Wednesday, 2 December 2020

KHASIAT ber AGAMA

Dengan ber agama, manusia akan memperoleh setidaknya 7 hal sbb:

1.Terarah dlm menjalani hidup.

2.Tenang ketika menghadapi persoalan hidup.

3. Tuhan sbg tempat menggantungkan diri.

4. Optimis, selalu memiliki harapan..... kalau blm sekarang .... nanti. Kalau tidak di dunia di akhirat nanti.

5. Memahami ilmu pengetahuan di dunia dan ilmu akhirat.

6.Memahami orang lain.

7. Selalu terhindar dari hal2 yg buruk.


ad.1.

TERARAH dlm MENJALANI HIDUP.

Agama memberikan pedoman kehidupan, mulai dari: 

1.a. berumah tangga, 

1.b. di rumah tangga, 

1.c. berkeluarga, 

1.d. bermasyarakat, 

1.e. berbangsa, bahkan bernegara.


ad.1.a. Memulai kehidupan berumah tangga, mempersatukan lelaki dan perempuan dalam ikatan pernikahan. Arahan aturan ini mengikuti aturan agama. Supaya nanti jelas nasab keturunan dari anak2 melalui pernikahan. Semua agama mengatur cara pernikahan. 


Di dlm agama Islam misalnya ditetapkan rukun nikah:

a.1. mempelai laki-laki.

a.2. mempelai perempuan.

a.3. wali nikah untuk perempuan.

a.4. dua orang saksi laki-laki.

a.5. ijab kabul.

Tidak ada nikah laki-laki dg laki-laki. Tidak ada nikah sesama perempuan.

Tidak pula boleh lelaki dan perempuan stlh sama2 mau, lalu nikah sendiri tidak berwali tanpa 2 orang saksi lelaki. Ijab-kabul mrpkn penyerahan dan penerimaan tanggung jawab..........


Mahar (mas kawin), walau tdk termasuk dlm rukun nikah, justru diperintahkan Allah (lihat An-Nisa 4).


وَاٰ تُوا النِّسَآءَ صَدُقٰتِهِنَّ نِحْلَةً ۗ فَاِ نْ طِبْنَ لَـكُمْ عَنْ شَيْءٍ مِّنْهُ نَفْسًا فَكُلُوْهُ هَنِيْۤـئًـا مَّرِیْۤـئًـا

"Dan berikanlah maskawin (mahar) kepada perempuan (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan. Kemudian, jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari (maskawin) itu dengan senang hati, maka terimalah dan nikmatilah pemberian itu dengan senang hati."


Hadist:

- حَدَّثَنَا يَحْيَى حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ أَبِي حَازِمٍ بن دينار عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ

أَنَّ النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قال لرجل تجوج ولو بخاتم من حديد (رواه بخاري)

“Telah berkata Yahya, telah berkata Waqi’ dari Sufyan dari Abi Hazim bin Dinar dari Sahal bin Said as-Sa’idi bahwa Nabi berkata:” hendaklah seseorang menikah meskipun (hanya dengan mahar )sebuah cincin yang terbuat dari besi”(HR b

Bukhori)


Mas kawin (mahar) menjadi salah satu hal yang diatur dalam hukum Islam. Pasal 30 KHI jo.Pasal 2 UU Perkawinan mewajibkan calon mempelai pria untuk membayar mahar pada calon mempelai wanita dengan jumlah, bentuk, dan jenis yang disepakati kedua belah pihak. ... Pemberian mahar juga wajib dibayar oleh mempelai pria.


ad.1.b. Dirumah tangga, agama mengatur struktur organisi dlm rumah tangga, dimana suami sbg kepala keluarga wajib mencari/memberi nafkah, istri sbg ibu rumahtangga memelihara hak2 suami dan mengasuh anak2 mereka nanti. Istri taat kpd suami sesuai koridor agama. Suami melindungi istri penuh kasih sayang.........


اَلرِّجَا لُ قَوَّا مُوْنَ عَلَى النِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ اللّٰهُ بَعْضَهُمْ عَلٰى بَعْضٍ وَّبِمَاۤ اَنْفَقُوْا مِنْ اَمْوَا لِهِمْ ۗ فَا لصّٰلِحٰتُ قٰنِتٰتٌ حٰفِظٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللّٰهُ ۗ وَا لّٰتِيْ تَخَا فُوْنَ نُشُوْزَهُنَّ فَعِظُوْهُنَّ وَاهْجُرُوْهُنَّ فِى الْمَضَا جِعِ وَا ضْرِبُوْهُنَّ ۚ فَاِ نْ اَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوْا عَلَيْهِنَّ سَبِيْلًا ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَا نَ عَلِيًّا كَبِيْرًا

"Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya. Maka perempuan-perempuan yang saleh, adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka). Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz, hendaklah kamu beri nasihat kepada mereka, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu) pukullah mereka. Tetapi jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkannya. Sungguh, Allah Maha Tinggi, Maha Besar."

