Thursday, 19 January 2023

MANGGA

Bunga mangga muncul diujung ranting. Ternyata tidak setiap ranting pada musim mangga berkembang, ditumbuhi oleh bunga mangga. Proses selanjutnya dari bunga mangga itu tidak semuanya menjelma menjadi buah mangga, hanya sebagian menjadi buah, sisanya gugur. Ternyata dalam proses bunga menjadi pentil mangga (pencit) yang berperan adalah serangga lalat buah. Lalat buah itu hanya hadir melaksanakan tugasnya menyerbuk/mengawinkan bunga mangga, ketika mangga sedang berbunga. Kuamati pohon mangga di halaman rumahku. Ketika rumah ini kami tempati sekeluarga hampir duapuluh tahun lalu, pohon mangga itu baru ditanam. Itu pohon tumbuh subur dengan cepat, begitu tinggi itu pohon sampai terlihat oleh tetangga kampung sebelah. Dimusim berbuah lebatnya luar biasa, sempat sampai hampir seribu butir. Seiring dengan itu, bilamana mangga di halaman depan rumah itu sedang berbuah, sejak mulai buah muda sudah mulai bermasalah. Banyak orang yang datang bukan lagi anak-anak yang datang menyatroni buah, tetapi orang dewasa. Dengan berani mereka membawa galah di siang bolong tanpa permisi menjuluk/menurunkan mangga. Pernah terjadi kami kebetulan tidak mengetahui, karena berada di dalam rumah, tetangga menegor mereka, malah tetangga kami itu yang diajak berantem. Terakhir sekitar 4 tahun lalu dengan terpaksa pohon mangga itu kami tebang, sebab dampaknya sudah semakin buruk, buah mangga dilempari pakai batu, lemparan tersebut mengenai genteng tetangga, mengenai mobil tetangga yang parkir di halaman. Kini tunggul pohon mangga itu sudah berbatang dan beranting lagi, sudah berbuah lagi. Begitu mulai berbunga, bagian yang terlihat di jalan terpaksa kami potong. Bunga-bunga yang rendah itulah yang mudah mengamatinya dari halaman rumah, seperti yang kukemukakan di atas. Timbul pertanyaan: 1.Kenapa tidak setiap ujung ranting muncul bunga 2.Kenapa tidak semua bunga menjelma menjadi pentil mangga (pencit) 3.Kenapa tidak semua pencit menjadi buah 4.Dari mana lalat buah datang, padahal sebelum mangga berbunga tidak ada lalat buah, dimana si lalat buah tinggal selama ini. 5.Dua pohon mangga berlainan jenis kendati ditanam berdampingan, kenapa rasanya tidak pernah tertukar atau bercampur, walau sama-sama berbunga dan berbuah dalam semusim. Semuanya hanya dapat terjawab bila dipulangkan kepada yang menciptakan alam semesta ini, Allah menyatakan di dalam  Al-Qur’an surat Al Fusilat ayat 47. وَمَا تَخْرُجُ مِنْ ثَمَرٰتٍ مِّنْ أَكْمَامِهَا وَمَا تَحْمِلُ مِنْ أُنْثٰى وَلَا تَضَعُ إِلَّا بِعِلْمِهِ Tidak ada buah-buahan yang keluar dari kelopaknya dan tidak seorang perempuan pun yang mengandung dan yang melahirkan, melainkan semuanya dengan sepengetahuan-Nya. Menyimak ayat di atas renungan tadi langsung mendapat jawaban dan bahkan sadarlah kita bahwa diri inipun diciptakan Allah dengan sangat-sangat ajaib. Oleh karena itu sadarlah kita bahwa hidup inipun seperti buah mangga. Semula tumbuh setangkai kembang disela ranting, kemudian menjadi pentil mangga, buah mangga dan mateng, akhirnya dipetik. Diantara kembang mangga tadi, ada yang tidak sampai menjadi pentil manggga, sudah rontok duluan. Pentil mangga tidak semuanya menjadi mangga muda, kadang jatuh tak tau sebabnya. Mangga muda tidak semuanya menjadi mangga ranum, kadang sudah dipetik semasa sedangnya dibuat rujak. Begitulah agaknya tamsil kehidupan ini, tidak semua kita sampai diusia lanjut, kadang belum dewasa sudah berpulang, kadang sedang asik merajut karier sudah datang maut, kadang baru saja pensiun sudah almarhum, kadang sampai pula pikun belum juga meninggal. Begitu banyak ayat2 kauniyah. Diantaranya ada di depan rumah. Mampukah diri mengambil hikmah. Untuk dijadikan sebagai petuah. Harapan kita semua, panjang usia yang optimal dengan harapan: Tetap sehat sampai akhir hayat. Agar masih tetap dapat ibadat. Tidak sampai membuat anak cucu matanya sepat, Lantaran nenek/kakeknya sulit dirawat. آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ بارك الله فيكم وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ M. Syarif Arbi. Jakarta, 27 Jumadil Akhir 1444H - 20 Januari 2023. (1,092.01.23)

