Tuesday, 22 November 2022
“NGOCO tho lee, Kowe iku anak e SOPO”
Puluhan tahun lalu, tepatnya pertengahan tahun 1992, oleh institusiku bertugas, kami sekeluarga dimutasi ke Jakarta. Dalam pergaulan keseharian kami bertemu dengan berbagai kelompok masyarakat. Salah satu diantaranya ketemu dengan suatu keluarga anak2 mereka masih sedang bertumbuh, anak tertua sudah duduk di kelas satu es em pe, ayahnya pegawai rendahan di sebuah perusahaan swasta.
Suatu hari si anak berdialog dengan Bapaknya: “Bapak; saya minta uang, nanti setelah pulang sekolah, mau langsung ke kolam renang, abis berenang mampir makan ke Mac D, ama teman-teman, juga mau mampir ke mall beli tas”…………...
Si Bapak;…….. lama tidak menjawab sampai anaknya menghampiri sang Bapak 4 orang anak itu. Begitu anaknya mendekat, si Bapak berbisik kepada anaknya: “Ngoco tho lee, kowe ikuuu anak eee sopo”. Terjemahan bebasnya “Coba ngaca lah naak kamu itu anaknya siapa” yang maknanya kira2: “cobalah ukur sendiri kamu itu anaknya siapa, kenapa kok bergaya kayak anak orang yang ayahnya serba mampu”. Ungkapan ini sama persis hakikat maknanya dengan bahasa di kampung ku "GAGAP GA' TULANG RUSUK".
Agaknya si anak tersadar bahwa si Bapak tak mungkin ngasih uang sesuai kebutuhan, kolam renang, sekaligus makan di Mac D dan juga beli tas. Jumlah uang yang tidak sedikit.
Dengan lemas si anak berjalan ke ruang depan menanti temannya menjemput. Ketika teman-temannya menghampirinya si anak menjelaskan Ortunya tidak mengijinkan.
Kasihan memang dengan ini anak, tapi dirinya mulai belajar bahwa hidup ini tidak sama, tiap anak sama duduk di bangku es em pe; tapi dirinya anak siapa harus disadari, karena setiap Bapak/Ibu (Ortu) tidak sama kemampuannya.
Zaman kini, anak2 sekolah sejak Paud, TK, SD, SMP, SMA, berpakaian seragam, itu saja sudah cukup membebani ORTU zaman now. Tidak seperti kami zaman lampau. Tidak kenal PAUD, TK, langsung masuk SR (Sekolah Rakyat). Selama bersekolah sejak dari SR sampai SMA siswa tidak wajib berpakaian seragam. Jadi ORTU tidak ada pengeluaran biaya membeli seragam. Di SR alat belajar Batu tulis dan Grip yang dibagikan di sekolah. Pokoknya ringanlah beban ORTU nyekolahkan anak zaman lampau itu.
Alhamdulillah, bocah es em pe puluhan tahun lalu itu, berkat mau menyadari "GAGAP GA' TULANG RUSUK" atau "Ngoco tho lee, kowe iku anak e sopo", kini sudah nenjadi Sarjana Tehnik berpenghasilan baik, sudah berumah tangga, telah menghadirkan beberapa orang cucu untuk Ortunya yang pernah mengingatkannya "Ngoco tho lee, kowe iku anak e sopo"
Sepertinya kepada anak2nya pesan Bapaknya "Ngoco tho lee, kowe iku anak e sopo";. tetap membekas di dirinya. Biarpun dia cukup mampu jika anaknya minta seperti ketika dia masih es em pe dulu anak2nya dididik hidup sederhana, tidak semua apa yang diminta anaknya diperturutkan.
Barangkali sikap Ortu yang tidak begitu saja memperturutkan maunya anak ini patut jadi acuan, karena kita tidak tau persis guratan nasib putra-putri kita dimasa depan. Tidak sedikit anak orang kondang kaya terpandang sepeninggal Ortunya berkehidupan susah. Sebaliknya banyak kasus, Ortunya yang melarat anak cucu keturunannya menjadi orang berada dan kenamaan.
Allah ingatkan kehidupan ini tak baik kalau berlebihan, harus sederhana.
Makan dan minum lah ( وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا), tapi jangan berlebihan( وَلَا تُسْرِفُوْا).- QS. Al-'Araf ayat 31.