(QS. An-Nisa' ayat 34)


ad.1.c. Berkeluarga, agama juga mengatur lengkap status berkeluarga stlh nikah, bgmn thdp mertua, adik kakak saudara suami, adik kakak saudara istri. Bgmn seharusnya sikap ayah bunda thdp anak2 mereka. Bgmn anak2 seharusnya thdp ortu mereka.


ad.1.d. Bermasyarakat, agama mengatur bgmn hubungan hrs terjalin baik dg tetangga, sekalipun tdk seagama .....


ad.1. e. Berbangsa dan bernegara. Agama juga menuntun bgmn sbg rakyat, juga agama memandu bgmn seharusnya sbg pemimpin.


Pokoknya komplit-plit di atur dlm agama, makanya bgt hebat KHASIAT  BERAGAMA. Tentunya yg ideal bila masing-masing pemeluk agama menganut agama secara kaffah. Di agama Islam perintah Allah begini:


يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ کَاۤ فَّةً ۖ وَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ ۗ اِنَّهٗ لَـکُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

"Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah syetan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu."

(QS. Al-Baqarah ayat 208)


Keindahan menikmati khasiat beragama dari 7 rencana kupasan di atas salah satunya ttg Arahan berumah tangga, melalui jenjang "PERNIKAHAN". Khasiat berikutnya insya Allah ditulis mendatang, spy artikel ini ndak terlalu panjang.


Smg Allah menjadikan kita semua merasakan KHASIAT beragama.

آميّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــال

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

بارك الله فيكم

 وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


M. Syarif Arbi.

Jakarta, 14 Rabiul Akhir 1442 H.

29 November  2020.

(695.11.20)

Friday, 27 November 2020

PAHALA sesudah MATI.

Manusia yg diberi umur panjang, mau tak mau menjadi tua. Rata2 bila sdh tua punya cucu dan kadang ada yg sampai punya cicit. Jarang memang yg sempat melihat anaknya cicit. 


Cucu kan anaknya anak (generasi ketiga), Cicit kan anaknya cucu (generasi ke empat). Anaknya si cicit berarti generasi ke lima jarang dengar istilahnya lantaran tak banyak orang sampai segitu umurnya.  Kalau di Jawa ada istilahnya garis keturunan ke bawah sampai 18 tingkat. Kita kutip sampai 7 turunan y.i.: setelah anak (generasi ke dua). Putu (generasi ke tiga). Canggah (generasi ke empat). Wareng (generasi ke lima). Udhek2 (generasi ke enam). Gantung Siwur (generasi ke tujuh). 

Mana ada manusia abad lalu dan abad ini yg sempat liat apalagi menimang generasi ke tujuh.


Jadi ungkapan hartanya banyak cukup untuk tujuh turunan, benar2 hebat tu kekayaan.


Suatu hari ada saudara sepupu bertanya "siapa yaaa nama ayah-ibu dari Nenek-Kakek kita?". Bertanyalah ke paman2 yg lebih tua, baru diketahui. Jadi apalagi meredaksikan dlm do'a nama dari Ortunya Kakek, Ortunya Nenek, namanya saja kita sdh ndak tau.


Dengan sedikit menyanda' soal  "turunan" ini,  mungkin dpt mengingatkan diri ini:

* Bahwa hidup di dunia banter2nya sampai punya cicit.

* Bahwa yg bakal tau tentang kita banter2nya hanya yaah sampai cicitlah.

* Bahwa bgt kita meninggal yg bakal kirim doa buat kita.... banter2nya anak2, cucu2, cicit2.

* Bahwa stlh anak mati, cucu mati, cicitpun mati, ...... siapa lagi yg kirim do'a buat kita, kayaknya ndak ada lagi orang berdo'a khusus membayangkan wajah diri kita.

* Bahwa kalau begitu perlu dipikirkan spy stlh generasi ke empat pun habis semua, kita msh ada tambahan pahala ssdh mati.


Terinspirasi dari hadist:


عن أبي هريرة رضي الله عنه: أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: إذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إلاَّ مِنْ ثَلاَثَةِ: إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ


Dari Abu Hurairah RA berkata: Rasulullah bersabda: "Apabila manusia itu meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga: yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak sholeh yang mendoakan kepadanya." (HR Muslim).


Kalau begitu dua diantaranya y.i:

Amalan jariah dan ilmu yg bermanfaat perlu ditingkatkan, karena dua item ini bertahan relatif lama. Walau semuanya itupun juga tidak kekal. 


