Wednesday, 6 December 2017

Tanda-tanda abdi Allah

Untuk menjadi Abdi Allah yang Maha Rahman diinformasikan oleh Al-Qur'an diantaranya dpt qt telusuri pada surat Al-Furqan ayat 63 sampai 77 yaitu:
1. Sopan dalam menjalani kehidupan ini dan tidak bosan melayani atau berhubungan dengan orang yang kurang pandai. Bahkan jika disapa orang Jahil dia membalasnya dengan “salam”.
2. Suka bangun shalat malam, tetapi tetap bersemangat bekerja disiang hari sehingga berhasil menghimpun rezeki yang halal untuk dapat di nafkahkan di jalan Allah.
3. Dianya selalu berdo’a agar dijauhkan Allah dari azab api neraka, sebagai upayanya adalah menjauhi segala macam yang dilarang Allah dan menjalankan sekuat tenaga apa yang diperintahkan Allah. Karena mengimani betul apa yang diingatkan Allah bahwa azab neraka itu sangat memilukan dan seburuk-buruk tempat tinggal. Mengimani bahwa kehidupan akhirat itu ada dan kekal adanya.
4. Menafkahkan rezeki yang diperolehnya untuk amal kebaikan dengan tidak berlebihan atau boros tetapi juga tidak kikir. Berada di tengah-tengah antara keduanya. Dapat menempatkan kemana rezeki yang diterima itu di nafkahkan, dalam arti tidak sembarang memberi. Memberikan harta setelah mengetahui bahwa penerima pemberian/infak sadakah tersebut tepat alamatnya.
5. Tidak mensekutukan Allah.Dalam arti bahwa hanya Allah saja tempat menyerahkan diri, hanya Allah saja yang perintahnya patut dipatuhi, hanya Allah saja yang larangan patut dituruti. Hanya Allah saja yang patut ditakuti. Sehingga orang yang Ibadurrahmah jiwanya merdeka.
6. Tidak membunuh sesama manusia tanpa hak
7. Tidak berzina
8. Tidak berdusta dan bersaksi palsu
9. Tidak berbicara yang tak bermanfaat. Dalam konteks social media, tentu dimaksud juga tidak menulis hal-hal yang tak bermanfaat.
10. Kalau masa lalunya berlumur dosa untuk masuk menjadi Ibadurrahman, segera bertobat. Bagi yang benar-benar bertobat maka Allah akan menggantikan kejahatannya dengan kebaikan. Dengan syarat sesudah bertobat mengerjakan amal-amal shalih.
11. Selanjutnya, bila diingatkan dengan ayat-ayat Allah tidaklah mereka menulikan telinganya dan membutakan matanya. Pengertiannya tidak pura-pura tidak mendengar, pura-pura tidak melihat tanda tanda kebesaran Allah.
12. Orang yang Ibdurrahman, selalu berdo’a agar isteri dan anak-anak keturunannya menjadi cahaya mata dan menjadi pemimpin orang-orang yang bertaqwa kepada Allah.
Dari 12 tanda seseorang masuk kelompok abdi Allah yg Rahman, mungkin cocok buat kita menilai diri, apakah sifat-sifat dan perilaku tersebut diatas sudah ada pada kita?, kalau belum semua, sampai dimanakah sudah kita lakoni. Semoga kita bertekad setahap demi setahap melaksanakannya agar sampailah kita keujung hayat ini berujung dengan kesudahan yang baik, dikenal dalam termilogogi agama “Husnul Khatimah”. Lantaran sdh menjadi hamba Allah yg Maha Rahman. Amien. Barakallahu Fikum.
Demikian, lebih kurang mohon dimaklumi, sekaligus dimaafkan. Semoga bermanfaat.