Tuesday, 17 January 2023

MAKANAN MANULA

Seorang alumni pas semeja denganku di restoran hotel sekaligus tempat akan dilaksanakan acara puncak reuni emas alumni sekolah istriku di Surabaya tamatan tahun 1973. Bapak tersebut kulihat dipiringnya hanya sedikit mie paling dua sendok makan, nasi kurang lebih 3 sendok makan, diiringi seberkas sayur. Kukomentari, “makannya kok sedikit amat”, beliau menjawab: “kita harus lebih hati2 makan, agar terpelihara kesehatan”. Sejenak di tengah alunan organ tunggal di ruangan restoran itu, lamunanku melayang pada syarat aturan makan diajarkan agamaku yaitu: 1. Halalan (halal) 2. Thayyiban (baik/bergizi) 3. La tasrifu (tidak berlebihan) HALALAN Halal didalam agama Islam bila memenuhi 3 syarat: a. Halal zatnya, jelas sekali di dalam al-Qur'an makanan yang tidak halal yaitu: اِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْکُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيْرِ وَمَاۤ اُهِلَّ بِهٖ لِغَيْرِ اللّٰهِ ۚ "Sesungguhnya Dia hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih dengan (menyebut nama) selain Allah." (Al-Baqarah ayat 173) b. Halal cara mendapatkannya; yaitu bagaimana upaya yang dilakukan sampai makanan itu kepada kita, kepada keluarga kita. Jika dibeli, bagaimana cara uang diperoleh. Dapat kita simak banyak petunjuk Allah untuk hal ini antara lain: وَلَا تَأْكُلُوْۤا اَمْوَالَـكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوْا بِهَاۤ اِلَى الْحُـکَّامِ لِتَأْکُلُوْا فَرِيْقًا مِّنْ اَمْوَالِ النَّاسِ بِالْاِثْمِ وَاَنْـتُمْ تَعْلَمُوْنَ "Dan janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu menyuap dengan harta itu kepada para hakim dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui." (Al-Baqarah ayat 188) Makanan harus dibeli dengan uang yang halal, makanan halal jika dibeli dengan uang yang diperoleh dengan tidak halal, makanan itupun haramlah jadinya. Perolehan yang tidak halal kata kuncinya: “BATIL” (mengambil hak orang lain dengan jalan tak halal, termasuk korupsi, nipu, mencuri, menggelapkan, merampas, suap, dll). c. Halal prosesnya: * Pengolahan tak boleh tercampur zat lain yang haram. * Tak boleh tercampur dengan barang lain yang mendapatkanya dengan jalan haram. * Makanan secara zatnya diadakan secara halal zatnyapun halal, tetapi bila prosesnya tadak syar"ie jatuhnya juga haram seperti dimaksud ayat 173 Al-Baqarah di atas. (ِ وَمَاۤ اُهِلَّ بِهٖ لِغَيْرِ اللّٰهِ ۚ) Hewan halal yg disembelih tidak denga cara syar'ie. Contoh; Ayam saja tak halal jadinya bila disembelih tidak sesuai aturan Allah. THAYYIBAN. Disamping halalan makanan yang thayyiban merupakan yang paling penting buat Manula, Contoh kami makan bersama sebelum acara reuni emas dimulai di restoran tersebut, katakanlah makanannya halalan tetapi belum tentu thayyiban untuk setiap orang. Sekeluarga suami istri anak dan cucu saja ukuran thayyiban buat mereka berbeda. Suami lantaran sudah mengidap diabet tidak thayyib lagi makan makanan dan minum minuman yang banyak mengandung gula. Istri kolesterolnya tinggi tidak thayyib lagi makan gorengan dan yang banyak mengandung lemak dan minyak. Sementara sianak diusia bawah 40; masih belum banyak pantangan, thayyib saja makan yang biasa dimakan oleh keluarga. Sedangkan cucu dalam usia pertumbuhan perlu makanan dan minuman yang mendukung pertumbuhan phisik dan mental serta kecerdasan selaras usianya. فَلْيَنْظُرِ الْاِنْسَانُ اِلٰى طَعَامِهٖۤ "Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya," (Abasa ayat 24) LA TUSRIFU Rupanya dalam segala hal di kehidupan ini haruslah "la tusrifu". Kebanyakan tidur bukannya segar malah loyo. Kebanyakan kerja bawaannya capek, banyak lagi kalau berlebihan nenjadi tidak lagi mengenakkan. Demikian juga makan, bila berlebihan berakibat kurang baik buat kesehatan. Biarpun makanan itu halalan dan thayyiban, diajarkan oleh agama, haruslah dikonsumsi "la tusrifu" (tidak berlebihan). Sebaliknya bila kurang asupan makan, juga akan sakit kekurangan gizi. Jadi makanan haruslah tidak berlebihan dan tidak kekurangan inilah yang dimaksud "la tusrifu", berdampak ke kesehatan. Begitulah makanan apapun tak boleh berlebihan. Bila berlebihan berpotensi menganggu kesehatan. Tak heran banyak penyakit disebabkan oleh makanan yang berlebihan. Oleh karena itu Rasulullah memberi tuntunan. Hendaknya menghindarkan diri dari kenyang yang melampaui batas. “مَا مَلأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنِهِ حَسْبُ ابْنِ آدَمَ لُقَيْمَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَإِنْ لَمْ يَفْعَلْ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ.” “Tidak ada bejana yang diisi oleh manusia yang lebih buruk dari perutnya, cukuplah baginya memakan beberapa suapan sekedar dapat menegakkan tulang punggungnya (memberikan tenaga), maka jika tidak mau, maka ia dapat memenuhi perutnya dengan sepertiga makanan, sepertiga minuman dan sepertiga lagi untuk nafasnya." H.R. Akhmad, Ibnu Majah. Al-Qur'an mengajarkan: يٰبَنِيْۤ اٰدَمَ خُذُوْا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْا ۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ "Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan." (Al-A'raf ayat 31). Semoga dengan pengendalian diri akan makan dan minum itu, kita hidup sehat sampai akhir hayat. Sehingga maksimal mampu beribadat. آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ بارك الله فيكم  وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ M. Syarif Arbi. Jakarta, 25 Jumadil Akhir 1444H - 18 Januari 2023. (1,090.01.23)