Apapun bekas2 peninggalan kita stlh kita mati, termasuk anak keturunan, akan tetap tercatat. Firman Allah:


اِنَّا نَحْنُ نُحْيِ الْمَوْتٰى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوْا وَاٰ ثَا رَهُمْ ۗ وَكُلَّ شَيْءٍ اَحْصَيْنٰهُ فِيْۤ اِمَا مٍ مُّبِيْنٍ

"Sungguh, Kamilah yang menghidupkan orang-orang yang mati, dan Kamilah yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan). Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab yang jelas (Lauh Mahfuz)."

(QS. Ya-Sin ayat 12)


Amalan jariah selama masih digunakan, kita msh dpt manfaat walau jasad sdh jadi tanah. Namun jika karena satu dan lain sebab tdk digunakan lagi.............


Ilmu yg diamalkan, tentu yg lebih kekal adlh memberikan ilmu tentang agama. Sebab kebenaran ilmu agama tetap lestari sampai kiamat, sepanjang turun temurun di suatu komunitas tsb masih beragama.......

Kalau kelak mereka sdh tdk beragama lagi yaah........abis juga,,,..... karena siapa lagi yg me ngamalkan ilmu tsb.


Makanya selama masih hidup harus ditanamkan kekuatan iman kpd generasi penerus spy agama tetap di anut di negeri ini.  Si ayah, si ibu, ngajari anaknya sembayang mengaji, diamalkan. Kmdn diturunkan lagi ke cucu, oleh anak kita, diturunkan ke cicit oleh cucu kita dstnya, agar ilmu agama ini diamalkan sampai hari kiamat. Dg dmkn awak penghuni alam barzah ribuan taunpun msh dpt memetik manfaat dari ilmu yg diamalkan itu, insya Allah.


Apakah ilmu agama (Islam), tetap lestari sampai kiamat, wallahu 'alam. Allah memang menjamin Islam ini tetap langgeng di dunia


اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَاِ نَّا لَهٗ لَحٰـفِظُوْنَ

"Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur'an, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya."

(QS. Al-Hijr ayat 9)


Terpeliharanya Al-Qur'an, berarti terpeliharalah Islam yg diajarkan Al-Qur'an itu, tetapi tdk ada jaminan terpelihara di kediaman kita....... 


Spanyol 7 abad lamanya penduduknya beragama Islam, kini tinggal kenangan. Karena itu ikhtiar melestarikan ilmu agama jangan disepelekan agar tetap bertahan sampai kiamat. Bukan mustahil, kalau nanti pengajaran ilmu agama tidak dianggap penting, berangsur tergerus keimanan generasi penerus, per-lahan2 ajaran agama tak diamalkan lagi. Terhentilah aliran pahala kita ssdh mati, padahal misalnya kiamat masih lama lagi.


Semoga anak, cucu, cicit, dan seluruh zuriat keturunan kita tetap konsisten menganut agama.


 رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّـٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍۢ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

آميّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــال

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

بارك الله فيكم

 وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


M. Syarif Arbi.

Jakarta, 11 Rabiul Akhir 1442 H.

26 November  2020.

(694.11.)

Wednesday, 25 November 2020

KEPERLUAN ORTU LANSIA.

Ba'da shalat Idulfitri 25 tahunan lalu, kami sekeluarga meluncur ke kediaman Kakek-Nenek anak2 kami, dibilangan ujung batas Jatim dan Jateng. Setengah perjalanan kami mampir ke rumah Ortu teman, sehari sblm kami berangkat, teman kami sama2 tinggal di  Surabaya, titip bingkisan untuk Ortu mereka di bilangan "Tambak Boyo",  karena kebetulan idul fitri itu mereka tidak pulang.


Sbgmn dimaklumi, kala itu blm dikenal HP.  Begitu mobil kami masuk halaman, nenek-kakek dg bbrp anak kecil menyambut kami. Setelah kami sklg keluar mobil, ..... "kendaraan Iyal, masih di belakang???" tanya kakek di halaman. Rupanya beliau tak sabar nunggu kami sampai masuk rumah, ingin tau keluarga anaknya (biasanya saban lebaran mesti pulang). Ku balas dg senyum dan Nenek mempersilahkan masuk. 

Sampai di ruang tamu kami serahkan bingkisan dari keluarga Iyal berikut pesan mereka tdk bisa mudik.


Nampak luruh air muka Kakek dan Nenek.  Harapannya tak sesuai kenyataan. Padahal di meja makan ndak kurang tersedia opor ayam dan ketupat serta aneka juadah lebaran kesukaan anak dan cucu yg saban taun mudik.


Belum lama ini, di era komunikasi canggih, wajah sdh dpt diliat dari sela genggaman........

Seorang Nenek2 dikampung, pas pagi itu ketamuan teman sesama sepuh. Ndak berapa lama ada panggilan video call dari anaknya di Jakarta. Berbincanglah Nenek dan anak beliau, antara lain menjawab pertanyaan anaknya ttg menu makan siang. Si Nenek jelaskan tlh siap kare ayam berikut sayur bayam. Usai video call-an, nenek selipkan Hp di saku daster blm dimatikan........


