Sunday, 27 February 2022
Akal picu Inspirasi, raih Hidayah
Akal diberikan kepada manusia yang normal akan berfungsi:
mengingat, berfikir, mencari sebab akibat, menghayal atau imajinasi.
a. Mengingat:
Kemampuan merekam kejadian2 yang lalu, shingga hal2 baik akan diteruskan, ditingkatkan. Hal kurang baik jadi hati2 bahkan dihindari, agar tidak seperti Keledai "Terperosok di lobang yg sama”.
b. Akal untuk "berfikir":
Memilih, memutuskan apa yang harus dilakukan, harus diambil dalam hidup ini. Anak-anak fikirannya belum jalan. Dikisahkan Nabi Musa lebih memilih "bara" ketimbang "emas" tatkala diuji Fir'aun, menguji keberakalan bocah Musa. Melalui berfikir manusia sadar dari mana dia datang dan kemana kesudahannya hidup ini, oleh karenanya menyiapkan diri akan kematian. Hidup sesudah mati adalah alam ghaib sama ghaibnya keberadaan kita sebelum lahir. Diri kita ini sebetulnya adalah mahluk ghaib yang sementara ini dipakaikan sangkar berupa jasmani. Nanti akan kembali ghaib lagi, bila Ruh sudah tak netap lagi di raga ini. Hal yang ghaib hanya tercerna dengan berfikir, merupakan cabang dari akal. Selanjutnya Qalbu diberikan hidayah oleh Allah. Sebab tidak sedikit cendik pandai yang tak beriman kepada yang ghaib.
c. Akal akan mencari "sebab akibat":
Melalui cabang akal yang satu ini, manusia dapat percaya akan adanya pencipta. Teknik yang paling dasar, guru agama di SR kita dulu memasukkan ke akal kita bahwa "tak mungkin ada kotoran cecak di lantai dalam ruang kelas ini, kalau tak pernah ada cecak yang masuk kelas ini". Kata guru agama. Bumi ini tak mungkin ada bila tak ada yang menciptakan. Namun tanpa Qalbu yang mendapat hidayah Allah, tetap saja ada yang tidak percaya Allah sebagai pencipta.
d. Akal dapat "menghayal":
Imajinasi dimiliki oleh anak manusia sejak dini, perhatikan anak yang baru lancar ngomong, dia sudah dapat merajut cita-cita kalau dia besar nanti. Meskipun cita-citanya sangat sederhana sesuai perkembangan akalnya. Sarana akal melalui menghayal, Allah berikan inspirasi kepada manusia, banyak tercipta karya2 besar manusia untuk memudahkan hidup antara lain: Pesawat terbang tercipta. Kini dunia maya menjadi nyata juga semula produk menghayal, demikian juga Robot dapat menggantikan sebagaian tugas manusia, dll tercipta lantaran akal manusia melalui cabang menghayal dan mencoba.
Namun akal saja tak mampu mencari kebenaran hakiki, tentang siapa pencipta alam semesta ini, bila tidak menggunakan sarana RUH. Salah satu yang sangat vital fungsinya dikehidupan manusia ini Adalah “RUH”. Akal akan berfungsi bila masih ada Ruh bersemayam di Jasmani ini. Di dalam RUH itu pula dimungkinkan melekat “iman”. Iman adalah wilayah Qalbu. "QALBU" bila tidak dengan pertolongan Allah tak kan berhasil menemukan kebenaran Allah.
Nabi Ibrahim pernah mencoba menggunakan akalnya sehingga yang terjadi: menganggap Bintang, Bulan dan Matahari sebagai Tuhan. Di abadikan di Surat Al-An'am 76-78
فَلَمَّا جَنَّ عَلَيْهِ الَّيْلُ رَاٰ كَوْكَبًا ۚ قَا لَ هٰذَا رَبِّيْ ۚ فَلَمَّاۤ اَفَلَ قَا لَ لَاۤ اُحِبُّ الْاٰ فِلِيْنَ
"Ketika malam telah menjadi gelap, dia (Ibrahim) melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata, Inilah tuhanku. Maka ketika bintang itu terbenam dia berkata, Aku tidak suka kepada yang terbenam."
