Saturday, 17 July 2021

Do'a di masa Covid.

Pengeras suara masjid bbrp kali belakangan ini, mengumumkan berita duka. 

اِنّا لِلّهِ وَاِنّا اِلَيْهِ رَجِعُوْنَ


Kalau yg diumumkan di masjid dekat rumah, mestinya si fulan atau fulanah yg meninggal adlh warga sekitar masjid. Umumnya mereka adlh sahabat handai,  ada yg jamaah, ada yg warga se RW atau RW tambiran yg semasa hidupnya saling kenal, setidaknya pernah saling sapa.


Di suasana covid ini, jadinya tidak PD untuk berkunjung ke rumah duka. Utamanya bagi kami diatas 70 ini, tubuh tlh berisi bermacam penyakit kronis, semakin ciut hati untuk melayat ke sahabat yg duluan pulang........


Mati sih ndak lah takut, sama saja ditakutipun tetap tak dpt menghindar. 

وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَن تَمُوتَ إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِ كِتَـٰبًۭا مُّؤَجَّلًۭا

"Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. ........" 

(QS:Ali Imran 145).


Tapi hendaklah:

دَرْءُ الْمَفَاسِدِ أَوْلَى مِنْ جَلْبِ الْمَصَالِحِ


“Menghilangkan kemudharatan itu lebih didahulukan daripada Mengambil sebuah kemaslahatan.”


Dlm keadaan normal, suatu tradisi yg amat baik di RW tempat tinggalku. Setiap ada warga yg meninggal, tidak pandang agamanya, warga dari 18 RT di RW kami mengutus warganya datang ke rumah duka sbg tanda bela sungkawa, sedapat mungkin ikut berperan dlm prosesi jenazah. 


Malam harinya, sekali lagi tdk pandang agama yg meninggal, setiap RT mengirim bbrp warga berkumpul ke rumah duka diadakan acara sederhana sbg wujud guyub warga, menghibur keluarga yg berduga.


Tapiii......... berkenaan dg covid ini, dimana berkumpul berpotensi tertular dan atau menularkan, maka acara pelayatan itu tak dpt dilaksanakan.


Ketika tulisan ini diturunkan PPKM darurat sdh berjalan 11 hari s.d. 20 Juli nanti, di TV disiarkan ada kemungkinan diperpanjang.


Beruntung masih, setiap keadaan tidak normal, telah siap ketentuan tidak normal pula dlm pelaksanaan ibadah, termasuk urusan kematian.


Kewajiban atas jenazah bagi yg hidup yaitu:


Memandikan mayyit (غُسْلُهُ);

Mengkafankan mayyit (تَكْفِيْنُهُ);

Menyshalatkan mayyit (الصَّلَاةُ عَلَيْهِ); dan

Menguburkan mayyit (دَفْنُهُ).


Kewajiban ini mrpkn Fardhu kifayah, bila sdh dilakukan oleh sebagian orang, maka gugurlah kewajiban seluruh orang lain. 


Jadi bagi yg lanjut usia punya beraneka penyakit bawaan, kewajibannya tlh tertalangi, para petugas covid, buat jenazah yg meninggal karena covid. Tertalangi yg muda2 bagi jenazah yg meninggal normal.


Bagi lansia ujur (apalagi dimusim covid ini) bgt mendengar sahabat kenalan atau family dekat maupun jauh, mungkin baik sekali bila shalat ghaib untuk yg meninggal tsb. Karena shalat jenazah baik langsung dihadapan ada jenazah atau ghaib adlh mrpkn do'a. Sedangkan do'a yg hanya diketahui diri sendiri untuk orang lain sangat baik.  Merujuk kpd hadist.


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,


مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ وَلَكَ بِمِثْلٍ


“Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, ‘Dan bagimu juga kebaikan yang sama.’” (HR. Muslim).


Allah juga memberi kita petunjuk bahwa dimungkinkan kita berdo'a untuk semua orang beriman tanpa sepengatuan mereka yg kita do'akan:


رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَلِـوَا لِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَّلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَا لْمُؤْمِنٰتِ ۗ وَلَا تَزِدِ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا تَبَا رًا

"Ya Tuhanku, ampunilah aku, ibu bapakku, dan siapa pun yang memasuki rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kehancuran."

