Tuesday, 30 July 2019

Nilai Niat

Manusia tercipta dari unsur konkrit  dan abstrak, jasmani dan rohani. Di Jasad tertanam Roh. Di dlm Roh tersemai kalbu, nurani, perasaan.

Di jasad terpasang panca indra;
untuk mengetahui keadaan luar. yakni indra penglihat (mata), indra pendengar (telinga), indra pembau/pencium (hidung), indra pengecap (lidah) dan indra peraba (kulit).

Di kalbu tertanam Akal dan Nafsu. Menggunakan Akal,  perasaan dpt dikendalikan. Pakai Akal dpt menilai sesuatu. Akal dpt memilah baik  dan buruk. Nafsu kelengkapan yg menyempurnakan manusia. Karena nafsu, manusia bersemangat. Karena nafsu, manusia berkarya berubah maju dan berbudaya.

Dlm setiap aktifitas selalu terlibat akal dan nafsu sblm suatu kegiatan direalisasikan. Nafsu pencetus keinginan, akal mempertimbangkan teknis pelaksanaan. Gabungan keinginan (produk nafsu) dan teknis pelaksanaannya (produk akal) tersinkron dlm niat. Niat kadang terucap lisan melalui lidah, kadang tetap tersimpan di dlm hati. Unsur konkrit manusia berupa jasadlah sbg eksekutornya.

Merealisasikan niat, dua unsur pembentuk manusia itu (jasmani dan rohani) hrs terlibat. Ibadah tak cukup hanya dg niat di dlm hati. Ibadah tak cukup hanya dg deklarasi di lisan.
Walau dikabarkan "niat ibadah saja, sudah tercatat satu kebaikan". Tapi bila niat baik saja kemudian di dlm niat itu terselip kecenderungan untuk tidak melaksanakannya (Allah mesti tau), bukankah yg dmk ini namanya "ngolok2".

Apalagi Allah yg maha tau yg ghaib dan yg nyata.  Manusia saja, thdp ucapan dan niat tak sungguh2 dapat menduga, dari menyimak intonasi kalimat, dari memperhatikan body language, dari melihat kedipan mata.

Sbg contoh (maaf kearifan lokal di kampungku).
Bila suatu keluarga lahir seorang bayi, beberapa hari mengundang tetangga jiran ba'da isya ke rumah sibayi untuk mengaji, membaca Al Qur'an. Kadang sampai 3 malam.
* bayi laki2 akan dibacakan surat Yusuf.
* bayi perempuan dibacakan surat Maryam.
Surat dibaca secara bergilir para undangan ngedar berkeliling shg semua kebagian.

Ktk malamnya akan dimulai pengajian tsb., shahibul hajat mengutus wakil, mengundang tetangga dari rumah ke rumah dg lisan. Pengundang berpakaian sopan dan dg kata tersusun baik, tak lupa sblmnya memberi salam. (Undangan model ini dianggap nilainya lbh afdhal serta menghargai dari pada tertulis).

Pengundang kadang menerima jawaban si terundang "إِن شَآءَ ٱللَّهُ", tapi dari tekanan nada "إِن شَآءَ ٱللَّهُ", roman muka dan bahasa tubuh si terundang, si utusan pengundang dpt menduga si terundang hadir atau tidak.
Kebanyakan dugaan ini benar, apalagi bila yg diundang ndak pandai atau tak lancar baca Al-Qur'an ketara إِن شَآءَ ٱللَّهُ yg dijawabkannya ke pengundang.
Beda lagi kalau undangan kenduri, إِن شَآءَ ٱللَّهُ nya bgt tegas dan meyakinkan.
Dmkn analog dg contoh di atas bgt erat korelasi ucapan hati dan perbuatan. Dpt qt liat seruan Allah di surat As-Saff ayat 2 dan 3 berikut:

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لِمَ تَقُوْلُوْنَ مَا لَا تَفْعَلُوْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?"

كَبُرَ مَقْتًا  عِنْدَ اللّٰهِ اَنْ تَقُوْلُوْا مَا لَا تَفْعَلُوْنَ

"(Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan."

Semua amal harus dengan berniat. Nilai amal tergantung niat.

ٍعَنْ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits)

Niat baik, walau tak terlaksana sdh mrpkn kebaikan.
Kesungguhan niat إِن شَآءَ ٱللَّهُ akan Allah bantu merealisasikannya.

Demikian, semoga kiranya ada manfaatnya. Wain yakun shawaban faminallah. wain yakun khatha an faminni wa minasyaithan. Wallahu warasuluhu barii ani minhu.  (Dan sekiranya benar, maka itu datangnya dari Allah. Dan sekiranya salah, maka berarti itu datangnya dari diriku sendiri (yang lemah ini) dan dari syaithan. Mohon maaf oleh karenanya.
Wallahu ‘alam bishawab. Aamiin.
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
Barakallahu fikum
وَ الْسَّــــــــــلاَمُ
M. Syarif arbi.