(QS. Al-An'am ayat 76)
فَلَمَّا رَاَالْقَمَرَ بَا زِغًا قَا لَ هٰذَا رَبِّيْ ۚ فَلَمَّاۤ اَفَلَ قَا لَ لَئِنْ لَّمْ يَهْدِنِيْ رَبِّيْ لَاَ كُوْنَنَّ مِنَ الْقَوْمِ الضَّاۤ لِّيْنَ
"Lalu ketika dia melihat bulan terbit dia berkata, Inilah tuhanku. Tetapi ketika bulan itu terbenam dia berkata, Sungguh, jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat."
(QS. Al-An'am ayat 77)
فَلَمَّا رَاَ الشَّمْسَ بَا زِغَةً قَا لَ هٰذَا رَبِّيْ هٰذَاۤ اَكْبَرُ ۚ فَلَمَّاۤ اَفَلَتْ قَا لَ يٰقَوْمِ اِنِّيْ بَرِيْٓءٌ مِّمَّا تُشْرِكُوْنَ
"Kemudian ketika dia melihat matahari terbit, dia berkata, Inilah tuhanku, ini lebih besar. Tetapi ketika matahari terbenam, dia berkata, Wahai kaumku! Sungguh, aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan."
(QS. Al-An'am ayat 78).
Kebenaran menurut akal belum tentu benar, bila tidak ditopang oleh kebenaran menurut Qalbu. Qalbu tidak akan berhasil menemukan kebenaran kalau tanpa pertolongan Allah (dengan HIDAYAH Allah).
Para Nabi dan para Rasul, mendapat hidayah langsung dari Allah dituntun wahyu. Murid2 para Nabi dan sahabat para Rasul, mendapat hidayah melalui apa yang didengarnya, apa yang dilihatnya dari Nabi2 dan Rasul2, kemudian ditolong Allah dibukakan Qalbunya menerima hidayah. Contoh Umar bin Khattab menerima hidayah, terlebih dulu marah2.
Manusia sekarang ini, berbagai sebab mendapatkan hidayah:
Ada karena terbebas dari bencana.
Ada karena ajakan seorang cucu.
Ada karena mendengar.....
Ada karena membaca ......
dan lain2 aneka macam sebab.
Namun hidayah tak kan diperoleh tanpa pertolongan Allah membukan Qalbu, sebagaimana Allah menolong kita terhindar dari perbuatan keji dan mungkar.
وَلَوْلَا فَضْلُ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهٗ مَا زَكٰى مِنْكُمْ مِّنْ اَحَدٍ اَبَدًا وَّلٰـكِنَّ اللّٰهَ يُزَكِّيْ مَنْ يَّشَآءُ ۗ وَا للّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
(Kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, niscaya tidak seorang pun di antara kamu bersih (dari perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya) (QS. An-Nur ayat 21).
مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِى ۖ وَمَنْ يُضْلِلْ فَأُولٰٓئِكَ هُمُ الْخٰسِرُونَ
"Barang siapa diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang rugi."
(Al-A'raf ayat 178)
فَإِنَّ اللَّهَ يُضِلُّ مَنْ يَشَآءُ وَيَهْدِى مَنْ يَشَآءُ
Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. (fatir ayat 8).
Semoga Allah memeliharakan hidayah yang telah kita terima dan dapat dipertahankan dengan istiqamah.
آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَبِّ الْعٰلَمِيْن
M. Syarif Arbi.
Jakarta, 26 Rajab 1443 H.
28 Februari 2022.
(904.02.22)
Saturday, 26 February 2022
Mengingat dan Mengingatkan
Kemampuan "mengingat" ini sebetulnya dipunyai semua mahluk yg berjiwa termasuk hewan. Dengan mengingat; burung merpati, ayam, itik, sapi, kambing, kembali ke kandang.
Manusia diberi daya ingat melebihi hewan. Dengan daya ingat inilah seorang anak kecil berangsur memahami lingkungannya dan memiliki kecerdasan.
Sejak kapan kemampuan mengingat ini muncul buat seorang anak manusia?
