Sunday, 11 April 2021

Sistem Tanam Shaum Ramadhan.


Shaum Ramadhan 1442 H., kurang tinggal berbilang jam. Terkait akan mulai ibadah shaum Ramadhan saya dan keluarga mohon  maaf lahir dan bathin.


Telah kuturunkan sejumlah judul tulisan menjelang Ramadhan mengambil permisalan "Taqwa" mrpkn buah shaum Ramadhan. Melalui permisalan buah, jadinya shaum ibarat  menaman. Dg tamsil tanaman, maka untuk menanam tanaman agar berbuah sebaik mungkin haruslah dilaksanakan prosedur penanaman. Prosedur  tsb tlh kutulis "Persiapan lahan", "Pemilihan bibit", "Perawatan", "Pemupukan". 

Izinkan di kesempatan ini kutulis "Sistem Tanam Shaum Ramadhan.


Melaksanakan shaum bila diibaratkan menanam, terdapat 2 (dua) sistem tanam y.i.: Konvensional dan Teknologi.


Konvensional, berpuasa sebagaimana ketika kita dilatih ortu semasa kecil. Yg penting makan sahur, tahan lapar sampai adzan maghrib. Semasa kecil belajar puasa dulu, blm banyak tantangan. Persoalannya hanya lapar dan dahaga. Malah kalau laparnya sdh bersangatan Ortu kasih toleransi boleh berbuka setengah hari.


Setelah akil baligh, tantangan meluas; mulai dari amarah, nafsu, pendengaran, penglihatan, lisan, pikiran, angan2,  persaingan, pergaulan dlsb. Shaum di akil baligh, jika terdampak pengaruh2 tantangan dimaksud, nilai shaum patut dipertanyakan.


Shaum berteknologi (dg ilmu), terus menerus dipelajari. Tak kurang ustadz dan ustadzah memberikan pencerahan tentang teknik2 shaum yg baik dan benar seperti diajarkan para ulama mengacu kpd hadits2 yg sahih. Begitu banyak leteratur referensi yg dpt disaring guna menjaring ilmu teknologi shaum yg tepat sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.


Dalam mempelajari teknik2 beribadah termasuk shaum kata kuncinya adalah: 

"Membiasakan yg benar". Bukan "Membenarkan yang biasa". Sebab boleh jadi kebiasaan2 kita selama ini tdk bersesuaian dg tuntunan Rasulullah ﷺ.


Dari Ummul Mukminin, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah ﷺ bersabda:


مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ


“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.”[HR. Bukhari - Muslim].


Berapa banyak orang yang berpuasa, tetapi ia tidak mendapatkan apa-apa kecuali haus dan lapar, sebagaimana sabda Nabi ﷺ :


رُبَّ صَاىِٔمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الْجُوْعُ وَالْعَطَشُ


Hal tersebut terjadi karena ia tidak berpuasa dari apa yang Allah Ta’ala haramkan, ia seakan menganggap bahwa puasa itu hanya menahan diri dari pembatal-pembatal puasa saja. 


مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّوْرِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلّٰهِ حَاجَةٌ أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَه


“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan selalu mengamalkannya, maka Allah Ta’ala tidak butuh kepada puasanya.” (HR. Al-Bukhari no.1804)


Selain itu, hakikat shaum adalah menahan diri dari segala sesuatu yang tidak bermanfaat untuk kehidupan akhirat kita. 


لَيْسَ الصِّيَامُ مِنَ الأَكْلِ وَالشَّرْبِ إِنَّمَا الصِّيَامُ مِنَ اللَّغْوِ وَالَّرَفَث


“Bukanlah berpuasa itu sebatas menahan diri dari makanan dan minuman, tetapi berpuasa adalah menjauhi perkara yang sia-sia dan kata-kata kotor.” (HR. Ibnu Khuzaimah no.1996 dan tahqiq Syaikh Al-A’zami berkata, ”Shahih”)


Smg shaum  Ramadhan 1442 H, insya Allah  akan dimulai Selasa 13 April 2021 dapat dijalani terbebas dari hal2 yng mencederainya. Aamiin.


Sekiranya para pembaca sudi menyimak tulisan2 ku, yl. maupun yad, terasa ada faedahnya, saya berterima kasih jika berkenan meneruskannya kpd sanak keluarga teman handai taulan. 

Umpama kurang manfaat cukup sampai di anda saja.