Sampai dalam bersedekah/berinfaqpun Allah beri petunjuk di surat Al-Furqan ayat 67:
وَالَّذِيْنَ اِذَاۤ اَنْفَقُوْا لَمْ يُسْرِفُوْا وَلَمْ يَقْتُرُوْا وَكَانَ بَيْنَ ذٰلِكَ قَوَامًا
"orang-orang yang apabila menginfakkan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, di antara keduanya secara wajar"
Malah kita diajarkan berdo'a:
;رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَاِسْرَافَنَا فِيْۤ اَمْرِنَا وَ ثَبِّتْ اَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ
"Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan (dalam) urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir".
(QS. Ali 'Imran ayat 147).
Semoga kita dapat mewariskan ke generasi penerus hidup sederhana walau dalam berkecukupan, sebagai wujud syukur akan nikmat Allah, selalu mengikuti petunjuk Allah s.w.t.
آميّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــال
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
بارك الله فيكم
وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
M. Syarif Arbi.
Jakarta, 27 Rabiul Akhir 1444 H.
22 November 2022.
(1.063.11.22).
Sunday, 20 November 2022
Menyingkap PROSEDUR KERJA malaikat MAUT
Kuteringat ketika masih dibangku es em aa mulai kelas satu sampat tamat tahun 1969. Waktu itu di malam hari diriku bertugas sebagai penyiar Radio Daerah Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat, mengudara baru lebih setahun. Pemilik2 radio di kabupaten kelahiranku begitu tertarik mengikuti gelombang Radio Daerah mereka itu.
Sayangnya teknologi waktu itu belum secanggih kini, sehingga penerimaan kurang sempurna misalnya "storing", "hilang datang", volume membesar mengecil sendiri.
Suatu hari pas ketika sedang berpangkas rambut, kudengar sendiri pemangkas rambut ku memberi penjelasan kepada pasien pangkas rambut yang sedang duduk menunggu. Beberapa orang pasien rambut menunggu sedang mendiskusikan kurang baiknya penerimaan mereka terhadap Radio Daerah. Tukang pangkas rambut dengan penuh keyakinan menjelaskan bahwa penyebab kurang baiknya penerimaan, karena terlalu banyak yang nyetel radio secara bersamaan. Saran-nya penggemar Radio Daerah, kalau pengen penerimaannya bagus, agar nyetel radio bergiliran.
Logika pemangkas rambut, gelombang siaran radio misalnya berjumlah 100 lembar, kalau di pakai oleh 300 radio, maka kualitas penerimaan masing2 radio tinggal sepertiga, jadi ndak sempurna. Untuk lebih meyakinkan, Pak pemangkas katakan "maklumlah radio daerah kita ini kan baru, jumlah pancarannya belum banyak". Belum sebanyak pancaran RRI di Jakarta, atau RRI Pontianak.
Pernah di masjid di sekitar kediaman kami terdengar pengumuman tentang berita duka sampai beberapa orang. Jadi di seluruh Jakarta tentu lebih banyak lagi, begitu pula kalau dihimpun seluruh dunia jelas jumlahnya ratusan ribu orang atau jutaan.
Ibu2 pengajian, pernah bertanya kepada Ustadz:
"Tadz, malaikat maut (Izrail), itu banyak ya????.
Logika berfikir ibu yang bertanya kepada Ustadz tentang prosedur kerja malaikat maut, mirip dengan logika Pemangkas rambut yang kukisahkan di atas.
Rupanya pertanyaan ini dikaitkan dengan banyaknya orang meninggal dunia serentak. Logika si penanya, betapa sibuknya tu malaikat, bila hanya sendirian. Tugas si pencabut nyawa itu, bukan hanya antar kota, antar benua, tapi seluruh dunia. Bagaimana cara Malaikat Maut Menjemput.
Logika Ibu penanya tugas malaikat pencabut nyawa juga seperti itu. Jalan pikirannya lantas bertanya bagaimana caranya si malaikat melaksanakan tugasnya. Wajar berlogika seperti itu, karena membayangkan cara bergeraknya malaikat diukur seperti manusia terbatas ruang dan waktu.
Penjelasan teknis pelaksanaan tugas Izrail, tidak dirinci dalam Al Qur'an misalnya pada surat As-Sajdah ayat 11.
قُلْ يَتَوَفّٰٮكُمْ مَّلَكُ الْمَوْتِ الَّذِيْ وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ اِلٰى رَبِّكُمْ تُرْجَعُوْنَ
"Katakanlah, Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa) mu akan mematikan kamu, kemudian kepada Tuhanmu, kamu akan dikembalikan."
