Thursday, 31 May 2018

GERBANG Taqwa.

Mhn izin kpd ustadz/ustadzah yng mungkin membaca artikel ini, saya mengibaratkan umpamanya taqwa itu suatu kota yg akan qt tuju, untuk masuk ke kota tsb harus melalui 4 gerbang berurutan:
Gerbang PERTAMA adalah MUSLIMin.
Seseorang dikatakan tlh masuk Islam disebut "muslimin" dan "muslimat" orang Islam lelaki dan perempuan. Untuk masuk Islam seseorang hrs lbh dahulu mengakui:
1. Allah sbg Tuhan, meniadakan tuhan-tuhan yg lain.
2. Mengakui Muhammad adlh Rasulullah.
Kedua pengakuan itu dikenal dg DUA kalimat SAHADAH. Sbg pintu masuk pertama masuk ke "rumah" Islam. Rumah Islam yg terletak di atas pondasi 2 kalimat sahadah itu dilengkapi dg 4 pondasi lainnya y.i.: SHALAT, PUASA, ZAKAT dan bagi yg mampu melaksanakan HAJI. Total 5 pondasi, lazim disbt rukun Islam.
Tak kurang dlm kenyataan, qt menemukan dlm masyarakat Islam di negeri qt. klompok yg hanya sampai di 2 kalimat penyaksian itu. Mrk sdh termasuk muslimin. Berarti ybs baru masuk di gerbang Pertama.
Indakator kelompok ini, mrk bergabung dg klmpok yg sdh masuk gerbang ke dua (Mukminin) nanti k/l 14 atau 15 hari lagi mrk memenuhi masjid-masjid atau lapangan, mrk ikut shalat idulfitri.
Gerbang taqwa ke DUA adlh MUKMINnin.
Orang tlh masuk ke gerbang taqwa ke dua, mereka sekurang-kurangnya sehari semalam bersahadat 9 kali. Karena ybs aktif melaksanakan shalat minimal shalat wajib, dimana total 9 kali mengikrarkan "tiada Tuhan selain Allah dan bersaksi Muhammad Rasulullah". Indikator klmpok ini rajin shalat berjamaah ke masjid. Shalat subuh bg kebnykan orang sulit terbangun dan menuju masjid di fase ini sdh bukan masalah lagi bagi klmpok MUKMINnin. Singkatnya sesuai sebutannya mukminin (orang beriman).
Kalau iman sdh terhunjam,
ibadah bahkan menjadi idaman,
Tak peduli klpun ada bahaya mengancam.
Gerbang taqwa ke TIGA MUHSINnin.
Klompok ini tdk saja hanya sprt yg tlh melewati gerbang 1 dan 2, tetapi jg sdh mampu menebar kebaikan untuk sesama ummat manusia. Disamping baik sdh hamblum minallahnya juga baik hamblum mianannasnya. Tecermin dari banyak ibadah sosialnya, tangan ringan menolong orang, isi dompet mudah keluar untuk bederma, zakat tak pernah lalai infak sadakah dilakukan. Lisan terpelihara dari menyakiti orang bahkan yg keluar kata manfaat buat bnyk orang. Pokoknya ybs sesuai makna Muhsinin (baik). Senantiasa menebar kabaikan.
Gerbang taqwa ke EMPAT MUKHLISIN.
digerbang ini, klompok yg tlh melalaui gerbang 1, 2 dan 3. Ikhlas melaksakan semua itu hanya karena Allah semata terbebas dari mengharap penghargaan sanjungan dan pujian dari siapapun.
Soal ihlas ini pula, jadi barometer penilaian/ganjaran pahala di sisi Allah.
Di suatu masjid yg besar dan megah, dilengkapi AC dan sound system yg baik, karpet tebal menenggelamkan dahi. Jamaah masjid mbulag, ustadz yg mengisi ceramah bernas dan berbobot. Ini semua terkondisi oleh partisipasi semua pihak dari mulai:
tukang parkir,
penjaga sandal,
petugas kebersihan,
operator sound system,
MC (pengatur acara),
para pengurus dan
yayasan pengelola masjid,
Jamaah dimana darinya diperoleh dana operasional masjid.