Adalah mustahil seorang dpt mengingat ketika dianya keluar dari perut ibunya, lalu oleh suster dirinya dimandikan, ditimbang, diukur berapa panjangnya.
Ada artikel yg mempublish bahwa rata2 manusia barulah mulai dpt mengingat ketika umur 3,24 tahun, dari hasil meneliti 6000 orang.
Anak mulai ingat sejak umur k.l. 3 th 3 bln itu, apa yg sering dilakukan kedua orang tuanya dia akan ingat. Anak akan mengidolakan orang tua mereka. Kalau ortu mereka dilihatnya rajin ibadah, insya Allah anak juga akan rajin ibadah.
Demikian juga perilaku lainnya; misalnya didapati hampir saban hari kedua ortu mereka bertengkar. Kelak bila si anak tumbuh dewasa membentuk rumah tangga "berpotensi" akan sering bertengkar suami istri.
Saya pakai istilah "berpotensi", karena tdk mutlak anak akan mencontoh pleg ortu mereka. Banyak faktor ekstern yg mempengaruhi, seperti: pendidikan, pergaulan, tontonan dan bacaan.
Faktor intern datangnya dari fungsi akal itu sendiri yaitu "berfikir", memilih menentukan yg mana baik yg mana tdk baik. Fugsi akal mencari "sebab akibat". Dilihatnya kedua ortunya tdk harmonis lantaran sering bertengkar; misalnya..... .
Bisa jadi justru anak tdk mencontoh hal tdk baik dari orang tua mereka.
Nabi Ibrahim tidak meniru perilaku ayahnya menyembah berhala. Dilain contoh salah satu anak nabi Nuh tidak mencontoh ayahnya, beriman kepada Allah.
Itulah yg saya maksud "tidak mutlak".
Namun bgmnpun sbg Ortu yg bijak hrs memberikan contoh terbaik buat anak2. Bahkan banyak pelaku kriminal berusaha untuk anaknya kelak jadi orang baik2. Sedapat mungkin aib kriminalnya tertutup rapat buat anaknya.
Walaupun hrs dimaklumi bahwa contoh "jelek" cenderung lbh mudah untuk ditiru ketimbang contoh yg baik. Anjuran untuk mengingatkan berbuat baik kepada anak2 insya Allah akan efektif bila si Ortu langsung mempraktekkan perbuatan baik tersebut. Seperti di isyaratkan Allah dlm Al-Alqur'an:
يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لِمَ تَقُوْلُوْنَ مَا لَا تَفْعَلُوْنَ
كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللّٰهِ اَنْ تَقُوْلُوْا مَا لَا تَفْعَلُوْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?"
"(Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan."
(QS.61 = As-Saff, ayat 2 dan 3).
Oleh karena itu sebelum mengingatkan anak2 hendaklah diingat bahwa mengingatkan sekaligus dengan mencontohkan tingkat keberhasilan lebih tinggi.
Semoga Allah selalu memberikan kemampuan bagi kita beramal baik dan mengajak orang lain berbuat baik, mulai dari keluarga sendiri.
اَللَّهُم أَحْسِنْ أَعْمَالَنَا
والله عالم بشواب
سُبْحَـٰنَ رَبِّكَ رَبِّ ٱلْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُون
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْن
آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَبِّ الْعٰلَمِيْن
M. Syarif Arbi.
Jakarta, 24 Rajab 1443 H.
26 Februari 2022.
(903.02.22).
Wednesday, 23 February 2022
MEMBANDING bikin PUSING
Manusia terlahir pada hakikat sama, tetapi ada perbedaannya, dimana perbedaan itu tidak dapat dipesan. Bahasa agamanya mungkin cocoknya disebut takdir azali; yaitu:
1. Jenis kelamin, laki2 dan perempuan.
2. Terlahir sebagai bangsa apa, di negeri mana.
3. Terlahir dari ortu yg kaya, miskin atau biasa2 saja.
4. Terlahir dari keturunan orang terpandang, atau rakyat biasa.
Lahir dg butir 1 dmkn sulit mengubahnya walau teknologi terakhir sdh banyak yg mencobanya.