Cara bertugas Izrail, tentu tidak sama dengan logika manusia...........
Perkara kecanggihan teknologi saja, 60 tahunan lalu dengan sekarang sudah jauh berbeda. Salah satunya, media para pembaca, membaca tulisan ini, belum terbayang ketika itu.
Kini dalam keadaan bersamaan seluruh pembaca dapat melihat di medsos artikelku ini.
Dulu waktu di daerahku mengudara siaran radio daerah sekitar th 1967, di kotaku belum ada siaran Televisi, baru dengar kabar bahwa di Jakarta sudah ada.
Sebelum ditemukan teknologi TV, orang belum terbayang bagaimana caranya pertandingan sepak bola piala dunia di Qatar, dalam saat yang sama dapat di tonton di dalam kamar tidur.
Naaah begitu lah agaknya soal tugas malaikat Izrail. Dapat saja dianya dapat bergerak masuk ke jiwa2 manusia yang sudah sampai ajalnya secara bersamaan, sebagaimana masuknya sinyal2 ketika secara bersamaan dapat mengakses suatu message di medsos.
Sebagaimana halnya dulu sebelum orang menemukan teknologi perekaman suara dan gambar sekaligus, apa yang diberitahukan Allah dlm Al-Qur'an; mungkin hanya diyakini dengan iman. Tapi kini dengan sebuah flash disk temuan manusia, dapat disimpan video peristiwa ber hari2. Apalagi flash disk ciptaan Allah. Maka ayat2 dibawah ini telah diyakini tidak saja dengan iman tetapi sudah dengan ilmu.
وَكُلَّ اِنْسَا نٍ اَلْزَمْنٰهُ طٰٓئِرَهٗ فِيْ عُنُقِهٖ ۗ وَنُخْرِجُ لَهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ كِتٰبًا يَّلْقٰٮهُ مَنْشُوْرًا
"Dan setiap manusia telah Kami kalungkan (catatan) amal perbuatannya di lehernya. Dan pada hari Kiamat Kami keluarkan baginya sebuah kitab dalam keadaan terbuka."
(QS. Al-Isra' ayat 13)
هٰذَا كِتٰبُنَا يَنْطِقُ عَلَيْكُمْ بِا لْحَقِّ ۗ اِنَّا كُنَّا نَسْتَنْسِخُ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
"(Allah berfirman), Inilah Kitab (catatan) Kami yang menuturkan kepadamu dengan sebenar-benarnya. Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat apa yang telah kamu kerjakan."
(QS. Al-Jatsiyah ayat 29).
Seiring kemajuan tehnologi, kita semakin yakin dengan "iman dan ilmu" kebenaran informasi Al-Qur'an bahwa rekaman catatan hidup manusia sejak lahir sampai mati berikut perbuatannya se-detil2nya tercatat sempurna, akan diperlihatkan di akhirat nanti.
Kemajuan teknologi juga kiranya telah dapat menjawab bagaimana kira2 tugas Izrail, si penjemput maut. Wallahu 'alam bishawab.
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ
"Ya Tuhan Yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati kami pada agama-Mu”. Jadikanlah hati kami terbuka untuk mengimani semua yang dikabarkan oleh Allah dan Rasul-Nya, guna memperbaiki amal ibadah kami sebelum Izrail datang memanggil.
آميّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــال
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
بارك الله فيكم
وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
M. Syarif Arbi.
Jakarta, 25 Rabiul Akhir 1444 H.
20 November 2022.
(1.062.11.22).
Thursday, 17 November 2022
RAHASIA sakit bagi MANULA
Hampir setiap manula punya penyakit kronis, ada yang sekaligus empat penyakit, misalnya buat kaum lelaki, terkena Diabetes, Prostat, Darah tinggi, gangguan pencernaan. Begitu pula kaum nenek-nenek, kena penyakit persendian, kolesterol, migrain, pencernaan dan macam-macam lagi penyakit kronis lainnya. Walau tak sedikit juga manula berusia di atas 70, di atas 80 masih sanggup nyetir mobil sendiri, sehat afiat. Tapi ini hanya sebagian kecil.