Para ustadz dan ustadzah dari mrk diraih ilmu penuntun ibadah perawat kalbu.
Setiap orang yg terlibat tadi beda perolehan pahalanya dari Allah tergantung kadar keihlasannya. Boleh jadi petugas kebersihan yg dpt paling besar, ketimbang ustadznya. Lantaran misalnya si petugas kebersihan bgt ihlas dlm tugasnya, tak saling iri dg petugas lainnya. Pokoknya pastabikul hairah dlm membuat masjid bersih dan nyanam.
Sementara ustadznya dlm mengisi ceramah misalnya tertanam rasa hebat diri, motivasi dakwah tertumpang kuat popularitas dan imbalan. Mungkin-mungkin pahalanya kalah dg petugas kebersihan tadi. Wallahu 'alam bishawab.
Tetapi yg jelas bahwa soal keihlasan inilah jadi butir negosiasi iblis sblm meninggalkan surga. Mari kita tadaburi buat renungan hari ke 15 puasa qt.
Ktk Allah mengusir iblis, terjadi dialog Allah vs Iblis:
قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَاُغْوِيَنَّهُمْ اَجْمَعِيْنَ
اِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِيْنَ
"(Iblis) menjawab, Demi kemuliaan-Mu, pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,"
"kecuali hamba-hamba-Mu yang MUKHLASIN".
(QS. Surat 38 Sad, Ayat 82 dan 83)
Nampaknya hanya orang-orang ikhlas lah yng tak dpt tergoda iblis yg mencanangkan akan menggoda manusia dari 4 arah.
ثُمَّ لَاٰ تِيَنَّهُمْ مِّنْۢ بَيْنِ اَيْدِيْهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ اَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَآئِلِهِمْ ۗ وَلَا تَجِدُ اَكْثَرَهُمْ شٰكِرِيْنَ
"kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur."
(QS. Surat 7 Al-A'raf, Ayat 17).
Padahal bila tergoda iblis, Allah janjikan:
قَالَ اخْرُجْ مِنْهَا مَذْءُوْمًا مَّدْحُوْرًا ۗ لَمَنْ تَبِعَكَ مِنْهُمْ لَاَمْلَــٴَــنَّ جَهَنَّمَ مِنْكُمْ اَجْمَعِيْنَ
"(Allah) berfirman, Keluarlah kamu dari sana (surga) dalam keadaan terhina dan terusir! Sesungguhnya barang siapa di antara mereka ada yang mengikutimu, pasti akan Aku isi neraka Jahanam dengan kamu semua."
(QS. Surat 7 Al-A'raf , Ayat 18)
Nah taulah qt bahwa penangkal rayuan iblis adlh IKHLAS gerbang taqwa ke EMPAT. Mudah-mudahan puasa Ramadhan mengantarkan qt ke gerbang keempat dimaksud. Aamiin. Barakallahu fikum. Wslm M. Syarif Arbi.

Kegitan dlm saumu Ramadhan

Baik yg msh aktif didunia kerja maupun sdh purna bhakti. Khusus yg beriman tentu menjalankan ibadah puasa, berikut amalan-amalan tambahannya. Klmpok purna bhakti umumnya dpt lebih inten beribadah ralatif jauh dari godaan. Ttpi buat yg msh berdinas kadang ada saja cobaan mampir yg dpt mengurangi nilai puasa.
