Saturday, 7 December 2024

BEROBAT

Rangkuman: M. Syarif Arbi No: 1.287.12.3-2024 Melanjutkan tulisanku tentang langkah “manula atau lansia” berkenaan dengan menjaga Kesehatan. Dimana telah di publish lima langkah yaitu: makan bergizi, olahraga teratur terukur, minum sebanding, tidur yang cukup dan kelola stress. Artikel sekarang adalah langkah: KE ENAM; BEROBAT BILA SAKIT. Kebanyakan ada bedanya sakit lansia dan sakit orang masih muda, beda pula sakit ketika masih anak2. Sudah lama dikenal adanya dokter spesialis anak, belakangan tersedia pula “Geriatri” adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari kesehatan dan penyakit lansia. Dokter spesialis geriatri menangani berbagai keluhan kesehatan lansia, seperti diagnosis, pengobatan, dan pencegahan penyakit. Semua lansia pernah mengalami masa muda, tidak ujuk2 manjelma jadi lansia. Ketika muda dulu, meriang dikit2, tidak dirasakan, tidak perlu diobati, masih tetap saja bekerja, kemudian meriangnya hilang. Beda dengan kini setelah lansia, fisik ini tak mau lagi di gagah2-kan, penyakit tak mau lagi dicuekkan, harus dilakukan segera pengobatan, jika gejala penyakit dibiarkan akan berkelanjutan. Satu dan lain “onderdil-2” tubuh lansia sudah banyak yang soak. Fisik tak sanggup lagi membentengi cuaca buruk, perobahan iklim dan bahkan kadang mendengar kabar kurang menyenangkan saja, si lansia jatuh sakit. Oleh karena itu ada kelaziman suatu rumpun keluarga, bila ada anak2 berlain kota dengan Ortu mereka yang sudah lansia, jika mereka sakit sampai di opname di rumah-sakit misalnya; ortu mereka tidak di kabari. Alasannya: ortu mereka yang sudah renta itu, sangat rapuh, kalau menerima kabar salah seorang anaknya sakit, akan berpengaruh kepada kesehatan Ortu mereka, malah akan sakit. Adalah langkah yang tepat, bagi lansia yang punya kesempatan, untuk mengontrol kesehatannya rutin secara preodik, misalnya sebulan sekali atau tiga bulan sekali. Pengecekan kesehatan rutin secara preodik bagi lansia, guna memantau secara dini progress dari penyakit2nya, sebab sudah umum bahwa setiap lansia mengidap penyakit2 kronis. Dunia ini tercipta berpasang-pasangan, sakit merupakan pasangan dari sehat, sehingga hampir tidak ada manusia sejak lahir sampai wafat tidak pernah mengalami sakit. Walau mungkin memang ada kasus khusus lansia yang tak pernah sakit sampai maut datang menjemput. Justru sakit kadang adalah anugerah Allah buat manusia untuk dapat mensyukuri akan kesehatan, serta pengguguran sebagian dosa. Bagi orang yang sakit Allah Ta’ala akan menghapuskan dosa-dosanya sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya. Hal ini telah dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيبُهُ أَذًى مَرَضٌ فَمَا سِوَاهُ إِلَّا حَطَّ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِ كَمَا تَحُطُّ الشَّجَرَةُ وَرَقَهَا“ “Setiap muslim yang terkena musibah penyakit atau yang lainnya, pasti Allah akan menghapuskan kesalahan-kesalahannya, sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya.” (HR. Al-Bukhari no. 5660 dan Muslim no. 2571) Ada beberapa hadits yang menjadi dalil bahwa tiap penyakit tersedia obatnya. Oleh karena itu, berobat adalah semestinya dilakukan bilamana sakit. Bila memungkinkan dilaksanakan upaya pencegahan penyakit. إن الله تعالى أَنْزَلَ الدَّاءَ وَالدَّوَاءَ وَجَعَلَ لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءً فتداووا ولا تداووا بالحرام “Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit dan obatnya dan menjadikan bagi setiap penyakit ada obatnya. Maka berobatlah kalian, dan jangan kalian berobat dengan yang haram.” (HR. Abu Dawud dari Abu Darda) يَا رَسُولَ الله أَنْتَدَاوَى ؟ فقال : تَدَاوُوا فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى لَمْ يَضَعْ دَاءً إِلَّا وَضَعَ لَهُ دَوَاء غَيْرَ دَاءِ وَاحِدٍ : الْهَرْمُ “Orang-orang bertanya, "Ya Rasulullah, bolehkah kita berobat?". Beliau SAW menjawab, "Berobatlah, karena sungguh Allah SWT tidak menurunkan penyakit kecuali juga menurunkan obatnya, kecuali satu penyakit yaitu tua. (HR. Abu Daud, At-Tirmizy dan An-Nasai). Perlu diperhatikan dari kalimat terakhir hadits di atas,……… bahwa ada satu penyakit yang tidak ada obatnya, atau tidak dapat diobati yaitu “PENYAKIT TUA”. Agaknya kita para lansia harus ikhlas menerima sejumlah penyakit yang merupakan penyakit tua itu. Beberapa nabi dikisahkan di dalam al-Qur’an pernah mengalami sakit, dipetik beberapa diantaranya. Nabi Ibrahim pernah sakit, buktinya nabi Ibrahim pernah berdo’a termuat dalam Surat Asy Syuara ayat 80: وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ “Dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku”, Nabi Ayub pernah menderita suatu penyakit selama 18 tahun. Nabi Ayub tidak putus asa dan terus berdoa kepada Allah, kisahnya termuat dalam surat Al-Anbiya ayat 83: وَاَيُّوۡبَ اِذۡ نَادٰى رَبَّهٗۤ اَنِّىۡ مَسَّنِىَ الضُّرُّ وَاَنۡتَ اَرۡحَمُ الرّٰحِمِيۡنَ‌ “Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, “(Ya Tuhanku), sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang.” Mari kita berdo’a untuk diri masing2: اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي، اَللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُبِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالفَقْرِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُبِكَ مِنْ عَذَابٍ الْقَبْرِ. لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ “Ya Allah, berilah kesehatan pada badanku. Ya Allah, berilah kesehatan pada pendengaranku. Ya Allah, berilah kesehatan pada penglihatanku. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur. Tidak ada Tuhan yang pantas disembah kecuali Engkau” آمِيّنْ ….آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَ مِيّنْ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ بارك الله فيكم Jakarta, 7 Desember 2024 6 Jumadil Akhir 1446H