Lahir dg butir 2 walau dpt diubah kewarganegaraan, tetapi tetap saja tampak di wajah, warna kulit dll tanda phisik.
Lahir dg butir 3, kadang generasi berikut dpt berubah. Dari keturunan orang miskin, jadi kaya. Tak kurang pula terjadi dari ortu kaya raya, anaknya jadi melarat.
اِنَّ رَبَّكَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَّشَآءُ وَيَقْدِرُ ۗ اِنَّهٗ كَا نَ بِعِبَا دِهٖ خَبِيْرًاۢ بَصِيْرًا
"Sungguh, Tuhanmu melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasi (bagi siapa yang Dia kehendaki); sungguh, Dia Maha Mengetahui, Maha Melihat hamba-hamba-Nya."
(QS. 17 = Al-Isra', ayat 30)
Lahir di butir 4. Dari ortu tidak terpandang jadi orang terkenal, atau sebaliknya ortu terkenal keturunan tdk lagi diperhitungkan.
".......وَتِلْكَ الْاَ يَّا مُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّا س........"
"............Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia.........." Ali-Imran 140.
Mengukur atau membanding keadaan diri dg keberhasilan orang lain. Membuat ukuran perbandingan dg rezeki, atau keberhasilan orang lain, muncul sisi negatifnya:
1. Membuat iri hati. Jadi kurang bersyukur atas perolehan diri.
2. Meratapi nasib, kecewa. Memandang diri kurang beruntung, kecewa berkepanjangan nyusahkan diri sendiri.
3. Putus asa. Akhirnya berujung malas berusaha, karena beranggapan percuma tak akan berhasil.
Bila diperturutkan membanding tak akan habis2nya akhirnya hanya bikin pusing.
Semoga dg mengingat petunjuk2 Allah a.l. dipetik di atas, kiranya Allah mengkondisikan diri kita masing2, menjadi orang tak suka membanding keberuntungan diri dengan orang lain. Agar hidup ini penuh bersyukur.
والله عالم بشواب
سُبْحَـٰنَ رَبِّكَ رَبِّ ٱلْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُون
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْن
آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَبِّ الْعٰلَمِيْن
M. Syarif Arbi.
Jakarta, 22 Rajab 1443 H.
24 Februari 2022.
(902.02.22)
Ditulis, gunakan waktu antrian kontrol kesehatan rutine bulanan di RSGS.
Monday, 21 February 2022
Mudah TERGIUR , sering jadi HANCUR
Hidup ini penuh godaan, bermacam iming2 mendapatkan harta dengan cara instan, tidak pandang strara pendidikan, strata sosial ataupun jabatan.
Orang yang tak punya diiming imingi, a.l. perolehan harta dengan jalan uang dapat digandakan, taunya tertipu tidak karuan. Punya uang ingin dilipat gandakan ikut adu nasib lewat perjudian, menang belum tentu yang jelas uang habis buat tarohan.
Orang berjabatan tergiur oleh kesempatan...... akhirnya tersangkut korupsi atau menyalah gunakan jabatan.
Orang biasapun tak luput dari ketergiuran melihat teman selevel yang sukses atau tetangga yang makmur. Ingin menyamai kalau dapat melebihi. Ketahuilah bahwa soal ketergiuran ini merupakan salah satu sarana setan menggelincirkan umat manusia, kadang sampai menuju kehancuran dalam kehidupan dan dalam akidah kepada Tuhan.
Setan ketika diusir serta dimurkai Allah, dianya membuat pernyataan, termuat dalam surat Al-A'raf ayat 17:
ثُمَّ لَاٰ تِيَنَّهُمْ مِّنْۢ بَيْنِ اَيْدِيْهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ اَيْمَا نِهِمْ وَعَنْ شَمَآئِلِهِمْ ۗ وَلَا تَجِدُ اَكْثَرَهُمْ شٰكِرِيْنَ
"kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur."
Pernyataan ini oleh Allah dilegitimasi
قَا لَ اِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِيْنَ
"(Allah) berfirman, Benar, kamu termasuk yang diberi penangguhan waktu."
(Al-A'raf ayat 15 dan juga Sad 80).