Sunday, 8 January 2023

LIDAH

Sebelum ini kutulis artikel “Tigabelas bait Pesan Betuah”, di bait PERTAMA; “PELIHARA LIDAH” Diri ini akan menjadi indah. Bila bertutur pelihara lidah. Hati tidak menaruh gundah. Iman di dada tak berpindah. Luqman an-Naubi al-Hakim bin Anqa’ bin Baruq. Ia adalah penduduk asli Ailah, sebuah kota Islam kuno yang sekarang masuk kota bernama Aqaba, sebelah selatan Yordania, dekat perbatasan Israel. Konon suatu ketika Luqman disuruh oleh tuannya untuk menyembelih kambing. Permintaan sang tuan, agar Luqman memilihkan untuk tuannya dari kambing itu bagian yang paling buruk, paling tidak enak. Luqman memilihkan “lidah dan hati” kambing diserahkan kepada tuannya. Selang beberapa waktu Luqman di minta tuannya untuk menyembelih kambing lagi, kemudian meminta kepada Luqman untuk memilihkan dari kambing yang disembelih, bagian yang yang paling bagus, paling menyehatkan. Di banyak kisah sang tuan hendak menjamu tamunya. Luqman juga memilihkan “lidah dan hati” kambing dipilihnya, untuk dimasak sebagai hidangan bagi tamu tuannya. Mengenai Luqman menyodorkan hal yang sama untuk dua permintaan yang saling berlawanan. Tuannya pun bertanya-tanya tentang apa yang dilakukan Luqman. Jawab Luqman; “Wahai tuanku, tak ada yang lebih buruk ketimbang lidah dan hati bila keduanya buruk. Juga tidak ada yang lebih bagus dari lidah dan hati bila keduanya bagus.” Banyak kisah yang mirip, tentang “lidah dan hati”, dengan aktor utama Luqmanulhakim. Terlepas dari kebenaran kisah2 itu dengan tidak mempersoalkan dalilnya. Namun dari kisah2 ini terungkap pesan bahwa hal paling krusial dalam hidup manusia adalah terjaganya “hati dan lidah”. Kisah di atas dapat dijadikan renungan akan pentingnya menjaga “hati dan lidah”, karena keduanya merupakan bagian penting yang akan menentukan baik-buruknya seseorang. Dengan hati, seseorang berpikir tentang apa yang akan dikatakan, melalui lidah. Suatu pesan bijak untuk setiap orang: “Berkatalah setelah dipikir, jangan baru terpikir setelah berkata”. Pikir, merupakan pelita hati. Hati penggerak ucapan lidah. Sebelum diucapkan pikir teliti. Daripada nanti jadi masalah. Allah mengetahui semua yang dipikirkan dan semua rahasia hati, termasuk pikiran alam bawah sadar yang mereka sendiri tidak mengetahuinya. Allah mencatat fakta ini pada beberapa ayat dalam Al-Qur’an, (at-Taghaabun: 4) يَعْلَمُ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضِ وَيَعْلَمُ مَا تُسِرُّونَ وَمَا تُعْلِنُونَ  ۚ وَاللَّهُ عَلِيمٌ ۢبِذَاتِ الصُّدُورِ "Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi, dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati." وَأَسِرُّوا قَوْلَكُمْ أَوِ اجْهَرُوا بِهِۦٓ  ۖ إِنَّهُۥ عَلِيمٌ ۢبِذَاتِ الصُّدُورِ "Dan rahasiakanlah perkataanmu atau nyatakanlah. Sungguh, Dia Maha Mengetahui segala isi hati." (Al-Qur’an surat Al-Mulk ayat 13) وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسٰنَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِۦ نَفْسُهُۥ  ۖ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ "Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya." (Al-Qur’an surat Qaf ayat 16) Kualitas diri seseorang bisa diukur dari kemampuannya menjaga lidah. Orang-orang beriman tentu akan berhati-hati dalam menggunakan lidahnya. Lidah dalam konteks hari ini tidak selalu bermakna ucapan, melainkan tulisan di media sosial juga bagian dari menjaga lidah. Sebuhungan dengan itu harus ber-hati2 memposting tulisan di medsos, karena apa yang telah diposting tersimpan kekal jejak digitalnya. Camkan bahwa: “Apa yang kita pikirkan, masih milik kita. Apa yang kita tulis di medsos sudah milik publik”. Allah mengatakan,“Wahai orang-orang beriman takutlah kalian pada Allah dan berkatalah dengan kata-kata yang benar.” (Al-Qur’an surat Al-Ahzab:70) يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar," Sementara itu, Rasulullah s.a.w. bersabda, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (Muttafaq ‘alaih: Al-Bukhari, no. 6018; Muslim, no.47) Semoga kita semua dipeliharakan Allah dalam mengendalikan hati dan memelihara lidah. آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ بارك الله فيكم وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ M. Syarif Arbi. Jakarta, 16 Jumadil Akhir 1444 H. 9 Januari 2023. (1.086.01.23)