Ternyata bagi yang berpenyakit kronis itu ada rahasia hikmah yang terkandung di dalamnya. Karena selalu dirundung sakit, dirinya tak henti-hentinya berdzikir, tak henti hentinya mengingat Allah siang dan malam. Tentu hal itu merupakan kesempatan yg diberikan Allah, akan membawa kebaikan bagi kehidupan akhirat yang bersangkutan. Sedangkan manusia mau tidak mau, suka tidak suka, pasti akan memasuki kehidupan akhirat melalui pintu gerbang maut, baik yang sakit-sakitan akhirnya meninggal, juga yang sehat-sehat dapat saja langsung tiba-tiba meninggal.
Ada teman yang sering sakit-sakitan, lantas dianya sebagai manusia, kadang mempertanyakan, kenapa do’anya untuk minta kesembuhan belum juga terijabah.
Guna menjawab pertanyaan teman di atas, bagus dijadikan acuan contoh cerita seorang yang sedang makan di sebuah rumah makan ketamuan pengamen. Sedang asik, menikmanti makanan yang dipesan, apalagi dengan pasangan, datang seorang pengamen membawa alat pengiring nyanyian ala kadarnya berupa botol Aqua diisi pasir. Meluncurlah dari mulutnya tembang yang tak tentu karuan bait dan syairnya dibalut oleh suara yang sember/sumbang tak enak mendarat di telinga. Mungkin bila seseorang itu adalah anda, anda akan segera merogoh kantong mengambil recehan ala kadarnya, agar si pengamen lekas pergi, atau berguman “maaf-maaf”, supaya pengamen cepat berlalu.
Bagaimana kalau yang datang ngamen, seorang lelaki tampan berpakaian sopan didampingi pula seorang perempuan cantik berpakaian rapi. Si lelaki memain kan alat musik yang enak didengar suaranya, sementara pengamen putri menembangkan lagu, kebetulan lagu nostalgia anda yang sangat anda gandrungi. Tentu anda tidak segera merogoh kantong untuk mengabulkan tujuan dari si pengamen untuk mendapatkan upah atas jasanya yang tak dipesan itu. Anda mungkin akan menunggu sampai lagu itu sampai syair terakhir. Dapat juga terjadi jika benar-benar anda menikmati lantunan suara dan iringan musiknya, anda akan pesan lagi satu lagu lain yang juga nostalgia anda.
Itulah perumpaan bagi do’a seorang manula yang mungkin belum dikabulkan dengan kesembuhan. Allah yang mempunyai hak mutlak mengabulkan do’a, menyenangi do’a anda yang sakit-sakitan itu. Allah yang mempuyai kuasa mutlak mengijabah do’a menyenangi dzikir-dzikir anda setiap saat menjelang berakhirnya usia anda, agar nanti terkumpul do’a anda itu untuk dikabulkan nanti di akhirat kelak.
Pantas sebagai bahan renungan peringatan Allah dalam surat Ar-Ra’d 22 dalam konteks salah satu syarat orang2 yang akan dimasukkan kedalam surga bersama orang shaleh dan seluruh keluarganya adalah orang yang sabar dalam menantikan anugerah Allah:
“……………………………."وَالَّذِينَ صَبَرُوا ابْتِغَآءَ وَجْهِ رَبِّهِم
"Dan orang yang sabar karena mengharap keridaan Tuhannya,………...”
Dalam hal berdo’a, dengan penuh kesabaran menantikan akan terkabulnya do’a. Jika do’a belum terkabul dengan sabar menerima ketentuan Allah tentang penyakit yang diderita, dengan tetap berprasangka baik terhadap Allah.
Selanjutnya atas penyakit yang diderita; melalui prasangka baik terhadap Allah, bahwa boleh jadi penyakit yang diderita akan membawa hikmah kebaikan untuk si penderita sakit. Kadang hikmahnya itu baru diketahui dikemudian hari. Sebagai bahan renungan baik dicermati surat Al-Baqarah ayat 216:
وَعَسٰىٓ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسٰىٓ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُون………………………..”
“……...Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."