Monday, 29 July 2019

Memilih CARA Mati

Menyoal, perihal MATI tak seorangpun dpt menyangkal bahwa itu adalah "KATA PASTI" cuma waktunya, tempatnya, yg masih إِن شَآءَ ٱللَّهُ. Adapun penyebabnya kadang ada, kadang tidak ada.

Ada seorang yg tengah duduk di kursi malas sambil baca buku, terlelap tidur lalu ndak bangun lagi.

Ada seorang tetangga tengah iseng main catur di pos RT., tiba2 kebelet pipis. Pamit ke "partner main" pulang sejenak ke rumah. Seperempatan jam ndak datang si partner nyusul ke rumah "si pamit". Sambil berbekal sedikit dongkol mengira dikerjain. Istri "si pamit" tengah santai nonton TV (mereka tetangga akrab), dg ringan nunjuk ke kamar mandi, memberi isyarat gedorlah sendiri. Tanpa ragu "si dongkol" mendodok kamar mandi, tak ada reaksi. Makin dongkol, sambil bercanda " eee., mentang2 kalah mainnya ditinggal". .........Ndak ada sautan dari dalam. Coba pintu  didorong, ternyata terkunci dari dalam. Kini istri mulai ikut manggil2 suaminya tak juga menyahut. Curiga muncul, anakpun ikutan, akhirnya ada yg cari bangku dan kursi untuk liat dari ventilasi. Terlihat ybs terkulai lunglai miring sender ke jeding. Pintu kamar mandi dibuka paksa. Rupanya roh ybs baru saja berlepas beberapa menit lalu,  belakang tubuh masih hangat.

Naaah dmkn dua kisah maut menjemput dari sekian "model dan cara" mati.

Andaikan dapat memilih hampir setiap orang nenginginkan agar cara nanti mati itu diantaranya:

1. Kalau dpt, tidak berbiaya tinggi. Artinya ndak usah pake sakit2 berat sampai ke mana2 harus berobat, keluar ongkos bgt banyak.

2. Kalau dpt, proses mati yg tak terlalu lama (jikapun melalui sakit), karena akan menyusahkan keluarga merawat.

3. Kalau boleh, mati wajar ditengah keluarga, agar tdk mengukir kenangan  "menyedihkan yg dlm",  buat keluarga yg ditinggalkan. Misalnya smg jangan mati dlm kecelakaan penerbangan, pelayaran, tabrakan kendaraan.

4. Kalau boleh, maut datang ketika awak sdg berkegiatan kebaikan, misalnya sdg ibadah, sdg kerja cari nafkah, sdg ngajar nularkan ilmu, sdg belajar menambah ilmu.

5. Kalau boleh ndak usah tua2 amat mati, khawatir jadi pikun, jadi tak berdaya.
Bila sampai begini ada dua sisi bagi anak dan keluarga.
Satu sisi dpt jadi ladang pahala, bila mereka merawat dg kasih sayang, sabar seperti ketika kita merawat mereka masih kecil. Ibu rela ninggal nasi yg baru disuap tiga suapan, demi ngejar "ee ek" si mungil nangis di buaian.
Di sisi lain peluang dosa ternganga lebar, bila mereka kesal dg ulah kita yg sdh pikun, geram, gregetan sampai terbetik do'a dihati "kok ortu ini ndak cepat mati". Naudzubillah.
Makanya dibutir 5 ini kpd kita diajarkan do'a:
وَأَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ
WA A’UUDZU BIKA AN-URADDA ILAA ARDZALIL ‘UMURI
Aku berlindung kepada-Mu kepada serendah-rendahnya usia (pikun).

Agak lengkap bagus dicermati hadist berikut ini:
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: «اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ، وَالْكَسَلِ، وَالْجُبْنِ، وَالْهَرَمِ، وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ»

Dari Anas bin Malik ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, sifat pengecut, pikun, bakhil, dan aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur dan fitnah hidup dan mati.” (HR. Muslim).

6. Smg hayat ini di akhiri dlm keadaan husnul khatimah. Seperti yg sering diingatkan khotib.
 وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَ نْـتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
"janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim" (QS 2:132, 3:102).

Harapan 6 (enam) macam inilah, maka kita baiknya ngamalkan do'a ssdh shalat dlm  untaian do'a dikenal "do'a selamat", salah satu isinya:
 اَللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِى سَكَرَاتِ الْمَوْتِ
"Ya Allah mudahkanlah diriku dlm menghadapi sakaratil maut".