(QS. 71= Nuh ayat 28).


آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْ

وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

M. Syarif Arbi.

4 DzulHijjah 1442H.

14 Juli 2021.

(820.07.21).

Monday, 12 July 2021

TUBUH ini JUJUR.


Ternyata  penyampaian informasi itu bukan hanya dpt dg lisan dan tulisan. Anggota tubuh juga dpt  menyampaikan pesan. Sering kita dengar "bahasa tubuh". 


Bahasa tubuh diekspresikan oleh seluruh bagian dari tubuh; seperti: mata, telinga, bahu, dahi, alis, dagu tangan, kaki, bahkan terakhir ini termasuk rambut.


Justru bahasa tubuh sangat orisinal sekaligus universal. Orisinal, dlm pengertian murni jujur jarang dpt di-buat2. 

Universal dlm pengertian, bahasa tubuh hampir seragam seluruh dunia. Contoh di negara dg penutur bahasa apapun, pernyataan salutasi dilambangkan dg  Jempol atau "ibu jari".  👍👍👍, senang dg👏👏👏 (tepuk tangan).


Menyatakan setuju hampir seluruh dunia dg "anggukan kepala". Walau ada juga negara "anggukan kepala", bermakna tidak setuju, misal Bulgaria.


Ketika masih jadi kayawan di salah satu BUMN. Model dulu, kami punya dana tak-tis, yg dpt digunakan untuk entertainment, untuk memberikan sumbangan termasuk kpd "peminta-minta berdasi". 

Khusus untuk peminta-minta ku sebut terakhir, datangnya mendadak, tanpa proposal, langsung menjadi tamu Bos ku. Dana tak-tis tsb wewenang pengeluarannya ada pada Bos, uangnya disimpan dlm brand kas dipercayakan pada ku sbg Kabag Umum. 


Untuk pengeluaran dana tak-tis pos2 lainnya prosedurnya melalui "catatan kpd Bos", stlh beliau Acc dpt dikeluarkan dalam hal ini punya cukup waktu mempertimbangkannya.


Khusus untuk "tamu bos" ku yg kusebut di atas, putusan acc dari Bos  ku  pengeluarannya,  riil menggunakan "bahasa tubuh".


Ada tiga jawaban yg ku sepakati dg bos ku bila bos bertanya di depan tamunya yaitu:

a. "Aduuuh maaf ya dana kami sedang kosong..... "  Jawaban ini bila bos tdk setuju memberikan dana buat sang tamu.

b. "Ada tapi hanya sekedarnya".... Jawaban ini bila bos setuju memberikan sekedar uang transpor buat si tamu.

c. "Ada pak perlu berapa"?.... Jawaban ini bila bos setuju membantu si tamu secara total.


Untuk menjawab "a",  "b" atau "c", tergantung tatapan mata sang Bos ketika memanggilku ke ruangannya di hadapan tamunya. Diriku paham betul "bahasa mata bos ku". Si tamu di jamin tdk mengetahui.


Alhamdulillah selama 3 tahun lebih bekerja sama dg bos ku yang satu itu tak pernah ku salah membaca bahasa tubuh beliau.


Petinggi adat di pedalaman kampungku doeloe sekali pernah memutus perkara untuk mengetahui bahasa tubuh dengan "Bakar Leban" dlm rangka mencari kebenaran. 


Kasus dua orang berperkara tentang sesuatu barang berharga. 

Masing2 pihak mengaku barang itu miliknya. Setelah upaya berupa sumpah dan saksi2 tak dpt memutus perkara, maka dipilih jalan keluar terakhir, "Bakar Leban".


Leban adlh jenis kayu yg keras, sangat baik sekali untuk bahan baku membuat arang.


Tekniknya. Dihadapan majelis adat dua orang bersengketa di hadapkan. Sepotong kayu Leban di bakar sampai membara. Selanjutnya di informasikan kpd kedua orang yg berperkara bahwa setelah api di kayu leban di padamkan,  bara leban tersebut dlm hitungan ditentukan, kedua orang yg bersengketa serentak hrs mengangkat  "bara leban"  ke hadapan penghulu adat, yg seorang di suatu ujung dan yang seorang lagi di ujung yg lain.


