Saturday, 20 June 2026

Ucapkan Salam Masuk Rumah Sendiri

Dirangkum: M. Syarif Arbi No: 1.424.04.06-2026 Ucapan : السَّلَامُ عَلَيْكُمْ (Assalamu'alaikum), versi pendek yang artinya _”Semoga keselamatan tercurah untukmu”_. Versi panjang Ucapan اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ (Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh), artinya –“ Semoga keselamatan, rahmat, dan keberkahan Allah tercurah kepadamu_”. Beda jauh dengan ucapan “selamat siang”, “selamat pagi”, “selamat sore” dan “selamat malam”. Atau ucapan2 pembuka kata lainnya. Ucapan السَّلَامُ عَلَيْكُمْ atau lengkap dengan اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ, diucapkan ketika masuk rumah (terutama bukan rumah sendiri), diperintahkan Allah langsung kepada semua orang beriman hal tersebut termuat dalam Al-Qur’an surat An-Nur ayat 27: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَدْخُلُوا بُيُوتًا غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّىٰ تَسْتَأْنِسُوا وَتُسَلِّمُوا عَلَىٰ أَهْلِهَا ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ Artinya: _"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu selalu ingat._" *Mengenai pengucapan salam ketika bertemu sesama, ketika datang/pulang di suatu majelis, ketika membuka pembiacaraan; karena terbatas ruang tulis, tidak dibahas dalam artikel ini*. Masuk rumah mengucapkan salam bukan saja hanya untuk ketika bertamu kerumah orang, bahkan di anjurkan oleh Rasulullah Muhammad ﷺ ketika kita masuk kerumah kediaman kita sendiri. Baik dalam hal sedang ada anggota keluarga di dalam rumah, maupun rumah dalam keadaan kosong, ketika kita datang dari luar rumah. Suatu ketika seorang sahabat datang menghadap Rasulullah Muhammad ﷺ, mengeluhkan perihal kefakiran dan kesulitan hidup yang dihadapinya. Diberi amalan oleh Rasulullah *untuk mengucapkan salam* seperti yang dikisahkan dibawah ini, sehingga kehidupan sahabat tersebut akhirnya rezekinya berlimpah. Kisah tentang hal *mengucapkan salam ini* banyak ditulis oleh para ulama dalam berbagai kitabnya, diantaranya oleh Syekh Nawawi Banten dalam kitab Tafsir Marâh Labîd atau lebih dikenal dengan nama Tafsîr Al-Munîr. Dalam penafsiran surat Al-Ikhlas Syekh Nawawi menuturkan kisah tersebut sebagai berikut: عن سهل بن سعد جاء رجل إلى النبي صلّى الله عليه وسلّم وشكا إليه الفقر فقال: «إذا دخلت بيتك فسلم إن كان فيه أحد وإن لم يكن فيه أحد فسلم على نفسك واقرأ قل هو الله أحد مرة واحدة. ففعل الرجل فأدر الله عليه رزقا حتى أفاض على جيرانه Artinya: _Dari Sahl bin Sa’d, seorang laki-laki datang kepada Nabi ﷺ dan mengadu kepadanya perihal kefakiran. Rasul bersabda: Bila engkau memasuki rumahmu, ucapkanlah salam bila di dalamnya ada seseorang. Bila tidak ada seorang di dalamnya, maka bersalamlah untuk dirimu dan bacalah qul huwallâhu ahad sekali.’ Lelaki itu mengamalkannya. Allah melimpahkan kepadanya rezeki hingga meluber kepada para tetangganya_. Dalam kitab tersebut ia menuturkan ajaran dari *Ibnu Abbas dan Qatadah* sebagai berikut: وقال ابن عباس: إن لم يكن في البيت أحد فليقل: السلام علينا من قبل ربنا Artinya: Ibnu Abbas berkata: Bila tak ada siapapun di dalam rumah, maka ucapkanlah ‘assalâmu ‘alainâ min qibali rabbinâ’ (keselamatan bagi kami dari Tuhan kami). وقال قتادة: إذا دخلت بيتك فسلم على أهلك فهم أحق بالسلام ممن سلمت عليهم، وإذا دخلت بيتا لا أحد فيه فقل: السلام علينا وعلى عباد الله الصالحين Artinya: _Qatadah berkata: Bila engkau memasuki rumahmu, maka ucapkanlah salam kepada keluargamu. Mereka lebih berhak mendapatkan salam daripada orang lain yang engkau salami_. Bila tidak ada orang didalam rumah; kita dapat mengucapkan salam bagi diri sendiri salah satunya dengan kalimat: *Assalâmu ‘alainâ min qibali rabbinâ* (keselamatan bagi kami dari Tuhan kami) atau *Assalâmu ‘alainâ wa ‘alâ ‘ibâdillâhis shâlihîn* (keselamatan bagi kami dan bagi hamba-hamba yang saleh). Anjuran mengucapkan السَّلَامُ عَلَيْكُمْ atau lengkap dengan اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ, telah banyak diamalkan oleh banyak orang, akan tetapi mungkin, sekali lagi mungkin banyak yang belum terbiasa masuk ke rumah sendiri, dimana didalamnya tidak ada orang kita mengucapkan *salam* dimaksud. Ya Allah jadikanlah kami sanggup mengamalkan perintah Allah dan anjuran Rasulullah termasuk dalam mengamalkan *salam*. آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ بارك الله فيكم وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Jakarta, 6 Muharram 1448 H. 20 Juni 2026

No comments:

Post a Comment