Dmkn, smg kita yg tua2 dilindungi Allah dg ijabah do'a kita. Bagi pembaca yg msh muda, case di refleksikan butir "5" jadikan Ortu anda sbg ladang pahala, jangan malah sebaliknya;  jadi peluang berdosa. Untuk itu bagi yg muda usia dan masih ada Ortu bagus camkan hadist ini:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam:

رَغِمَ أَنْفُهُ ، رَغِمَ أَنْفُهُ ، رَغِمَ أَنْفُهُ ، قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، مَنْ ؟ قَالَ : مَنْ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ عِنْدَ الْكِبْرِ ، أَوْ أَحَدَهُمَا ، فَدَخَلَ النَّارَ

“”Celaka orang itu, celaka orang itu, celaka orang itu!” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, siapa itu?” Rasulullah menjawab, “Orang yang celaka adalah orang yang mendapati kedua Ortunya masih hidup, atau salah satu darinya, tapi dia masuk neraka (karenanya).””

Smg Allah memberi yg terbaik dari 6 butir kutulis diatas. Kita hanya dpt ikhtiar dg do'a namun Allah jua yang menentukan.

Aamiin.
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
Barakallahu fikum
وَ الْسَّــــــــــلاَمُ
M. Syarif arbi.

Saturday, 27 July 2019

Fenomena Alam

Langit, kadang biru bersih tidak berawan.
Kadang mendung kelabu hitam pekat menurunkan badai dan hujan.
Begitulah fenomena alam silih berganti. Setiap keadaan ada mahluk yg membutuhkan keadaan itu. Hewan tertentu berkembang biak dinusim hujan. Sementara ada hewan yg populasi bertambah dimusim kemarau. Bgt juga penghidupan manusia. Petani garam gagal panen kalau hujan2 terus menerus. Sawah ladang akan tak dpt di tanduri bila kemarau panjang.

Bunga, semula putik kemudian kelopak mengepak terbuka, mekar indah menebar aroma, aneka warna. Tak lama berselang ada bunga kuncup menjadi buah, kadang ada jenis yg layu jatuh terserak dibumi.
Ini mrpkn simbol generasi silih berganti, menyadarkan diri dimanakah kita berada kini. Layu dan gugur ke bumi pasti terjadi.
Saban hari matahari terbit dipagi hari membagi sinar keseluruh alam termasuk bumi, tetapi ada bagian bumi yg kadang redup mendung. Hampir pasti matahari menghentikan sinarnya di belahan bumi disatu sisi di petang masuk ke malam hari, melanjutkan tugasnya di belahan bumi lain memulai hari pagi.
Manakala mendung, usai hujan ingatlah matahari juga menyajikan pelangi.
Ketahuilah ini sbg lambang bahwa disetiap gelap kan berakhir terang, setiap kesulitan akan ada kemudahan.
اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى الْاَلْبَابِ
"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal"
(QS. Ali Imran ayat 190).
فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
"Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan"
اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
"sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan"
(QS. Al-Insyirah ayat 5&6).

Hujan dan cerah, berkembang dan layu, malam dan siang tunduk terhadap waktu.

Kita sering lupa waktu, namun waktu tak pernah melupakan kita. Tau-tau tibalah waktunya tak dapat lagi ditunda.

Lahirnya diri ini kedunia, diri ini tak mengetahui. Ayah bundalah yg ngabari kapan dan dimana kita lahir. Dmkn juga kapan nanti kita mati, kita tak tau, yg kita tau mati itu pasti datangnya. Tapi tepatnya kapan dan tempatnya dimana kita mati, kitapun tak tau.

Fenomena alam berupa berakhirnya setiap suatu permulaan, ini adlh pasti. Itulah makanya dianjurkan untuk sll mengat kematian.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ ». يَعْنِى الْمَوْتَ.

Artinya: “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan”, yaitu kematian”. (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Tirmidzi).

Setidaknya dg mengingat mati diri tidak berbuat "YANG PENTING" apapun dilakukan:
Yang penting menguntungkan.
Yang penting memuaskan.
Yang penting menang.
Yang penting berhasil.

Menngingat mati mrpk pengendali setiap amal perbuatan.

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
Barakallahu fikum
وَ الْسَّــــــــــلاَمُ
M. Syarif arbi.

Thursday, 25 July 2019

Tiada hari tanpa baca Al-Qur'an

Menarik langkah ibu 72 th, setiap bepergian ndak tinggal dlm tas tangannya foto copy-an Al-Qur'an fontasi besar mungkin "48". Ibu ini mbawa beberapa lembar, kadang 1 juz, tergantung perkiraan durasi bepergian.
Kami ketemu di rumah sakit sama2 kontrol nunggu antrian berobat. Disela-sela dialog antar pasien duduk menunggu, si ibu buka kembali foto copy an.

