Sunday, 28 February 2021

MUSUH

 Kalimat bijak sering kita dengar, atau baca kurang lebih; "sahabat seribu masih kurang, musuh satu sdh sangat banyak".


Tukang bangunan sesampai di rumahku ganti pakaian, untuk kerja. Bgt dibukanya pakaian perjalanan dari rumahnya itu, tampak terselip di pinggang kiri dan kanan satu belati bersarung. Di dada sebilah clurit berbalit kain.

Kutanyakan: "untuk apa itu belati dan clurit". dijawab: "untuk jaga diri pak saya punya musuh, siapa tau ketemu di jalan".


Pak tukang bangunan merapikan rumah ku ketika aku tinggal di suatu daerah, sbtlnya tak jauh dari ibu kota Provinsi tapi  di tahun 80 han  suasananya  masih pedesaan.  


Pak Tukang;  kemungkinan bersua musuhnya itu bgt tinggi, lantaran lalulintas antar desa mereka ke akses jalan raya hanya pematang pembatas petak2 sawah berupa jalan setapak. Kalau kedua seteru ini pas bersamaan melintas berlawanan arah di pematang sawah yg sepi itu, tak dpt dihindari ketemu muka dg muka.

Kalau betul2 ketemu dua2nya akan celaka, bila tarung:

* kalah, boleh jadi mati. 

* menang masuk penjara.


Berbicara perihal musuh, manusia diciptakan Allah sejak semula sudah memiliki musuh. Banyak ayat Al-Qur'an memberitahukan Setan musuh yg nyata bagi manusia, salah satu ayat:

............................"

. وَ لَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ ۗ اِنَّهٗ لَـكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ ۙ 

"....................dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu,"

(QS. Al-An'am ayat 142).


Musuh setiap diri dpt berupa

musuh dari dalam dan musuh dari luar. Musuh dari dalam termasuk dari Setan dan juga musuh justru dari diri sendiri. Musuh dari luar ada harapan dapat menghindar, tapi musuh yg berat dari diri sendiri. Musuh seperti pak tukang di atas ada kemungkinan dihindari dg pindah ke kota yg jauh, ndak usah pulang2 sampai dpt kabar si musuh sdh berpulang. 


Adapun musuh dari luar yg serba salah menghadapinya apabila orang terdekat kita yg menjelma menjadi musuh, misalnya ISTRI atau ANAK. Hal tsb bukan mustahil kejadian, sehingga Allah sampai mengingatkan:


يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ  اٰمَنُوْۤا اِنَّ مِنْ اَزْوَاجِكُمْ وَاَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَّكُمْ فَاحْذَرُوْهُمْ ۚ  .............."

"Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; ................"

(QS. At-Taghabun ayat 14).


Istri sbg MUSUH.

Dmkn sulitnya kalau sdh istri jadi musuh, pernah tersiar kabar istri mengatur pembunuhan suaminya. Hampir sempurna siasat istri menghabisi suaminya...................(pembaca tentu ikuti beritanya sampai ke meja hijau). Karena kejahatan tak kan pernah sempurna, rekayasa si istri tersingkap juga, pembaca dpt simak berita sidang pengadilan. Baik juga buat pembelajaran.


Si suami tentu saja tak sempat mempersiapkan diri seperti pak tukang tsb di atas. Sebab musuhnya tdk diduga orang terdekat "musuh se selimut". 


Anak sbg MUSUH.

Beragam pula model kejadiannya bila anak2 menjelma sbg musuh, antara lain:

* Boleh jadi si anak secara diam2 tdk mau menurut arahan Ortu, malah melakukan perbuatan yg dilarang Ortu.

* Boleh jadi terang2 melawan Ortu. 


Pernah seorang anak saking emosi pada ayahnya, di tengah lahan pematang disamping rumah si ayah, mengayunkan cangkul ke kepala ayahnya.  Kendati sudah peot (ketika itu sekitar usia 75 th nan, anak lelakinya dari almarhumah istrinya itu sekitar 45 th-an) untung si ayah punya simpanan bela diri dan kanuragan. Cangkul malah terpental ke belakang dan si "Banu" (bukan nama sebenarnya) dapat dibekuknya sblm penduduk ramai2 mengerubungi, menyerahkan "Banu" ke yg berwajib. Rupanya mereka cekcok soal batas tanah warisan. Sepeninggal istrinya Pak Syaichu (bukan nama sebenarnya), kawin lagi. Anak2nya dari istri lama (almarhumah) sdh dibagikan warisan, agaknya si Banu kurang puas batas tanah buatnya.