Apapun kondisi qt, purna tugas atau msh dinas, yg penting setiap Ramadhan tiba tancapkan dua niat penting y.i.:
1. Fastabikul hairat.
2. Akan bawa dampak saum.
FASTABIKUL KHAIRAT
Alih bahasanya kira-kira berlomba-lomba dlm kebaikan. Setiap individu dlm kopentesi, dlm posisi apa saja mestinya berusaha untuk berbuat kebaikan. Perbuatan kebaikan domaksud adlh kebaikan mnrt koridor agama. Karena nilai kebaikan dpt berbeda. Kebaikan mnrt suatu klmpok masyarakat mungkin saja berbeda dg klompok msyarakat lain. Kebaikan mnrt undang-undang suatu negara blm tentu baik mnrt negara lain. O.k.i. maka pedoman kebaikanpun harus lah tunduk kpd aturan Allah. Allah lah yg benar dlm memberi arahan ttg kebaikan. Shbng dg itu Allah mengingatkan bahwa kebenaran itu dari Allah:
اَلْحَـقُّ مِنْ رَّبِّكَ فَلَا تَكُوْنَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِيْنَ
"Kebenaran itu dari Tuhanmu, maka janganlah sekali-kali engkau (Muhammad) termasuk orang-orang yang ragu."
(QS. Surat Al-Baqarah, Ayat 147)
Kesempatan Ramadhan ini sangat tepat untuk mengkaji kebaikan-kebaikan yg ditutunkan Allah langsung dari Al-Qur'an dan Allah arahkan melalui RasulNya. Agar qt tdk beramal sesuatu disangka kebaikan pdhal tak ada tuntunannya.
Selanjutnya berlomba lomba dlm berbuat kebaikan itu memenuhi perintah Allah dlm Al-Qur'an:
".....فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرٰتِ ۗ اَيْنَ مَا تَكُوْنُوْا يَأْتِ بِكُمُ اللّٰهُ جَمِيْعًا ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
"....... Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
(QS. Surat Al-Baqarah, ayat 148)
AKAN BAWA DAMPAK SAUM
Akan mengimplemetasikan pengaruh puasa, shg membuat perubahan menjadi lebih baik setelah puasa berlalu. Dlm bln puasa tlh terbiasa rajin ibadah, rajin sedekah, jaga lisan, jaga perasaan, kendalikan hawa nafsu. Perilaku ydmk terus di praktekkan sesudah Ramadhan, jangan sebaliknya usai Ramadhan LIPAT SAJADAH. stlh Ramadhan dompet diretsreting erat. Lidah kembali mengombar bohong, nafsupun diumbar lagi. Inilah yg disindir Allah di ayat 92 surat An-Nahl:
وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّتِيْ نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِنْۢ بَعْدِ قُوَّةٍ اَنْكَاثًا ۗ ............"
"Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai-berai kembali. .........."
Ktk Ramadhan qt rajut dg baik dan teliti semua ibadah, diumpamakan dlm ayat di atas tenunan kebaikan itu qt urai kembali bila dampak Ramadhan tdk qt implementasikan ssdh Ramadhan.
Harapan qt ibadah selama 13 har jl diterima Allah dan hr ke 14 ini dan seterusnya ditolong Allah agar terlaksana maksimal dan berkualitas, selanjutnya usai Ramadhan qt menjadi hamba Allah yg taqwa. Aamiin.
Bila renungan yg kbawakan untuk para pembaca ini misalkan tak bersesuian. Ini lantaran minimnya ilmu dan pnglman. Mhn dimaklumi sklgus dimaafkan. Barakallahu fikum. Wslm. M. Syarif Arbi.

Pendorong puasa

Merasakan puasa setiap individu berbeda. Faktor yg membedakannya sekurangnya ada lima y.i. faktor: usia, kesehatan, kegiatan, kebiasaan dan iman.
FAKTOR USIA
Anak orang keluarga muslim yang mukmin, sudah mulai ingin ikut sahur. Bahkan kecewa berat kalau ktk sahur dia tdk dibangunkan. Namun puasa mereka tdk bertahan sampai magrib. Kadang hanya setengah atau seperempat hari. Stlh meningkat usia 5 thn ke atas bnyk anak yg sdh berpuasa bagaikan orang dewasa. Kenikmatan puasa klompok ini merasa puas tlh munjukkan dianya sdh besar, bukan anak-anak lagi. Namun kemampuan phisik blm mendukung.