Sebagai manusia, kadang terkena juga bujuk rayu setan yang datang dari depan-belakang, kiri-kanan tersebut, sehingga terjadilah ingin memperoleh rezeki instan sebagaimana disebut di atas. Guna meredam godaan setan tersebut selalulah mengingat pesan Allah dalam Al-Qur’an surat An-Nahl 71 brikut:
وَا للّٰهُ فَضَّلَ بَعْضَكُمْ عَلٰى بَعْضٍ فِى الرِّزْقِ
"Dan Allah melebihkan sebagian kamu atas sebagian yang lain dalam hal rezeki, ..........…".
Rezeki setiap diri sudah tertakar.
Bagaimanapun takkan tertukar.
Oleh karenanya tak usah gentar.
Bila milik kita, ada yang ngantar.
Jika ternyata setelah berusaha, berdo’a, ternyata rezeki awak sedikit sekali TAKARAN nya, jangan iri atas rezeki orang lain, yakinlah bukan rezeki kita TERTUKAR untuk orang lain. Guna menentramkan hati selalulah mengingat Allah karena:
اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَ لَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوْبُ ۗ
"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."
(QS.13 = Ar-Ra'd ayat 28).
Semoga hidup ini tidak mudah tergiur untuk mendapatkan rezeki dengan instan, karena ketergiuran bila diturutkan akan membawa kehancuran.
والله عالم بشواب
سُبْحَـٰنَ رَبِّكَ رَبِّ ٱلْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُون
سُبْحَـٰنَ رَبِّكَ رَبِّ ٱلْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُون
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْن
آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَبِّ الْعٰلَمِيْن
M. Syarif Arbi.
Jakarta, 20 Rajab 1443 H.
22 Februari 2022.
(901.02.22)
Saturday, 19 February 2022
MUSIBAH bawa HIDAYAH
Manusia tercipta dari ROH dan Jasmani. Roh di dlm Jasmani berfungsi maksimal, bila Jasmani normal. Jasmani normal begitu juga, akan berarti bila di dlmnya bersemayam Roh yg sehat.
Dua sisi contoh keseimbangan ROH dan JASMANI di atas, seyogyanya menjadikan kita2 yg normal ini bersyukur. Walaupun harta kurang, rezeki pas2an. Tak pula berpangkat atau berjabatan. Di pergaulan masyarakatpun biasa2 saja. Namun memiliki ROH dan JASMANI yg normal. Itu adlh anugerah Allah yg tak ternilai.
Ada 8 wilayah Roh di jasmani ini:
1. Akal. 2. Qalbu. 3. Nafsu. 4. Penglihatan. 5. Pendengaran. 6. Pencicipan. 7. Penciuman dan
8. Perabaan. Tanpa ROH; 8 kelengkapan itu tdk berfungsi lagi.
AKAL dan QALBU diberikan Allah kepada manusia pada tahapan ke TIGA.
Tahap PERTAMA diberikan Allah kpd manusia adlh. وَّ جَعَلَ لَـكُمُ السَّمْعَ
(pendengaran).
Tahap ke DUA adlh. وَالْاَبْصٰرَ
(penglihatan).
Tahap ke TIGA barulah وَالْاَفْئِدَةَ
(hati nurani), dimana terdapat AKAL dan QALBU.
Lengkapnya informasi tahapan anugerah Allah tsb.
وَاللّٰهُ اَخْرَجَكُمْ مِّنْۢ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ شَيْــئًا ۙ وَّ جَعَلَ لَـكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصٰرَ وَالْاَفْئِدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
"Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, agar kamu bersyukur."
(Al-Qur'an Surat 16 (An-Nahl) ayat 78)
AKAL dan QALBU setidaknya mempunyai 4 (empat) fungsi:
1. Mengingat, 2. berfikir, 3. mencari sebab akibat, 4. menghayal berimajinasi. Melalui fungsi2 inilah manusia menggapai hidayah.
Banyak pintu yang memungkinkan seseorang memperoleh hidayah misalnya melalui; Pendengaran, Penglihatan, Pendalaman ilmu pengetahuan, Fenomena alam, bahkan ada sesorang yang menemukan hidayah lantaran tuntunan cucu.