Dmkn sekilas salah satu contoh, Pembacapun mungkin banyak contoh2 lain ttg anak menjelma sbg musuh, makanya Allah me wanti2 dg kalimat: 

فَاحْذَرُوْهُمْ

"ber-hati2 lah kpd mereka".


Setelah ikhtiar dg mewariskan nilai Agama, Iman, Akhlak yg baik serta teladan kebaikan. Kita serahkan segala kpd Allah dg do'a semoga Anak dan Istri kita tidak menjadi musuh buat kita.


آمِيّ.... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

بارك الله فيكم

 وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

M. Syarif Arbi.

Jakarta, 15 Rajab 1442 H.

27 February 2021.

(740.02.21).

Wednesday, 24 February 2021

PERENCANAAN Generasi PENERUS.

 Kehidupan ini tak dpt melepaskan diri dari perencanaan. Akan pergi ke pasar, akan berangkat ke kantor, ke masjid, harus pergi kemana saja harus beraktivitas apa saja, harus disusun rencana. 


Setidaknya untuk mendukung rencana itu ditetapkan a.l. kendaraannya apa, perlengkapannya apa yg diperlukan  dan menentukan pilihan jalan yg akan dilalui. Contoh hari ini aku berencana ke Poli  Urologi RSGS sekaligus periksa gula darah. Stlh setahun tak pernah kontrol gara2 pandemi covid 19. Ternyata yg terlaksana hanya periksa darah. Sedang Poli Urologi sdh tdk dpt nomor, rupanya sehubungan covid ada kebijakan baru hanya menerima 15 pasien. Aku telat, nanti bakal ngulang lagi lbh awal datang.


Orang akan menikah juga berencana, jarang yg ujuk-ujuk lalu nikah. Bgt juga setelah menikah akan punya generasi penerus itupun direncanakan, walau kadang yg terjadi diluar rencana karena kita berencana Allah jua yg menentukan.


Anak sbg generasi peneruspun lahir, kembali si Ortu sedini mungkin menyusun rencana diproyeksikan jadi apa tu anak nantinya kelak. 


Untuk kehidupan di dunia ini agar generasi penerus tidak hidup dlm kesulitan, direncanakan pendidikan yg baik, kondisi phisik dan mental yg prima, karena mereka akan hidup di era yg lbh kompetitif dari pada kita. Oleh karena itu Allah mengingatkan:

وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ لَوْ تَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعٰفًا خَافُوْا عَلَيْهِمْ  ۖ فَلْيَتَّقُوا اللّٰهَ وَلْيَقُوْلُوا قَوْلًا سَدِيْدًا

"Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar."

(QS. An-Nisa' 4: Ayat 9)


Acuan diatas titik beratnya  perencanaan untuk hari esok bagi anak2 di dunia. Tapi yg namanya hari esok bukan hanya hari esok dlm arti hari sesudah hari ini saja. Tetapi hari ssdh hidup didunia ini yaitu di hari akhirat. Sehingga perencanaan yg diajarkan Allah untuk kita dunia dan akhirat tsb 

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَـنْظُرْ نَـفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ  ۚ  وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗ  اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan."

(QS. Al-Hasyr ayat 18)


Generasi penerus kita, mereka hidup di situasi dan kondisi yg teramat berbeda dg kita2 generasi "pra digital" ini. Generasi penerus kita hidup diera komunikasi canggih. Konsekwensinya informasi bebas terserap oleh mereka baik yg positif maupun negatif. 

Salah satu solusi membentengi generasi penerus dari dampak negatif dari kemajuan teknologi informasi y.i. dg menyiapkan mereka dengan ilmu, iman dan taqwa agar dengan sendirinya mereka dpt menyaring informasi 

yg tepat untuk keperluan mereka sesuai pertumbuhan kejiwaan sejak usia dini, anak-anak, remaja dan dewasa. Pada jenjang pertumbuhan kejiwaan itu Ortu membentengi generasi penerusnya dg melakukan pemantauan, pengawasan dan pengarahan informasi apa yg boleh dilihat dan yg tdk boleh dilihat mereka,  agar tercapainya Perencanaan mau diproyeksikan jadi apa putra-putri mereka kelak.