Perbincangan si Nenek dg tamunya sesudah video call-an sempat terpantau dari Jakarta melaui suara HP di saku, a.l.:


Diceritakan dg bangga bahwa anak2nya di Jakarta, Surabaya, Malang, Jogya, Solo, Kalimantan, Sulawesi, bahkan yg kerja di luar negeri, bergiliran tiap hari ada saja yg menelponnya untuk memantau kesehatan dan ngingatkan makan.


Ini mrpkn kebanggaan Orang Tua yg sdh lanjut usia bagi anak2 mereka. Sbgm dimaklumi sebagian orang tua kadang tdk terlalu butuh transfer uang, karena sedikit banyak ada yg punya uang pensiun atau hasil kebun. Tapi justru yg teramat menyegarkan dan yg menyenangkan perasaan Orang tua lanjut usia adlh PERHATIAN dari anak2 mereka.


Setelah diriku masuk usia senja kudapat menyimpulkan kenapa Kakek Nenek di "Tambak Boyo", luruh air mukanya, bernafas dalam, berkaca-kaca matanya bgt tau Iyal dan keluarga tidak mudik.


Kesimpulanku Keperluan Manusia Lanjut Usia sangat mendasar Butuh PERHATIAN, dari anak2 mereka. Makan-minum mereka sdh serba sedikit. Keamanan relatif aman, siapa sih yg tega aniaya kepada jompo. Aktualisasi diri sdh maksimal, banyak ortu yg dihargai lingkungan lantaran anak2 mereka pada sdh dlm tanda petik jadi orang.


Sekali lagi kepedulian berwujud PERHATIAN anak2 inilah merupakan Keperluan dasar bagi ORTU lanjut usia. Kebanggaan diperhatikan anak2 mereka mrpkn tdk saja penawar rindu, tetapi penghilang rasa yg ndak nyaman di badan sehingga membuat bugar.


Maha benar petunjuk agama tentang bgmn seharusnya bersikap kpd Orang tua.


وَوَصَّيْنَا الْاِ نْسَا نَ بِوَا لِدَيْهِ اِحْسَا نًا


Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. (QS: Al-Ahqaf 15).


وَوَصَّيْنَا الْاِ نْسَا نَ بِوَا لِدَيْهِ حُسْنًا

Dan Kami wajibkan kepada manusia agar (berbuat) kebaikan kepada kedua orang tuanya. (QS: Al'Ankabut ayat 8).


Berbuat kebaikan dg memenuhi kebutuhan hidup beliau2  tentu oke, kirimi mereka uang oke, tapi KEPEDULIAN dan PERHATIAN sangatlah dibutuhkan ORTU lanjut usia.


Siapapun anda bila masih ada orang tua PEDULILAH kpd mereka. Bila mereka tlh tiada agar tdk menyesal, selanjutnya disambung dengan do'a.


رَبَّنَا اغْفِرْ لِيْ وَلـِوَا لِدَيَّ

رَبِّ اَوْزِعْنِيْۤ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْۤ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَا لِدَيَّ وَاَ نْ اَعْمَلَ صَا لِحًا تَرْضٰٮهُ وَاَ صْلِحْ لِيْ فِيْ ذُرِّيَّتِيْ ۗ اِنِّيْ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاِ نِّيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ.

آميّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــال

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

بارك الله فيكم

 وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


M. Syarif Arbi.

Jakarta, 9 Rabiul Akhir 1442 H.

24 November  2020.

(693.11.20)..

Sunday, 22 November 2020

KESAL

 Kesal, adlh perasaan hati, bagi banyak orang kekesalan itu nampak di wajah atau bahasa tubuh, tak jarang diiringi ucapan.


Pernah kulihat wasit ngangkat kartu kuning ke pemain membanting bola, kesal atas putusan wasit memberikan lemparan ke dalam buat team lawan; karena berpendapat mestinya lemparan itu untuknya. Kesal diwujudkan dg bahasa tubuh dan tindakan; wasit ndak terima, lalu narik kartu kuning dari kantongnya.


Mungkin kalau kesal sebatas di wajah ndak terlalu parah. Kesal melalui ucapan, kadang akibatnya panjang lebar, dpt meluas sekali.


Eee.......... berbicara soal kesal ini, Nabi Muhammad ﷺ pun agaknya pernah juga kesal......... 