Orang yg berada dipihak yg benar, dg ritual dipimpin penghulu adat, niscaya tangan tidak mengalami luka bakar, sedangkan pihak yg salah tangannya akan luka bakar yg serius dan mengerang ke sakitan.


Menjelang moment bara siap diangkat, penghulu adat masih memberikan kesempatan terakhir bagi pihak yg berperkara untuk mengubah sikapnya.


Sejak mulai leban dibakar, pihak yg tdk benar, bahasa tubuhnya secara jujur sdh mengakui. Diekspresikan dari wajah yg pucat pasi takut, bibir goyang sendiri, tubuh gemetaran, keringat mengucur dll. Karena Tubuh ini Jujur. yang mampu berbuat tdk jujur hanyalah LIDAH.


Yg dmkn ini memberi bukti bahwa di dunia saja tubuh berlaku jujur apa lagi di mahkamah Allah di pengadilan akhirat nanti. Makanya benarlah bahwa di akhirat nanti seluruh anggota tubuh akan berbicara, di dunia ini saja kita sdh dpt buktikan kebenaran ayat2 itu .


Di pengadilan di akhirat nanti seluruh anggota tubuh menjadi saksi tentang semua perbuatan pemilik tubuh. Di informasikan Allah dlm Al-Qur"an:

اَلْيَوْمَ  نَخْتِمُ عَلٰۤى اَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَاۤ اَيْدِيْهِمْ وَتَشْهَدُ اَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوْا  يَكْسِبُوْنَ

"Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan."

(QS. Ya-Sin ayat 65)


وَقَالُوْا لِجُلُوْدِهِمْ لِمَ شَهِدْتُّمْ عَلَيْنَا   ۗ  قَالُوْۤا اَنْطَقَنَا اللّٰهُ الَّذِيْۤ اَنْطَقَ كُلَّ شَيْءٍ وَّهُوَ خَلَقَكُمْ اَوَّلَ مَرَّةٍ وَّاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ

"Dan mereka berkata kepada kulit mereka, Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami? (Kulit) mereka menjawab, Yang menjadikan kami dapat berbicara adalah Allah, yang (juga) menjadikan segala sesuatu dapat berbicara, dan Dialah yang menciptakan kamu yang pertama kali dan hanya kepada-Nya kamu dikembalikan."

(QS. Fussilat ayat 21)


Do'a kita: Semoga diri kita, seluruh sahabat lingkungan kita, semua para pemimpin negeri  kita menjadi orang2 yg jujur, karena pada hakekatnya manusia tercipta dari tubuh yg jujur. Semoga dg kejujuran itu negeri ini menjadi makmur, bala bencana termasuk virus corona oleh Allah ditarik mundur.

آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْ

وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

M. Syarif Arbi

2 DzulHijjah 1442H

12 Juli 2021.

(820.07.21). 

Nilai Kebenaran.

Teringat ketika ku masih bertugas sbg wartawan di ibu kota era tahun 70 an. Ku pernah ditugaskan mengcover berita bidang hukum dan kriminal. Terkait tugas tsb bahan beritaku di Pengadilan dan Kepolisian. 


Mengasyikkan juga mengikuti persidangan, dimana menyaksikan  orang mencari keadilan di meja hijau........ 


Ketika mendengarkan tuntutan Jaksa, si terdakwa benar2 tampak se-jelas2nya kesalahannya. 


Kesempatan berikutnya mendengarkan tangkisan pembela. Dalam tangkisan pembela terdengar bahwa si terdakwa benar2 tidak bersalah........ 


Hakimlah nanti setelah proses persidangan berlangsung beberapa kali lalu memutuskan "kebenaran" tsb berupa vonis.


Berbicara soal kebenaran dan keadilan, kadang adil blm tentu benar, bgt juga benar blm tentu adil. Dmkn sulit menyelaraskan keadilan dan kebenaran.


Contoh ekstrim adil yg tidak benar:


Dikisahkan dalam suatu kebijakan, seorang memutus perkara: “perihal dua orang ibu bersengketa atas seorang bayi”. Masing-masing ibu mengaku bahwa bayi itu miliknya. 