Bukan mustahil bila kita kurang pandai membentengi generasi penerus kita, mereka akan tumbuh menjadi tidak sesuai proyeksi rencana kita bahkan bukan mustahil mereka menganggap kita musuh mereka, menghambat kemajuan mereka. Cap kuno, kolot, ketinggalan jaman distempelkan buat kita.  Makapun warning Allah

dlm QS At-Taghabun 14:

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ  اٰمَنُوْۤا اِنَّ مِنْ اَزْوَاجِكُمْ وَاَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَّكُمْ فَاحْذَرُوْهُمْ

Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka;


Semoga kita sanggup membuat perencanaan se baik2nya untuk generasi penerus kita, agar menjadi generasi yg beriman dan bertaqwa.


آمِيّ.... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

بارك الله فيكم

 وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

M. Syarif Arbi.

Jakarta, 12 Rajab 1442 H.

24 February 2021.

(739.02.21).

Kususun di RSGS Jkt sambil menunggu pengambilan darah ke dua.

Monday, 22 February 2021

COBAAN HIDUP.

Sering diartikan Cobaan = Ujian. Jika diresapi lebih dalam memahaminya, sebetulnya terdpt perbedaan antara UJIAN vs COBAAN.


Ujian;  pengertiannya pihak yg ikut ujian aktif ingin di uji. Misalnya ujian di sekolah. Menguji iman berkunjung ke lokasi tempat yg memungkinkan iman tergoda. Uji nyali berwisata misteri.  Berpuasa, dg sengaja menahan hal2 yg membatalkan puasa. dstnya.


Adapun Cobaan, kedatangannya diluar dugaan, tidak disengaja, kadang datangnya tak dpt menghindar. Mungkin tak ada orang yg mau dicoba. Kalau terlihat tanda2nya berupaya menghindar.


Hidup ini, penuh dg  cobaan. Model cobaan itu dpt dikelompokkan a.l.:

* Cobaan keluarga, berupa Anak, Istri/suami, Ortu, Mertua, Saudara. 

* Cobaan Harta berupa kaya-miskin.

* Cobaan Tahta berupa wewenang, pengaruh, kehormatan.

* Cobaan Nista, penghinaan di sepelekan, difitnah, istilah sekarang di bully.

* Cobaan kesehatan, sakit phisik, sakit rohani, sakit hati, iri, dengki, haus sanjungan.


Banyak lagi bila di inventarisir COBAAN buat manusia ketika menjalani hidup ini.

Sebagai manusia yg ditaqdirkan lemah, kadang berhasil menjalani cobaan tsb. kadang gagal. 


COBAAN KELUARGA.

Cobaan keluarga, berupa anak, istri/suami, mertua, orang tua. 


Ndak adalah orang yg pengen anak mereka bandel. Tak ada orang ingin pasangan hidup menjengkelkan. Tak mungkin orang sengaja cari mertua yg bawel, menyebalkan. Semua anak ingin orang tuanya membimbing dimasa dia muda, mengarahkan ketika dewasa dan ketika tua  tidak pikun. Kalau dpt sebaliknya itu adlh cobaan.


Berbicara "cobaan keluarga" yg disebutkan di atas saja sdh banyak ragamnya. Ditulisan ini ambil saja "Cobaan" berasal dari "anak".


Aneka model pula cobaan berasal dari anak untuk Ortu.

Diantara  cobaan tsb kita ambil 1 (satu) saja cobaan yg berat adlh:


Anak Durhaka.

Di negeri kita dan negara jiran dikenal tokoh durhaka "Malin Kundang". "Kini sdh menjadi Batu"


Walau sdh "menjadi Batu"  penjelmaan mirip "Malin Kundang",  sering kita dengar dan lihat belakangan ini. Bahkan ada anak yg tega menghabisi nyawa Orang tuanya. Ada anak yg tega memperkarakan Ortunya. Tidak sedikit yg sampai hati membiarkan Ortunya sdh renta dlm kesengsaraan. Belum lagi yg tak mau repot ngurus Ortu diserahkan panti jompo.


Soal anak berpotensi sbg cobaan sebetulnya tidak aneh di dunia ini; Allah yg menciptakan manusia sdh ingatkan:

وَاعْلَمُوْۤا اَنَّمَاۤ اَمْوَالُكُمْ وَاَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ   ۙ  وَّاَنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗۤ اَجْرٌ عَظِيْمٌ

"Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar."

(QS. Al-Anfal ayat 28).


Menyikapi peringatan Allah ttg anak2 berpotensi sbg cobaan, ikhtiar dpt dilakukan:

Ikhtiar konkrit:

1. Pendidikan

2. Tanamkan iman.

3. do'a.