Wednesday, 4 December 2024

KELOLA STRESS

Rangkuman: M. Syarif Arbi No: 1.286.12.2-2024 Telah saya tulis di artikel2 yang lalu; empat kegiatan menjaga Kesehatan seperti: “makan bergizi”, “olahraga teratur terukur”, “minum sebanding”, “tidur yang cukup”, jika dilakukan dengan baik dan rutin. Namun kalau masih sering pusing dan banyak pikiran lantaran stress, malah membuat mudah terserang penyakit. Stress sudah terbukti dapat mengganggu sistem imun tubuh. Orang yang stress dapat melepas dan mengurangi kemampuan “hormon kortisol”, sehingga menurunkan kemampuan tubuh melawan peradangan dan penyakit. Manusia terdiri atas Jiwa dan Raga, atau sering juga disebut Ruhani dan Jasmani, mental dan fisik. Ruhani dan jasmani saling mempengaruhi, buat kesehatan manusia. Dalam kondisi jiwa yang tidak tenang maka akan berpengaruh kepada fisik dan sebaliknya bila fisik menderita sakit maka jiwa akan resah dan gelisah, semua rasanya serba salah. Jiwa yang tidak tenang, resah gelisah, merupakan wujud dari stress. Penyebab stress yang konkrit belum diketahui secara pasti. Namun demikian, dapat diduga ada sejumlah kondisi yang dihadapi atau sedang dialami seseorang yang dapat menimbulkan stress, yaitu: 1. Keluarga yang tidak/kurang harmonis. 2. Mengalami suatu peristiwa menyedihkan yang membuat trauma yang tak terlupakan. 3. Menderita penyakit berjangka lama (kronis), belum menemukan obatnya, atau tidak sanggup berusaha untuk pengobatannya. 4. Masalah perekonomian keluarga yang serba kekurangan. 5. Berdiam di lingkungan yang tidak aman, sering terjadi gangguan keamanan. 6. Bagi orang dewasa; bila memikul beban pekerjaan terlalu berat bertumpuk. Bagi pelajar dan mahasiswa jika tugas pelajaran/kuliah terlalu banyak. 7. Terjadi peristiwa yang tidak dikehendaki misalnya; meninggalnya tulang punggung keluarga, diberhentikan dari pekerjaan. Penyebab stress tersebut diatas sangat mempengaruhi emosi, fisik, cara berfikir dan perilaku. Pengaruh stress tergadap emosi: Mudah gusar, Frustrasi, Suasana hati yang mudah berubah, Sulit untuk menenangkan pikiran, Bingung, Perasaan tidak berguna, Cenderung menyendiri dan Depresi. Pengaruh stress bagi fisik: Lemas, Berat badan dapat menurun atau naik, Pusing, Mual, Diare, Sembelit, Nyeri otot, Jantung berdebar, Gangguan tidur. Tubuh gemetar, Telinga berdenging, Kaki atau tangan dingin dan berkeringat, Mulut kering, Sulit menelan. Dampak terhadap cara berfikir: Sulit focus, Sering lupa, Pesimis, Cenderung berpandangan negative, dan Sering membuat keputusan yang tidak baik. Pengaruh terhadap perilaku: Perubahan pola makan, Gugupan, Jalan mondar-mandir, tak jarang terjadi orang stress yang tadinya sudah lama berhenti merokok mengulangi kebiasaan merokok dengan lebih meningkat dari sebelumnya. Guna mengendalikan diri bila diri mengalami cobaan yang memungkinkan menimbulkan stress, Allah memberikan petunjuk cara mengingat Allah disebut zikir. Zikir dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti: Pertama zikir bil qalbi; Berzikir dengan hati, misalnya dengan mengaitkan ciptaan Allah dengan Pencipta-Nya. Merenungkan keadaan alam dengan penuh keajaibannya. Merenungkan kejadian penciptaan diri kita sendiri, merenungkan makhluk2 ciptaan Allah contoh misalnya: nyamuk, betapa kecilnya, tetapi punya kelengkapan hidup yang menakjubkan…….. Kedua zikir bil lisan; Berzikir dengan lisan, misalnya dengan membaca kalimah thoyyibah seperti tahlil, tahmid, tasbih, takbir, istighfar, membaca ayat2 Alqur’an. Ketiga zikir bil af'al; Berzikir dengan perbuatan, misalnya dengan menyingkirkan duri di jalan agar tidak mencederai orang yang melintas. Menolong orang yang membutuhkan pertolongan. Allah menjamin bahwa hati akan tentram apabila diri senantiasa mengingat Allah dengan cara berzikir. Hati yang tentram jauhkan diri dari terkena stress. الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُۗ “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram”. (Ar-Raad 28) Semoga Allah selalu memberikan kesempatan untuk senantiasa mengingat-Nya dengan berzikir, sampai kepada nafas yang terakhir. آمِيّنْ ….آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَ مِيّنْ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ بارك الله فيكم Jakarta, 4 Desember 2024 2 Jumadil Akhir 1446H