Jika baik, mutlak milik Allah dan RasulNya. Umpama terdpt salah dan khilaf dari diriku karena dangkal ilmu dan cetek pengalaman. Mhn dimaklumi sekaligus dimaafkan.


Sekalian, sekali lagi dikesempatan ini kpd seluruh sahabat handai, karib kerabat, sanak family, para pembaca, saya dan seluruh keluarga mhn maaf lahir dan bathin.


Semoga Allah memberikan kekuatan untuk kita semua menjalankan shaum Ramadhan berserta ibadah2 ikutannya.


آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

بارك الله فيكم

 وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

M. Syarif Arbi.

Jakarta, 30 Sya'ban 1442 H.

12 April 2021. 

Saturday, 10 April 2021

PUPUK Shaum RAMADHAN

 Kembali kuturunkan tulisan tentang persiapan menjelang Ramadhan, melanjutkan tulisanku mengenai:

"Lahan shaum Ramadhan"

"Bibit shaum Ramadhan" 

"Perawatan shaum Ramadhan".


Juga  dg tamsil tanaman,  shaum bagaikan tanaman yg berbuah taqwa. Karena sbg tanaman maka akan menghasilkan buah taqwa yg bernas kalau dipupuk. 


Pupuk shaum terdiri atas ibadah sunah mengiringinya. Dari mulai sahur sampai berbuka. Ibadah shaum penuh dg serangkaian paket sunah2 ikutannya.


Diantara sunah ikutannya adlh tadarus Al-Qur'an. Hal ini dpt dimanfaatkan oleh orang yg masih aktif maupun oleh Lansia purna bhakti.


Bagi yg masih aktif, berkegiatan baik di sektor formal maupun usaha mandiri, selalu tersedia waktu istirahat pada jam kerja setiap hari. Andaikanlah waktu istirahat ini digunakan untuk mengkaji Al-Qur'an, selain dari pahala yg akan diperoleh. Manfaat yg dpt dipetik, terhindarnya dari berbicara yg sia2, jauh dari berpikir yg mengandung dosa, tertutup kesempatan bermgunjing dll setidaknya disaat mengkaji Al-Qur'an. 


Bagi lansia purna bhakti kesempatan baca Al-Qur'an di bulan Ramadhan malah bgt luas.


Kegiatan tadarus mengkaji Al-Qur'an, jadinya mrpkn pupuk utama, selain serangkaian sunah2 yg lainnya. Sebab setidaknya di saat2 mengaji tsb terhindar dari hal2 yg mengurangi kualitas shaum, lantaran pikiran tengah focus kpd bacaan dan arti serta pengertian dari apa yg sedang dibaca.


Lagian, anjuran kuat dari Allah buat membaca kitab Allah, sebenarnya bukan saja di bulan Ramadhan tetapi sepanjang hayat masih terkandung badan tersurat pada (QS. Fatir ayat 29)


اِنَّ الَّذِيْنَ يَتْلُوْنَ كِتٰبَ اللّٰهِ وَاَ قَا مُوا الصَّلٰوةَ وَاَ نْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَّعَلَا نِيَةً يَّرْجُوْنَ تِجَا رَةً لَّنْ تَبُوْرَ ۙ 

"Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur'an) dan melaksanakan sholat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi,"


Tiga amalan seiring sejalan ini dijanjikan Allah menghasilkan perdagangan yg tdk akan merugi:

1. Membaca Al-Qur'an.

2. Sholat.

3. Infak.

Apalagi dilaksanakan dalam keadaan shaum di bulan Ramadhan, jelas akan jadi pemupuk shaum hingga menghasilkan buah taqwa yg lebih bernas. Dengan pupuk utama Al-Qur'an, shalat dan infak.


Yg hrs diwaspadai sudah rajin memupuk shaum setiap hari tapi tak sengaja membiarkan hama datang menyerang. Niscaya layulah daun2 tumbuhan shaum  anda dan buah taqwanyapun tak kan bernas, ada kemungkinan hampa.


Bagaimana pula serangan hama itu?......... Serangan hama itu terkadang "berbungkus alhamdulillah".

Contohnya menceritakan kpd orang lain bermaksud mendapatkan apresiasi misalnya:


"Alhamdulillah saya Ramadhan ini ngaji sdh khatam 3 kali dan ini mulai lagi yg ke empat", 


"Alhamdulillah taun ini diberi Allah sehat, selain tak pernah absen ikutan tarawih berjemaah di masjid, sblm saur sempat nambah tahajud".