     3.a.do'a buat anak.

     3.b.do'a buat diri.


ad. 1. Pendidikan.

Umumnya anak yg berpendidikan, relatif lbh baik perilakunya. Ybs akan tumbuh menjadi dewasa memahami pemilahan yg baik dan yg buruk. Setidaknya dg pendidikan tsb dimungkinkan ybs mendptkan banyak referensi ttg bgmn seharusnya berbhakti kpd Ortu. Serta bgmn dampak durhaka kpd Ortu.


ad. 2. Iman.

Iman membimbing manusia se kurang2nya percaya bahwa ada kehidupan lagi ssdh hidup ini. Dimana kebaikan terhadap Ortu akan berbalas kebaikan pula akan diterima di akhirat. Didunia akan dpt perlakuan yg baik juga dari anak2 kalau kita sampai tua. Sebaliknya jika durhaka kpd orang tua maka di akhirat dpt siksa. Di dunia akan terima perlakuan sama dari anak2 dikala kita tua. 

Buat pembaca seiman dg ku; Allah berwasiat agar kita berbhakti kpd Ortu.

وَوَصَّيْنَا الْاِ نْسَا نَ بِوَا لِدَيْهِ اِحْسَا نًا

"Dan Kami wasiatkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya...............".


ad. 3. Berdo'a.

Bagi orang beragama, semua ikhtiar, upaya, selalu diikuti dg do'a. Karena manusia hanya berencana, berusaha, Tuhan jua yg menentukan.

Terkait ikhtiar buat anak ini ada 2 (dua) yg perlu kita berdoa.

ad. 3.a. do'a buat anak.

رَبَّنَا هَبْ لَـنَا مِنْ اَزْوَا جِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّا جْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَا مًا

"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa."

(QS. Al-Furqan ayat 74)

Hakikat do'a:

Mohon pasangan yg takwa, karena diharapkan dari pasangan yg takwa akan melahirkan keturunan yg takwa. Pasangan dan keturunan yg takwa akan menyenangkan hati shg berbhakti kpd Ortu. Dimohon kan agar kita sekeluarga menjadi pemimpin orang takwa.


ad. 3.b. do'a untuk diri sendiri.

وَأَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ

Wa a‘uudzu bika an uradda ilaa ardzalil ‘umuri.


(aku berlindung kepada-Mu dari serendah-rendahnya usia (pikun),

Smg bermanfaat).

Hakikat do'a; mohon agar kalau bisa mohon umur panjang yg sedang2 aja usah sampai pikun, supaya anak2 ndak repot merawat. Jika sampai kita berumur panjaaang...... sampai pikun. Sampai2 anak2 langsung,  sdh ndak ada lagi, ada harapan oleh para famili, kitapun di tempatkan ke panti jompo.


Semoga anak2 kita berbhakti kpd orang tuanya. Semoga kita diberikan usia yg pantas jangan sampai pikun. Sehat afiat sampai akhir hayat agar tetap dpt beribadat.


آمِيّ.... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

بارك الله فيكم

 وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

M. Syarif Arbi.

Jakarta, 10 Rajab 1442 H.

22 February 2021.

(738.02.21).

Friday, 19 February 2021

ORTU berpotensi lalai karena ANAK.

 Adalah menjadi keinginan manusia normal setelah dewasa menikah, mempunyai anak sbg penerus kehidupan. Diharapkan juga nanti anak2 akan dpt membantu, merawat dikala usia senja, jika umpamanya tertakdir berumur panjang. 


Ternyata anak2 yg dikaruniakan Tuhan  itu, paling kurang mempunyai 5 (lima) potensi bagi ORTU mereka, salah satunya

"Ortu berpotensi lalai" karena anaknya.


Ada sebagian orang tua, dg hadirnya anak, lantas berpikir (dalam tanda petik) "berlebihan" mempersiapkan masa depan anaknya. 


Salah satu sohibku ketika dia punya anak 3 orang. Si sulung  masih di Es Em Pe, yg bontot masih di Te ka, sedangkan yg tengah di Es De. Memperkeras kerja dan usahanya.


Sohibku kusapa "Abang Alif" ini ku kenal bukan hanya dirinya, tapi ayah ibu sohibku itu ku kenal dan merekapun mengenalku, kupanggil "Pak Ngah" dan "Mak Usu".