Diruang terbatas ini, dicontohkan hidayah diperoleh seseorang melalui pintu musibah. Ada seseorang bgt kaya, suatu ketika dapat musibah anak nya menderita sakit, telah dibawa berobat kemana-mana termasuk keluar negeri. Ternyata tidak dapat disembuhkan. Musibah ini menyadarkan qalbu yang bersangkutan, bahwa akal dan logika tak berdaya terhadap kekuasaan Allah. Hartanya yang banyak, logikanya akan dapat mengobati anaknya, kemanapun lokasi berobat yang dinilai canggih telah didatangi, tapi akhirnya qalbu mendapat hidayah bahwa didalam hidup ini ada taqdir yang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih, semuanya kehendak Allah. Setelah musibah ini ybs menjadi dermawan, rendah hati dan meningkat ketaatannya kepada Allah.
Semoga hidayah yang ada di diri kita masing2 dipeliharakan Allah dan terus bertambah.
والله عالم بشواب
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَب وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
اللَّهُمَّ اهْدِنِي ، وَسَدِّدْنِي,اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الهُدَى وَالسَّدَادَ
.سُبْحَـٰنَ رَبِّكَ رَبِّ ٱلْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُون
وَسَلَـٰمٌ عَلَى ٱلْمُرْسَلِين
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْن
آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَبِّ الْعٰلَمِيْن
M. Syarif Arbi.
Jakarta, 12 Rajab 1443 H.
14 Februari 2022.
(899.02.22).
Teratur bawa Bahagia.
Alam ini diciptakan teratur, mungkin sdh milyaran atau trilyunan tahun, Matahari terbit di kala pagi, terbenam di petang hari. Bulan di malam hari muncul, dimulai tak mudah diliat mata ketika bulan berumur sehari, membesar, terang, purnama, mengecil lagi. Begitu terus menerus teratur, sehingga dpt dihitung (ilmu falaq). Bumi mengelilingi Matahari dalam setahun 365 + 1/4 hari. Berputar siang malam 23 jam, 56 menit 4,09 detik, dibulatkan 24 jam.
Siklus kehidupan manusia juga teratur. Semula tiada, sekarang ada, nanti kembali lagi menuju tiada. Bermula dari "alam Ruh", terlahir ke dunia di "alam Ruh + Jasmani", nanti kembali lagi "ke alam Ruh". Dari alam Ruh sampai ke alam Ruh kembali melalui proses: Alam rahim, alam dunia, alam barzah baru terakhir alam akhirat. Proses ini juga dpt diurutkan:
"mati----hidup----mati lagi dan hidup lagi".
Mati pertama semula kita ini tiada.
Hidup pertama, terlahir ke dunia, bergabung Ruh dan Jasmani.
Mati lagi berpisahnya Ruh dan Jasmani.
Hidup lagi, hidup yg kedua stlh sekian lama menanti di alam barzah, hidup di alam akhirat.
Untuk apa manusia menjalani proses mati-hidup teratur tsb. jawabannya dpt dilihat di Al-Mulk ayat 2:
ٱلَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَا لْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًا ۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفُوْرُ
"yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun,"
Agar mampu beramal yg baik, maka manusia juga hendaklah mengikuti konsep alam ini, yaitu "TERATUR". Makapun sebaiknya kita susun amal kita teratur sejak terbangun dari tidur sampai tidur lagi. Karena waktu yg tersedia buat manusia di dunia ini hanyalah "dari bangun tidur ke tidur lagi", sebelum mati (tidur terakhir). Garis besarnya waktu dialokasikan secara teratur dan terukur untuk:
1. Mencari rezeki.
2. Ibadah., Hablum minallah maupun hablumminannas.
3. Bersosialisasi dg masyarakat, bahasa agamanya silaturahim.
4. Penambahan ilmu pengetahuan.
5. Pemeliharaan kebugaran, diantaranya olah raga.
Secara rinci boleh juga amal teratur dilakukan dari bangun tidur sampai ke tidur lagi itu ..... misalnya dijadualkan:
1. Do'a bangun tidur.
2. Mandi sambil berwudhu atau hanya berwudhu saja, lanjut shalat tahajud dan witir.
3. Ke masjid untuk shalat subuh.
a. doa dlm perjalanan ke masjid.