KENCING dan REZEKI

 Salah satu nama Allah yg 99 itu adalah AR- RAZAK urutan ke 17. Maha pemberi rezeki. Qt sering mengartikan rezeki itu adalah berwujud materiil, berbentuk uang, diantaranya mejelma dlm pangkat dan jabatan, yg ujungnya uang dan kemewahan. Sebetulnya rezeki itu bukan barang dan uang saja, juga termasuk jasa dan kesempatan serta kondisi dan situasi.
Pembaca yg arif tentu bnyk dpt mengambil contoh ttg kondisi dan situasi yg mrpk reziki. Diantaranya kondisi sehat, tak ternilai harganya. Qt baru sadar sehat itu rezeki, manakala qt sakit. Biaya berobat tak sedikit, blm lagi waktu tersita bukan saja diri qt sendiri ttp juga sanak keluarga. Orang berduit rela mengeluarkan harta bendanya sampai hampir habispun untuk sehat kembali.
Kalau bgt rezeki bukan hanya berbentuk barang, dan uang. Justru rezeki berupa kesehatan amat banyak bila dikonversi dg harta dan uang.
Harun Al-Rasyid, raja terkenal kaya pada zamannya, suatu hari yg sangat panas dikisahkan demikian haus. Selanjutnya sang raja menyuruh pengawalnya menyiapkan segelas air. Ketika itu sdg dlm majelis ilmu di istana. Ulama yg sdg berceramah pun memanfaatkan media segelas air itu untuk bahan ceramah. "Yang mulia; kalau misalnya pengawal yang mulia tidak menemukan segelas air yg sangat anda hajatkan, apa yg tuan lakukan?". Raja spontan menjawab"saya perintahkan seluruh aparat kerajaan untuk mencari air itu, walau harus dikeluarkan biaya separo harta saya". Ustadz menanyakan lagi " Air yg segelas itu, setelah diproses dlm tubuh tuan, kemudian seharusnya dikeluarkan melalui kencing. Umpamanya tdk dpt dikeluarkan, sehingga berbilang hari tak jua dpt buang air kecil, gerangan apa yang mulia raja akan lakukan". Raja menjawab: "Akan kukerahkan seluruh tabib kerajaan, untuk mencarikan obat walau harus mengeluarkan dana separo hartaku".
Kalau begitu harta kekayaan sang raja hanya setara dengan segelas air. Untuk diminum separo dan untuk kencing separo.
Betapa bersyukurnya qt semua yg sampai hari ini taklah teramat sulit mendapatkan segelas air, sementara itu selang berapa lama ssdh minum air itupun dpt pula dng lancar dikeluarkan melalui kencing, sebab msh dlm keadaan sehat

Tanda kebesaran Allah

Kata "kebesaran" dlm kaedah data, disebut dg data ordinal kualitatif; perbandingan yg tak terukur menurut bilangan. Makna kebesaran Allah barangkali lebih tepat diartikan kekuasaan Allah yang demikian besar tak terhingga. Guna memudahkan memahamkan ttg demikian besarnya kekuasaan Allah tersebut diantaranya Allah menyebutkan tanda-tanda kebesaranNya dari sekian banyak tak terhingga kekuasaan kebesaran Allah; Allah jelaskan ttg besarnya kekuasaanNya a.l. melalui surat Ar-Rum ayat 20 sampai 24. Tiap ayat diawali dengan:
وَمِنْ اٰيٰتِهٖۤ ................................................................
"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ......................................................................
1. Ayat 20, Allah menciptakan qt dari tanah kemudian qt berkembang biak dari mulai Adam sampai qt sekarang entah sdh berapa ratus milyard. Dari seluruh manusia yg sdh tercipta konon menurut ilmu pengetahuan tak seorangpun yg sama sidik jarinya. Betapa banyak stock sidik jari yg dimiliki Allah dari orang sblm qt sampai orang ssdh qt
2. Ayat 21. Allah mengingatkan qt spy mau berfikir, sebab Dia tlh berikan jodoh pasangan suami/istri dari jenis qt sendiri, tapi bukan sejenis agar tentram hidup penuh kasih sayang saling membutuhkan dan melengkapi. Selanjutnya mungkin untuk mendapatkan keturunan penerus kehidupan.
3. Ayat 22. Qt diciptakan Allah sbg penghuni bumi dan dg bermacam warna kulit, berbangsa berbeda. Kebesaran kekuasaan Allah di ayat ini ditutup dg agar kita mempelajari perbedaan kultur sehubungan dg beraneka bangsa dan adat istiadat dan budaya masing-masing bangsa. Diakhiri ayat itu dengan "lil a'limin" (mengetahui atau berpengetahuan). Untuk itu hrs mempelajari ilmu pengetahuan antar bangsa itu agar dpt saling berhubungan dg baik.
4. Sebagai tanda berikutnya, bgt besarnya kekuasaan Allah, di ayat 23; dicendrungkan qt tidur dimlm hari dan siang hari qt bugar diberi kesempatan brraktivitas. Ayat ini ditutup dg "bagi kaum yg mendengarkan". Sbg manusia yg berkemampuan terbatas, atas kekuasaan Allah diberikan rasa ngantuk untuk beristerahat di mlm hari, shg bugar kembali disiang hari.
5. Ayat 24. Allah ingatkan ttg petir dan hujan sbg anugrahNya untuk kehidupan semua mahluk dibumi ini. Atas tanda ini qt disuruh untuk mau mengerti, di akhir ayat:
اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّعْقِلُوْنَ
Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mengerti."
Demikian banyak tanda-tanda besarnya kekuasaan Allah yg qt ketahui belum lagi yg blm qt ketahui. Subhanallah sebentar lagi Insya Allah pesawat terbang membawa kami hari ini 2 Dec 2017 menuju Surabaya pk 11.55. nanti. Inipun salah satu tanda besarnya kekuasaan Allah, jarak tempuh menjadi singkat dengan dianugrahkan ilmu kepada manusia membuat alat transportasi udara.