Orang yg usia lanjut kadang ada yg sdh tak mampu lagi berpuasa, model ini kemampuan phisik sdh tdk mendukung.
Di atas ditulis "muslim yg mukmin". Karena muslim blm tentu mukmin. Sdgkan mukmin berarti bukan sekedar tlh memeluk Islam ttpi telah meningkat menjadi beriman. Keluarga yg beriman dlm keseharian kegiatan beribadah tlh terlaksana mengakar dirumah tangga keluarga tsb. Anak-anak yg lahir di keluarga ini Insya Allah, sejak dini, sejak dia mulai ngerti, langsung sdh melihat kegiatan ibadah. Maka si anak/balita akan jadi ahli ibadah.
FAKTOR KEDUA
Kesehatan. Seringkali kesehatan menghalangi berpuasa. Jika berpuasa malah sakitnya dihawatirkan bertambah parah. O.k.i. dengan kasih sayang Allah diberikan keringan melalaui
berfirman Allah:
ۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍ ۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗ وَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّـکُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
"............ Maka barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. ..... ...... . "
(QS. Surat Al-Baqarah: Ayat 184)
FAKTOR KETIGA
Kegiatan, pekerja keras menggunakan phisik kadang tak mampu berpuasa. Sbg bahan infornasi buat kelompok ini, bahwa perang Badr itu berlangsung ummat Islam sdg puasa Ramadhan hari ke 17. Manapula puasa pertama kali.
Saya kutipkan ayat:
.......... وَمَاۤ اَنْزَلْنَا عَلٰى عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعٰنِ ۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
"..........Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqan, yaitu pada hari bertemunya dua pasukan. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 41).
Pertanyaan; seberat apakah pekerjaan itu, berat mana dg pertempuran di terik matahari padang pasir, jarang ada pohon tempat berlindung. Mereka berpuasa.
Zaman kini, hari ini 13 hari puasa, barusan saya milihat di jalan seorang pengemudi terselip rokok dibibirnya. Mungkin alasan ybs kerja berat seharian di jalan raya.
FAKTOR ke empat KEBIASAAN
Kembali kita umpamakan keluarga yg mukmin, terbiasa dalam keluarga tsb menjalankan puasa. Katakanlah salah satu anak kelak stlh besar misalnnya karena pekerjaan atau sekolah, pindah ke suatu kota berjauhan dg ortu, dimana dilingkungan baru terkondisi tdk ada orang yg berpuasa. Karena panggilan kebiasaan ybs tak nyaman kalau tdk puasa. Kebiasaan membuat orang bisa melaksanakan.
FAKTOR ke lima IMAN.
Iman inilah justru pendorong paling kuat orang berpuasa. Justru memang puasa ini adalah ibadah ditujukan kpd orang yg beriman. Sbgm sering menjadi topik bahasan para ustadz bln Ramadhan:
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْکُمُ الصِّيَامُ کَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِکُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,"
(QS. Surat Al-Baqarah: Ayat 183)
Saya masukkan faktor iman yg terakhir, justru faktor iman inilah yg paling penting. Sebab tanpa iman orang ndak tahan menahan lapar dan dahaga, juga tanpa landasan iman puasa hanya dpt haus dan dahaga saja.
Dmkn renungan hari ke 13 puasa Ramadhan qt smg bermanfaat. Tksb tlh sudi membaca, mhn maaf bila ada kekurangan. Barakallahu fikum Wslm. M. Syarif Arbi.