Singkat kisah ketika dibawa ke Pemutus Perkara, diputuskan si bayi dibelah dua. Salah seorang ibu dengan spontan menerima keputusan itu, dia merasa keputusan itu adil, dia tega melihat kenyataan sibayi dibelah dua. 


Sementara ibu yang satunya lagi, tidak tega melihat kenyataan sibayi dibelah dua dan menyatakan rela bayi itu diserahkan saja ke ibu yang tega bayi di belah dua itu. 


Pemutus perkara  justru memutuskan bahwa ibu yang tidak tega itulah yang berhak atas bayi yang disengketakan itu. 


Agaknya pembuat keputusan memutuskan bayi dibelah dua itu hanya sbg sarana buat mencari keadilan. Pemutus perkara ingin tau siapa ibu yg sebenarnya, sebab ibu yg sebenarnya tak akan tega anaknya terbunuh lantaran di belah dua.


Meskipun kisah ini mungkin fiktif, sekedar dongeng, tampak dalam kasus ini “berani karena salah”, “takut karena benar”.  Sekaligus membuktikan bahwa tak selamanya benar  pepatah yg berbunyi  "Berani karena benar, takut karena salah".


Contoh benar tapi tidak adil.


Keluarga punya 3 orang anak. Anak yg tertua sdh di perguruan tinggi, anak nomor dua siswa sltp dan si bungsu masih di TK.


Dari anggaran tersedia buat anak2, di distribusikan buat si sulung 60%, buat si tengah 25% dan si bungsu hanya 15%. Tindakan Ortu ini tidak adil bila adil itu diartikan sama rata, masing2 anak atas dasar adil sama rata, berhak 33%. Walau TIDAK ADIL tindakan Ortu ini BENAR, pendekatannya atas kebutuhan si anak.  Mahasiswa lbh banyak keperluan ketimbang masih di sltp dan di TK. Jadi benar blm tentu adil.


Berbicara ttg keadilan antara manusia,  petunjuk umum Allah;


"............. ۙ وَاِ ذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّا سِ اَنْ تَحْكُمُوْا بِا لْعَدْلِ ۗ ............."

"...........dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil. ........."

(QS. 4 = An-Nisa' ayat 58).


Sedangkan kebenaran:


اَلْحَـقُّ مِنْ رَّبِّكَ فَلَا تَكُوْنَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِيْنَ

"Kebenaran itu dari Tuhanmu, maka janganlah sekali-kali engkau (Muhammad) termasuk orang-orang yang ragu."

(QS. 2 = Al-Baqarah ayat 147).


Oleh karena itu apabila terjadi selisih paham ttg menilai, menetapkan keadilan dan kebenaran merujuklah kpd petunjuk Allah dan RasulNya (An-Nisa 59).


يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اَطِيْـعُوا اللّٰهَ وَاَ طِيْـعُوا الرَّسُوْلَ وَاُ ولِى الْاَ مْرِ مِنْكُمْ ۚ فَاِ نْ تَنَا زَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَا لرَّسُوْلِ اِنْ كُنْـتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِا للّٰهِ وَا لْيَـوْمِ الْاٰ خِرِ ۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا


"Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan ulil amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu, lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya."


Akhir2 ini di pendemi covid 19, berseliweran berita beda pendapat. Ambil satu sisi beda pendapat tentang ibadah di rumah ibadah. 


Masing2 yg beda pendapat bukannya tdk merujuk/kembali spt dimaksud An-Nisa 59. Tetapi perbedaan tsb muncul karena beda menafsirkan dan beda memberikan nilai dari kualitas hadits2 acuan. 

Penulis tidak dlm kapasitas dpt menilai yg mana pihak yg paling benar. Agaknya tak cukup ilmu untuk itu. Namun mhn ijin sekedar ingin sharing; bahwa faktor yg mampu menengahi beda pendapat ini adlh:

1. Petunjuk Allah dlm Al-Qur'an.

(اَطِيْـعُوا اللّٰهَ)

2. Petunjuk Rasulullah, melalui sunnah, hadits2. (وَاَ طِيْـعُوا الرَّسُوْلَ )

dan hal ini letaknya pada kualitas dari hadits2 yg dirujuk. Para ulama yg kompetenlah yg patut diikuti dlm memahami, bila cukup dalil2 yg shahih atas fatwa mereka.