Friday, 6 January 2023

TIGABELAS bait; Pesan BETUAH:

Tigabelas bait kususun pesan. Semoga tdk membuat bosan. Sekedar sharing sesama insan. Mudah2han pembaca terkesan. PERTAMA; PELIHARA LIDAH Diri ini akan menjadi indah. Bila bertutur pelihara lidah. Hati tidak menaruh gundah. Iman di dada tak berpindah. KEDUA; JUJUR. Agar rezeki peroleh berkat. Jujur adalah menjadi syarat. Selamat dunia juga akhirat. Jalani hidup tak terasa berat. KETIGA; TEKUN. Tekun bekerja tak kenal lelah. Biar banyak keringat tumpah. Temu tantangan usah menyerah. Insya Allah hasil kan berlimpah. KEEMPAT; IKHTIAR. Ikhtiar haruslah dijalankan. Jika ingin hidup jadi lumayan. Nasi takkan masuk pinggan. Kalau tdk disendok dg tangan. KELIMA; HEMAT. Bila rezeki pas mengucur. Hindari dari sifat takabur. Harta jangan di hambur. Hemat, pangkal makmur. KEENAM; SABAR. Bila amarah lagi berkecamuk. Biasa saja, muka usah ditekuk. Sedang berdiri usahakan duduk. Senyum, biar hati serasa remuk. KETUJUH; TABAH. Ujian hidup datang silih berganti. Tak pantang petang ataupun pagi. TABAH adalah merupakan solusi. Iman/ takwa akan membentengi. KEDELAPAN; ILMU. Hidup di dunia bakal keakhirat. Agar perbuatan menjadi berkat. Cari ILMU jangan merasa berat. Ilmu tinggi, tambah bermartabat. KE SEMBILAN; DERMAWAN. Orang dermawan hatinya tenang. Kemanapun banyak yg senang. Bila mati banyak yg mengenang. Di akhirat dpt tempat yg lapang. KESEPULUH; DO'A. Tanpa berdo'a bekerja giat. Bak menanam tdk dirawat. Percaya diri yg tidak sehat. Hasil Allah yg punya kodrat. KE SEBELAS; IKHLAS. Setiap amal kuncinya Ikhlas. Berbuat baik tidak dibahas. Menolong tak harap balas. Amal dicela tak jadi gemas. KE DUA BELAS; ISTIQAMAH. Amal hedaklah bukan musiman. Biar sedikit, tapi terus menerus. Dengan istiqamah perkuat iman. Nilai ibadah yg lalu tdk tergerus. KE TIGA BELAS; BERAKHLAK MULIA. Manusia adalah mahluk sosial. Berakhlak mulia mrpk pangkal. Akan nyaman dimanapun tinggal. Hidup tentram tak banyak aral. --------------------------- Ini kucoba merangkai kata Semoga guna buat pembaca Kalau salah maafkan hamba Tidak gurui ataupun mencela M. Syarif Arbi. Dirangkai ulang 07 Januari 2023. 14 Jumadil Akhir 1444H. Artikel ke 1.085.