Monday, 2 December 2024

PENYUMBER REZEKI

Rangkuman: M. Syarif Arbi No: No. 1.285.12.1-2024 Rezeki adalah kenikmatan, keberkahan, karunia yang diberikan Allah Swt pada hamba-Nya. Jenis rezeki, antara lain: Rezeki umum: segala sesuatu yang bermanfaat bagi manusia. Seperti: rumah, harta, kesehatan, kendaraan, dan lain sebagainya yang didapatkan baik secara halal maupun haram. Rezeki bukan hanya berkaitan dengan harta dan materi. Namun, rezeki jauh lebih luas, mencakup segala aspek kehidupan manusia, termasuk waktu, kesehatan, kebijaksanaan, hubungan dengan sesama, dan banyak hal lainnya. Dari cara datangnya rezeki dapat dikelompokkan: REZEKI PASIF atau rezeki yang dijamin oleh Allah. Tidak kecuali, semua makhluk yang bergerak dan yang tidak bergerak menerima rezeki pasif ini. Kenyataannya setiap makhluk hidup di darat menerima oksigen sebagai rezeki yang diterimanya untuk bernafas. Semua mahluk di daratan dan dipermukaan lautan menikmati sinar Matahari. Bayi dalam kandungan menerima rezeki dari ibunya, begitu bayi lahir beberapa saat kemudian air susu ibu langsung tersedia. REZEKI AKTIF: Bila manusia sudah dewasa sanggup mencari rezeki sendiri, untuk mendapat rezeki sudah harus mulai berusaha, tidak lagi hanya mengandalkan rezeki pasif melalui ibu atau ortu. Dengan demikian manusia memperoleh dua jenis rezeki yang dianugrahkan Allah yaitu; rezeki PASIF dan rezeki AKTIF. Rezeki aktif untuk memperolehnya harus dengan usaha yang sungguh-sungguh. Usaha ini dapat dilakukan dengan berbagai bidang kegiatan. Manusia diberikan kebebasan pula untuk meraih rezeki yang diterima secara aktif ini dengan upaya apa saja, baik dengan cara legal maupun illegal, boleh pula berlomba-lomba, tak terkecuali bersaing antar sesama. Disinilah peran agama dan aturan undang-undang, untuk memberikan batasan pencari rezeki aktif guna menentukan bagaimana memilih cara yang diperkenankan dan bagaimana yang tidak dibolehkan. Karena manusia berpotensi FUJUR dan TAQWA (QS: 91 Asy-Syams ayat 8), dapat saja mencari rezeki dengan cara yang haram, tetapi tak kurang juga banyaknya yang memilih jalan mencari rezeki dengan cara halal. Perlu dipahami bagi orang yang beragama bahwa, ikhtiar yang dilakukan disamping harus dengan cara halal, juga ada kadar yang telah ditetapkan oleh Allah. Dalam kenyataan orang dengan lapangan usaha yang sama, ada yang sukses, sementara ada yang kurang sukses. Semua itu telah ditentukan kadarnya oleh Yang Maha Kuasa. Rezeki yang harus dicari secara aktif ini, telah diisyaratkan oleh Allah (mengenai balasannya) dalam Al-Qur’an surat 45 Al Jatsiah ayat 22 dan QS. 13 (Ar-Ra'd) ayat 26 sbb: وَ خَلَقَ اللّٰهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ بِالْحَقِّ وَلِتُجْزٰى كُلُّ نَفْسٍۢ بِمَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ "Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar, dan agar setiap jiwa diberi balasan sesuai dengan apa yang dikerjakannya, dan mereka tidak akan dirugikan." Selanjutnya tentang banyak sedikitnya rezeki yang kita peroleh Allah tegaskan: اللَّهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَآءُ وَيَقْدِرُ ۚ وَفَرِحُوا بِالْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا فِى الْأَاخِرَةِ إِلَّا مَتٰعٌ "Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasi (bagi siapa yang Dia kehendaki). Mereka bergembira dengan kehidupan dunia, padahal kehidupan dunia hanyalah kesenangan (yang sedikit) dibanding kehidupan akhirat." (QS. Ar-Ra'd 13: Ayat 26). Ditinjau dari penyumbernya, rezeki dari Allah itu dapat dikelompokkan dari 8. Berikut ini adalah penyumber rezeki yang tertulis dalam Al-Qur'an: Penyumber rezeki yang Pertama; Sedekah وَمَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمُ ابْتِغَاۤءَ مَرْضَاتِ اللّٰهِ وَتَثْبِيْتًا مِّنْ اَنْفُسِهِمْ كَمَثَلِ جَنَّةٍ ۢ بِرَبْوَةٍ اَصَابَهَا وَابِلٌ فَاٰتَتْ اُكُلَهَا ضِعْفَيْنِۚ فَاِنْ لَّمْ يُصِبْهَا وَابِلٌ فَطَلٌّۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ ۝٢٦٥ “Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan harta mereka untuk mencari rida Allah dan memperteguh jiwa mereka adalah seperti sebuah kebun di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, lalu ia (kebun itu) menghasilkan buah-buahan dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, hujan gerimis (pun memadai). Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (Al-Baqarah 265) Penyumber rezeki yang kedua; berasal dari Jaminan dari Allah SWT ۞ وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ “Tidak satu pun hewan yang bergerak di atas bumi melainkan dijamin rezekinya oleh Allah. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauhulmahfuz)”. (QS Hud: 6) Penyumber rezeki ketiga; Karena Selalu Bersyukur وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ “(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras." (QS Ibrahim: 7) Penyumber rezeki ke empat; Lantaran mempunyai Anak2 وَلَا تَقْتُلُوْٓا اَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ اِمْلَاقٍۗ نَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَاِيَّاكُمْۗ اِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْـًٔا كَبِيْرًا “Janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan (juga) kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka itu adalah suatu dosa yang besar”. (QS Al Isra: 31) Penyumber rezeki ke lima; Disebabkan Menikah وَاَنْكِحُوا الْاَيَامٰى مِنْكُمْ وَالصّٰلِحِيْنَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَاِمَاۤىِٕكُمْۗ اِنْ يَّكُوْنُوْا فُقَرَاۤءَ يُغْنِهِمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ “Nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu, baik laki-laki maupun perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (QS An Nur: 32) Penyumber rezeki ke enam; Dari Hasil dari Usaha وَاَنْ لَّيْسَ لِلْاِنْسَانِ اِلَّا مَا سَعٰىۙ “Bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya”, (QS An Najm: 39) Peyumber rezeki ke tujuh; Karena Tawakal kepada Allah وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا “dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga. Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allahlah yang menuntaskan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah membuat ketentuan bagi setiap sesuatu”. (QS At Talaq: 3) Penyumber rezeki ke delapan; Mengamalkan selalu Beristighfar فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ اِنَّهٗ كَانَ غَفَّارًاۙ يُّرْسِلِ السَّمَاۤءَ عَلَيْكُمْ مِّدْرَارًاۙ وَّيُمْدِدْكُمْ بِاَمْوَالٍ وَّبَنِيْنَ وَيَجْعَلْ لَّكُمْ جَنّٰتٍ وَّيَجْعَلْ لَّكُمْ اَنْهٰرًاۗ “Lalu, aku berkata (kepada mereka), "Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun. (Jika kamu memohon ampun,) niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, memperbanyak harta dan anak-anakmu, serta mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu." (QS Nuh: 10-12) Semoga Allah senantiasa menolong kita semua mendapatkan rezeki yang halal dan berlimpah serta berkah, bermanfaat untuk kepentingan dunia dan akhirat. آمِيّنْ ….آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَ مِيّنْ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ بارك الله فيكم Jakarta, 3 Desember 2024 1 Jumadil Akhir 1446H