Cita rasa BUAH TAQWA

Tujuan berpuasa diperintahkan Allah adalah agar “la ‘allakum tattaqun” (kurang/lebih artinya agar bertaqwa). Taqwa itu sendiri memerlukan pembahasan tersediri. Adapun buah taqwa itu ternyata ada DELAPAN cita rasa. Dari Delapan cita rasa itu EMPAT dapat kita nikmati di dunia dan EMPAT nya lagi akan kita nikmati di akhirat nanti.
EMPAT kenikmatan taqwa yang dapat dinikmati citarasanya di dunia ini, DUA tak berwujud dan DUA nya lagi berwujud yaitu:
1. Yang tak berwujud:
a. Orang yang taqwa akan diberikan jalan keluar oleh Allah atas segala masalah yang dihadapinya. Hidup ini senantiasa menghadapi masalah, kadang hampir-hampir masalah itu tak sanggup lagi menyelesaikannya. Nah disinilah pertolongan Allah kepada orang taqwa diberikan jalan keluar seperti yang di abadikan Allah dalam surat At-Talaq diujung ayat 2:
.......ِ ۙ وَمَنْ يَّـتَّـقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا
"..................Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya,"
b. Orang yang taqwa diberikan Allah kemudahan dalam segala urusan.
Kehidupan sebagai mahluk yang berinteraksi dalam masyarakat, sudah barang pasti berurusan untuk menunjang kehidupan, sejak mulai lahir sampai berangkat ke liang lahad. Orang yang taqwa dijanjikan Allah di ujung surat At-Talaq ayat 4 :
ۗ وَمَنْ يَّـتَّـقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مِنْ اَمْرِهٖ یُسْرًا
"Dan barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia menjadikan kemudahan baginya dalam urusannya."
2. Kenikmatan di dunia citarasa buah taqwa yang berwujud:
a. Diberikan Allah rezeki yang tidak disangka-sangka (awal ayat 3 surat At-Talaq):
وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.
Betapa bahagianya seseorang mendapat rezeki yang tak terduga. Kalau rezeki yang sudah biasa diterima misalnya gaji bulanan atau pensiuan itu kegembiraannya tentu tidak segembira kalau dapat suatu rezeki tambahan yang tidak diduga sebelumnya, misalnya tiba-tiba dapat kenaikan uang pensiunan yang dirapel pula sejak januari.
b. Dicukupkan Allah segala keperluannya, seperti ternukil di surat At-Talaq ayat 3 (seperti tercantum lanjutan ayat butir “a”,
وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ
"....Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya......."
Betapa indah dan nikmatnya hidup ini, apabila semua keperluan kita cukup. Ketika memerlukan perbaikan rumah, ada uang untuk membayar tukang dan beli material. Ketika hajatan menikahkan anak, dibantu sana-sini, sehingga semua perhelatan berjalan hidmad sederhana dan cukup meriah. Pokoknya ketika perlu sesuatu, ada saja jalannya sehingga cukup.
Empat yang citarasa buah Taqwa akan dinikmati nanti diakhirat adalah:
1. Penghapusan segala kesalahan dan dilipat gandakan pahala (masih di surat At-Talaq kini ayat yang ke 5:
وَمَنْ يَّـتَّـقِ اللّٰهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّاٰتِهٖ وَيُعْظِمْ لَهٗۤ اَجْرًا
"dan barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya DIA akan menghapuskan kesalahan-kesalahannya dan akan melipatgandakan pahala baginya”.
2. Kembali kepada TUHANMU dengan hati yang puas lagi di redhai Allah.
ارْجِعِيْۤ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً
(Al- Fajar 28).
3. Dikelompokkan Allah bersama orang yang shaleh (Al-Fajar 29)
فَادْخُلِيْ فِيْ عِبٰدِى
"Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku,"
4. Masuk kedalam SURGA (surat Al-Fajar 30) “
وَادْخُلِيْ جَنَّتِى
"dan masuklah ke dalam surga-Ku."
Demikian renungan puasa Ranadhan hari ke 12. Rupanya citarasa buah taqwa hasil tanaman puasa itu ada DELAPAN, empat diberikan Allah di dunia empat lagi akan dianugrahkan Allah diakhirat nanti.