"Alhamdulillah Ramadhan ini kami tlh menyantuni anak2 yatim di 4 panti asuhan".


Kini kan "alhamdulillah"2 seperti di atas bisa via HP.

Kalau tujuan "Alhamdulillah" itu ingin apresiasi, alamat tumbuhan shaum yg tlh dipupuk itu akan terserang hama..............


Semoga kita semua di Ramadhan nanti sanggup memupuk shaum kita dan menghindari serangan hama, sehingga menghasilkan taqwa sbg tujuan akhir shaum Ramadhan.


آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

بارك الله فيكم

 وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

M. Syarif Arbi.

Jakarta, 28 Sya'ban 1442 H.

10 April 2021.

(759.04.21).

Perawatan Shaum.

 

Melanjutkan tulisan ttg persiapan shaum Ramadhan, menjelang Ramadhan beberapa hari lagi, tlh kuturunkan tulisan:

1. Persiapan Lahan Ramadhan.

2. Bibit Ramadhan.

Berikut ini adlh ttg Perawatan Shaum.


Tamsil kita mengenai ibadah Ramadhan yang ditanam di "lahan siap tanam" tersebut dengan "bibit unggul" disediakan Allah.

"Tumbuhan shaum" akan merana dan tak akan dapat berbuah taqwa jika tidak diberikan perawatan dan pupuk.


Imam Ghazali membagi shaum dlm 3 kelas.


1. Shaum kelas awam, 

2. Shaum kelas istimewa.

3. Shaum khusus (kelas sangat istimewa).


Jika ingin di kelas awam, sejak fajar dirawatlah shaum kita dg

berhenti makan minum, serta ber-hati2 akan segala sesuatu yg membatalkan shaum seperti dlm hukum fiqih. Sejak terbit fajar sampai terbenam matahari.

".........وَكُلُوْا وَا شْرَبُوْا حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَـكُمُ الْخَـيْطُ الْاَ بْيَضُ مِنَ الْخَـيْطِ الْاَ سْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ۖ ثُمَّ اَتِمُّوا الصِّيَا مَ اِلَى الَّيْلِ...................."


".........Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. ..............."

(QS. Al-Baqarah ayat 187).


Di awal penggalan Al-Baqarah 187 itu dijelaskan bahwa ketika berpuasa tdk diperkenankan bercampur suami-istri, dengan redaksi didahului kata ("dihalalkan" = dibolehkan) malam hari,................., jadi berarti bila berpuasa tdk boleh.


اُحِلَّ لَـکُمْ لَيْلَةَ الصِّيَا مِ الرَّفَثُ اِلٰى نِسَآئِكُمْ ۗ 

"Dihalalkan bagimu pada malam hari puasa bercampur dengan istrimu........".


Jika tlh berhasil syarat di atas, terawatlah Insya Allah shaum sbg orang awam.


Jika ingin naik ke kelas shaum khusus, maka perawatan shaum ditingkatkan bukan saja makan minum tapi juga harus dirawat dg menjaga  seluruh indera, yaitu disamping menahan hal2 seperti butir 1, menahan pendengaran yang tidak perlu didengar, penglihatan, lisan,  ini sumber hilangnya pahala shaum. Juga men shaum kan tangan, kaki dan segala anggota badan dari dosa dan maksiat.


Bagi yg sdh sepuh, purna bhakti relatif lbh berpeluang menduduki kelas shaum istimewa ini karena:

Umumnya berkurang kegiatan keluar rumah. Insya Allah anggota badan, mata dan telinga serta lisan dapat di shaum kan, agar mata tdk melihat yg tak senonoh, agar telinga tak mendengar perbincangan sia2, agar lisan tak berucap tak baik seperti bergunjing.


Namun dg terbukanya komunikasi melalui medsos, bagi si sepuh-pun jika tdk ber- hati2 juga berpeluang telinga dan lisan terperosok, shg urung meraih predikat "shaum istimewa".

Contoh kecil: 

Dari sahabat terima tlp, semula cerita biasa, ........lanjut membicarakan orang........ Serba salah jadinya, mau ndak tanggapi bgmn? ntar dinilai sombong. 

Dari ujung tlp "Si ...... teman kita, masak si cucunya katanya disekolahkan ke Amrik........... paling lebai yaa. kita kan tau kartunya .... .....ndak mungkinlah.... dari mana duitnya....... anaknyapun kita tau cuma..............."