Thursday, 5 January 2023

NYAMUK

Terpikir oleh ku bahwa sepertinya nyamuk juga “memiliki ilmu”. Contoh; ketika di rumah yang populasi nyamuk relatif kurang, misalnya dalam kondisi rumah, kamar yang dilengkapi dengan kasa nyamuk di fentilasinya, rumah selalu tertutup. Kalaupun pintu rumah di buka ada pintu ber-kasa nyamuk. Sebelum mulai tidur, kamar sudah di semprot anti nyamuk. Di kondisi rumah seperti ini, ilmu nyamuk yang lolos masuk sangat kentara. Pertama; dianya baru menggigit kalau dia yakin betul bahwa calon mangsa sudah benar2 tertidur. Anggota tubuh yang didatanginya lebih dahulu adalah telinga. Nyamuk bersenandung di telinga, untuk memastikan apakah calon mangsa sudah terlena. Kedua; menggigit, dengan tidak terasa ketika darah dihisap. Setelah kenyang langsung terbang meninggalkan gatal. Ketiga; kebanyakan daerah gigitan di punggung, bagian tubuh yang sulit dijangkau jadi kalaupun mangsa terasa, sulit umemukulnya, gatal bekas gigitan sulit digaruk. Begitulah agaknya “ilmu nyamuk” untuk mempertahankan kelanjutan hidup bangsa mereka. Ada lebih dari 2.700 spesies nyamuk di seluruh dunia. Ternyata tidak semua nyamuk menggigit manusia atau hewan dan menghisap darahnya. Hanya nyamuk betina yang menghisap darah makhluk hidup, karena membutuhkan protein untuk perkembangan telurnya. Darah dihisap nyamuk betina untuk memperoleh protein guna mematangkan telur yang dikandungnya. Pada dasarnya nyamuk jantan maupun betina makan nektar bunga. Larva dan tubuhnya bisa menjadi penyambung rantai makanan bagi binatang-binatang lainnya. Nyamuk memiliki ukuran yang sangat kecil namun di dalam tubuhnya ada beberapa fungsi. Setelah kenyang si nyamuk bertahan 2-3 hari menuakan telur, lalu menempelkan telornya di air tergenang. Induk nyamuk dapat bertahan hidup 40 sampai 60 hari. Berarti seekor nyamuk betina dapat menghisap darah manusia atau hewan beberapa kali sebelum mati. Padahal sekali nelor 200-400 butir yang akan menetas jadi jentik2, 24 - 48 jam. Sedangkan dari telor jadi nyamuk. 8 -14 hari. Nyamuk jantan mendapat nutrisi atau makanan dari sari tumbuhan, contohnya nektar bunga, karena nyamuk jantan tidak memiliki bentuk mulut yang memungkinkannya menusuk kulit manusia atau hewan, seperti nyamuk betina. Nyamuk jantan hanya memiliki masa hidup sekitar 10 hari. Setelah melakukan proses kawin, nyamuk jantan dewasa akan langsung mati. Nyamuk betina menggunakan kombinasi informasi sensorik melalui visual, termal, dan penciuman untuk melacak target gigitan mereka. Di kepalanya terdapat 100 mata seperti lebah. Di mulutnya terdapat 48 gigi. Nyamuk betina dilengkapi suatu organ yang tidak ditemukan pada makhluk lain yakni enam buah pisau pengiris yang bekerja seperti gergaji. Alat ini terletak di ujung proboscis, organ berbentuk tabung yang ada di kepala nyamuk. Jika proses pengirisan berlangsung, nyamuk betina menyiramkan suatu cairan ke luka, cairan ini berfungsi membuat daerah di sekitar luka menjadi mati rasa, sekaligus mencegah darah membeku. Dengan begitu, korban tidak akan merasa terganggu oleh gigitan nyamuk sehingga proses penghisapan darah berjalan lancar. Ilmu lain dari nyamuk, dianya sangggup memilih orang tertentu jadi sasarannya. Suami istri bersama di meja makan, si istri begitu banyak digigit nyamuk sedangkan suaminya tenang-tenang saja. Rupanya ada beberapa faktor spesifik yang membuat nyamuk tertarik pada si istri, ketimbang suami setelah mendeteksi: Karbon dioksida, Panas tubuh, Aroma tubuh, Kelembaban, Isyarat visual. Ternyata demikian banyak penyakit yang disumbangkan oleh nyamuk, khususnya nyamuk betina untuk mencerdaskan manusia mencari obat-obat penangkal penyakit yang ditimbulkan oleh nyamuk, misalnya saja penyakit Demam Berdarah (DBD). Diketahui di Indonesia, hingga bulan Juli 2022 ini, ada 52.313 kasus demam berdarah di Indonesia. Dari jumlah tersebut, ada 448 orang meninggal dunia. "DBD” ini jadi kegelisahan masyarakat, karena setiap masuk musim penghujan penyakit ini pasti datang. Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengabadikan ciptaan-Nya berupa nyamuk dengan satu ayat di dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 26: إِنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَحْىِۦٓ أَنْ يَضْرِبَ مَثَلًا مَّا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا  ۚ فَأَمَّا الَّذِينَ ءَامَنُوا فَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْ  ۖ وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا فَيَقُولُونَ مَاذَآ أَ رَادَ اللَّهُ بِهٰذَا مَثَلًا  ۘ يُضِلُّ بِهِۦ كَثِ ي رًا وَيَهْدِى بِهِۦ كَثِيرًا  ۚ وَمَا يُضِلُّ بِهِۦٓ إِلَّا الْفٰسِقِينَ "Sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpamaan seekor nyamuk atau yang lebih kecil dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, mereka tahu bahwa itu kebenaran dari Tuhan. Tetapi mereka yang kafir berkata, "Apa maksud Allah dengan perumpamaan ini?" Dengan (perumpamaan) itu banyak orang yang dibiarkan-Nya sesat, dan dengan itu banyak (pula) orang yang diberi-Nya petunjuk. Tetapi tidak ada yang Dia sesatkan dengan (perumpamaan) itu selain orang-orang fasik," Dari apa yang dikemukakan tentang ilmu serta perlengkapan yang diberikan Allah kepada nyamuk, seyogyanya semakin kuatlah iman kita, karena betapa nyamuk yang begitu kecil dilengkapi dengan sarana begitu lengkap. Selanjutnya nyamuk begitu kecil, mempunyai kemampuan memangsa manusia melebihi binatang yang paling buas, seperti Singa dan Harimau. Tepat kiranya bahwa nyamuk juga merupakan salah satu tentara Allah seperti dikemukakan Al-Qur’an Al-Muddassir 31.  وَمَا يَعْلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلَّا هُوَ   “Dan tidak ada yang mengetahui bala tentara Tuhanmu kecuali Dia sendiri” Dalam pada itu keberadaan nyamuk juga merangsang manusia menambah ilmu pengetahuan berikhtiar menanggulangi penyakit yang ditimbulkan nyamuk. Juga membuka kesempatan berusaha untuk menyediakan komoditi2 mencegah penyakit dini serangan nyamuk. Semoga dengan memperhatikan nyamuk, pembaca termasuk orang yang diberi-Nya petunjuk, seperti dimaksud ayat 26 Al-Baqarah di atas. آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ بارك الله فيكم وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ M. Syarif Arbi. Jakarta, 12 Jumadil Akhir 1444 H. 5 Januari 2023. (1.084.01.23)