Semoga puasa kita diperliharakan Allah agar menjadi puasa yang berkualitas, berbuah taqwa, diterima oleh Allah sehingga menjadikan kita orang yang taqwa. Aamiin.
Trksb buat yg ringan hati,
menarikan jari,
meneruskan artikel ini,
buat pembaca lain yg bijak bestari,
Jika kbtln ngena dihati.
Umpama keliru beribu maaf mhn diberi.
Maklum penulis kurang ilmu di diri.
Barakallahu fikum. Wslm. M. Syarif Arbi.

Transfer kurangi nilai puasa.

Puasa kata ceramah ustadz terkelompok menjadi 3:
1. Puasa orang awam. 2. Puasa orang khusus dan 3. Puasa orang paling khusus.
Klompok apapun puasa qt, yg mendasar, selain menahan minum dan makan dll yg membatalkan puasa, juga ada perbuatan yg mengurangi nilai puasa.
Perbuatan yg mengurangi nilai puasa itu dpt terjadi karena kita sendiri, tak jarang terjadi karena terikut oleh orang lain.
Tentu sejak pasang niat puasa awal ramadhan dan bahkan tiap hari, qt selalu berdo'a peliharakanlah puasa qt agar terjauh dari yg membatalkan termasuk yg mengurangi nilai tsb.
Tetapi dlm berinteraksi di masyarakat, dg teman, karib kerabat kadang qt terperangkap juga sampai sulit menghindar.
Mata qt tak berhasil puasa dihari itu,
Mulut terlanjur melanggar pantangan puasa. Telinga diperdengarkan gibah misalnya.
Hati tak terkendali stlh melihat, mendengar sesuatu bereaksilah si hati ke arah yg ngurangi nilai puasa.
Qt sendiri tau bahwa hati ini tlh terasa bgmn yg sebetulnya ndak boleh buat orang puasa.
Semua pengurang nilai puasa oleh sebab diri sendiri, semakin matang iman seseorang semakin kuat kemampuan membentengi dari hal yg mengurangi nilai puasa.
Contoh: waktu tlh menunjukkan pkl 17.30., tiba-tiba HP. ada panggilan masuk. Stlh di angkat, ternyata sahabat qt nelpon. Eee isinya ngasi info "pergibahan". Serba salah, mau ndak dilayani tak enak, kawan lama, senior lagi. Mau dibilang saya sdng puasa, ybs mungkin akan jawab "kau kira saya ndak puasa?". Maka yg bersangkutan minta komertar pula atas infonya itu. Walau hanya sekedar minta jawaban "ya" atau "tidak". Misalnya informasinya "Masa' si, si Ani katanya anaknya baru aja lulus S1 diterima kerja baru aja masuk gajihnya 25 jt." Benar gak si.
Contoh di atas hanya sbgian kecil, banyak lagi model gibah yg dpt mengurangi nilai puasa. Padahal Allah mengingatkan:
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّ ۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًا ۗ اَ يُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُ ۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ
"Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang."
(QS. Al-Hujurat 49: Ayat 12)
Contoh lain:
Baru saja keluar masjid dari shalat subuh, tiba-tiba ada seorang jamaah ngampiri. Berbincang ttg sesuatu. Stlh jamaah itu berlalu ada jemaah lain yg rupanya sedari tadi memantau perbincangan kami dari kejauhan. Mendekati ku pergibahanpun start. Kuusahan alih bicara tp ybs ttap fokus, lama-lama kuberitahu juga dia, bahwa aq sdh ngantongi data teman yg baru berlalu tadi. Pulangnya ku terpikir apes sekali nasib ari ini, awal hari nilai puasa udh tergerus.
Smg qt sama dpt menjaga, agar tdk menjadi pentransfer pengurang nilai puasa.