Bang "Alif" (bukan nama sebenarnya) bekerja keras, demi anak2, kerja diperkeras kadang tak kenal waktu, tak jarang shalat tertunda waktu. Ini sdh salah satu model lalai. Selain itu untuk dpt rezeki sampai2 tak milih2 lagi yg bersih2, yg abu2 pun diraup, ini bentuk lalai yg lain.


Dikesempatan ngomong2 dg ku, bang Alif bilang, mempergiat ngumpulkan duit ingin simpankan deposito buat anak masing2 50 jt (masa itu jumlah cukup besar).......😂😂😂

Kutimpali "Pak ngah" dulu simpankan deposito berapa ya buat abang". ✊✊✊

Berderailah ketawa bang Alif🤣🤣🤣,  lalu katanya "iya ya, buktinya alhamdulillah hidup kita kayak begini lumayan walau ndak ditinggali deposito".


Di lain kasus, tak sedikit orang hilang malu hilang sungkan mengorbitkan anak agar jadi............


Tak jarang orang jadi hilang arif hilang bijak, hanya lantaran membela kepentingan anak2.


Dapat terjadi orang turun melorot dari tangga sukses, lantaran  membiarkan perilaku anak2nya.


Ada pula Ortu yg dari mulia jatuh menjadi malu terhina karena membela anak2 .......


Inilah contoh2 kelalaian disebabkan anak2, maha benar Allah dg firmannya:


يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا  لَا تُلْهِكُمْ اَمْوَالُكُمْ وَلَاۤ اَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ ۚ  وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ  فَاُولٰٓئِكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Dan barang siapa berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi."

(QS.  Al-Munafiqun ayat 9).


Untuk menghindari sbg upaya agar anak2 tdk menjadikan Ortu lalai sampai menerabas ketentuan yg berlaku di masyarakat. Lebih2 lalai melanggar ketentuan agama.


Keinginan bang Alif ingin membahagiakan anaknya adlh sah2 saja karena memang agama menganjurkan agar ortu tidak meninggalkan keturunan yg lemah.


وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ لَوْ تَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعٰفًا خَا فُوْا عَلَيْهِمْ ۖ فَلْيَتَّقُوا اللّٰهَ وَلْيَقُوْلُوا قَوْلًا سَدِيْدًا

"Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar."

(QS. An-Nisa' 4: Ayat 9)


Akan tetapi mengacu ayat di atas (takutlah kpd Allah), Ortu seyogyanya mencarikan rezeki yg halal buat mereka, bukan dari hasil korupsi, hasil tipu2 dll yg haram. Anak2 yg dibesarkan dg rezeki yg haram akan bermasa depan suram. 


Perlu dipahami bahwa andaikan kita sampai melakukan hal2 yg melalaikan aturan Allah dan masyarakat demi membahagiakan anak. Yang bertanggung jawab di akhirat kelak adlh diri sendiri tidak dpt beralasan karena anak.


وَلَا تَزِرُ وَا زِرَةٌ وِّزْرَ اُخْرٰى

".....Dan seseorang tidak akan memikul beban dosa orang lain......" (QS Al-An'am 164).


Semoga Allah memberikan petunjuk kpd kita agar diberi petunjuk hal2 yg benar untuk diikuti dan hal2 yg salah untuk dihindari.


،اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا، وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ. ،وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلاً، وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ.


Allahumma arinal haqqa haqqa warzuqnattiba’ah, wa arinal bathila bathila warzuqnajtinabah


‘’Ya Allah, tampakkanlah kepadaku kebenaran sebagai kebenaran dan kuatkanlah aku untuk mengikutinya serta tampakkanlah kepadaku kesalahan sebagai kesalahan dan kuatkan pula untuk menyingkirkannya.’‘ (HR Imam Ahmad)


آمِيّ.... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

بارك الله فيكم

 وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

M. Syarif Arbi.

Jakarta, 7 Rajab 1442 H.

19 February 2021.

(737.02.21).

Sunday, 14 February 2021

Melogikakan bhakti ke ORTU.

Keluarga besar sembilan bersaudara, kini rata2 masing2 sdh bercucu dan bercicit. Malam Ramadhan itu sengaja acara buka puasa bersama menggelar shalat maghrib,  isya, dilanjutkan tarawih dirumah salah seorang saudara. Kumpulah anak cucu dan cicit, lumayan dpt berapa shaf, karena ngundang juga tetangga.