3. Putusan pemegang kekuasaan yg dipercaya memimpin ummat  (وَاُ ولِى الْاَ مْرِ مِنْكُمْ ).


Semoga Allah menunjuki yg benar itu benar dan diberikan kemampuan mengikutinya. Semoga Allah menunjukkan yg salah itu salah serta diberi kekuatan menjauhinya.


اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا، وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ. ،وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلاً، وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ

آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْ

وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

M. Syarif Arbi

30 Dzulkaidah 1442H

(819.07.21).

Thursday, 8 July 2021

Mengelola KIKIR.

Kikir adlh suatu pembawaan kodrati manusia. Penyebab utamanya, karena:

1.Harus berusaha untuk mendapat kebutuhan hidup, tdk datang begitu saja.

2. Persiapan hari esok. Kebutuhan hidup yg tlh diperoleh, selain buat sekarang, dipersiapkan untuk hari2 esok dan buat anak2.

3. Cinta berlebihan thdp harta. Khawatir kehilangan harta yg sudah dipunyai yg mendapatkannya dg susah payah.


ad. 1. Harus berusaha.

Sebetulnya sih tidak semua kebutuhan hidup manusia itu harus diusahakan. Oksigen, kita tak perlu usaha, tinggal hirup, tlh di sediakan Allah cuma2. Belakangan ini saja jadinya oksigen harus di konversi dg uang, bagi penderita covid terutama yg isoman. Begitu juga sinar matahari didapat tanpa usaha yg berarti. 

Sedangkan kebutuhan; makan, pakaian dan tempat tinggal, semuanya didapat dg usaha. Kadang dg usaha susah payah baru berhasil. Ini menjadi penyebab, ketika ingin mengeluarkannya teringat akan jerih payah mendapatkannya.


ad. 2. Persiapan hari esok.

Tak seorangpun mengetahui ttg hari esok; rezeki-jodoh-maut. Karena itu maka manusia bergiat terus berusaha cari rezeki, untuk keperluan tsb butir 1 di atas, sebab maut tdk diketahui. Kalau umur panjang, ....kan perlu persiapan hari tua. Juga mempersiapkan 

buat membekali anak. 


ad. 3. Cinta berlebihan thdp harta.

Bila cinta berlebihan thdp harta, membuat takut berpisah dg harta yg sdh dimiliki, menjadikan diri menjadi kikir. Padahal ukuran perbuatan baik apabila seseorang sanggup memberikan harta yg dicintainya......:


لَنْ تَنَا لُوا الْبِرَّ حَتّٰى تُنْفِقُوْا مِمَّا تُحِبُّوْنَ ۗ ........"

"Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. .............."

(QS. 3 = Ali 'Imran ayat 92).


Untuk mengelola sifat kikir ini mungkin dpt ditempuh; merubah pola motivasi ketika berusaha. Tanamkan tekad ketika berusaha, apapun usaha kita,  sbg ibadah. Sejak semula setiap usaha sbg ibadah tsb sudah di niatkan untuk diinfakkan sebagian. Bila perlu sdh ditentukan sekalian sekian persen untuk infak. Selebihnya disimpan, ditahan untuk keperluan sbg dimaksud butir 1 dan 2 di atas.


Sebab berinfak juga diberi petunjuk oleh Allah tidak boleh terlalu boros perhatikan ayat 67 Al-Furqan


وَٱلَّذِينَ إِذَآ أَنفَقُوا۟ لَمْ يُسْرِفُوا۟ وَلَمْ يَقْتُرُوا۟ وَكَانَ بَيْنَ ذَٰلِكَ قَوَامًۭا

"Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian". 


Semoga kita dapat mengendalikan sifat kikir yg memang dari sononya sdh melekat (inherent) pada manusia seperti di tegaskan Allah di Al-Isra" 100.


قُلْ لَّوْ اَنْـتُمْ تَمْلِكُوْنَ خَزَآئِنَ رَحْمَةِ رَبِّيْۤ اِذًا لَّاَمْسَكْتُمْ خَشْيَةَ الْاِ نْفَا قِ ۗ وَكَا نَ الْاِ نْسَا نُ قَتُوْرًا

"Katakanlah (Muhammad), "Sekiranya kamu menguasai perbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya (perbendaharaan) itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya." Dan manusia itu memang sangat kikir."