Tercipta sama REZEKI beda

Mengutip petuah tetua kita di belahan nusantara di tanah Jawa:
Manungso kuwi dititah podho,
Nanging yen masalah bondo dijatah bedo,
Mulo manungso iku wajibe mung usoho karo ndungo.
Entuk rezeki sepiro atine sing nrimo,
Ora usah meri karo konco sak podho-podho...
Akeh wong stres... !
Mergo uripe ora beres... !
Dari kutipan sederhana diatas, sungguh syarat akan makna. Menyadarkan qt bahwa ternyata takaran perolehan rezeki; tiap orang tdk sama. Tak usah jauh ambil permisalan; beberapa orang saudara kandung terlahir dari ortu yg sama, dibekali pendidikan yg setara oleh ortu mrreka. Dlm perjalanan hidup ternyata tdk punya kesuksesan yg sama. Tdk punya kemewahan hidup yg sama. Itulah yg namanya "dijatah bedo"
D.h.i. Allah mengingatkan qt:
اَللّٰهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَّشَآءُ وَيَقْدِرُ ۗ وَفَرِحُوْا بِالْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا فِى الْاٰخِرَةِ اِلَّا مَتَاعٌ
"Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasi (bagi siapa yang Dia kehendaki). Mereka bergembira dengan kehidupan dunia, padahal kehidupan dunia hanyalah kesenangan (yang sedikit) dibanding kehidupan akhirat."
(QS. Ar-Ra'd 13: Ayat 26)
Dlm pada itu, bicara soal rezeki, ketahuilah bahwa rezeki itu bukan hanya bewujud materi, maka bisa jadi yg tdk kelimpahan rezeki dlm wujud materi, dlm bentuk lain; umpamanya punya anak-anak yg sehat tampan dan cantik, bhakti kpd ortu. Boleh jadi rezekinya berupa kesehatan. Boleh jadi pula dikaruniai rezeki rasa syukur yg dalam.
O.k.i. jangan-jangan seorang yg hidup serba kekurangan, tetapi justru rezekinya luas, karena "Entuk rezeki sepiro atine sing nrimo. Ora meri karo konco sak podho-podho". Sementara orang yg terlihat kaya berkecukupan dpt saja pada hakikatnya sempit rezekinya, bila yg bersangkutan tak kunjung puas dg apa yg dikaruniakan Allah kepadanya.
Untuk ikhtiar menangkal kurang rasa besyukur itu diajarkan do'a oleh Rasulullah Muhammad s.a.w. Allahuma ini a'ujubika min qalbin la yasy 'a wamin nafsin la tasba'. y.i. mhn perlindungan dari hati yg tak pernah puas dan nafsu yg tak dpt dikendalikan.
Demikian sekedar renungan dlm perjalanan pulang ke Jakarta setelah melawat ke Jawa Timur pekan pertama Desember 2017. Barakallahu fikum.
Wain yakun shawaban faminallah. Wa in yakun khathaan faminni waminanassyaitan,. Wallahu warasuluhu bari ani minhu. (Dan sekiranya benar, maka itu datang dari Allah. Dan sekiranya salah, maka berarti datangnya dariku sendiri dan dari syaitan. Allah serta RasulNya berlepas diri daripadanya).