Barusan seorang pembaca tulisan2ku bertanya "bgmn teknik memotivasi agar rutin semangat membaca Al-Qur'an, setiap hari".

Guna menjawab pembaca dimksd, kuteringat si Ibu kuceritakan di atas, lantaran usia beliau, bila baca Al-Qur'an di HP dari aplikasi si Ibu penderita arithmia jantung (detak jantung lemah)  ini bilang:
"Hurufnya kecil2, capek mata", makanya lbh sreg pake foto copy-an.

Menurut hemat saya, ini salah satu ikhtiar "tiada hari tanpa baca Al-Qur'an", yg cocok juga di contoh.

Ikhtiar lain; seperti diketahui bahwa Al-Qur'an standard tebalnya 604 halaman. Agar tiap hari tetap membaca Al-Qur'an, silahkan bagi dan ditarget sendiri. Katakanlah ingin tamat setiap bulan sekali. Maka boleh disusun jadual; sehari harus terbaca sekitar 20 halaman. Nah mulai diatur setiap selesai shalat atur berapa halaman. Misal jadualnya begini:

1. Stlh shalat subuh, sampai suruq 6 halaman.
2. Stlh shalat zuhur 2 halaman
3. Stlh shalat ashar 2 halaman
4. Stlh shalat maghrib 6 halaman
5. Stlh shalat isya sblm tidur 4 halaman. Total sehari 20 maka 30 hari jadi 600 halaman tinggal kurang 4 halaman buat khataman.
6. Syukur kalau anda terbiasa shalat tahajud, mulai pukul 3 umpamanya, إِن شَآءَ ٱللَّهُ dg ayat2 sedangan pkl 04 an tahajud anda selesai. Lanjutkan baca Al-Qur'an sampai menjelang berangkat ke masjid, dpt membaca lagi mungkin sampai 8 halaman. Semakin cepat sekali khatam.

Dlm hal ada sesuatu halangan atau aktivitas lain shg jadual tak dpt dilaksanakan, pada jadual2 berikutnya ditambah halamannya.

Pengaturan jadual tsb.hanya sbg contoh; mungkin pembaca sdh paham bahwa ssdh dzuhur dan ashar kegiatan sdg padat.

Dg menetapkan sendiri jadual tsb. maka walau sedikit demi sedikit Al-Qur'an tetap terbaca.

Memang dlm beribadah, dianjurkan rutin, walau hanya sedikit. Seperti Hadist2 Riwayat Muslim terkutip di bawah ini:

Dari ’Aisyah –radhiyallahu ’anha-, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.” ’Aisyah pun ketika melakukan suatu amalan selalu berkeinginan keras untuk merutinkannya.

Dari ’Aisyah, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai amalan apakah yang paling dicintai oleh Allah. Rasul shallallahu ’alaihi wa sallam menjawab,
أَدْوَمُهُ وَإِنْ قَلَّ

”Amalan yang rutin (kontinu), walaupun sedikit.”

’Alqomah pernah bertanya pada Ummul Mukminin ’Aisyah, ”Wahai Ummul Mukminin, bagaimanakah Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam beramal? Apakah beliau mengkhususkan hari-hari tertentu untuk beramal?” ’Aisyah menjawab,

لاَ. كَانَ عَمَلُهُ دِيمَةً وَأَيُّكُمْ يَسْتَطِيعُ مَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَسْتَطِيعُ

”Tidak. Amalan beliau adalah amalan yang kontinu (rutin dilakukan). Siapa saja di antara kalian pasti mampu melakukan yang beliau shallallahu ’alaihi wa sallam lakukan.”

Di antaranya lagi Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam contohkan dalam amalan shalat malam. Pada amalan yang satu ini, beliau menganjurkan agar mencoba untuk merutinkannya. Dari ’Aisyah, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ عَلَيْكُمْ مِنَ الأَعْمَالِ مَا تُطِيقُونَ فَإِنَّ اللَّهَ لاَ يَمَلُّ حَتَّى تَمَلُّوا وَإِنَّ أَحَبَّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ مَا دُووِمَ عَلَيْهِ وَإِنْ قَلَّ

”Wahai sekalian manusia, lakukanlah amalan sesuai dengan kemampuan kalian. Karena Allah tidaklah bosan sampai kalian merasa bosan. (Ketahuilah bahwa) amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang kontinu (ajeg) walaupun sedikit.”