Sbg upaya mengendalikan sifat kikir selain merubah motivasi usaha dan pembaruan tekad/niat di atas juga bagus diamalkan do'a.


اللَّهُمَّ إنِّي أعُوذُ بِكَ مِنَ البُخْلِ


(Allahumma inni a‘udzu bika minal bukhli)

آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

بارك الله فيكم

 وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

M. Syarif Arbi.

Jakarta, 28 Dzulkaidah 1442 H.

8 Juli 2021.

(818.07.21). 

Tuesday, 6 July 2021

Benarkah kita PEMBANTAH.

Manusia terlahir ke dunia ini, tlh dibekali dengan sejumlah sifat. Di dalam Al-Qur'an dibukakan secara terang sifat2 tersebut, satu diantara sifat itu adalah PEMBANTAH.


Membantah; dlm pengertian tdk mau menerima yg diberitahukan. Malah melaksanakan apa yg jelas2 dilarang. 


Begitu banyak perintah Allah di dlm al-Qur'an, tapi dibantah oleh manusia secara terang2an. Pembantahan dg wujud mengabaikan perintah2 tsb diikuti alasan pembenaran.


Ambil saja satu contoh yaitu perintah harian Allah, shalat 5 waktu. Masih banyak orang berstatus Islam, membantah, tidak melaksanakan dengan beragam alasan pembantahan diantara:


1. Merasa hati belum tenang, masih banyak masalah. Ybs berpendapat, shalat harus tenang "percuma shalat kalau tidak khusyuk", begitu bantahan ybs.


2. Merasa masih muda masih sibuk, nanti kalau sdh tua nanti baru di gebyar kerjakan semua ibadah bukan saja shalat. Demikian bantahan ybs.


3. Ada juga model bantahan orang sedang ditempat kerja ketika diajak shalat oleh temannya, "takut pakaian ndak bersih. Nanti aja di rumah sekalian di jamak".


Begitulah antara lain ditemui bantahan thdp perintah harian Allah.  Juga banyak aneka alasan, bantahan untuk perintah2 Allah lainnya.


Allah abadikan ttg sifat manusia suka membantah di surat Al-Kahf 54.


وَلَقَدْ صَرَّفْنَا فِيْ هٰذَا الْقُرْاٰ نِ لِلنَّا سِ مِنْ كُلِّ مَثَلٍ ۗ وَكَا نَ الْاِ نْسَا نُ اَكْثَرَ شَيْءٍ جَدَلًا

"Dan sesungguhnya Kami telah menjelaskan berulang-ulang kepada manusia dalam Al-Qur'an ini dengan bermacam-macam perumpamaan. Tetapi manusia adalah memang yang paling banyak membantah."


Pembaca mungkin punya pengalaman mendengarkan bantahan dengan versi2 yg lain.


Diharapkan, melalui pengetahuan ttg sifat manusia suka membantah tsb. Semoga kita setidaknya dpt mengurangi kalau dihinggapi sifat suka membantah, syukur kalau kedepan sanggup meniadakan sifat membantah akan perintah2 Allah.


آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

بارك الله فيكم

 وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

M. Syarif Arbi.

Jakarta, 26 Dzulkaidah 1442 H.

6 Juli 2021.

(817.07.21).

Sunday, 4 July 2021

USIA tak diHARAPKAN.

Rata2 kemungkinan hidup orang Indonesia 71,51 th, orang Malaysia 76 th, dan orang Singapura 83,15 th. Dmkn menurut keadaan tahun 2018. 


Era pandemi covid 19 masuk tahun ke dua ini blm diketahui lagi rata2 kemungkinan hidup di tiga negara tsb di atas.


Sebetulnya secara jujur, setiap orang tidaklah ingin hidup terlalu tua2 amat. Hanya lirik lagu yg "aku ingin hidup seribu tahun lagi".

Hidup lama2 amat,  terlalu tua, akan nyusahkan anak cucu dan juga diri sendiri.


Sacara alami, manusia semakin menua organ2 tubuhnya semakin ringkih selanjutnya tdk berdaya. Memang dmknlah adanya manusia diciptakan Allah.