Ssdh shalat Isya ustadz diminta berceramah. Dibisikan sahibul bait ttg thema yg diminta:


Para Ortu kurang puas dg sikap anak2 mereka kurang perhatian thdp Ortu. Cukup banyak curhat mereka, a.l. contoh konkritnya:

* Kalau Ortu sakit, bukannya dtg menjenguk, paling video call, kadang  lantas ngirim duit ke rekening. 

* Bila Ortu ada semacam kumpul2 silaturahim vs konco2 lawas sesama manula semisal arisan, atau reunian, tdk ada respon anak2 ikutan partisipasi dlm wujud perhatian, ya itu tadi paling ngirim duit atau tenaga pembantu.


Ustadz mengolah ceramahnya bermuatan judul di atas "Melogikakan bhakti ke Ortu".


Ibu Bapak adalah media kelahiran setiap anak manusia ke atas dunia ini. Ibu telah mengandung dengan menderita kepayahan, kemudian melahirkan anaknya dengan pertaruhan jiwa menderita kesakitan. 


Bila ukuran panjang, lebar dan tinggi adlh "meter". Ukuran berat "gram". Ukuran isi adlh "kubik". Sedangkan ukuran sakit "DEL". Ada artikel yg menulis ( wallahu 'alam bishawab), bahwa sakitnya ibu melahirkan itu sampai "57 Del" setara dg dipatahkan 20 ruas tulang. Konon artikel tsb ditulis manusia mampu nahan sakit mestinya hanya "45 Del". Jadi sakitnya si ibu melahirkan diatas rata2 sakit yg mampu diderita manusia  sebesar 26% lebih. Begitu sakitnya. Dmkn Artikel tulisan manusia. Artikel Allah yg pasti benar menyebutkan.


حَمَلَـتْهُ اُمُّهٗ كُرْهًا وَّوَضَعَتْهُ كُرْهًا

"Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula)". (Al-Ahqaf ayat 15).


Selanjutnya Ibu merawat sedari ketika kita blm berdaya. Bayangkan bila bgt brojol, kita dibiarkan layaknya anak sapi jelas kita tak akan gagah2 tampan2 dan cantik2 seperti skrg ini. 


Beda dg anak sapi bgt lahir berdiri sendiri, tak usah diberi bungkus lampin. Anak manusia hrs dibulang dg kain penutup kulit, kalau tdk, mungkin langsung kaku kedinginan.


Selanjutnya ibu menyusui selama 30 bulan. Mendidik sampai menjadi dewasa, dg penuh perjuangan. Bagi ibu2 yg tak bgt berkecukupan kadang rela dirinya kurang makan asal anaknya makan. Banyak ibu2 yg rela melepas gelang dan giwang dilego guna bayar biaya pendidikan anak.


Ayah banting harga diri demi anak.


Ayah mencarikan nafkah untuk keluarganya dengan segala macam pengorbanan. Kadang seorang ayah rela harga dirinya sedikit tersinggung demi mempertahankan pekerjaannya untuk mendapatkan nafkah. Contoh seorang ayah pekerja diperkantoran kadang menelan saja bila kebetulan mendapat umpatan, teguran dari atasannya walaupun sebenarnya ia tidak salah. Ia takut kalau membantah kehilangan pekerjaan. Terbayang wajah anaknya jika ia diberhentikan dari pekerjaannya bagaimana membelikan susu anaknya, paling tidak untuk sementara waktu dalam mencari pekerjaan baru. 


Beda orang yang belum punya anak isteri di rumah alias masih lajang, mungkin dalam case seperti itu tidak berpikir panjang. Itulah sebabnya antara lain kenapa anak harus berbuat baik kepada kedua orang tuannya. Walau sudah berbuat baik demikian banyaknya, namun budi baik kedua orang tua tidak akan dapat terbalas, jadi minimal berbuat baik dalam arti tidak mendurhaka kepada orang tua.

Selagi mereka masih ada, curahkan perhatian kpd mereka. Sedih sekali kita mendengar anak bukan saja tdk perhatian thdp Ortu, bahkan ada yg tega..........kpd  ibu mereka yg sdh renta.


Dmkn di ceramah singkat ini, buat keluarga besar sembilan bersaudara kumpul di malam Ramadhan, diharapkan secara logika dpt diresapi anak2 cucu2 dan cicit2 

mereka, kenapa seharusnyalah  berbhakti kpd kedua Ortu mereka.


Secara umum kita berdo'a smg tdk lagi ada anak yg tega menyakiti orang tua mereka, memperkarakan orang tua mereka.

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا


"Tuhanku, ampunilah dosaku dan (dosa) kedua orang tuaku. Sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu aku kecil.”