Demikian, smg dpt menjawab pertanyaan salah seorang pembaca artikel2ku. Juga smg pas ada pembaca yg dpt menarik manfaat dari informasi ini.

Aamiin.
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
Barakallahu fikum
وَ الْسَّــــــــــلاَمُ
M. Syarif arbi.

Wednesday, 24 July 2019

MENJAGA NIKMAT

Nikmat demikian banyak,  tdk sanggup qt hitung (وَاِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ لَا تُحْصُوْهَا = Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya; An-Nahl ayat 18).

Walau nikmat tdk dpt dihitung, baik di coba mengenali sekian banyak nikmat Allah dengan mengelompokkan menjadi 9 besaran y.i:
1. Nikmat beragama.
2. Nikmat penundaan siksa.
3. Nikmat peringatan Allah.
4. Nikmat kesempatan bertaubat.
5. Nikmat terpilih sbg ahli ibadah.
6. Nikmat kesehatan.
7. Nikmat harta.
8. Nikmat keluarga dan anak2.
9. Nikmat berbangsa merdeka.
Diharapkan dg menyadari betapa hebat dan indahnya setiap nikmat itu kita menjaganya dengan baik.

1. Nikmat berupa kenikmatan memperoleh agama.
Agar dapat dipelihara agama itu dengan baik, tingkatkan pemahaman agama sehingga semakin hari semakin baik. Menjalankan perintah agama secara keseluruhan.
Walaupun kadang seseorang yg qt tau mendalam ilmu agamanya bukan mustahil suatu saat tergelincir, melakukan perbuatan tidak mencerminkan bahwa dia memelihara agamanya.

Demikianlah halnya manusia. Tak heran semakin tinggi ilmu agama seseorang semakin tinggi pula "strata" ilmu si syaitan penggodanya. Syaitan usianya lbh tua, syaitan dulu menggoda Adam dan Hawa saja blm mati, sdg kita ganti berganti generasi ke generasi. Dlm pada itu memang syaitan tlh mendpt persetujuan Allah menggelincirkan manusia. Ketika terusir dari surga iblis sempat mohon kpd Allah dan diperkenankan menyesatkan manusia. (lihat ayat 16 dan 18 dari surat Al-'Arraf)

قَالَ فَبِمَاۤ اَغْوَيْتَنِيْ  لَاَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيْمَ
"(Iblis) menjawab, Karena Engkau telah menghukum aku tersesat, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus," 
 لَمَنْ تَبِعَكَ مِنْهُمْ لَاَمْلَــٴَــنَّ جَهَنَّمَ مِنْكُمْ اَجْمَعِيْنَ
"Sesungguhnya barang siapa di antara mereka ada yang mengikutimu, pasti akan Aku isi neraka Jahanam dengan kamu semua."

Namun dg pertolongan Allah, orang2 yg ikhlas tak kan mampu iblis menggelincirkannya. Seperti tersurat di surat Shad ayat 83
اِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِيْنَ
"kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih (mukhlasin) di antara mereka"

2. Nikmat penundaan siksa/hukuman atas dosa. Disyukuri dengan segera bertobat dan menghindari perbuatan dosa. Nenek datuk qt Adam dan Hawa, bgt berdosa langsung di hukum, barulah diajari bertaubat. Sementara qt kini, kadang terlanjur makan yg haram berbuat maksiat dan dosa tdklah serta merta menerima hukuman, diberi kesempatan bertaubat. Ummat Nabi Nuh, langsung di adzab dg banjir besar. Ummat Nabi Luth, langsung diadzab bumi terjungkir balik. Dmkn juga kaum Ad  dan Tsamud, tanpa penundaan. Bgt kasih sayang Allah kpd kita siksa Allah tak serta merta bila kita berbuat dosa.

3. Nikmat berupa peringatan Allah bila kita berbuat dosa. Sejalan butir 2 di atas, kadang stlh qt berbuat dosa, mendpt peringatan dpt dari hati nurani sendiri, dari pihak lain atau dari Allah, misalnya berupa musibah. Hal itu disyukuri karena dengan segera qt sadar dan menebus perbuatan dosa itu dengan kebaikan dan berhenti serta bertaubat dari perbuatan dosa itu. 