Guna lebih membesarkan hati bagi pembaca manula yang mungkin berpenyakit kronis, sudah ikhtiar maksimal, do’a-pun optimal telah dipanjatkan namun belum juga sembuh; baik dicermati hadits berikut ini:
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيبُهُ أَذًى مِنْ مَرَضٍ فَمَا سِوَاهُ إِلَّا حَطَّ اللَّهُ بِهِ سَيِّئَاتِهِ كَمَا تَحُطُّ الشَّجَرَةُ وَرَقَهَا
Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan mengugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang mengugurkan daun-daunnya”. (HR. Bukhari no. 5660)
Dengan diketahuinya RAHASIA penyakit sebagian MANULA seperti sedikit dikemukakan di atas, kiranya menjadikan semangat kesabaran kita para manula yang mungkin tengah mengalami sakit-sakitan. Ketahuilah bahwa bagaimanapun juga semuanya akan berakhir, yang penting berakhir dengan keadaan baik, bahasa agama “husnul khatimah (حسن الخاتمة)”. Semoga MANULA, umpamanyapun digandrungi penyakit2 kronis, tetap dapat menggunakan sisa2 nafas yang diberikan Allah untuk dapat beribadah semampunya sekurangnya berdzikir.
آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
بارك الله فيكم
وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
M. Syarif Arbi.
Jakarta, 22 Rabiul Akhir 1444 H.
17 November 2022.
(1.061.11.22)
Tuesday, 15 November 2022
KESEMPATAN buat MANULA
Baik dibaca oleh para “manula”
Boleh juga dibaca pra “Lansia”
Tidak dilarang membacanya “para pemuda”.
Kalau terbaca oleh anak menjelang dewasa insya Allah tdk akan berbahaya.
Seorang temanku sekitar duapuluh lima tahun lalu, kini sudah tiada, sering mengeluhkan, kalau malam sekitar pukul dua atau tiga dini hari terbangun dan tak dapat tidur kembali. Keluhan temanku yang usianya 10 tahunan lebih tua dariku itu kukomentari “abang patut bersyukur berarti Allah memberi kesempatan abang untuk lebih banyak shalat malam, agar abang banyak berzikir”. Jawabanku itu dijawab senyum serta mengatakan: “mulai,……., mulai,…… mulai masuk sindirannya”.
Memang sobatku ini paling akrab denganku dan banyak membantuku ketika aku masih merintis hidup ini, beliau kurang aktif shalat, namun do’aku semoga Allah mengampuni segala dosanya, menerima amal kebaikannya yang lain. Banyak kebaikan lainnya dalam hubungan kemasyarakatan dan persahabatan, utamanya dengan ku. Allah tentu akan memperhitungkan semuanya dengan baik, sebab Allah akan memperhitungkan segala kebaikan kendati hanya sebesar atom sekalipun.
Orang dengan usia manula, sebagian besar telah berkurang kelelapannya tidur di malam hari, ku tak punya data konkrit, berapa persen manula sering terbangun malam seperti sohibku itu. Tetapi banyak cerita rekan-rekan di usia enampuluhan keatas mempunyai kebiasaan terbangun tinggal sepertiga malam terakhir itu, termasuk tetanggaku yang kebetulan bukan seagama.
Ada juga temanku (enampuluhan) menceritakan, bahwa dianya memanfaatkan terbangunnya tengah malam, membaca buku-buku dan juga menyusun tulisan buku.
Banyak sudah karya tulis temanku itu terpublikasi, berkat sering terbangun diujung malam. Sayangnya itu teman tidak menggunakan untuk shalat malam dan berzikir seperti saranku buat salah seorang sahabatku. Namun tentu saja apapun kegiatan yang dilakukan seperti menulis buku layaknya temanku yang satu ini, semoga bila diniatkan untuk ibadah, Insya Allah mendapatkan nilai kebaikan dari Allah SWT. Aamiin. Walaupun belasan judul buku temanku ini bukan buku-buku agama seperti karya Imam Ghazali.
Biasanya buku2 bukan buku ajaran agama, “up to date” nya, sangat tergantung waktu. Tidak akan sesuai lagi setelah 5 sampai 10 tahun yang akan datang.
Andaikanlah buku-buku agama, tentu merupakan amalan jariah yang manfaatnya dinikmati penulis terus menerus walau telah berpulang ke rahmatullah. Lagi pula buku-buku ilmu pengetahuan duniawi, dalam hal nyusun Skripsi, Tesis dan Disertasi, buku-buku yang dapat diajadikan acuan harus terbaru, sekurangnya terbit 5 tahun sebelum tanggal karya ilmiah yang akan disusun. Jadi besar kemungkinan buku-buku temanku itu kini tak lagi akan ikut dalam pusaran buku beredar di khasanah perbukuan. Sementara temanku itu tak mungkin merevisinya karena telah lebih dari sepuluh tahun wafat. Beda dengan buku-buku agama, setua apapun buku itu akan masih relevan untuk dijadikan referensi.