Monday, 2 January 2023

MUSIBAH sebagai UJIAN

Dalam pandangan iman, bahwa apapun yang terjadi di alam semesta ini, termasuk musibah, hanya terjadi karena izin Allah. مَآ أَصَابَ مِنْ مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِ ذْ نِ اللَّهِ  ۗ وَمَنْ يُ ؤْمِنۢ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُۥ  ۚ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ "Tidak ada suatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah; dan barang siapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." Al-Qur’an surat At-Taghabun) ayat 11. Musibah datang, kebanyakan manusia tidak megetahui sebelum musibah itu terjadi. Setelah kejadian suatu musibah dengan “iman” diyakini bahwa musibah tersebut hanya terjadi kerena izin Allah. Persoalannya yang perlu dicermati; apakah musibah itu datang tanpa diundang, atau terjadi dikarenakan diundang oleh ulah tangan manusia. Sebab diinformasikan di kitab2 suci, dan ditegaskan Al-Qur'an tentang musibah yang ditimpakan kepada kaum 'Ad, kaum Tsamud, kaum Shodom, kaum Fir'aun. Musibah buat mereka ini adalah bala' yang diturunkan Allah karena perbuatan mereka ingkar kepada Allah. Dengan demikian boleh jadi suatu musibah itu terjadi merupakan “Hukuman” Allah atau “karena ulah tangan manusia” atau merupakan “Ujian” Allah, . Di ruang terbatas di artikel ini hanya ditulis “musibah sebagai ujian”. MUSIBAH SEBAGAI UJIAN. Musibah sebagai ujian dapat berupa ujian massal dan dapat berupa ujian perseorangan. Ujian massal; kepada seluruh manusia,masyarakat, bangsa dan dunia sering mengalami musibah yang diturunkan Allah untuk menguji siapakah yang benar beriman kepada Alllah. Dua ayat dari surat Al-Ankabut berikut sebagai rujukan musibah sebagai ujian massal. أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوٓا أَنْ يَقُولُوٓا ءَامَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُو نَ "Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, "Kami telah beriman" dan mereka tidak diuji?" (ayat 2) وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ  ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكٰذِبِينَ "Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta." (ayat 3). Ujian massal. Dunia pernah dilanda perang dunia, beberapa kali dilanda resesi ekonomi, barusan tahun 2019 dilanda pandemi Covid 19. Sebagai bangsa negeri ini pernah menderita dijajah oleh bangsa Belanda dan Jepang. Dilanda beberapa pemberontakan. Bencana alam terus menerus terjadi dsbnya. Ujian perseorangan. Ujian ini yang berat2 diujikan Allah kepada para Nabi dan Rasul-Nya. Contoh antara lain: Nabi Adam diuji dengan jangan mendekati pohon terlarang. Nabi Sulaiman diuji dengan kekuasaan, kekayaan. Nabi Aiyub diuji dengan penyakit. Nabi Yunus ditelan ikan, Nabi Ibrahim diangkat ditulisan ini mendapat ujian yang sangat berat. Nabi Ibrahim menerima beberapa kali ujian yang amat berat diantaranya: * Akan dibakar hidup2........ * Diperintah menyembelih anak...... Kekuatan utama para Nabi lolos dan lulus dlm ujian adlh "TAWAKAL". Misalnya Nabi Ibrahim, beliau tidak tau apa yg harus dilakukan sampai detik2 terakhir akan dilempar ke dlm api berkobar....... Logika manusia, habislah cerita seorang Ibrahim menjadi abu. Nabi Ibrahim tidak tau sebelumnya bahwa Allah akan suruh Api di Surat Al-Anbiya ayat 69. "...... يَـٰنَارُ كُونِى بَرْدًۭا وَسَلَـٰمًا عَلَىٰٓ إِبْرَٰهِيمَ" "Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim". Menghadapi eksekusi dibakar hidup2 itu, Nabi Ibrahim se-mata2 hanya tawakal dan berserah diri kpd Allah, apapun jadinya. Begitu juga tatkala melaksanakan perintah menyembelih Ismail, putranya. Kedua Nabi ini tidak diberitahu oleh Allah sebelumnya bahwa akan diganti dengan hewan sembelihan. Mereka berdua berTAWAKAL dan berserah diri kepada Allah secara bulat2 dalam melaksanakan perintah Allah. "ya sudah; kalau memang demikian kehendak Allah jalani saja". Ini sungguh suatu ujian yang dahsyat............. Taunya, Allah mengganti dengan sembelihan yang besar. Kronologis peristiwa dilukiskan Al- Qur'an surat As-Saffat 100 sampai 107. Demikian tulisan ini, dilihat dari sudut pandang Musibah sebagai ujian. Sedang sudut pandang Musibah sbg Hukuman dan Musibah karena Ulah tangan manusia  اِنْ شَآءَ اللّٰهُ  dipublikasi selanjutnya. بِسْمِ اللهِ الَّذِىْ لاَيَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْئٌ فِى اْلاَرِضِ وَلاَ فِى السَّمَآءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ “Dengan menyebut nama Allah yang bersama nama-Nya sesuatu itu tidak berbahaya di bumi dan di langit. Dan Dia Maha Mendengar lagi Mengetahui.” آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ بارك الله فيكم وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ M. Syarif Arbi. Jakarta, 9 Jumadil Akhir 1444 H. 2 Januari 2023. (1.083.01.23)