Terbaca di dlm hadits diriwayatkan Ali bin Abi Thalib r.a. HR. Muttafaq ‘Alaih halaman 380 hadist no.425. Mengisahkan:

Nabi Muhammad ﷺ. berkunjung kerumah anaknya Fatimah. Di kunjungan itu beliau bertanya “apakah kamu tidak menunaikan shalat malam?” pertanyaan tersebut dijawab oleh Ali bin Abi Thalib, menantu beliau. “wahai Rasulullah sesungguhnya kami berada dibawah kuasa Allah. Jika Allah berkehendak agar kami bangun, tentu Dia akan membangunkan kami”. Mendengar jawaban itu, Rasulullah ﷺ. terus pergi. Kemudian beliau menepuk pahanya, seraya membaca firman Allah:

وَكَانَ الْاِنْسَانُ اَكْثَرَ شَيْءٍ جَدَلًا

 “ Wa kanal insanu aktsara syai-in jadala = dan memang manusia itu adalah makhluk yang banyak membantah.” (QS: Al Kahfi 54). 


Bgt model kesalnya Nabi Muhammad ﷺ, beliau kesal atas jawaban itu. Sikap kesal ala nabi ini kiranya pantas dicontoh. Yaitu:

1. Tidak berucap kata2 yg tak sedap, ngomel dlsbnya.

2. Tidak pula melanjutkan dialog.

3. Malah Nabi memilih pergi meninggalkan tempat kesal itu terjadi.


Dapat diambil i'tibar dari peristiwa ini bahwa:

1. Anak walau sdh menikah tdk berarti Ortu lepas tanggung jawab mengontrol, utamanya bidang ibadah.

2. Shalat malam mrpkn hal yg utama, sehingga perlu di pertanyakan Rasulullah.

3. Rasulullah tdk setuju bahkan kesal bila ummatnya hanya terima taqdir seperti menyerahkan kpd kuasa Allah (jawaban Ali bin Abi Thalib) soal terbangun malam untuk shalat. Tentu untuk kita ummat sekarang terbuka ikhtiar agar bangun malam, misalnya dg nyetel alarm .....


Dmkn contoh kesal ala Nabi Muhammad ﷺ. smg dpt kita contoh. Karena setiap sikap perbuatan Nabi Muhammad ﷺ adlh teladan yg baik.


لَقَدْ كَا نَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَا نَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَا لْيَوْمَ الْاٰ خِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًا ۗ 

"Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah."

(QS. Al-Ahzab ayat 21)


آميّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــال

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

بارك الله فيكم

 وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


M. Syarif Arbi.

Jakarta, 7 Rabiul Akhir 1442 H.

22 November  2020.

(692.11.20).

Saturday, 21 November 2020

NASIHAT

 

Pisang Kepok tumbuh di taman.

Buahnya nyangkut dikabel listrik

Jangan kapok dinasihati teman.

Walau terkadang tidak menarik.


Teman yg baik, tak segan menasihati temannya, manakala awak sdh ada tanda2 kelewat jalur........


Nasihat memang harus diserap dari mana dan dari siapapun datangnya, sebab tak ada manusia yg sempurna,.......


يُرِيْدُ اللّٰهُ اَنْ يُّخَفِّفَ عَنْكُمْ ۚ وَخُلِقَ الْاِ نْسَا نُ ضَعِيْفًا

"Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, karena manusia diciptakan (bersifat) lemah."

(QS. An-Nisa' ayat 28).


Sebagai apapun diri, apalagi pembuat kebijakan untuk orang banyak, harus terbuka thdp nasihat.


Justru Allah ingin memberi keringanan kpd kita dlm hidup ini, makanya ada pihak lain yg membantu a.l. berwujud nasihat. Sebab manusia diciptakan bersifat lemah, serba kekurangan.


Orang yg ndak mau saling beri nasihat; akan merugi,....


اِنَّ الْاِ نْسَا نَ لَفِيْ خُسْرٍ ۙ 

"Sungguh, manusia berada dalam kerugian,"

(QS. Al-'Asr ayat 2)


Orang yg tak sudi menerima nasihat, misalnya hanya mau memberi nasihat boleh jadi inipun tergolong orang yg merugi juga, karena di ayat berikut ada kata "saling"


اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَا صَوْا بِا لْحَقِّ ۙ وَتَوَا صَوْا بِا لصَّبْرِ

"kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran."

(QS. Al-'Asr ayat 3).


Keterbukaan akan menerima nasihat sepertinya pantas dicontoh apa yg pernah dilakukan seorang Khalifah yg pernah membawa pemerintahan Islam aman makmur sejahtera , (بَلْدَةٌۭ طَيِّبَةٌۭ وَرَبٌّ غَفُورٌۭ). yaitu Umar bin Abdul Azis.


Dalam kelelahan setelah mengurus jenazah Khalifah Sulaiman bin Abdul-Malik yang digantinya, dia pulang berniat untuk tidur.


Pada saat itulah anaknya yang berusia 15 tahun, Abdul-Malik masuk melihat ayahnya dan berkata, "Apakah yang sedang engkau lakukan wahai Amirul Mukminin?".