آمِيّ.... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

بارك الله فيكم

 وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

M. Syarif Arbi.

Jakarta, 2 Rajab 1442 H.

14 February 2021.

(735.02.21). 

GILIRAN

 

Giliran diri memegang palu.

Putusan usah sampai keliru.

Aturan keliru membuat ngilu.

Dampak sampai keanak cucu.


Giliran kita jadi talenan.

Tahan irisan dan pukulan.

Sebijak apapun pengirisan.

Tetap luka papan landasan.


Giliran awak dapat memberi.

Patut ditiru kearifan Matahari.

Tak memilih apapun disinari.

Biar yg disinari tak balas budi.


Giliran awak jadi penerima.

Teladanilah sikap samudera.

Sungai kesanalah bermuara.

Apapun masuk akan diterima.


Giliran awak ada yg di ingin.

Pantas diikut perangai angin.

Cuaca panas jadikan dingin.

Bisa tercabut pohon Beringin.


Hidup ini kadang bergiliran.

Pernah mungkin jadi bawahan.

Sekali waktu menjadi atasan.

Begitulah dunia punya hiasan.


13 February 2021, dikemas.

Smg pembaca jadinya puas.

Bukan nasihat hanya mengulas.

M.Syarif Arbi mhn diikhlas.

Wednesday, 10 February 2021

Software manusia.

 

Software manusia adlh:

RUH, NAFSU,  AKAL  DAN QALBU.


RUH.

Ruh sbg motor kehidupan manusia.  Ruh, bukan hanya dimiliki oleh manusia, tetapi juga tumbuh2-an dan juga hewan. Bedanya adalah: Tumbuh2-an dan Hewan fungsi Ruh hanya menghidupkan, menumbuhkan, mengembang biakkan. Sedangkan untuk manusia di dalam RUH ada lagi unsur; Akal, Qalbu dan nafsu. 


Tumbuh2-an, dinamakan tumbuh2-an karena ruhnya hanya berfungsi untuk menumbuhkan, mengembang biakkan dan menghidupkan. 


Hewan, disamping punya Ruh untuk menumbuhkan, menghidupkan dan mengembang biakkan, juga dilengkapi dengan Nafsu dan Insting.

Menyoal soal ruh, bagi manusia sampai sekarang dan sampai nantiiii pun adlh hal yg ghaib, dan tak akan diketahui manusia, ditegaskan Allah:

وَيَسْــئَلُوْنَكَ عَنِ الرُّوْحِ ۗ قُلِ الرُّوْحُ مِنْ اَمْرِ رَبِّيْ وَمَاۤ اُوْتِيْتُمْ مِّنَ الْعِلْمِ اِلَّا قَلِيْلًا

"Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang roh, katakanlah, Roh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit."

(QS. Al-Isra' ayat 85)


NAFSU.

Anak manusia boleh dibilang, bgt terlahir sudah berbekal nafsu.

Nasfu yg pertama didorong oleh lapar, haus. Jika nafsu ini tak terpenuhi dlm bbrp hari ssdh lahir seperti contoh bayi yg dibuang Ibunya tak ditemukan orang, hidup si bayi akan berakhir. 


Nafsu sbg penyemangat kehidupan lahirlah:


a. Keinginan,  muncul kemauan untuk memperoleh sesuatu yg lebih. Keinginan terwujudnya segera, bersifat jangka pendek. Keinginan yg akan diraih mendatang mrpkn keinginan jangka panjang adlh cita2.


b. Cita-cita, keinginan yg akan diperoleh dimasa mendatang. Untuk mencapainya melalui pentahapan. Semangat terpacu untuk mencapai cita2. 


c. Kehendak, kemauan yg kuat untuk mewujudkan keinginan, mewujudkan cita2. Lengkap dg strategi dan teknik langkah2 agar keinginan dan cita2 itu terwujud.


Nafsu diarahkan akal, manusia dari generasi ke generasi sehingga

peradaban manusia bertambah maju adlh produk akal didorong nafsu.  Sbg hasil dari akal + nafsu, muncul produksi barang, produksi jasa, tercipta ide2/ gagasan pemikiran baru. Produk akal pula membuat kita kini dpt berjumpa di dunia maya.


Pemenuhan nafsu tanpa akal, tindakan yg dilakukan dpt  menjadi tidak senonoh, brutal dapat terjadi memalukan, sembarangan sampai ada istilah "tidak masuk akal", " tak menggunakan akal sehat".