4. Nikmat diberikan kesempatan bertaubat. Gunakan dengan baik, setiap terlanjur berbuat dosa lekas bertaubat dan menjaga jangan sampai mengulangi lagi perbuatan dosa. Dijanjikan Allah sebanyak apapun dosa bila bertaubat akan diampuni. (lihat Az-Zumar 53)
قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰۤى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ; اِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْع اِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

"Katakanlah, Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang"

5. Nikmat terpilih tergolong sebagai orang ahli ibadah. Dijaga nikmat itu agar tetap konsisten sampai akhir hayat dan bila mungkin mengajak orang lain. Tak semua orang mendpt nikmat ini, boleh jadi lantaran lingkungan, situasi dan kondisi. Bukan mustahil kita tergelincir di akhir bila kurang pandai memelihara nikmat sbg ahli ibadah. Camkan hadist ini:
الرَّجُلُ يَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ اْلجَنَّةِ حَتىَّ مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ اْلكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا.“
Seseorang beramal dg amalan ahli surga shg jarak dirinya dg surga hanya tinggal sehasta, tapi catatan takdir mendahuluinya lalu ia beramal dg amalan ahli neraka lantas ia memasukinya.

Oleh karena itu, ahli ibadah harus senantiasa menjaga nikmat sbg ahli ibadah dg kekhawatiran dan kehati-hatian, jangan sampai tergelincir diujung hayat.

6. Nikmat kesehatan, kesejahteraan, keselamatan/keamanan. Gunakan kesempatan selagi sehat, selagi sejahtera, selagi aman, selagi muda untuk memaksimalkan ibadah kepada Allah dan berbuat baik sesama manusia. Manakala nikmat2 tsb hilang ibadahpun terhalang. Contoh bila diusia manula, kadang ada yg sdh banyak penghalang ibadah, misalnya ruku' sujud sdh tak normal lagi, shalat berjamaah mulai duduk di kursi.

7. Nikmat harta. Gunakan harta untuk ibadah kepada Allah, berbuat baik sesama manusia jangan sampai harta yang banyak justru dibuat untuk bermaksiat.

Bukan sedikit orang seiring harta berlimpah kemaksiatannya malah bertambah.

8. Nikmat keluarga dan anak2.
Keluarga yg rukun, anak2 yg sehat bahagia rumah tangga mereka, sanak saudara yg akrab, mrpkn anugerah yg luar biasa. Kenikmatan ini hrs terpelihara terus, dg menjalin silaturahim. Anak dan cucu selama dari masih hidup, terus menerus tetap dipantau ketaatan mereka kpd agama. Diiringi senantiasa berdo'a:
رَبَّنَا هَبْ لَـنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَا مًا
Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa."
(QS. Al-Furqan ayat 74)

9. Nikmat berbangsa merdeka.
Smg kemerdekaan bangsa ini baik secara ekonomi, politik dan keamanan serta seluruh pengatur kehidupan berbangsa dan bernegara terus terjaga. Setiap warga bangsa hrs menjaga kemerdekaan sbg bangsa merdeka ini, dari pemimpin tertinggi sampai ke rakyat terendah yg dipimpin. Jangan rela kemerdekaan sbg bangsa dan sbg individu terampas. Karena betapa pedihnya terjajah dibidang apapun. Kini jamaah haji Indonesia di tanah suci, terasa sekali sbg bangsa yg merdeka, sejajar dg bangsa2 lain di dunia. Sungguh sangat terasa sbg warga negara bangsa, melihat Merah Putih berkibar di puncak tenda di Arafah dan Mina air mata haru keluar tak terasa.

Demikian, semoga kiranya ada manfaatnya. Wain yakun shawaban faminallah. wain yakun khatha an faminni wa minasyaithan. Wallahu warasuluhu barii ani minhu. (Dan sekiranya benar, maka itu datangnya dari Allah. Dan sekiranya salah, maka berarti itu datangnya dari diriku sendiri (yang lemah ini) dan dari syaithan. Mohon maaf oleh karenanya.

Wallahu ‘alam bishawab. Aamiin.
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
Barakallahu fikum
وَ الْسَّــــــــــلاَمُ
M. Syarif arbi.

Monday, 22 July 2019

Telur ASIN NYELIP di hati

Hari ke tujuh almarhum dikebumikan, menu akan dihidangkan tahlilan "Rawon", lengkap dg asesorisnya diantara sebelah telur bebek asin. Hari pertama dan ketiga tetangga hadir 27 orang. Makanya disiapkan 13 butir telor utuh plus sebelah yg sdh terbelah disimpan rapi di dlm kulkas. Yg sebelahnya rupanya sekalian dicicipi perancang saji guna pastikan kualitas telur asin bakal tamu ssdh ashar nanti.

Pas makan siang, anak bungsu dari 8 bersaudara anak almarhum, sembari makan siang, dg lauk pauk yg mestinya cukup meriah, iseng mbuka kulkas. Didapatinya ada telur asin "nyeleneh" diantara sekumpulan telur asin. Tanpa usul si telur asin sebelah sekejap pindak ke piring si bungsu "pas asinnya pikirnya" sambil nyuap nasi di piring.

