Monday, 8 June 2026

KE-SOMBONG-AN

Disuguhkan: M. Syarif Arbi No: 1.422.02.06-2026 Sombong merupakan perilaku seseorang dimana merasa diri lebih baik, lebih hebat, atau lebih tinggi daripada orang lain sehingga merendahkan atau memandang rendah orang lain. Perilaku sombong ini tidak disuka siapapun, termasuk orang yang sombong, dia tidak suka dengan orang lain yang sombong. Sering juga dalam tatanan kekeluargaan; sombong diterjemahkan sebagai sikap yang tidak mau mengenal sanak keluarga/kerabat atau yang pernah menjadi teman semasa kecil, tidak ramah tamah dengan keluarga, acuh tak acuh kepada sanak family dan karib kerabat. Bila dalam serumpun keluarga, anggota komunitas terdiri saudara kandung, saudara2 se nenek se datuk (saudara sepupu) termasuk se uyut. Jika salah satu atau beberapa orang bersikap sombong, maka betapapun kayanya si sombong itu, setinggi apapun jabatan dan pangkatnya, saudara2 serumpunnya akan tidak mau mendekati si sombong itu, tidak respek terhadap si sombong. Bak kata peribahasa: “Jauh akan ditunjuk dengan telunjuk, dekat akan dicibir dengan isyarat mulut”. Dalam kehidupan sehari-hari, sombong bisa terlihat dari: Suka membanggakan diri secara berlebihan, tidak mau menerima nasihat, meremehkan orang lain, merasa paling benar atau paling pintar, tidak mau mengenal sanak family dan kerabat, selalu dingin dalam pergaulan. Dalam ajaran agama dan etika, sifat sombong adalah buruk karena menciptakan hubungan tidak harmonis dengan orang lain. Lazimnya orang yang bersikap sombong ini karena yang bersangkutan dikaruniai Allah kelebihan harta benda ataupun ilmu. Tapi bukan mustahil ada orang yang tak punya kelebihan harta ataupun ilmu, namun berperilaku sombong (sudah miskin sombong pula). Sifat sombong tak disuka Allah: اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُوْرًاۙ _”Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi sangat membanggakan diri_”. (An-Nisa 36) Nabi Muhammad ﷺ bersabda tentang sombong: “لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ" _“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada seberat biji zarrah dari kesombongan._" Hadits dari Abdullah bin Mas’ud (HR. Muslim). Dosa karena sombong, dengan dosa melanggar larangan Allah, dapat di perhatikan kisah tentang *Nabi Adam* dan *Iblis* dalam alqur’an. Iblis berdosa kerena *tak patuh perintah Allah* dalam wujud berlaku *sombong*. Sedangkan *Nabi Adam* berbuat dosa berupa *melanggar larangan Allah*, mendekati pohon terlarang. Iblis ketika disuruh Allah sujud kepada Nabi Adam dia menolak kerena sombong. وَاِذْ قُلْنَا لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اسْجُدُوْا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوْٓا اِلَّآ اِبْلِيْسَۗ اَبٰى وَاسْتَكْبَرَۖ وَكَانَ مِنَ الْكَٰفِرِيْنَ _"Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, 'Sujudlah kamu kepada Adam!' Maka mereka pun sujud, kecuali Iblis; ia enggan dan takabur (sombong), dan ia termasuk golongan orang-orang yang kafir._" (Al-Baqarah ayat 34) Surat Shad Ayat 75 dan 76: قَالَ يَٰٓإِبْلِيسُ مَا مَنَعَكَ أَن تَسْجُدَ لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَىَّ ۖ أَسْتَكْبَرْتَ أَمْ كُنتَ مِنَ ٱلْعَالِينَ قَالَ أَنَا۠ خَيْرٌ مِّنْهُ ۖ خَلَقْتَنِى مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُۥ مِن طِينٍ _Allah berfirman: "Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?"_ _Iblis berkata: "Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah"_. Sementara itu Nabi Adam *melanggar larangan* Allah dimana Allah melarang mendekati pohon terlarang. Surat Al-Baqarah Ayat 35: وَقُلْنَا يَٰٓـَٔادَمُ ٱسْكُنْ أَنتَ وَزَوْجُكَ ٱلْجَنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَٰذِهِ ٱلشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ _”Dan Kami berfirman: "Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim”_. Surat Al-Baqarah Ayat 36: فَأَزَلَّهُمَا ٱلشَّيْطَٰنُ عَنْهَا فَأَخْرَجَهُمَا مِمَّا كَانَا فِيهِ ۖ وَقُلْنَا ٱهْبِطُوا۟ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ وَلَكُمْ فِى ٱلْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَٰعٌ إِلَىٰ حِينٍ _”Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: "Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan"_. Surat Al-Baqarah Ayat 37: فَتَلَقَّىٰٓ ءَادَمُ مِن رَّبِّهِۦ كَلِمَٰتٍ فَتَابَ عَلَيْهِ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ _”Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”_. Kalimat taubat Nabi Adam diabadikan dalam Al-Qur'an Surat Al-A'raf ayat 23, رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ _"Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi."_ Taubat Nabi Adam karena “*melanggar larangan Allah*” berdasarkan berbagai riwayat dan tafsir, Allah ﷻ menerima tobat Nabi Adam AS setelah *300 tahun beliau berdo’a*. Berarti hampir sepertiga (30%) dari hidup Nabi Adam dalam keadaan berdosa yang belum terampuni, karena menurut beberapa riwayat dan literatur Islam, total umur Nabi Adam AS adalah *1.000 tahun* dengan rincian usia beliau berdasarkan tafsir para ulama: • *Di Surga:* Diperkirakan sekitar 43 tahun sebelum diturunkan ke bumi. • *Di Bumi:* Sekitar 930 hingga 957 tahun. Sedangkan Iblis dengan dosa sombong tidak diberi Allah kalimat untuk bertaubat bahkan dikutuk Allah sampai hari kiamat. Surat Al-Hijr Ayat 35 وَإِنَّ عَلَيْكَ ٱللَّعْنَةَ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلدِّينِ _” Dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari kiamat"_. Dari kisah *Nabi Adam dan Iblis* ini, terlihat ada 2 (dua) kelompok dosa yaitu: 1. Dosa *tak patuh terhadap perintah Allah*, dilakukan Iblis berwujud “sombong”. 2. Dosa *melanggar larangan Allah*, dilakukan Nabi Adam dengan mendekati pohon terlarang. Begitu berat dosa *membantah perintah* ketimbang dosa *melanggar larangan* Allah. *Dosa membantah perintah tercermin berwujud ke-sombong-an* dilakukan Iblis tidak dapat diampuni Allah. Oleh karena itu semua perintah Allah laksanakanlah tak usah di tawar-tawar. Sedangkan dosa2 *melanggar larangan* Allah, masih ada harapan diampuni Allah, asal masih mau dan sempat bertaubat. Semua kita para pembaca, baik yang muda maupun lansia, *usia kita adalah usia sisa*, oleh karena itu mari kita berusaha untuk memanfaatkan *usia sisa* ini melaksanakan semua perintah Allah, dalam pada itu sekuat atau semampu diri menjauhi larangan2 Allah. Ya Allah jadikanlah kami semua mampu untuk menjauhi larangan2-MU dan melaksanakan seluruh perintah-MU. آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ بارك الله فيكم وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Jakarta, 22 DzulHijjah 1447 H. 8 Juni 2026

No comments:

Post a Comment