Dmkn renungan hari ke 11 puasa Ramadhan qt. Barakallahu fikum. Wslm. M. Syarif Arbi.

RIYA'

Ketika seorang beramal, sangat penting agar amalnya terhindar dari RIYA. Terjemahan sederhana dari Riya adalah beramal “pamer” agar diketahui manusia lain dan kuncinya ada di hati. DR. Salman bin Fahd dlm buku “Isyruna Thariqatan Lir-Riya” menyebutkan ada 20 pintu Riya itu. Kerena bgt banyaknya pintu, sulit juga terhidar masuk ke salah satu pintu Riya itu. Tak perduli di strata apa iman seseorang. Apakah dia ustazd atau org awam. Itu sebabnya brng kali sampai Abu Bakar Siddik sahabat paling utama Nabi Muhammad S.a.w. saja sepertinya dikhawatirkan nabi tak sengaja dpt saja termasuk ke pintu Riya itu. Indikasi kehawatiran Rasulullah itu maka kepada Abu Bakar nabi ajarkan do’a penangkal Riya sbb:
“Allahumma inni au’jubika an usyrika bika syaiauw wa anaaa a’lamu wa asytaghfiruka lima la a’lamu”
(Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada MU dari menyekutukan MU sedang aku mengetahui. Dan aku memohon ampun thdp apa yg tdk ku ketahui). HR. Imam Bukhari, At-Tirmizi dari Abu Bakar Ash-Shidiq.
Riya dpt terkategori mensekutukan Allah, sebab menghendaki penilain/penghargaan selain Allah.
Puasa adalah amal yg tdk dilihat dan diketahui banyak org, kecuali keluarga, terlebih diri sendirilah yang paling mengetahui tentang diri berpuasa. Khusus puasa Ramadhan, karena dilaksanakan umum insya Allah orang yg berpuasa tipis kemungkinan untuk pamer ttg dirinya berpuasa, lantaran orang lain juga puasa. Cuma amalan derivatif (amalan ikutannya) hati-hati tercemar Riya.
Contoh:
Sampai di masjid ktk akan shalat zuhur berjamaah, seorang bertanya kpd temannya "sudah berapa juz baca Al-Qur'an?". Teman yg ditanya ngelak dari Riya tapi jg harus hormati penanya, lantas jawab: "Alhamdulillahlah, bgt saja tanpa nyebut jumlah juz". Penanyapun nyambung, "alhamdulillah saya udh mau khatam yg ke dua". Dugaan qt bahwa si penanya terselip di hatinya ingin diketahui amalnya setidaknya buat orang yg ditanyanya. (Wallahu 'alam). Sementara itu dugaan qt si yg ditanya ngindar dari Riya, atau memang nyembunyikan dianya ndak baca Al-qur'an, tapi agar dinilai teman penanya bhw diapun baca jg tapi blm banyak (sekali lagi wallahu 'alam bishawab) sebab Allah SWT berfirman:
وَاَسِرُّوْا قَوْلَـكُمْ اَوِ اجْهَرُوْا بِهٖ ۗ اِنَّهٗ عَلِيْمٌۢ بِذَاتِ الصُّدُوْرِ
"Dan rahasiakanlah perkataanmu atau nyatakanlah. Sungguh, Dia Maha Mengetahui segala isi hati."
(QS. Al-Mulk surat 67: Ayat 13)
Dan banyak lagi ungkapan menginformasikan ttg amal ibadah yg tlh dilakukan tak jarang dibungkus dg "Alhamdulillah", yg diceritakan orang ttp maksudnya bukan memberi contoh untuk mengajak, namun berat ke pamer.
Seperti dikemukakan di atas puasa Ramadhan mungkin tak bgt mdh di Riya kan, tetapi Puasa diluar Ramadhan sangat rentan thdp Riya sebab orang lain tak berpuasa. Kadang bila riya sdh mendorong dg berbagai teknik untuk diketahui orang ybs adlh pengamal puasa sunnah.