Sunday, 1 January 2023

Renungan GANTI tahun

Terkait dengan waktu, atau masa, kehidupan manusia itu ternyata hanya 3 periode yaitu: Periode masa lalu, periode masa sekarang dan periode yang akan datang. Pertama; Periode masa lalu. Kalau diurut lebih jauh, masa lalu bisa mulai sebelum lahir, sejak dikandung ibu, lahir menjadi bayi, besar menjadi anak, tumbuh menjadi dewasa. Tetapi di tulisan ini kita sederhanakan masa lalu itu tahun2 yang lalu. Lebih diserdahanakan lagi setahun yang lalu yaitu tahun 2022. Tentu banyak kenangan indah tahun yang lalu, dialami tak kurang pula ditahun yang lalu banyak kesalahan yang dilakukan. Kesalahan dalam mengambil keputusan menjelma jadi kerugian, kegagalan bisnis, hilangnya relasi. Bila demikian jadi bahan untuk mengoreksi dan tidak mengulanginya lagi di tahun sekarang. Dalam hal hubungan kepada Tuhan, mungkin banyak kesalahan dan perbuatan dosa, kurang melaksanakan ibadah dan kebaikan, hal itu menjadikan diri bertaubat dan berniat untuk lebih baik di tahun yang akan dijalani. Sehingga periode ini boleh juga dinamakan periode ISTIGHFAR, karena tak mungkin lagi masa lalu di ulang kembali, kalau salah biarlah salah, kalau banyak berdosa apa mau dikata tinggal bertaubat. Kedua; Periode masa sekarang. Yaitu tahun 2023 yang dimulai hari ini, tanggal 1 Januari. Maka bangun tidur tadi kita bersyukur kepada Allah, masih diberi kesempatan untuk menghirup udara pada tahun 2023, oleh karena itu bagi umat Islam khususnya; begitu terbangun diujung malam tadi langsung duduk dan berdo’a. Ada yang berdo’a: اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ (Alhamdullillahilladzi ahyaanaa ba'da maa amaatanaa wa ilaihin nusyuur) Artinya: “Segala puji bagi Allah, yang telah membangunkan kami setelah menidurkan kami, dan kepada-Nya lah kami dibangkitkan”. Mengacu pada hadits riwayat Bukhari. Ada juga yang membaca doa dengan referensi hadits riwayat Tirmidzi. Hasan menurut Syaikh Al Albani: اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ عَافَانِيْ فِيْ جَسَدِيْ، وَرَدَّ عَلَيَّ رُوْحِيْ، وَأَذِنَ لِيْ بِذِكْرِهِ (Alhamdullillahilladzii 'aafaanii fii jasadii, wa rodda alayya ruuhii, wa adzina lii bi dzikri) Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kesehatan pada jasadku dan telah mengembalikan ruhku serta mengizinkanku untuk berdzikir kepada-Nya”. Hiduppun mulai dijalani dengan shalat tahajud, melangkah ke masjid untuk shalat subuh berjamaah didahului shalat tahyatul masjid dan shalat sunat fajar. Sesudah shalat mulai kembali melakukan tahap2 aktivitas kehidupan dalam mencari karunai Allah, sebab Allah mengingatkan harus berusaha sepanjang masih hidup, setelah shalat ditunaikan. فَاِ ذَا قُضِيَتِ الصَّلٰوةُ فَا نْتَشِرُوْا فِى الْاَ رْضِ وَا بْتَغُوْا مِنْ فَضْلِ اللّٰهِ وَا ذْكُرُوا اللّٰهَ كَثِيْرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ "Apabila sholat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung." (Al-Qur’an surat Al-Jumu'ah ayat 10). Akhir hari ditutup dengan keberhasilan usaha, kesuksesan kegiatan, atau sebaliknya, kurang berhasil, gagal. Apapun yang diperoleh lalu diucapkan “Alhamdulillah”. Periode sekarang, atau masa kini yang tengah kita jalani, boleh juga kita namakan “Periode Alhamdulillah”. Periode ketiga; Periode masa yang akan datang, terbagi menjadi dua yaitu masa yang akan datang di dunia dan masa yang akan datang di akhirat. Masa yang akan datang di dunia: Mulai hari esok …. sampai akhir tahun ini dan tahun2 berikutnya termasuk periode yang akan datang. Tak seorangpun mengetahui apa yang terjadi esok hari apalagi nuun jauh kedepan. Agak jarang orang merenungkan sampai bulan apa saja dianya masih punya kontrak hidup di tahun depan. Padahal sunatullah hidup ini pasti berakhir. Malah orang merenungkan periode ke tiga khususnya tentang hari akhir kontrak hidup, ini dianggap orang yang "pesimis". Kalau diingatkan kepada orang lain orang yang diingatkan menganggap tak sopan bahkan dikatakan "nyumpahi" atau mendo'akan mati. Padahal maut tiap detik dapat terjadi. Menyoal hari esok, suatu hari Nabi Muhammad s.a.w. ditanya sekelompok orang tentang berapa lama para pemuda yang tertidur di dalam goa al-Kahfi. Terlanjur Nabi menjawab “datanglah besok”. Ternyata keesokan harinya Allah tidak turunkan wahyu tentang berapa lamanya pemuda2 itu tertidur di goa al-Kahfi. Jibril baru datang membawa wahyu hari ke 16 (lihat tafsir Al-Azhar; Dr.Hamka juzu 15 halaman 188). Oleh karena itu Allah