Kapan sih, manusia itu tergolong manula? Mengacu kepada usia manusia zaman sekarang adalah rata2 70 an tahun, menurut BPS rata2 AHH (angka harapan hidup) penduduk Indonesia 73,5 tahun (data tahun 2021).
Rasulullah SAW sendiri pernah mengabarkan usia kebanyakan umatnya yang berkisar antara 60-70 tahun.
عن أبي هريرة رضي الله تعالى عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم أَعْمَارُ أُمَّتِي مَا بَيْنَ السِّتِّينَ إلَى السَّبْعِينَ وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوْزُ ذَلِكَ رواه الترمذي
Artinya, “Dari Abu Hurairah RA. Ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, ‘Usia umatku (umumnya berkisar) antara 60 sampai 70 tahun. Jarang sekali di antara mereka melewati (angka) itu.’” (HR At-Tirmidzi).
Oleh karena itulah barangkali usia 40 tahun sudah masuk usia yang oleh Allah dlm surat Al-Ahqaf 15 sudah dianjurkan untuk mulai berdo’a seperti ini:
رَبِّ أَ وْ زِعْنِىٓ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَـٰلِحًۭا تَرْضَىٰهُ وَأَصْلِحْ لِى فِى ذُرِّيَّتِىٓ ۖ إِنِّى تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّى مِنَ ٱلْمُسْلِمِين
"Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri".
Naaah saudaraku pembaca yang budiman utamanya manula, mari pergunakan kesempatan terbangun lewat tengah malam yang diberikan Allah untuk dapat dipergunakan menambah pundi2 amal berupa dzikir dan shalat merupakan penyempurnaan hubungan baik kepada Allah (hablum minallah). Selanjutnya di siang hari terus menerus menabur kebaikan sesama manusia dan mahluk Allah merupakan perbaikan hubungan sesama manusia (hablum minannas). Semoga Allah mengangkat kita di tempat yang terpuji (مَقَامًا مَّحْمُودًا).
آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
بارك الله فيكم
وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
M. Syarif Arbi.
Jakarta, 20 Rabiul Akhir 1444 H.
15 November 2022.
(1.060.11.22)
Thursday, 10 November 2022
Sembilan Pesan ke Anak Cucu
Sembilan perkara dilupa jangan.
Spy diakhirat tetap sekenaungan
Dalam surga penuh kenikmatan.
Semua generasi dlm keturunan.
Pertama.
Tepatilah janji kepada Allah.
Taati semua yang diperintah.
Segala larangan jangan dijamah.
Jauhkan diri dari syirik dan fitnah.
Kedua.
Janji sesama jangan ingkari.
Sekecil apapun harus tepati.
Karena itu jangan mudah berjanji.
Janji tak lunas terbawa mati.
Ketiga
Silaturahim selalu hubungkan.
Kalau renggang segera tautkan.
Insya Allah rezeki Allah murahkan.
Usiapun akan Allah panjangkan.
Keempat
Takut kpd Allah, dg mendekat.
Beribadah kian semakin taat.
Berbuat baik kpd masyarakat.
Buat bekal nanti ke akhirat.
Kelima
Hari perhitungan nanti diakhirat.
Hendaklah selalu di ingat-ingat.
Kalau berdosa segera bertobat.
Agar tak nampak dihari kiamat.
Keenam
Perilaku diri haruslah sabar.
Doa tak kabul usahlah gusar.
Asalkan telah jalankan ikhtiar.
Ikhlas terima takdir tergelar.
Ketujuh
Shalat 5 waktu usah ditinggal.
Awal waktu agar diusahakan.
Tak ada alasan buat menyangkal
Sakit, bepergian tetap kerjakan
Kedelapan
Laksanakan sedekah dan infak.
Sembunyi2 ataupun tampak.
Perintah ini hendaklah disimak.
Dilaksanakan manfaatnya banyak.
Kesembilan
Balas kejahatan dengan kebaikan.
Amalan tersulit dari yg delapan.
Cerminan akhlak orang beriman.
Hati jernih mudah memaafkan.
Terinspirasi dari Al-Qur'an.
Ar-Raad 20 s/d 23 jadi acuan.
Semoga jadi bahan renungan.
Manfaat meninggikan iman.
آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
بارك الله فيكم
وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
M. Syarif Arbi.
Jakarta, 15 Rabiul Akhir 1444 H.