b. doa masuk masjid, dg langkah kanan.
c. tahyatul masjid.
d. Shalat fajar.
e. ikut shalat berjamaah, jadi imam atau ma’mum
4. Berdo’a sesudah shalat,
6. Keluar dari masjid, di pintu masjid berdo’a, melangkah keluar masjid kaki kiri, mengenakan sandal/alas kaki mulai kaki kanan. Sambil berdo’a menuju rumah.
7. Bersiap menuju ke pekerjaan, sarapan bersama keluarga, keluar rumah berdo;a. Ada juga sambil nunggu sarapan berolah raga ringan rutine teratur.
8. Shalat dhuha sesampai di kantor atau di rumah sblm berangkat tergantung masuk waktunya, juga tergantung jarak lokasi tempat kerja.
9. Bekerja mencari rezeki, baik di sektor formal ataupun informal. Bila sdh pensiun disesuaikan.
10. Shalat berjamaah di komunitas tempat cari nafkah, boleh jadi di masjid atau mushalla. Waktu dzuhur-ashar, mungkin juga sampai maghrib shalat di lokasi dekat tempat mencari nafkah. Makan siang juga teratur waktunya.
11. Isya’ kembali lagi ke keluarga, shalat isya’ di lingkungan tempat tinggal kembali dpt lagi bersilaturahim dg jiran tetangga.
12. Pulang ke rumah, boleh jadi santap malam bersama keluarga.
13. Ditutup dg tidur, berdo’a menyerahkan diri kepada Allah dan membaca Al-Qur’an sedapatnya, dan......bangun tidur kegiatan diulang kembali secara teratur, dari langkah 1.
Tentu semuanya dlm keadaan normal dan sehat. Dalam keadaan sakit atau berhalangan, ada kabar gembira bagi yg biasa beramal rutine, bila suatu saat berhalangan, tetap dicatat amalnya seperti yg biasa ia lakukan.
Dari Abu Musa Al Asy’ari radhiallahu’anhu:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا مَرِضَ الْعَبْدُ أَوْ سَافَرَ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Apabila seorang hamba sakit atau bepergian (safar), dicatat (amalannya) seperti apa yang dikerjakannya ketika dia bermukim dan sehat’” (HR Bukhari).
Keteraturan membawa ke arah kebahagiaan, Setiap tahun sekali puasa sebulan. Setiap pekan sekali shalat seragam berjamaah di hari Jum'at. Setiap hari shalat lima waktu dan bila sanggup jalankan shalat sunnah. Begitu juga infak dan sadaqah teratur dpt dilakukan saban hari misal ketika masuk masjid di waktu subuh, walau tak besar tapi teratur, rutine, masukkan uang ke kotak amal. Ibadah yg teratur dlm terminologi agama disebut istiqamah. Jaminan buat orang istiqamah:
اِنَّ الَّذِيْنَ قَا لُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَا مُوْا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ ۚ
اُولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ الْجَنَّةِ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا ۚ جَزَآءً بِۢمَا كَا نُوْا يَعْمَلُوْنَ
"Sesungguhnya orang-orang yang berkata, Tuhan kami adalah Allah, kemudian mereka tetap istiqamah, tidak ada rasa khawatir pada mereka, dan mereka tidak (pula) bersedih hati."
"Mereka itulah para penghuni surga, kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan."
(QS. 46 = Al-Ahqaf ayat 13-14).
Keteraturan2 bila dpt dijalankan akan membahagiakan sebab berjalan otomatis, kebiasaan yang dilakukan teratur, tidak lagi terasa sbg beban.
Semoga Allah menjadikan kita semua sebagai hamba-Nya yang sanggup menjalankan Ibadah, muamalah, ibadah hablumminallah dan hamblumminannas secara teratur, terukur berkesenimbangunan dari mulai bangun tidur, sampai ke tidur lagi setiap hari hingga tidur yang terakhir.