Umar menjawab, "Wahai anakku, ayahmu letih mengurusi jenazah bapak saudaramu dan ayahmu blm pernah merasakan keletihan seperti ini".       "Jadi apa engkau akan buat wahai ayah?", Tanya anaknya ingin tahu. Umar menjawab, "Ayah akan tidur sebentar hingga masuk waktu dzuhur, kemudian ayah akan keluar untuk shalat bersama rakyat".


Apa pula kata anaknya mendengar jawaban ayahnya Amirul Mukminin yang baru itu “Ayah, siapa pula yang menjamin ayah masih hidup sehingga waktu dzuhur nanti sedangkan sekarang adalah tanggung-jawab Amirul Mukminin mengembalikan hak-hak orang yang didzalimi” Umar Ibn Abdul Aziz terus terbangun dan membatalkan niat untuk tidur, beliau memanggil anaknya mendekatinya, beliau mengecup kedua belah mata anaknya sambil berkata “Segala puji bagi Allah yang mengeluarkan dari keturunanku, orang yang menolong aku di atas agamaku”.


Demikian perilaku seorang khalifah menerima nasihat walau dari seorang bocah.


Keadaan di pemerintahan era khalifah Umar Ibn Abdul Aziz, negara dalam keadaan aman sentausa makmur, sampai-sampai tak ada seorangpun rakyat yang berhak menerima zakat. 


Dibalik itu pejabat-pejabat negara hidup dalam kesederhanaan, di beri contoh oleh sang kepala negara.


Begitu keberkahan diberikan Allah bagi negara yg dipimpin oleh kepala negara yg adil, sederhana, taqwa juga terbuka terhadap nasihat/kritik. Pernah pula kudengar penceramah mengisahkan ketika wafatnya Umar bin Abdul Aziz, langsung kambing-kambing dan hewan yang diambil susunya, susu mereka serta merta volumenya menurun. Jadi bahwa kemakmuran dan keberkahan diberikan Allah terkait langsung dengan keadilan para pemimpinnya. Wallahu ‘alam bishawab.


اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، اَللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيْهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ اْلإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ أَعِنْهُمْ عَلَى الْقِيَامِ بِمَهَامِهِمْ كَمَا أَمَرْتَهُمْ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ أَبْعِدْ عَنْهُمْ بِطَانَةَ السُّوْءِ وَالْمُفْسِدِيْنَ وَقَرِّبْ إِلَيْهِمْ أَهْلَ الْخَيْرِ وَالنَّاصِحِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِ الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ كُلِّ مَكَانٍ


“Ya Allah, jadikanlah pemimpin kami orang yang baik. Berikanlah taufik kepada mereka untuk melaksanakan perkara terbaik bagi diri mereka, bagi Islam, dan kaum muslimin. Ya Allah, bantulah mereka untuk menunaikan tugasnya, sebagaimana yang Engkau perintahkan, wahai Rabb semesta alam. Ya Allah, jauhkanlah mereka dari teman dekat yang jelek dan teman yang merusak. Juga dekatkanlah orang-orang yang baik dan pemberi nasihat yang baik kepada mereka, wahai Rabb semesta alam. Ya Allah, jadikanlah pemimpin kaum muslimin sebagai orang yang baik, di mana pun mereka berada.”


آميّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــال

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

بارك الله فيكم

 وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


M. Syarif Arbi.

Jakarta, 4 Rabiul Akhir 1442 H.

19 November  2020.

(689.11.20).

Penjemput Maut.

 Pernah di masjid di sekitar kediaman kami terdengar pengumuman ttg berita duka sampai beberapa orang. Jadi di seluruh Jakarta tentu lbh banyak lagi, bgt pula kalau dihimpun seluruh dunia jelas jumlahnya bgt besar.


Ibu2 pengajian, pernah bertanya kpd Ustadz:

"Tadz, malaikat maut (Izrail), itu banyak ya????. 


Rupanya pertanyaan ini dikaitkan dg banyaknya orang meninggal dunia serentak. Logika si penanya, betapa sibuknya tu malaikat, bila hanya sendirian. Tugas si pencabut nyawa itu, bukan hanya antar kota, antar benua, tapi seluruh dunia. Bagaimana cara Malaikal Maut Menjemput.


Kuteringat ketika masih dibangku es em aa kelas satu. Waktu itu malam hari diriku bertugas sbg penyiar Radio Daerah, mengudara baru lebih setahun. Pemilik2 radio di kabupaten kelahiranku bgt tertarik mengikuti gelombang Radio Daerah mereka itu. 


Sayangnya teknologi waktu itu blm secanggih kini, sehingga penerimaan kurang sempurna misalnya "storing", "hilang datang", volume membesar mengecil sendiri.