10. November 2022.
(1.058.11.22)
Sunday, 23 October 2022
Sepeda Relly
Rekan sebayaku lewat 70 tahun mesti ingat "Sepeda Relly". Dikampungku dulu pemilik jenis sepeda ini bukan orang sembarangan, kalau dia bukan pejabat tinggi kabupaten, tentu dianya orang luas kebun kelapanya, atau punya toko besar. Pokoknya sepeda Relly lambang prestise, lambang orang berduit.
Model sepeda Relly yang pernah kulihat semuanya di desain untuk dikendarai orang lelaki, karena antara tempat duduk ke arah stang pengemudi dihubungkan dengan besi silinder.
Keistimewaan yang membuatnya beda dengan sepeda lain sejenis, bila dikendarai sepeda ini berbunyi " Tik-tik-tik", selama sepeda ini dikayuh. Sumber bunyi dari as roda belakang, di tengah as ada semacam alat dimasuki senar terhubung ke stang kemudi. Sepertinya senar itu berfungsi mengatur berat-ringan kayuhan, berkaitan dengan kecepatan.
Lambang prestise ini dari waktu ke waktu terus berubah, belakangan lambang prestise adalah kepemilikan mobil mewah. Mobilpun tidak sekedar mobil mewah, tapi mobil mewah, tahun produksi terbaru jadi ukuran kekayaan.
Dalam kaitan lomba kepemilikan lambang kekayaan itu, tak sedikit orang punya kesempatan korupsi, kesempatan menyalah gunakan wewenang tak sungkan2 memamerkan lambang kemewahan tsb. Sebagian ada yang sudah berujung pamer kemewahan mereka terhenti karena jadi terdakwa korupsi. Mobil2 mewahpun diusut dari mana asalnya, selanjutnya disita.
Kecendrungan manusia untuk berbangga-bangga termasuk kemewahan kendaraan ini memang sudah sifat dari manusia, sampai2 Allah informasikan dalam Al-Qur’an diantaranya dalam surat Surat Ali-Imran ayat 14 dan juga surat Al-Hadid ayat 20:
زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ ٱلشَّهَوَٰتِ مِنَ ٱلنِّسَآءِ وَٱلْبَنِينَ وَٱلْقَنَـٰطِيرِ ٱلْمُقَنطَرَةِ مِنَ ٱلذَّهَبِ وَٱلْفِضَّةِ وَٱلْخَيْلِ ٱلْمُسَوَّمَةِ وَٱلْأَنْعَـٰمِ وَٱلْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَـٰعُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَٱللَّهُ عِندَهُۥ حُسْنُ ٱلْمَـَٔابِ
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan*), binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)
*) Era modern sekarang Mobil2 mewah.
Lalu kepada orang2 beriman diingatkan Allah dengan ayat 20 surat Al-Hadid:
اعْلَمُوٓا أَنَّمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ ۢبَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِى الْأَمْوٰلِ وَالْأَوْلٰدِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُۥ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرٰىهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطٰمًا ۖ وَفِى الْأَاخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوٰنٌ ۚ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ إِلَّا مَتٰعُ الْغُرُورِ
"Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu."
Apakah orang berduit jaman dahoeloe memiliki sepeda Relly, orang berduit jaman kini memiliki mobil mewah terus-menerus diperbaharui tahun produksinya,…………, salah. Tentu sama sekali tidak salah. Jika memang punya kemampuan, perilaku yang demikian itu sungguh manusiawi sehingga Allah beritahukan kepada manusia dalam ayat2 dikutip di atas. Akan tetapi yang jadi persoalan adalah cara memperolehnya, sepanjang diperoleh dengan cara yang halal, malah mungkin merupakan wujud bersyukur atas nikmat Allah yang telah menciptakan berbagai kemudahan dan kenikmatan. Apabila memperoleh kekayaan dengan cara yang bathil, di dunia saja kadang sudah diperoleh pembalasan yang memalukan dan menyedihkan, apalagi di akhirat nanti,
Semoga Allah senantiasa melindungi kita dari harta diperoleh dengan cara yang bhatil. Semoga Allah memberikan kita rezeki yang luas, halalan taiyiban serta berkah. Selanjutnya semoga kita selalu ingat bahwa dunia ini hanya sementara.
آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
بارك الله فيكم
وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
M. Syarif Arbi.
Jakarta, 28 Rabiul Awal 1444 H.