Wednesday, 27 November 2024

Suara PILKADA yang HILANG

Cacatan : M. Syarif Arbi Dari TPS PILKADA serentak 27 Nov. 2024 Kami datang pkl 08.20 ke TPS 45 di kediaman kami di Jakarta Pusat. Rombongan keluargaku ber empat, begitu masuk gerbang TPS langsung aku dapat no. 93, berurutan nenek dari cucuku, anak bungsuku dengan ibu dari cucu2 ku. Tanpa antri, duduk sejenakpun tidak, langsung dapat "Surat Suara" dipandu ke tempat nyoblos, setelah dicoblos “SS” dilipat masuk "Kotak Suara" , langsung dipersilahkan pulang. Jadinya aku masih sempat berjemur lebih setengah jam di carport depan rumah kami. Dalam keadaan berjemur itu, beberapa orang penghuni kos di kediaman kami, kuperhatikan keluar masuk, kesimpulanku mereka yang kuketahui tidak ada satupun ber KTP DKI Jkt itu, rupanya mereka tidak pulang ke kampung halaman masing2, padahal PILKADA serentak tgl 27 Nov 2024 adalah libur nasional. Dalam pada itu, 23 Nov beberapa hari lalu anak sulungku, dinas ke Austria, jadual pulang 1 Dec yad. Sempat kupertanyakan, untuk Pilkada apakah ndak ada pencoblosan di luar negeri. Kupertanyakan hal tersebut karena saking sayangnya diriku dengan satu suara anakku hilang. Ternyata penghuni2 kos dikediaman kami juga merelakan suara mereka tak ikutan nentukan pemimpin daerahnya masing2. Jadinya suara mereka hilang. Untuk Pilpres dan Pileg, seingatku, jika tidak salah, pemilih dapat nyomblos walau tidak di tempat alamat KTP-nya. Untuk WNI di LN juga tersedia TPS. Mungkin saja suara tak digunakan atau suara hilang model kisahku ini, banyak terjadi di Pilkada untuk tahun 2024 ini. Barangkali pilkada2 ke depan ada baiknya, disediakan sarana menampung pencoblos yang ketika hari “H” Pilkada, karena satu dan lain hal tidak berada di tempat sesuai KTP mereka. Dengan demikian dapat di minimalisir suara yang hilang.