وَا للّٰهُ خَلَقَكُمْ ثُمَّ يَتَوَفّٰٮكُمْ وَمِنْكُمْ مَّنْ يُّرَدُّ اِلٰۤى اَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْ لَا يَعْلَمَ بَعْدَ عِلْمٍ شَيْـئًا ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ قَدِيْرٌ

"Dan Allah telah menciptakan kamu, kemudian mewafatkanmu, di antara kamu ada yang dikembalikan kepada usia yang tua renta (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang pernah diketahuinya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Kuasa."

(QS. 16 = An-Nahl ayat 70).


Kalau dpt memohon kpd Allah agar hidup ini tdk sampai di usia yang tidak diharapkan:

اَرْذَلِ الْعُمُرِ

(usia yg lemah tidak berdaya).

Umumnya diusia tsb:

* Bergerak sampai sdh dipapah setidaknya berkursi roda.

* Ingatan sudah menurun bahkan hilang seperti disebutkan ayat di atas. 

لِكَيْ لَا يَعْلَمَ بَعْدَ عِلْمٍ شَيْـئًا

(tidak mengetahui lagi sesuatu yg pernah diketahui).


Jangankan ilmu atau pengetahuan yg lama2. Manula pikun ada yg ngaku belum dikasih makan, padahal piring dan sendoknya makan masih basah (baru saja makan).


Dalam hubungan itu ada ikhtiar do'a yg di ajarkan Rasulullah Muhammad  ﷺ, adalah berlindung kepada Allah dari pikun, digandeng dengan berlindung dari pengecut, fitnah dunia dan terhindar dari siksa kubur:


اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ


Allahumma inni a’udzubika minal jubni wa a’udzubika an uradda ila ardzalil umuri wa a’udzubika min fitnatid dunya wa a’udzubika min adzabil qabri


Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari sikap pengecut, dan aku berlindung kepada-Mu kepada serendah-rendahnya usia (pikun), aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dunia, dan aku berlindung kepada-Mu dari adzab kubur (HR Bukhori).


Pengecut, berpotensi menjadikan manusia mensekutukan Allah, bila takut kpd selain Allah melebihi takut kpd Allah.


Pikun juga mrpkn fitnah dunia, membuat repot orang lain, berpotensi menjadikan sanak keluarga berbuat dosa, ngrundel merawat.


Adzab kubur harus senantiasa dimohon untuk dilindungi Allah, dengan segala upaya yaitu taat kpd Allah selama hidup.


Semoga Allah mengabulkan do'a tsb di atas.


آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

بارك الله فيكم

 وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

M. Syarif Arbi.

Jakarta, 24 Dzulkaidah 1442 H.

4 Juli 2021.

(816.07.21). 

Thursday, 1 July 2021

IPTEK minus IMTAQ.

Bumi ini sdh cukup lama terkembang. Bangsa2 penghuni bumi ini sejak dulu telah banyak mencatat kejayaan. Bekas2 pembangunan mereka juga msh banyak kita dpt saksikan. Ditanah air kita saja, dmkn megahnya bbrp candi. Cukup mengagumkan kecanggihan teknik mereka membangun. Menandakan tinggi budaya dan canggih teknelogi mereka. Blm lagi bgm membangun Piramida di Mesir, tentu arsiteknya, peralatannya hebat.


kalau bgt, ummat manusia dahulu kala sdh pernah mencapai kejayaan dlm teknologi, budaya serta patut diduga ilmu pengetahuan mereka sdh tinggi. Sampai sekarang, masih ada ketinggian teknologi ber-abad2 lalu itu masih mrpkn teka teki bagi ilmuan masa kini.  Setidaknya teknologi mereka di zaman silam cukup mampu memudahkan kehidupan mereka pada zamannya.


Telaah sederhana ini barangkali dpt menyadarkan kita bahwa:

1. Bumi ini sdh ada bgt lama jauh sblm kita ini tercipta.

2. Kemudian bumi ini dihuni manusia ribuan generasi sblm kita, dg tingkat budaya dan teknologi yg berangsur tinggi dan khusus teknolgi sampai pada tingkat yg oleh ilmuan skrg masih blm diketahui persis.

3. Kita2 yg sekarang penghuni bumi ini semula tak ada, semula tak berwujud benda apapun juga, lalu terjelma melalui proses lahir, anak2, remaja, dewasa, tua renta.