koreksi Rasul-Nya dengan ayat 23 dan 24 surat Al-Kahfi: وَلَا تَقُولَنَّ لِشَا۠ىْءٍ إِنِّى فَاعِلٌ ذٰلِكَ غَدًا "Dan jangan sekali-kali engkau mengatakan terhadap sesuatu, "Aku pasti melakukan itu besok pagi,"(ayat 23) إِلَّآ أَنْ يَشَآءَ اللَّهُ  ۚ وَاذْكُر رَّبَّكَ إِذَا نَسِيتَ وَقُلْ عَسٰىٓ أَنْ يَهْدِيَنِ رَبِّى لِأَقْرَبَ مِنْ هٰذَا رَشَدًا "kecuali (dengan mengatakan), "Insya Allah." Dan ingatlah kepada Tuhanmu apabila engkau lupa dan katakanlah, "Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepadaku agar aku yang lebih dekat (kebenarannya) daripada ini." (ayat 24). Sehubungan dengan itu maka periode ketiga kehidupan kita di dunia ini adalah periode “Insya Allah”. Sama sekali kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi buat diri kita sendiripun di hari esok, dan bahkan jam yang akan datang. Kalaupun ada baru berupa rencana. Masa yang akan datang di akhirat. Sedangkan periode masa yang akan datang di akhirat yaitu sesudah kita hidup ini, adalah masa kematian yang tidak terduga datangnya. Walau setiap diri menyadari akan keterbatasan usia, banyak manusia sepertinya acuh, tetap saja berjuang untuk sukses, tidak peduli bagaimana caranya. Kadang tujuan menghalalkan cara. Apalagi bila sudah kemasukkan faham akhirat itu hanya ramalan, belum tentu kenyataannya sebab belum ada yang lihat langsung kesana, kemudian pulang membawa video kejadian di alam sana. Kalau sudah kemasukan faham tak percaya akhirat, maka mereka menganggap mati adalah proses alami, begitu mati selesai, habislah segala urusan. Generasi baru muncul menggantikan, agar mereka hidup senang dan nyaman, selagi bisa, selagi mungkin, selagi ada kesempatan, tumpuk harta dan pertahankan jabatan untuk dapat diwariskan kepada anak cucu penerus kehidupan. Persoalan hari esok yang diingatkan Allah melalui surat Al Hasyr 18 dianggap hari esok sebatas di dunia. Padahal ayat tsb; يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَـنْظُرْ نَـفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan." Memang hari esok adalah hari sesudah hari ini. Untuk setiap individu bisa panjang bisa pendek. Hari esok di dunia inipun harus kita persiapkan agar kedepan dapat disongsong dengan segala kemudahan buat diri kalau mungkin sampai ke anak cucu. Persiapan untuk kehidupan di akhirat bagi orang beriman, jauh lebih penting mengingat sifatnya yang abadi. Tidak seperti kehidupan di dunia ,sementara dan hanya senda gurau dan permainan: وَمَا هٰذِهِ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۤ اِلَّا لَهْوٌ وَّلَعِبٌ ۗ وَاِنَّ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ لَهِيَ الْحَـيَوَانُ ۘ لَوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْنَ "Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui." (QS. Al-'Ankabut ayat 64) Atas dasar keyakinan hari esok akhirat inilah, orang beriman dalam mempersiapkan hari esok dunianya tidak dengan "tujuan menghalalkan cara". Tetap memperhatikan koridor yang digariskan agama mereka. Tidak ada satu agamapun yang tak percaya adanya alam akhirat, alam sesudah alam dunia ini. Jadi jikalah ada orang lisannya menyatakan alam akhirat itu tidak ada, maka dianya sudah menanggalkan agamanya. Kita tetap percaya, setiap manusia walau mengatakan tak percaya agama, hati paling dalam tetap percaya yang ghaib. Sebab di dirinya sendiri banyak terdapat unsur ghaib. • Roh yang ada ditubuh adalah sesuatu yang ghaib. • Jantung berdetak bukan kekuasaan siempunya jantung menggerakkannya sekian kali berdenyut per menit. • Pencernaan manusia bekerja atas kekuasaan ghaib. Oleh karena itu dalam merenung pergantian tahun sebaiknya kita evaluasi diri, dosa apa yang telah dilakukan tahun lalu kemudian bertaubat serta memperbaiki diri dengan kebaikan di tahun depan. Jika banyak kebaikan dan prestasi dipertahankan dan ditingkatkan lebih baik lagi dengan dasar pemikiran bahwa alam dunia semakin dekat masanya kita tinggalkan, alam kubur sudah demikian dekat kita masuki. Semoga di tahun yang dijalani sekarang amal kebaikan semakin banyak kita perbuat, amal buruk semakin banyak dapat dihindari, diberikan kesehatan dalam ketaatan kepada Allah. سُبْحَـٰنَ رَبِّكَ رَبِّ ٱلْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُون وَسَلَـٰمٌ عَلَى ٱلْمُرْسَلِين اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْن آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَبِّ الْعٰلَمِيْن M. Syarif Arbi. Jakarta, 8 Jumadil Akhir 1443 H. 1 Januari 2023. (1.082.01.23)