Monday, 25 November 2024

TIDUR CUKUP

Disajikan: M. Syarif Arbi No: No. 1.284.11.7-2024 Tidur yang cukup merupakan salah satu dari tujuh langkah memelihara kesehatan, masalah tidur di tempatkan di langkah ke empat, sesudah tiga langkah yang sebelumnya tersaji yaitu: “Makanan Bergizi”, “Olahraga Teratur” dan “Minum yang cukup”. Sesudah artikel tentang “Tidur” ini, insya Allah akan dipublish menyusul tiga langkah lagi yaitu langkah ke lima “Mengelola Stress”, langkah ke enam “Sakit Berobat”, dan langkah ke tujuh “Bertobat”. Langkah ke EMPAT agar sehat; KELOLA TIDUR CUKAP Tidur menumbuhkan kekebalan tubuh yang kuat, meningkatkan daya ingat, kurang tidur bisa membuat nafsu makan menurun. Orang dewasa, dibanyak literatur menyebutkan perlu tidur minimal 8 jam setiap hari. Orang yang tidurnya kurang dari 6 jam setiap malam akan 4 kali lebih mudah dihinggapi flu. Dengan demikian agar hidup tetap sehat perhatikan pengelolaan tidur. Tidur yang baik adalah di malam hari, seperti tersurat di Ar-Rum 23 وَمِنْ آيَاتِهِ مَنَامُكُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاؤُكُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan Allah ialah tidurmu di waktu malam, dan di siang hari usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan” وَّجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًاۙ ۝ “Kami menjadikan tidurmu untuk beristirahat”. (An-Naba 9) Dari 2 ayat yang dipetik di atas, Allah sebagai pencipta manusia dan alam semesta ini mengatur bahwa: Pertama; Manusia itu perlu beristirahat setiap hari, tidak dapat dirapel misalnya selama sekian hari berturut-turut kerja…… siang malam, baru beristirahat beberapa hari juga berturut turut. Sebab manusia mengenal letih, tidak seperti mesin dan robot dapat dioperasikan terus menerus 24 jam. Manusia tidak pula seperti jam dinding akan terus hidup selama berbulan bahkan bertahun, sepanjang baterainya masih belum habis. Kedua; Tidur adalah merupakan sarana utuk menusia beristirahat. Beberapa proses biologis terjadi selama tidur: Otak menyimpan informasi baru dan membuang zat-zat beracun. Sel-sel saraf berkomunikasi dan mengatur ulang diri, yang mendukung fungsi otak yang sehat. Tubuh memperbaiki sel-sel, memulihkan energi, dan melepaskan molekul-molekul seperti hormon dan protein. Ketiga; tidur yang baik adalah di malam hari. "Tidur di malam hari adalah suatu regulasi yang teratur dan sudah terpola dengan baik. Karena beberapa hormon tertentu hanya muncul dan bekerja saat malam hari saja". Jika seseorang tidak tidur pada malam hari maka hormon pertumbuhan dan hormon imunitasnya tidak akan muncul, hormon ini tidak bisa digantikan jika orang tidur saat siang hari. Karena kedua hormon ini hanya akan muncul saat malam hari maka jika seseorang memiliki pola tidur yang terbalik, yaitu tidur saat siang hari, pertumbuhan dan sistem kekebalan tubuhnya akan terganggu. Tidur saat malam hari berfungsi dan bermanfaat, yaitu: Memperbaiki metabolisme otak, karena meskipun organ lain beristirahat saat tidur tapi otak tetap aktif. Sirkuit neuron akan teraktivasi sehingga memori ingatan seseorang akan meningkat. Mengonsolidasi memori yang baru didapatkan dan tetap mempertahankan memori yang lama. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh, karena saat tidur tubuh melakukan detoksifikasi dengan cara menghancurkan toksin-toksin yang ada di tubuh. Tidur adalah suatu kegiatan yang sangat individual dan setiap orang memiliki waktu tidur yang berbeda-beda. Utamanya bagi kaum muslim, ada ritual agama berupa shalat sepertiga malam terakhir. (Al-Isyra 79) وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَافِلَةً لَّكَۖ عَسٰٓى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا “Pada sebagian malam lakukanlah shalat tahajud sebagai (suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji”. Bagaimapun pola tidur yang diatur setiap individu, hal terpenting adalah diri merasa bugar saat bangun tidur, selanjutnya duduk beberapa saat seraya berdo’a: اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْر “Segala puji bagi Allah, yang telah membangunkan kami setelah menidurkan kami, dan kepada-Nya lah kami dibangkitkan”. Jika bangun tidur belum merasakan kebugaran, maka kemungkinan saat tidur malam harinya tidak sampai ke stadium “tidur pules” sehingga regulasi tubuhnya tidak terjadi. Agar tidur masuk ke stadium pules haruslah ketika akan tidur menyerahkan diri secara bulat dan utuh kepada Allah sang pencipta diri ini. Ada baiknya jika membaca do’a berserah diri kepada Allah seperti berikut: للَّهُمَّ أَسْلَمْتُ إِلَيْكَ وَوَجَّهْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِى إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرى إِلَيْكَ رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لاَ مَلْجَأَ وَلَا مَنْحَى مِنْكَ إِلا إِلَيْكَ، أَمَنْتُ بكتابكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ Allahuma aslamtuilaika wawajjahtuwajhii ilaika, wafawwadhtuamrii ilaika waalja’tudzahrii ilaika raghbatan waraghbatan ilaika laa maljaawalaa manjaa minka illa ilaika amantu bikitaabikalladzii anzaita wabinabiyyikalladzi arsalta. “Ya Allah, aku berserah diri kepada-Mu. Aku menghadapkan wajahku kepada-Mu. Aku menyerahkan segala urusanku kepada-Mu. Aku menyandarkan punggungku kepada-Mu lantaran mengharap dan takut kepadaMu, tak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari ancaman-Mu kecuali hanya kepada-Mu. Aku beriman kepada kitab-Mu yang Kau turunkan juga (aku beriman) kepada nabi-Mu yang Kau utus.” (HR Muslim, Bukhari dan Abu Dawud) Saat malam hari secara otomatis reseptor di otak akan menginduksi tubuh untuk mengeluarkan hormon melatonin yang membuat seseorang merasa rileks dan juga mengantuk. Hormon melatonin ini biasanya mulai keluar sekitar jam 9 malam yaitu saat suhu tubuh mulai menurun. Jika suhu lingkungan sekitarnya agak lebih dingin atau sejuk, maka seseorang akan tidur lebih nyenyak. Saat pagi hari hormon melatonin akan menurun dan suhu tubuh akan meningkat sehingga membuat seseorang terbangun. Empat langlah menuju sehat telah di publish, insya Allah tiga langkah lagi menyusul. Semoga Allah membimbing kita semua untuk menjalani langkah menuju sehat, guna meraih kebahagian dunia dan akhirat. مِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ بارك الله فيكم وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه Jakarta, 25 November 2024 24 Jumadil Awal 1446H