Pohon Muslim

Kalau diibaratkan sebatang pohon, muslim sejati seperti pohon yang:
# Akarnya iman,
# batangnya taqwa,
# dahannya ihlas,
# rantingnya amal salih
# daunnya tawakkal
# bunganya menebar wangi rahmatan lil 'alamin. Penuh toleransi dan pengertian kpd sesama ummat manusia walau beda keyakinan.
Sedangkan buahnya adalah:
a. Bila mendapat keberuntungan. dianya bersyukur
b. Bila mengalami musibah, dianya mengembalikan kepada Allah; innalillahi wainna ilaihi rajiun.
c. Bila menerima kesusahan, dianya bersabar seraya berdoa “Ya Allah! tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Sedang yang susah dapat Engkau jadikan mudah apabila Engkau menghendakinya” (Allahuma laa sahla illaa maa jaa’ltahu sahla wa anta taja’lulhazna iza syi’ta sahla)
d. Bila dalam keadaan kekecauan, dianya tenang/tidak panic
e. Bila telah terlanjur berbuat dosa, langsung bertaubat
f. Bila berhasil tidak berbangga diri, dianya menyadari itu semua karunia Allah
g. Bila gagal tidak terlalu kecewa, tetap berbaik sangka kepada Allah. Seraya mengoreksi diri penyebab kegagalan.
Sudahkah kita nikmati buah “muslim sejati” itu. Semoga dapat dilakukan pendekatan. Amien. Wallahu a’lam bish shawab Barakallu fikum.
Wain yakun shawaban faminallah. Wa in yakun khathaan faminni waminanassyaitan,. Wallahu warasuluhu bari ani minhu. (Dan sekiranya benar, maka itu datang dari Allah. Dan sekiranya salah, maka berarti datangnya dariku sendiri dan dari syaitan. Allah serta RasulNya berlepas diri daripadanya).

Sunday, 26 November 2017

MASA buat kehidupan Manusia.

Tentu bukan kebetulan; tujuh kali diulang Allah dlm Al-Qur'an tetang bumi dan langit serta segala isinya diciptakan Allah dlm enam masa y.i. di surat:
1. Yunus 3
2. Hud 7
3. Furqan 59
4. Sajadah 4
5. Qaf 38
6. Hadid 4.
7. Al-A'raf 54
Semakin ta"jublah qt dng program desain Al-Qur'an, ketika informasi bumi dan langit serta isinya diciptakan dibangun 7 lapis, Allah dlm 6 masa, informasi ttg hal tsb. diulangi 7 kali.
وَ هُوَ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَ يَّامٍ
"Dan Dialah yang menciptakan langit dan Bumi dalam enam masa",
Dengan berbagai konteks di masing-masing ayat-ayat tersebut di atas.
Manusia tunduk pada ruang dan masa. Bila alam ini tercipta dlm enam masa, manusia hidup didunia ini separo masa penciptaan bumi dan langit y.i. berada dlm tiga masa.
Masa pertama; ialah masa yg lalu, termasuk kemarin. Termasuk masa muda qt, termasuk masa qt masih berjaya dulu-dulu. Masa itu tak kan dpt diulangi lagi berapapun biaya yg qt sanggupi, apapun redaksi do'a qt tak kan dpt masa itu terulang kembali. Bila pas terisi dg banyak kebaikan alhamdulillah. Bila banyak terlanjur terisi yg tdk baik dan dosa, apa boleh buat tinggal bertobat.
Masa kedua; adalah masa sekarang, tegasnya masa hari ini, jam saat ini, detik-detik anda membaca tulisan ini, sebelum hari berganti. Sangat rugilah bila masa sekarang tdk terpergunakan dg baik, sebab dia "si masa" segera akan jadi masa lalu, stlh hari berganti, stlh jam bergeser.
Masa ketiga; adalah masa yg akan datang. Dimulai jam berikut, dimulai hari sesudah hari ini dan seterusnya. Itu masa yg akan datang di dunia. Masa yg akan datang yg lebih panjang berikutnya ialah masa akhirat.
O.k.i. masa yg sangat berharga bagi qt adalah masa sekarang, jangan sampai qt lewatkan bgt saja tanpa makna, mari qt isi dg hal-hal yg benilai guna untuk hari esok qt dunia dan akhirat.
Mari qt tutup tulisan ini dg firman Allah SWT:
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَـنْظُرْ نَـفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan."
(QS. Al-Hasyr 59: Ayat 18)
Barakallahu fikum. Wallahu a'lam bishawab.

ENTAH KAPAN ???