Menjelang ashar peramu saji "kakak tertua si bungsu" mulai ngatur adik2nya nyiapkan menu rawon. Ada yg bagian memanaskan, ada bagian nata piring, yg siapkan asesoris seperti bawang goreng, kecambah, cabe uleg, krupuk. Giliran si kakak buka kulkas untuk penyempurna terakhir menu rawon dg belahan telor asin.

Bgt kaget si kakak sebelah telur asin sdh raib. 13 telur kan bila dibelah hanya dpt 26, sdgkan persiapan piring 27. Dia tanyakan siapa yg iseng menyenbunyikan yg sebelah. Si bungsu dg tenang nyahut "saya tadi ambilnya buat lauk makan siang".

Kakakpun merepet panjang lebar, betul juga si... si kakak dirumah itu ndak kurang lauk lain, ikan laut, ayam goreng, dan aneka sayur. Ee kenapa telur sebelah itu yg dihajadkan. Sempat ditengahi bunda dan saudara yg lain, "kan tinggal ganti telor bebek lain, walapun ndak asin, karena beli ke pasar sdh tutup penjual telur pasar tradisional banter buka sampai pkl 13.00.
Mesin marah kakak sdh terlanjur starter ndak kan berhenti hanya disaran saudara2nya yg lbh muda. Dia baru diam kalau sdh puas marahnya.
Kakak puas stlh marah tapi si bungsu TELUR ASIN ITU MENYELIP DIHATINYA sampai kini walau sdh 25 tahun lbh. Trauma buatnya bila melihat telur asin yg sdh terbelah, apalagi disimpan dlm kulkas.

Cerita lain ttg telur bebek asin.

Dua bersaudara di suatu kota, mengenang almarhum ortu 30 tahun lalu, ngengon bebek alabio sampai ratusan ekor. Belakangan coba2 pelihara bebek lagi di pekarangan rumah. Baru ada belasan ekor, lumayan tiap pagi kini sdh mulai panen 5 sampai 6 butir. Ternak dikelola besama kakak tertua dan adik yg paling bungsu. Sepakat telur diasinkan. Lain lagi ceritanya dg yg dikisahkan di atas tambahan rawon. Si kakak yg sdh lama pensiun itu, mengatur adiknya si bungsu, anak, mantu dan cucunya serta dia sendiri hanya boleh makan telur asin 2 hari sekali dg porsi sebelah.
Sementara telur asin yg lainnya oleh kakak di sedekahkan ke orang, tetangga dan sahabat2nya.

Si bungsu heran dg kebijakan kakak, tapi dia tersadar atas anjuran agama ttg harta itu yg jadi milik kita sesungguhnya hanya bila harta itu disedekahkan, bakal kita dapati di akhirat sana.

Namun perlu diingat, kakak dan si bungsu bahwa urutan menyedekahkan harta itu ada lima:

Urutan pertama kpd kerabat dekat termasuk ortu, anak, istri dan saudara2.
Urutan kedua, anak yatim
Urutan ketiga, orang2 miskin
Urutan keempat, musafir
Urutan kelima, peminta-minta.
 وَاٰتَى الْمَالَ عَلٰى حُبِّهٖ ذَوِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنَ وَابْنَ السَّبِيْلِ ۙ  وَالسَّآئِلِيْنَ
(QS: Al-Baqarah 177).

Untuk kakak tsb terakhir, barangkali urutan menyedekahkan harta ayat di atas dpt jadi rujukan.

Bagi kakak perancang saji di kisahkan di awal tulisan. Mungkin kedepan dpt mengendalikan amarah, sebab pihak yg terkena marah akan mengenang seumur hidup, walau sdh dimaafkan tapi luka dihati tetap membekas. Oleh karena itu  Nabi Muhammad berwasiat:
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ : أَوْصِنِيْ ، قَالَ : (( لَا تَغْضَبْ )). فَرَدَّدَ مِرَارًا ؛ قَالَ : (( لَا تَغْضَبْ )). رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam : “Berilah aku wasiat”. Beliau menjawab, “Engkau jangan marah!” Orang itu mengulangi permintaannya berulang-ulang, kemudian Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Engkau jangan marah!” [HR al-Bukhâri].
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
Barakallahu fikum
وَ الْسَّــــــــــلاَمُ
M. Syarif arbi.

Sunday, 21 July 2019

SABAR dan SYUKUR

Secara sederhana “Syukur”  diartikan sebagai ungkapan terimakasih atas anugerah yang diterima, atas pemberian yang diterima, dari mana saja datangnya pemberian/anugerah tersebut. Jika pemberian itu datang dari seseorang, begitu kita terima kita tidak menunjukkan ungkapan terimakasih baik lisan maupun sikap, tentu orang yang memberi akan merasa kecewa.