Friday, 22 November 2024

TUJUH langkah memelihara KESEHATAN Publish Ke Tiga (3/7) “MINUM AIR SEBANDING”

Disajikan: M. Syarif Arbi No: No. 1.283.11.6-2024 Dua artikel yang lalu “Makan bergizi” dan “Olahraga”, dari tujuh langkah memelihara kesehatan yang akan terpublish. Langkah ketiga akan dimuat dalam artikel ini. Langkah keempat, kelima, keenam dan ketujuh, insya Allah akan disuguhkan di kesempatan mendatang. Seperti telah dikemukakan bahwa kesehatan adalah salah satu nikmat yang diberikan Allah, dari sekian banyak nikmat diberikan kepada manusia. Segala kenikmatan lainnya akan berkurang artinya bila diri dalam keadaan tidak sehat. Oleh karena itu kesehatan harus dipelihara, jangan sampai diri melakukan sesuatu tindakan sehingga diri menjadi sakit atau tidak sehat. وَلَا تُلْقُوْا بِاَيْدِيْكُمْ اِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَاَحْسِنُوْا ۛ “dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuatbaiklah”. (Al-Baqarah 195) Agar tidak menjatuhkan diri ke dalam kebinasaan, diantaranya ialah harus memelihara diri supaya tetap sehat. Di dua artikel terdahulu telah disampaikan bahwa ada TUJUH langkah menjaga kesehatan. Supaya per artikel tidak terlalu panjang, disampaikan secara bertahap, dibawah ini disampaikan langkah ke tiga. KETIGA; MINUM AIR YANG SEBANDING Makanan dan minuman, agar tetap dapat memelihara kesehatan haruslah sebanding seperti dianjurkan oleh Rasulullah: الْمِقْدَامَ بن معدي كرب الكندي قال سمعت رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يقول ما مَلأَ بن آدَمَ وِعَاءً شَرًّا من بَطْنٍ حَسْبُ بن آدَمَ أُكُلاَتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فان كان لاَ مَحَالَةَ فَثُلُثُ طَعَامٍ وَثُلُثُ شَرَابٍ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ رواه أحمد والترمذي وصححه الألباني “Sahabat Al Miqdan bin Ma’dykareb Al Kindi mengisahkan: Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Tidaklah seorang anak Adam memenuhi suatu kantung yang lebih buruk dibanding perutnya. Bila tidak ada pilihan, maka cukuplah baginya sepertiga dari perutnya untuk makanan, sepertiga lainnya untuk minuman dan sepertiga lainnya untuk nafasnya.” Riwayat Ahmad, At Tirmizy, An Nasai dan oleh Al Albani dinyatakan sebagai hadits shahih. Begitu banyak jenis minuman diproduksi akhir2 ini. Tapi, jangan lupa untuk perhatikan asupan air putih, karena dengan tercukupinya air dalam tubuh, fungsi organ kita pun akan bekerja secara maksimal. Sesuaikan kebutuhan cairan ini dengan berat tubuh dan intensitas kegiatan setiap orang. Jika banyak beraktivitas, tentunya kita perlu mengonsumsi air putih lebih banyak. Dilansir dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), berikut kebutuhan air minum setiap hari SEBANDING berat badan: Berat Badan (Kg) Kebutuhan air per hari (Liter). Berat badan 45 Kg. perlu air putih 1,9 selanjutnya: 50kg = 2,1 liter. 55kg = 2,3 liter. 60kg = 2,5 liter. 65kg = 2,7 liter. 70kg = 2,9 liter. 75kg = 3,2 liter. 80kg = 3,5 liter. 85kg = 3,7 liter. 90kg = 3,9 liter. 95kg = 4,1 liter. 100kg = 4,3 liter. Manfaat dan potensi dahsyat air putih telah disebutkan dalam al-Qur’an. Disebutkan bahwa air adalah sumber kehidupan. Tanpa air akan terhentilah sistem kehidupan dunia. Juga kehidupan manusia akan terhenti bila lama tidak minum air. . وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاء كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ. ………………………………………” “……………………….Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?.” (QS. 21: 30). Benar sekali, orang akan lebih lama dapat bertahan hidup, bilamana tidak makan, dibandingkan dengan tidak minum. Manusia umumnya hanya bisa bertahan hidup tanpa minum air selama sekitar 3–4 hari, atau 100 jam. Dengan minum air saja, tanpa makan, waktu bertahan hidup bisa mencapai dua sampai tiga bulan. Demikian sudah 3 langkah dari 7 langkah menjaga kesehatan, telah disampaikan semoga bermanfaat. والله أعلمُ بالـصـواب. آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ بارك الله فيكم وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه Jakarta, 22 November 2024 20 Jumadil Awal 1446H