Suatu hari pas ketika sdg berpangkas rambut, kudengar sendiri pemangkas rambut ku memberi penjelasan kpd pasien pangkas rambut yg sedang duduk menunggu. Beberapa orang pasien rambut menunggu sdg mendiskusikan kurang baiknya penerimaan mereka thdp Radio Daerah. Tukang pangkas rambut dg penuh keyakinan menjelaskan bahwa penyebab kurang baiknya penerimaan karena terlalu banyak yg nyetel radio secara bersamaan. Sarannya penggemar Radio Daerah, kalau pengen penerimaan bagus, agar nyetel radio bergiliran.


Logika berfikir Pemangkas rambut ini analog dg ibu yg bertanya kpd Ustadz tentang malaikat maut.


Logika pemangkas rambut, gelombang siaran radio misalnya berjumlah 100 lembar, kalau di pakai oleh 300 radio, maka kualitas penerimaan masing2 radio tinggal sepertiga, jadi ndak sempurna. Untuk lbh meyakinkan Pak pemangkas katakan "maklumlah radio daerah kita ini kan baru, jumlah pancarannya blm banyak".


Logika Ibu penanya tugas malaikat pencabut nyawa juga seperti itu. Jalan pikirannya lantas bertanya bgmn caranya si malaikat melaksanakan tugasnya. Wajar berlogika seperti itu, karena membayangkan cara bergeraknya malaikat diukur seperti manusia terbatas ruang dan waktu.


Penjelasan teknis pelaksanaan tugas Izrail, tidak dirinci dlm Alqur'an misalnya pada surat As-Sajdah ayat 11.


قُلْ يَتَوَفّٰٮكُمْ مَّلَكُ الْمَوْتِ الَّذِيْ وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ اِلٰى رَبِّكُمْ تُرْجَعُوْنَ

"Katakanlah, Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikan kamu, kemudian kepada Tuhanmu, kamu akan dikembalikan."


Cara bertugas Izrail, tentu tdk sama dg logika manusia........... 


Perkara kecanggihan teknologi saja, 30 tahunan lalu dg sekarang sdh jauh berbeda. Salah satunya, media para pembaca, membaca tulisan ini, blm terbayang ketika itu.

Kini dlm keadaan bersamaan seluruh pembaca dpt melihat di medsos artikel ini. 


Dulu waktu di daerahku mengudara siaran radio daerah sekitar th 1967, di kotaku blm ada siaran Televisi, baru dengar kabar bahwa di Jakarta sdh ada. 


Sblm ditemukan teknologi TV, orang blm terbayang bgmn caranya pertandingan sepak bola di luar negeri, dlm saat yg sama dpt di tonton di dalam kamar tidur.


Naaah bgt lah agaknya soal tugas malaikat Izrail. Dpt saja dianya dpt bergerak masuk ke jiwa2 manusia yg sdh sampai ajalnya secara bersamaan, sbgmn masuknya sinyal2 ketika secara bersamaan dpt mengakses suatu message di medsos.


Sbgmn halnya dulu sblm orang menemukan teknologi perekaman suara dan gambar sekaligus, apa yg di beritahukan Allah dlm Al-Qur'an; mungkin hanya diyakini dg iman. Tapi kini dg sebuah flash disk temuan manusia, dpt disimpan video peristiwa ber hari2. Apalagi flash disk ciptaan Allah. Maka ayat2 dibawah ini tlh diyakini tdk saja dg iman tetapi dg ilmu.


وَكُلَّ اِنْسَا نٍ اَلْزَمْنٰهُ طٰٓئِرَهٗ فِيْ عُنُقِهٖ ۗ وَنُخْرِجُ لَهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ كِتٰبًا يَّلْقٰٮهُ مَنْشُوْرًا

"Dan setiap manusia telah Kami kalungkan (catatan) amal perbuatannya di lehernya. Dan pada hari Kiamat Kami keluarkan baginya sebuah kitab dalam keadaan terbuka."

(QS. Al-Isra' ayat 13)


هٰذَا كِتٰبُنَا يَنْطِقُ عَلَيْكُمْ بِا لْحَقِّ ۗ اِنَّا كُنَّا نَسْتَنْسِخُ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ

"(Allah berfirman), Inilah Kitab (catatan) Kami yang menuturkan kepadamu dengan sebenar-benarnya. Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat apa yang telah kamu kerjakan."

(QS. Al-Jatsiyah ayat 29).


Seiring kemajuan tehnologi, kita semakin yakin dengan "iman dan ilmu" kebenaran informasi Al-Qur'an bahwa rekaman catatan hidup manusia sejak lahir sampai mati berikut perbuatannya se-detil2nya tercatat sempurna, akan diperlihatkan di akhirat nanti. 


Kemajuan teknologi juga kiranya telah dpt menjawab bgmn kira2 tugas Izrail, si penjemput maut. Wallahu 'alam bishawab.


يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ


"Ya Tuhan Yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku pada agama-Mu.


آميّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــال

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

بارك الله فيكم

 وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


M. Syarif Arbi.

Jakarta, 5 Rabiul Akhir 1442 H.