Dua jenis harta abstrak manusia yaitu "akal" dan "nafsu" tak kan berfungsi bila harta utama siempunya "akal" dan "nafsu" yaitu RUH  sdh tdk lagi di dalam jasad. 


Akal dan nafsu bila  tidak di kendalikan oleh qalbu kadang melahirkan produk yg tdk bermanfaat untuk kemaslahatan orang banyak, malah hanya untuk kepuasan diri sendiri atau kelompok sendiri. 

Banyak contoh bila tanpa kendali qalbu:

Akal + nafsu = tipu2

Akal + nafsu = suap, korupsi.

Akal + nafsu = hacker (di dunia maya). Mana mungkin jadi hacker kalau tak pandai (berakal).

Banyak lagi kejahatan produk dari (akal + nafsu) bila minus qalbu.


Nafsu diarahkan akal serta dikendalikan qalbu taqwaha outputnya bukan saja untuk siempunya Ruh Akal Qalbu dan nafsu itu sendiri tetapi untuk kemaslahatan ummat. Makanya Allah larang mengikuti hawa nafsu, karena akan mengajak kpd penyimpangan.


.:......فَلَا تَتَّبِعُوا الْهَوٰۤى.........."

"...........janganlah engkau mengikuti hawa nafsu..................."

(QS Annisa 135).


Menyoal nafsu mari perhatikan pernyataan Nabi Yusuf diabadikan dlm Al-Qura'an:

وَمَاۤ اُبَرِّئُ نَفْسِيْ ۚ اِنَّ النَّفْسَ لَاَ مَّا رَةٌ بِۢا لسُّوْٓءِ اِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّيْ ۗ اِنَّ رَبِّيْ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

"Dan aku tidak (menyatakan) diriku bebas (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang."

(QS. Yusuf ayat 53).


Jadi nafsu sering mendorong ke kejahatan. Kecuali nafsu yg diberi rahmat Allah.


Juga dpt disimak perintah Allah kpd Nabi Daud:


".........وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوٰى فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ........."

"........dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena akan menyesatkan engkau dari jalan Allah". (QS Sad 26).


AKAL.

Dengan akal manusia dpt berpikir, mengingat, membedakan, memilih, memutuskan. Dengan akal, manusia beraktifitas, memilih apa yang harus dilakukan dari berbagai pilihan yang tersedia, untuk memilih yang terbaik. Akal bertumbuh kembang sesuai kedewasaan manusia diikuti pengalaman dan juga pendidikan.

Tdk sedikit orang yg tadinya pintar, kuat, bersemangat ketika akal tercabut dari dirinya, lalu tak mengerti apa2. 


QALBU. 

Qalbu pengendali Nafsu juga pengarah Akal. Qalbu sll mengendalikan nafsu agar tdk lakukan hal2 yg negatif. Qalbu mengarahkan akal agar memutuskan tindakan2 yg baik.

Akal dan nafsu tidak dikendalikan oleh qalbu kadang melahirkan produk yg tdk bermanfaat untuk kemaslahatan orang banyak, malah hanya untuk kepuasan diri sendiri atau kelompok sendiri. Tetapi nafsu diarahkan akal dikendalikan qalbu taqwaha outputnya bukan saja untuk siempunya Ruh, Akal Qalbu dan nafsu itu sendiri tetapi untuk kemaslahatan ummat.


Qalbu yang dapat membuat orang mengenal rindu cinta dan kasih sayang, rasa iba dan kasihan. Dapat dibayangkan bila manusia sudah kehilangan Qalbu ini, dia akan sama dengan hewan. Manusia akan menjadi musuh bagi manusia lain, manusia akan sadis, kejam, bringas bila tidak ada Qalbu di dalam ruhnya.


Dg kelengkapan Nafsu akal dan qalbu, selama masih ada ruh manusia berpotensi untuk berbuat baik dan berbuat kejahatan, hal tsb tlh diberi taukan Allah:

فَاَ لْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰٮهَا ۖ 

"maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya,"

(QS. Asy-Syams aat 8).


Semoga kita dpt mengelola dg baik software yg diberikan Allah shg menghasilkan kebaikan yg mensejahterakan kehidupan di dunia dan di akhirat. Baik untuk diri sendiri juga ummat.


آمِيّ.... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

بارك الله فيكم

 وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

M. Syarif Arbi.

Jakarta, 27 Jumadil Akhir 1442 H.

9 February 2021.

(733.02.21).