24 Okt. 2022.
(1.050.10.22)
Thursday, 20 October 2022
MENUJU IKHLAS
Ikhlas adalah kunci ibadah, karena ibadah bila tidak dilandasi oleh ikhlas maka nilai ibadah itu akan sia-sia sebab tidak diterima oleh Allah. Menurut arti bahasa “Ikhlas” adalah bersih dari kotoran. Menurut istilah ikhlas adalah amal ibadah yang hanya mengharapkan ridha Allah semata, tidak mengharapkan pujian, penilaian baik dari orang lain atau dari masyarakat.
Bagaimana menuju ikhlas tersebut, mudah2an langkah2 berikut ini dapat dicoba sebagai rujukan:
Pertama; dengan mengosongkan pikiran disaat kita sedang beribadah kepada Allah SWT. Kita hanya memikirkan Allah, shalat untuk Allah, dzikir untuk Allah, semua amal yang kita lakukan hanya untuk Allah. Lupakan semua urusan duniawi, kita hanya tertuju pada Allah. Urusan dunia seringkali membuat bingung, sibuk, tak terpenuhi harapan, tak tercapai cita2. Dengan masih berat memikirkan urusan dunia, tak akan dapat melepaskan diri dari 4 hal yaitu:
Kebingungan; untuk mencari jalan keluar dari problem hidup yang dihadapi, problem tak henti-hentinya silih berganti. Teratasi suatu problem timbul problem yang baru.
Kesibukan berlangsung terus; selama masih hidup dan sehat tak habis2nya kesibukan itu.
Kebutuhan tak terpenuhi; adalah tidak mungkin kebutuhan kita sebagai manusia semuanya terpenuhi, tetap masih ada saja kekurangannya.
Cita2 tak tercapai; semua orang harus bercita-cita, namun tercapai tidaknya adalah merupakan hak Allah yang menentukan.
Semua masalah tersebut, ketika sedang beribadah hendaklah diupayakan dilupakan terlebih dahulu. Usahakan bukan hanya ketika shalat saja menghayati petunjuk Allah di ayat 162 surat Al-An’am berikut ini, tetapi semua ibadah yang dilakukan dengan sungguh2 menyerahkan sholat, seluruh ibadah, hidup dan hanya untuk Allah:
قُلْ اِنَّ صَلَا تِيْ وَنُسُكِيْ وَ مَحْيَايَ وَمَمَا تِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
"Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam,"
Kedua; Jangan munculkan rasa riya’ atau sombong di dalam diri kita karena kita tidak berdaya di hadapan Allah SWT. Disadari bahwa setiap diri sering ingin muncul perasaan riya’ dan itulah bujuk rayu iblis, usahakanlah riya’ itu diusir jauh-jauh. Bagus diamalkan do’a yang diajarkan Rasulullah kepada sahabatnya Abubkar Ash Siddiq:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ
"Allahumma inni audzubika an usyrika bika wa ana a'lamu wa astaghfiruka lima la a'lamu."
Yang artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari perbuatan menyekutukanMu di saat aku mengetahui dan aku mohon ampunan dari sesuatu yang aku tidak mengetahui."
Ketiga; Rasakanlah Allah berada di hadapan kita dan sedang menyaksikan kita.
اُعْبُدِاللهَ كَأَ نَّكَ تَرَاه وَكُنْ فِي الدُّ نْيا كَأَ نَّكَ غَرِيْبٌ أوْ عا بِرُ سبِيل
“Beribadahlah kepada Allah seakan-akan kamu melihat Allah dan jadilah kamu di dunia seakan-akan orang asing atau musafir”
Insya Allah dengan ke tiga cara di atas ditambah satu lagi yang ke empat dibawah ini semoga anda dapat mencapai ikhlas.
Keempat; Jangan lupa untuk berdo’a memohon kepada Allah SWT agar kita dapat beribadah secara ikhlas untuk-Nya, sebagaimana do’a Nabi Ibrahim a.s,” dalam surat al An’am: 77
لَئِنْ لَّمْ يَهْدِنِى رَبِّى لَأَكُونَنَّ مِنَ الْقَوْمِ الضَّآل
"Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat."
Semoga kita semua dapat beramal, beribadah dengan ihklas hanya karena Allah
آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
بارك الله فيكم
وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
M. Syarif Arbi.
Jakarta, 24 Rabiul Awal 1444 H.
20 Okt. 2022.
(1.049. 09.22)
Subscribe to:
Posts (Atom)