka apakah mereka tidak memikirkan?” (Yasin ayat 68) Dari tiga ayat yang di kutip diatas, insyaflah kita bahwa hidup kita ini semula tidak berdaya (masa bayi – termasuk balita), tumbuh menjadi kuat (remaja dan dewasa) dan lemah kembali (setelah tua), ektrimnya sampai tak mengetahui apapun yang pernah diketahui. Yaa Allah berikan kepada kami usia yang tetap dapat mengabdi kepada-Mu dan bermanfaat untuk sesama manusia. آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ بارك الله فيكم وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Jakarta, 11 Januari 2026. 22 Rajab 1447H

No comments:

Post a Comment