Wednesday, 20 November 2024

TUJUH langkah memelihara KESEHATAN Publish Kedua (2/7) “OLAH RAGA RUTIN”

Disajikan: M. Syarif Arbi No: No. 1.282.11.5-2024 Tujuh langkah memelihara kesehatan, langkah pertama telah dimuat pada artikel sebelum ini, sub judul “Makanan Bergizi”. Langkah kedua akan disusun dibawah ini, karena terbatasnya space, langkah ketiga sampai ke tujuh insya Allah diturunkan dalam kesempatan mendatang. LANGKAH KEDUA; OLAHRAGA RUTIN. Selain makan makanan yang bergizi halalan dan thayiban dikonsumsi tidak berlebihan, untuk menjaga hidup sehat perlu rutin olahraga agar tubuh tetap aktif, sehat, ideal, dan bugar. Olahraga juga dapat mencegah berbagai macam penyakit dan mengurangi stress. Acuan dianjurkannya olahraga adalah firman Allah Ta’ala, berikut: . وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ “ Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi” [Al-Anfal : 60] Dan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. المؤ من الوى خير وأحب الى الله من المؤ من الضعيف “ “Seorang Mukmin yang kuat lebih dicintai oleh Allah daripada seorang Mukmin yang lemah” [HR Muslim]. Hidup ini adalah perjuangan untuk mempersiapkan kehidupan hari esok (masa depan di dunia), serta hari esok dalam artian akhirat, tubuh harus sehat. Tubuh sehat, kuat akan selalu siap menghadapi segala kemungkinan dalam perjuangan di kehidupan. Salah satu sarana untuk tetap bugar, sehat dan kuat adalah dengan melakukan olah raga yang teratur dan terukur, selain “makan minum yang bergizi”, seperti di tulis di artikel yang lalu. Rasulullah memberikan arahan kepada umatnya menjalani olahraga. Diantaranya kita kutip 5 cabang olah raga (memanah, berkuda, berenang, lari dan berjalan kaki). Pertama; Memanah. Karena memanah diperoleh sejumlah nilai positip: 1. Meningkatkan koordinasi tangan dan mata, serta keseimbangan. 2. Meningkatkan fleksibilitas tangan dan jari. 3. Membangun kekuatan tubuh. 4. Meningkatkan kesabaran. 5. Meningkatkan fokus. 6. Membangun kepercayaan diri. 7. Merupakan olahraga sosial. 8. Merupakan bentuk latihan kebugaran. 9. Merelaksasi tubuh. 10. Merupakan olahraga yang dapat dimainkan semua orang, asalkan tersedia peralatan dan lapangannya. Kedua; Berkuda. Sejumlah manfaat olah raga berkuda: Meningkatkan kekuatan inti tubuh. meliputi otot perut, pinggul, dan punggung bawah. Berkuda juga melatih koordinasi saat mengarahkan kuda ke arah yang berbeda. Jadi, keseimbangan dan koordinasi adalah dua keterampilan penting yang bisa ditingkatkan bila melakukan olahraga berkuda. Mengurangi stress, memperkuat mental, membangun rasa percaya diri, kemampuan mengendalikan diri, mengendalikan emosi. Ke-tiga; Berenang. Begitu banyak manfaat berenang bagi kesehatan, baik fisik maupun mental, di antaranya: Meningkatkan kelancaran sirkulasi darah, membantu memompa aliran darah ke jantung dan menstabilkan tekanan darah. Menurunkan berat badan. membakar kalori dalam jumlah banyak dan mempercepat pembakaran lemak, melatih otot-otot pernapasan dan meningkatkan volume udara yang bisa ditampung paru-paru. Gerakan berenang yang dinamis dengan bantuan tekanan air dapat membantu terapi radang sendi. Perihal 3 cabang olah raga yaitu “memanah”, “berkuda” dan “berenang”, ada beberapa hadits Nabi SAW berkenaaan dengan itu, diantaranya: كُلُّ شَئْ ٍلَيْسَ فِيْهِ ذِكْرُ اللهِ فَهُوَ لَهْوٌ وَلَعِبٌ إِلاَّ أَرْبَعٌ مُلاَعَبَةُ الرَّجُلِ امْرَأَتَهُ وَتَأْدِيْبُ الرَّجُلِ فَرَسَهُ وَمَشْيُهُ بَيْنَ الْغَرْضَيْنِ وَتَعْلِيْمُ الرَّجُلِ السِّبَاحَةَ Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahuanhu bahwa Rasulullah s.a.w bersabda,"Segala sesuatu yang di dalamnya tidak mengandung dzikrullah merupakan perbuatan sia-sia, senda gurau, dan permainan, kecuali empat (perkara), yaitu senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih memanah, dan mengajarkan renang.” (HR. An-Nasa’i). عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ارْمُوا وَارْكَبُوا وَأَنْ تَرْمُوا أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ تَرْكَبُوا وَإِنَّ كُلَّ شَيْءٍ يَلْهُو بِهِ الرَّجُلُ بَاطِلٌ إِلَّا رَمْيَةَ الرَّجُلِ بِقَوْسِهِ وَتَأْدِيبَهُ فَرَسَهُ وَمُلَا عَبَتَهُ امْرَأَتَهُ Tiga cabang olah raga diatas, tidak semua orang dapat melaksanakannya disebabkan harus memiliki sarana/media khusus. Memanah; pelaksanaannya harus mempunyai peralatan dan lapangan luas. Berkuda; tidak semua orang sanggup memiliki kuda, bila ingin menggunakan kuda orang lain, harus mengeluarkan biaya yang cukup mahal. Berenang; tak semua orang punya kolam renang pribadi, jika harus ke kolam renang umum, tidak semua orang tersedia waktu dan biaya. Para pembaca; Terdapat dua lagi cabang olah raga yang juga termasuk dianjuran Nabi Muhammad s.a.w. Dimana olah raga tersebut murah meriah, insya Allah dapat dilaksanakan setiap orang yaitu “lari” dan “berjalan”. Lari: Lari adalah salah satu olahraga yang praktis dan mudah. Olahraga lari termasuk dalam kategori olah raga kardiovaskular yang sempurna. Dimana ketika malakukan olahraga lari, seseorang dapat membakar banyak lemak, paru-paru dipaksa menghirup banyak oksigen, otot-otot jantung terlatih, termasuk bisa meredakan stres yang dialami. Nabi Muhammad s.a.w. pernah melakukan olahraga lari. Hal ini terdokumentasikan dengan baik dalam sebuah riwayat yang bersumber dari ‘Aisyah RA, sebagai berikut: خَرَجْتُ مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأنا خَفِيفَةُ اللَّحْمِ فَنَزَلْنَا مَنْزِلاً فَقَالَ لأَصْحَابِهِ : تَقَدَّمُوا ثُمَّ قَالَ لِي : تَعَالَيْ حَتَّى أُسَابِقَكِ فَسَابَقَنِي فَسَبَقْتُهُ ثُمَّ خَرَجْتُ مَعَهُ فِي سَفَرٍ آخَرَ ، وَقَدْ حَمَلْتُ اللَّحْمَ فَنَزَلْنَا مَنْزِلاً فَقَالَ لأَصْحَابِهِ : تَقَدَّمُوا ثُمَّ قَالَ لِي : تَعَالَيْ أُسَابِقُكِ فَسَابَقَنِي فَسَبَقَنِي فَضَرَبَ بِيَدِهِ كَتِفِي وَقَالَ : هَذِهِ بِتِلْكَ. Aku (‘Aisyah) pernah keluar bersama Rasulullah Saw., dan saat itu aku masih kurus. Ketika kami telah sampai di suatu tempat, beliau berujar kepada para sahabatnya: “Pergilah kalian terlebih dahulu!” Kemudian beliau menantangku untuk berlari, “Ayo kesinilah! aku akan berlomba denganmu!” kemudian beliau berlomba denganku, namun akhirnya aku memenangkan lomba tersebut. Berjalan kaki: Rasulullah terbiasa berjalan kaki ke mana pun, seperti masjid, pasar, atau berkunjung ke rumah sahabat. Jalan kaki 30 menit sehari dapat memperkuat tulang dan menurunkan risiko hipertensi, serangan jantung, obesitas dan diabetes. Nabi Muhammad SAW telah menganjurkan untuk berjalan kaki sebagaimana dalam hadits sebagai berikut : مَنْ تَطَهَّرَ فِى بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِىَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً “Barangsiapa bersuci di rumahnya, kemudian berjalan ke salah satu rumah Allah (masjid) untuk melaksanakan kewajiban yang Allah tetapkan, maka kedua langkahnya, yang satu menghapus kesalahan dan satunya lagi meninggikan derajat.” (HR. Muslim no. 666). Berdasarkan hadits tersebut, Rasulullah telah mengajarkan kepada kita untuk sebisa mungkin membiasakan diri berjalan kaki. Hal ini tentu mengingat pentingnya manfaat dari berjalan kaki. Semoga dapat berolah raga teratur dan terukur, bila tidak memungkinkan memanah, berkuda dan berenang se-kurang2nya, kita biasakan untuk berjalan kaki, agar badan tetap bugar sehingga ibadah dapat dilakukan dengan lancar. آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ بارك الله فيكم وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه Jakarta, 20 November 2024 18 Jumadil Awal 1446 H