والله عالم بشواب
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَب وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
اللَّهُمَّ اهْدِنِي ، وَسَدِّدْنِي,اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الهُدَى وَالسَّدَادَ
.سُبْحَـٰنَ رَبِّكَ رَبِّ ٱلْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُون
وَسَلَـٰمٌ عَلَى ٱلْمُرْسَلِين
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْن
آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَبِّ الْعٰلَمِيْن
M. Syarif Arbi.
Jakarta, 17 Rajab 1443 H.
19 Februari 2022.
(900.02.22)
Friday, 11 February 2022
ASAL Kambing BELANG dan HITAM
Konon hewan Kambing sudah mulai diternakkan 10 ribu tahun lalu. Yang menarik; berdasarkan suatu ertikel hasil penelitian, Kambing berasal dari Indonesia……….
Tidak soal dari mana asalnya Kambing, yang jelas di Indonesia daging Kambing merupakan salah satu menu pilihan bagi kita, dapat di olah menjadi eneka masakan khas Indonesia.
Kambing berbeda dengan Domba dan Kibas. Kambing bulunya beraneka ragam, sedangkan Domba dan Kibas sepertinya hanya berwarna putih???. Adapun kambing; kadang ada yang berwarna putih, berwarna belang, ada pula yang berwarna hitam polos.
Dua jenis bulu Kambing yaitu “Belang” dan “Hitam” agaknya ini benar-benar berasal dari negeri kita; alasannya:
Kambing berbulu Belang.
Bulu Kambing aneka warna, jelas sudah lama keberadaannya di negeri kita. Sebab sejak kecil saya sering mendengar orang-orang tua kami doeloe kalau mengibaratkan seseorang yang shalatnya jarang-jarang…... Maghrib shalat, Isya tidak shalat, subuh ndak keliatan di masjid juga tidak shalat dirumah, zuhur ada shalat, ashar kadang shalat-kadang tidak. Orang-orang tua doeloe mengistilahkan buat orang yang berperilaku shalat yang demikian ini “Shalatnya Belang Kambing”. Tentulah kambing yang “berbulu belang” ini sudah lama adanya di negeri kita, sampai masuk khasanah pustaka peribahasa.
Kambing berbulu Hitam.
Rupanya, banyak diantara kita dibesarkan oleh orang tua kita dengan memberikan keyakinan sejak kita kecil bahwa diri kita “tidak pernah bersalah”. Contoh bila seorang anak kecil sekitar 2 tahunan yang baru pandai berjalan…….
Tiba-tiba dia menabrak sudut meja, misalnya kena pelipisnya. Tentu si kecil akan menangis sejadi-jadinya karena kesakitan. Orang tuanya, atau pengasuhnya langsung bertindak cekatan merangkul si bocah, selanjutnya memukul-mukul sudut meja seraya berkata “meja nakal- meja nakal, meja nakal” dengan maksud agar si bocah yang baru pandai berjalan itu berhenti menangis…...
Padahal sudah jelas meja tak bersalah, meja diam tak bergerak, si kecil-lah yang menabrak. Pelajaran “tak pernah bersalah” dengan tidak terasa telah diajarkan semenjak kecil. Makanya sampai tua, banyak diantara kita sudah terpola alam pikiran kita meskipun sesuatu seharusnya tanggung jawabnya, dia mencari pihak lain yang harus dipersalahkan. Istilah mencari orang lain yang dipersalahkan, walau sebenarnya dirilah yang bersalah; sejak doeloe orang menyebutnya “Mencari Kambing Hitam”. Kalau begitu asal muasal KAMBING HITAM juga di negeri kita. Kalau bukan dari negeri kita, kenapa sudah sekian lama istilah ini adanya, tentulah “Kambing Hitam” itu bibitnya berasal dari negeri kita. والله عالم بشواب
Demikian hanya sebuah tamsil.
Tidak bermaksud untuk usil.
Hanya sekadar renungan kecil
Bila manfaat silahkan diambil.
M. Syarif Arbi.
Jakarta, 10 Rajab 1443 H.
12 Februari 2022.
(898.02.22).
Subscribe to:
Posts (Atom)