Sahabat nabi Muhammad saw, Ali bin Abi Thalib katakan bahwa salah satu kunci dari 4 kunci taqwa ialah "isti' dadu liyaumil rahil" (terjemahan bebas: sll ingat hari kematian).
Sdgkan hari kematian itu tak seorangpun yg tau ENTAH KAPAN dtgnya. Allah ingatkan:
وَيَسْــئَلُوْنَكَ عَنِ الرُّوْحِ ۗ قُلِ الرُّوْحُ مِنْ اَمْرِ رَبِّيْ وَمَاۤ اُوْتِيْتُمْ مِّنَ الْعِلْمِ اِلَّا قَلِيْلًا
"Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh, katakanlah, Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 85)
Karena tak tau kapan maut dtg menjemput, orang bijak setiap saat bersiap diri akan tibanya saat itu. Apapun agamanya siapapun dianya jika adalah terselip sedikit saja iman didadanya; sdh dpt dipastikan ybs. kelak di alam sana hendak mendptkan tempat yg layak disisiNya.
Bagi kaum muslimin dan muslimat, menggantungkan cita, ingin tutup usia dlm keadaan "husnul hatimah" (akhir yg baik). Indikasi akhir yg baik itu adlh pabila ktk detik maut tiba, ybs sanggup melafazkan "la ilaha illallah". Sebab Rasulullah informasikan "man akhirul qalami la ilaha ilallah dhakharal zannah" (siapapun orangnya yg di akhir kalimatnya "la ilaha ilallah" berhak akan surga).
Ktk saat ruh kan berpisah dg jasad, kondisi jasad kala itu sdh tak mampu berbuat apapun. Anggota tubuh tak sanggup digerakkan lagi, bahkan orang dlm menghadapi maut sekedar mengerdipkan kelopak matanyapun dia tak sanggup termasuk membuka dan menutup kedua belahan bibirnya. Begitu juga suara tak kan dpt dikeluarkan lagi didetik detik terakhir itu.
Namun Allah sungguh sangat/maha pengasih dan peyayang, sampai di saat terakhir yg menegangkan itupun qt masih diberikan curahan kasih sayang shg dimungkinkan untuk meraih "husnul hatimah" yaitu tlh dirancang Allah untuk sanggup di akhir kalimat mengucapkan kalimat TAUHID itu. Mari qt coba mempraktekkan ucapan "la ila ha ilallah". Ternyata ucapan kalimat Tauhid itu, tidak perlu dg membuka dan menutup bibir, cukup hanya dg menggerakkan lidah dg getaran sangat minimal. Dgn bgt terbuka kesempatan untuk setiap orang melakukannya kendati dlm keadaan yg sdh tak berdaya menjelang tutup usia.
Persoalannya apakah setiap orang akan memilih ucapan "la ilaha ilallah" sbg ucapan terakhirnya sblm ruh lepas dari jasmani???
Ini akan tergantung kebiasaan sepanjang hidup.Bagi seorang ahli shalat setidaknya tlh tebiasa dlm hidupnya sekurang kurangnya 9 x bersyahdat setiap hari, belum lagi ditambah dg shalat sunat dan zikir-zikir. Lidah ybs. sdh terlatih. Dng dmk dlm keadaan yg kritis bgmnpun lidah akan otomatis bergetar dg kalimat yg biasa ia lantunkan.
Sbg contoh satu kebiasaan, ibu-ibu rumah tangga yg dlm keseharian ucapan yg keluar dari mulutnya adlh kalimat "lailaha ilallah", "astaghfitullah", "alhamdulillah". "Masha Allah". Suatu ktk, ktk mengiris bahan masakan, pisau terpeleset mengenai ujung jari, spontan tu ibu mengucapkan kata yg biasa dia ucapkan misalnya "astaghfirullah". Tapi kalau tu ibu biasa ngucapkan kata-kata maaf; "jiamput" atau "ya ampiun" atau "ya amplop". Niscaya dlm keadaan mendadak menghendaki ucapan spontan niscaya ucapan itulah yg kan meluncur dari ibu yg kaget terkena pisau kepleset itu.
Bgt lah keadaan menjelang nafas terhenti tersebut maka ucapan yg sdh terlatih dan sdh menyatu dg lidahlah yg kan teringat.
Jadi jng terlalu berharap kalau seseorang bukan ahli shalat, bukan ahli zikir, bukan ahli ibadah, ktk akhir hayat kan sanggup menggerakkan lidah untuk "la ilaha ilallah". Dlm pada itupun semuanya "la hawla wala quata illa billah".(tiada daya upaya tanpa bantuan pertolongan Allah).
Smglah qt semakin banyak membiasakan diri mengucapkan kalimat TAUHID tsb. agar manakala maut tiba-tiba dtg, lidah otomatis bergetar mengucapkan "la ilaha ilallah". Amien wabillahi taufiq wal hidayah. Walahu 'alam bishawab. Wain yakun shawaban faminallah. Wa in yakun khathaan faminni waminanassyaitan,. Wallahu warasuluhu bari ani minhu. (Dan sekiranya benar, maka itu datang dari Allah. Dan sekiranya salah, maka berarti datangnya dariku sendiri dan dari syaitan. Allah serta RasulNya berlepas diri daripadanya)