Bersyukur  kpd Allah antara lain  dapat dilakukan melalui 4 (empat) cara yaitu:
Bersyukur dengan hati.
Bersyukur dengan lidah.
Bersyukur dengan perbuatan dan Bersyukur dengan menjaga nikmat.

Bersyukur dengan hati. Setiap menerima anugerah Allah di dalam hati, menyadari bahwa apapun nikmat semua datangnya dari Allah. Besar atau kecil suatu nikmat  disyukuri sekurangnya di dalam hati. Ybs. akan tidak merasa kecewa betapapun kecilnya suatu nikmati tetap disyukuri tanpa menganggap tak ada gunanya. Betapapun besar kerugian/bencana, selalu diiringi sabar dan syukur, ybs. yakin tersembunyi maksud baik Allah di setiap peristiwa.

Sabar ketika mendpt ketidak beruntungan dan syukur ketika beruntung, walau hanya di dalam hati ini, akan membuat orang yang bersangkutan selalu ingat kepada Allah Sang pemberi izin terjadinya sgl sesuatu, penganugerah nikmat. Kadang sampailah lisan terucap perlahan memuji kebesaran Allah. Dg penuh kesadaran mengucapkan "Alhamdulillah" ini sdh masuk bersyukur dg lisan.
Dalam kenyataan ada juga lisan "bersyukur", lisan berucap "saya sabar" tapi tak sampai ke hati.

Bila mendpt keberuntungan, lantas orang bersyukur, ini adalah wajar; "jamak" (pinjam dialek betawi= kurang lebih artinya "umum dilakukan banyak orang").  Bila seseorang mendapat kerugian, kesusahan, kekecewaan, penderitaan; ybs.tetap bersabar dan dihatinya tetap terselip rasa syukur, ini model pribadi muslim sejati.

Pribadi model ini yakin ketidak beruntungan apapun yg terjadi atas dirinya stlh menjalani ikhtiar sbg manusia, adlh kehendak Allah. Sgl sesuatu yg terjadi atas kehendak Allah tak ada yg sia2.
رَبَّنَا مَا  خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًا
Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia;
(QS: Ali 'Imran syat 191).

Orang yg tetap besabar dan hatinya selalu bersyukur ini dia berprasangka baik kpd Allah.

Banyak kejadian dlm hidup ini. Pernah seorang pemuda gagal test masuk di suatu instansi, stlh tua dia baru paham ternyata Allah punya rencana lbh baik buat dirinya menjadikan ybs. pengusaha besar menghidupi ribuan karyawan.

Kalaulah Nabi Yusuf ketika masih bocah tidak dimasukkan saudara2nya ke dlm sumur mungkin tak ditemukan musafir mengambil air. Kalaulah Nabi Yusuf tak di jual di pasar budak oleh musafir di Mesir tak ada jalannya dia dibeli oleh pejabat kerajaan. Kalaulah Nabi Yusuf tak masuk penjara, keahliannya mentakwil mimpi ndak kan mungkin di ketahui Raja. Akhirnya Nabi Yusuf stlh melalui rangkaian ketidak nyamanan, ketidak beruntungan ternyata ada rencana Allah untuk menjadikan makna mimpinya bahwa seluruh saudaranya menghormatinya. Lantaran akhirnya Nabi Yusuf menjadi penguasa/pejabat penting di Mesir seperti dikisahkan Allah;
اِذْ قَالَ يُوْسُفُ لِاَبِيْهِ يٰۤاَبَتِ اِنِّيْ رَاَيْتُ اَحَدَ  عَشَرَ كَوْكَبًا وَّالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ رَاَيْتُهُمْ لِيْ سٰجِدِيْنَ
"(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya, Wahai Ayahku! Sungguh, aku (bermimpi) melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku." (QS. Yusuf ayat 4).

Sabar dan syukur menghiasi kehidupan Nabi Yusuf dan ayahnya Nabi Yacob. Ternyata rentetan peristiwa yg tdk bgt menyenangkan itu adalah suatu proses untuk rencana Allah yg lbh baik, bgt jg contoh pemuda yg tak lulus test di atas.

Dari kejadian2 ini, mestinya sadarlah kita bahwa hidup ini harus di jalani dg sabar dan syukur. Allah senantiasa memberikan peran yg terbaik untuk setiap orang. Yg penting ikuti petunjuk Allah dan RasulNya.

Kegagalan di awal, kadang mrpk proses kesuksesan di akhir.
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
Barakallahu fikum
وَ الْسَّــــــــــلاَمُ
M. Syarif arbi.