20 November  2020.

(690.11.20).

Kejujuran CERMIN

Konon 600 th SM, cermin sdh dikenal, mrpk alat bantu untuk melihat diri. Cermin cembung dan cermin cekung diri berdiri di depannya jadi tampak agak berbeda. 

Cermin datar tampak diri apa adanya. Boleh dikata cermin datar jujur walau tidak 100%. 


Kesanggupan cermin datar hanya menampakkan penampang yg berhadapan langsung dg si cermin. Sedang bagian penampang belakang obyek yg menghadap ke cermin sama sekali tak kelihatan. Selain itu kejujuran cermin datar terbalik sejajar. Telinga kanan kita,  dlm cermin seperti telinga kiri ...... yaaa kaann.


Sahabat dpt digolongkan baik, bila sanggup seumpama cermin. Walau tdk 100% jujur tentang diri kita, tapi msh tetap tak lebai, tak mau melebihkan atau mengurangi  "apa adanya". Namun tetap saja msh ada ketidak jujurannya seperti disebut di atas, yg tampak dlm cermin mata  sebelah kiri dlm kenyataan adalah sebelah kanan.

Walaupun bgt, tetap saja sahabat bagaikan Cermin itulah yg terbaik jadi pilihan kita. 


Sebagai manusia tak kan suka juga sih kalau sahabat jujur se jujurnya semua keadaan kita, misalnya keburukan diri kita ditampakannya shg diketahui oleh semua orang. 


Maklumlah awakpun menyadari mana pula ada manusia yg tak punya sisi jelek atau aib atau kekurangan. Saking orang lain ndak tau aja termasuk si cermin.


Makanya di do'a dlm shalat ketika duduk diantara 2 sujud butir Ketiga,  واجبرني (wajburnii), "tutuplah segala aibku." (ada pula yg memaknai "cukupkanlah sgl kekurangan ku") dalam hal ini termasuk minta ditutupi sgl kekurangan dlm pengertian kejelekan, perbuatan tak baik pernah dilakukan mrpk aib. 


Mungkin diantara kita ada; ... yg jika aib terbuka maka akan merasa tdk berarti dihadapan masyarakat. Atau jika aibnya dibuka, orang tak akan lagi menghargainya.


Sbg seorang teman, hrslah menutupi aib sahabatnya. 


Dari Abu Hurairah dari Nabi Muhammad ﷺ  beliau bersabda:


لَا يَسْتُرُ عَبْدٌ عَبْدًا فِي الدُّنْيَا إِلَّا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ


“Tidaklah seseorang menutupi aib orang lain di dunia, melainkan Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat kelak.” [Shahih Muslim]


Selain menutupi aib sahabat,  kita juga dilarang membuka aib kita sendiri, seperti hadits Muttafakun 'alaih dari Abu Hurairah r.a."

Islam melarang kita untuk membuka atau menceritakan aib sendiri setelah Allah menutupnya. 

Nabi Muhammad ﷺ ‘  bersabda;

  كُلُّ أُمَّتِيْ مُعَافًى إِلَّا الْمُجَاهِرِيْنَ وَإِنَّ مِنَ الْمُجَاهِرِةِ أَنْ يَعْمَلَ الرَّجُلُ بِالْلَيْلِ عَمَلًا ثُمَّ يُصْبِحُ وَقَدْ سَتَرَهَ اللهُ فَيَقُوْلُ يَا فُلَانُ عَمِلْتُ البَارِحَةَ كَذَا وَكَذَا وَقدْ بَاتَ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ وُيُصْبِحُ يَكْشِفُ سَتَرَ اللهُ عَنْهُ)

“Setiap ummatku akan mendapatkan ampunan dari Allah Azza wa Jalla kecuali al Mujaahiriin yaitu semisal ada seorang laki-laki yang mengerjakan sebuah perbuatan (buruk ) pada malam hari kemudian ia menjumpai waktu subuh dan Allah telah menutupi aibnya (berupa perbuatan buruk ). Lalu laki-laki tersebut mengatakan, “Wahai Fulan, aku telah mengerjakan sebuah perbuatan buruk/jelek ini dan itu”. “Maka itulah orang yang malamnya Allah telah menutup aibnya lalu ia membuka aibnya sendiri di waktu subuh (HR. Bukhori no. 6069 dan Muslim no. 2990 )


Smg Allah mengampuni sgl dosa kita baik yg sengaja maupun tdk disengaja. Smg sahabat yg mengetahui aib kita, turut menutupi aib kita dan smg kita tdk termasuk orang yg membuka aib sendiri, walaupun secara tidak sengaja.


آميّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــال

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

بارك الله فيكم

 وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


M. Syarif Arbi.

Jakarta, 6 Rabiul Akhir 1442 H.

21 November  2020.

(691.11.20).