Sungguh susah terhindar Riya, sebab bgt bnyk pintunya. Smglah Allah beri qt kekuatan mempertahankan amal qt agar tak terkontamisi Riya. Karena Riya menghanguskan amal kebaikan. Klpun qt sempat kemukakan amal yg qt lakukan mari qt luruskan niat untuk mengajak orang lain ikut bersama qt bukan dg maksud pamer.
Dmkn saja renungan hari ke 10 Ramadhan 1439 H. ini semoga berfaedah. Tksb jika andapun menrruskan ke sahabat handai untuk ikut membaca artikel ini, jk dinilai bermanfaat dan tdk merepotkan. Bila tdpt kekeliruan tlg maafkan. Barakallahu fikum. Wslm. M. Syarif Arbi.

Kemerdekaan

Hal ini qt jadikan renungan, sebab kbtln hari ini:
Tanggal 9 Ramadhan 1439 H. bertepatan dengan hari Juma'at.
Kemerdekaan bangsa Indonesia diproklamasikan pas pada hari Jum'at dan pas tgl 9 Ramadhan.
Wajar kalau pemuda dan pemuka bangsa yg memerdekan bangsa ini mencantumkan dlm Mukaddimah Undang-Undang Dasar keesokan harinya sbg perwujutan rasa syukur yg amat dalam kpd Allah; diredaksikan di alenea ke tiga:
"Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya."
Renungan ini saya ajak bukan menilai apa yg tlh terjadi stlh kita merdeka sampai saat ini, tapi saya akan ajak membanding dua ayat y.i. ttg perintah puasa dan janji Allah untuk suatu negeri.
Ayat perintah puasa:
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْکُمُ الصِّيَامُ کَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِکُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,"
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 183)
Ayat janji Allah untuk negeri yg rakyatnya takwa:
وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰۤى اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَـفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَالْاَرْضِ وَلٰـكِنْ كَذَّبُوْا فَاَخَذْنٰهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
"Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 96)
Mari qt renungkan penggalan kata di ayat puasa
لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
"agar kamu bertakwa", suatu harapan Allah, orang yg berpuasa itu smg jadi takwa.
Lalu qt lanjutkan renungan dari penggalan dari ayat janji Allah untuk pddk negeri yg takwa, qt ambil penggalan katanya:
لَـفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ
Terjemahannya: "Pasti kami akan melimpahkan kpd mereka"
Perbandingan qt dptkan y.i.
1. Berpuasa diharapkan menjadi takwa, blm merupakan jaminan yg pasti dari Allah bahwa orang puasa berujung stlh selesai puasa jadi takwa. Tentu tergantung bgmn ybs memaknai dan memberi nilai serta kualitas puasanya.
2. Sedangkan diayat janji Allah untuk pddk negri yg beriman dan takwa; dg kata "pasti". Kalau beriman dan bertakwapasti ............" (silakan baca lagi kutipan di atas).
Nah sekarang renungan qt di hari je 9 ini, qt tlh lama merdeka KENAPA limpahan berkah itu tak kunjung tercurah buat bangsa ini. Tentu para pembaca yg arif budiman akan tau jawabannya.
Yg pasti Allah tak kan ingkar janji. Buktinya di tulisan singkat ini qt cermati Allah ndak mau janji PASTI kpd orang puasa pasti takwa. Tapi Allah janji PASTI buat pddk negeri yg beriman dan bertakwa akan dilimpahi keberkatan dari langit dan bumi.
Dmkn renungan ini mdh-mdhan ada manfaatnya buat pembaca. Saya berterimakasih kesudian anda luangkan waktu ikut merenung, akan senang sekali bila anda berkenan meneruskan ke pembaca lain, jika dianggap berfaedah serta tak mendtgkan mudharat, smg jadi catatan kebaikan qt. Aamiin. Barakallahu fikum. Wslm M. Syarif Arbi.