4. Bumi ini selanjutnya akan kita tinggalkan stlh dihuni sekian puluh tahun, ganti generasi, entah berapa lama lagi dg kemajuan teknologi yg blm dpt diprediksi. Walau karena tak ada yg abadi "si bumi" inipun nanti berhenti. Kiamat bahasa agama.


Bicara masalah pernah dicapai teknologi yg tinggi sampai2 disebut keajaiban dunia misalnya saja contoh di atas.  Brobudur di tanah air kita dan Piramida di Mesir. Pertanyaannya kenapa teknologi tsb di golongkan ajaib,  disebut ajaib karena tak diketahui persis detail teknik membangunnya. 

Pertanyaan berikut, kenapa teknologi tsb tdk diturunkan ke generasi berikutnya. Umpamanya diturunkan tentu saja ilmu itu diketahui dan malah dpt dikembangkan skrg ini. Jawabannya mungkin ada generasi terputus antara generasi yg berteknologi tinggi tsb dg generasi berikutnya. Sihingga ilmunya tdk dpt diturunkan.


Ayat2 berikut ini barangkali dpt menjadi referensi. Bahwa Allah  pernah menghadirkan di bumi ini umat yg canggih teknologinya, bekas peninggalan sampai saat ini masih dpt kita saksikan. Mereka yg sarat memiliki Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), dihancurkan Allah karena mereka tdk beriman dan bertaqwa (IMTAQ). 


وَكَمْ اَهْلَـكْنَا قَبْلَهُمْ مِّنْ قَرْنٍ هُمْ اَشَدُّ مِنْهُمْ بَطْشًا فَنَقَّبُوْا فِى الْبِلَا دِ ۗ هَلْ مِنْ مَّحِيْصٍ

"Dan betapa banyak umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka, (padahal) mereka lebih hebat kekuatannya daripada mereka (umat yang belakangan) ini. Mereka pernah menjelajah di beberapa negeri. Adakah tempat pelarian (dari kebinasaan bagi mereka)?"

(QS. Qaf 50: Ayat 36)



اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَذِكْرٰى لِمَنْ كَا نَ لَهٗ قَلْبٌ اَوْ اَلْقَى السَّمْعَ وَهُوَ شَهِيْدٌ

"Sungguh, pada yang demikian itu pasti terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya."

(QS. Qaf 50: Ayat 37).


Umat2 yg pernah "hebat" itu dibinasakan Allah, pada pokok penyebabnya adlh karena ingkar kpd ketentuan2 Allah. Jadi kehidupan di dunia ini akan hancur bila IPTEK minus IMTAQ.


Umat generasi kita sekarang dan yad. betapapun canggihnya ilmu pengetahuan dan teknologi, bila ingkar thdp Allah, mudah saja bagi Allah menghancurkan kita satu atau bbrp generasi. Sbg contoh dua tahun belakangan ini. Covid 19 melanda dunia.  Negara yg kuat ekonominya, negara yg canggih teknologinya, negara yg modern keahlian ilmu kesehatannya, negara yg kuat pertahanan keamanannya, semuanya terpuruk dan hampir tidak berdaya melawan mahluk Allah tak kasat mata dinamakan virus corona.


Mari kita kembali kejalan Allah, sbg apapun diri berfungsi ayo berkonstribusi mentaati perintah Allah. 

Sbg pemimpin berlakulah adil, jangan ingkari janji2. 

Sbg rakyat yg dipimpin, jagalah keamanan dan ketertiban. 

Sbg orang kaya jangan pelit. 

Sbg ahli agama tularkan, amalkan ilmu, katakan yg benar itu benar yg salah itu salah menurut ilmu yg anda ketahui. 

Sbg orang miskin bersabarlah, biar hidup pagi sore tak sampai, janganlah sampai iman tergadai, apalagi terjual.


Smg Allah masih menyelamatkan generasi kita ini dg memberikan jalan keluar mengatasi problem2 yg melanda dunia, termasuk diantaranya virus corona.


آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

بارك الله فيكم

 وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

M. Syarif Arbi.

Jakarta, 20 Dzulkaidah 1442 H.

30 Juni 2021.

(814.06.21).