Ditanggapi awak sedang merawat shaum. Walau pun diam saja minimal udah mendengar info sia2. Eee kalau tlpn di tutup, bisa jadi marah besar tu sohib lama, putus pula silaturahim. Serba salah.  

Padahal larangan berprasangka, cari kesalahan orang, bergunjing bgt jelas:


يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّ ۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًا ۗ اَ يُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُ ۗ وَا تَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ تَوَّا بٌ رَّحِيْمٌ

"Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang."

(QS. Al-Hujurat ayat 12)

Contoh lain, bisa jadi mengomentari atau meneruskan berita hoaks dari group W.A. 


Puasa strata tiga,   Shaumul khushusil khusus   agaknya lbh sulit karena perawatannya selain menahan haus, lapar dan syahwat serta anggota tubuh, shaum ini menahan hati dari keraguan mengenai hal-hal keakhiratan. Juga menahan pikiran untuk tidak memikirkan masalah dunia, serta menjaga diri dari berpikir selain Allah SWT. Merupakan shaumnya para nabi, shiddiqin, dan muqarrabin. 


Naah merujuk  kelas2 shaum yg di kelompokkan Imam Ghazali dikutip di atas. Agaknya kita dpt merencanakan di posisi strata mana shaum yg di upayakan untuk di raih di Ramadhan y.a.d.


Semoga Allah berikan kekuatan agar kita dpt melaksanakan shaum Ramadhan 1442 H. y.a.d.  yg terbaik.


آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

بارك الله فيكم

 وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

M. Syarif Arbi.

Jakarta, 26 Sya'ban 1442 H.

8 April 2021.

(758.04.21).

BIBIT Ramadhan.

Tulisan ku kemarin ttg shaum Ramadhan mengumpamakan  taqwa sbg hasil Shaum Ramadhan adlh laksana buah. Lantaran taqwa diibaratkan buah, harus diproses dg menanam. Untuk menanam perlu lahan (judul kemarin: "Persiapan Lahan Ramadhan"). Lahan sdh siap, sekarang perlu bibit yg akan disemai.


Di bulan Ramadhan Allah tlh memilihkan buat kita kaum muslimin bibit unggul. Sebab bibit yg ditanam di Ramadhan,   untuk ibadah sunah diberikan penilaian sama dengan yang wajib. Sementara ibadah yang wajib diberikan penilaian berlipat ganda. Bahkan di bulan Ramadhan, Allah menyediakan bibit yang sangat unggul yaitu dikenal dengan lailatul qadar yang hasilnya adalah lebih baik dari 1000 bulan atau 83 tahun lebih.

لَيْلَةُ الْقَدْرِ ۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍ ۗ 

"Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan."

(QS. Al-Qadr ayat 3).


Kenapa Allah pilihkan Lailatul Qadar khusus untuk ummat Muhammad, sekurangnya 2 penyebab yaitu:


1. Usia ummat Muhammad umumnya sangat singkat, bila mengacu nabi Muhammad hanya 63 tahun.


2. Postur tubuhnya relative kecil, sehingga kekuatan untuk beribadah relative kurang, bila dibandingkan ummat terdahulu.


Ummat terdahulu hidupnya ribuan tahun misalnya nabi NUH diwartakan dlm Al-Qur'an tinggal bersama kaumnya 950 tahun.


وَلَقَدْ اَرْسَلْنَا نُوْحًا اِلٰى قَوْمِهٖ فَلَبِثَ فِيْهِمْ اَ لْفَ سَنَةٍ اِلَّا خَمْسِيْنَ عَا مًا ۗ فَاَ خَذَهُمُ الطُّوْفَا نُ وَهُمْ ظٰلِمُوْنَ

"Dan sungguh, Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka dia tinggal bersama mereka selama seribu tahun kurang lima puluh tahun. Kemudian mereka dilanda banjir besar, sedangkan mereka adalah orang-orang yang zalim."

(QS. Al-'Ankabut ayat 14).


Nah kalau kita hidup mencapai usia nabi Muhammad dan jika rata-rata kita mulai diperhitungkan puasa umur tiga belas tahun, jadi dapat berpuasa selama 50 tahun. Jika setiap tahun dari 50 tahun itu menemukan lailatul qadar, maka kita terhitung beribadah selama 50 x 83 tahun = 4.150 tahun , setara dengan 4  kali lbh dari usia nabi Nuh.


Persoalannya bibit unggul yg disemai itu apakah tumbuh subur. Selain disemai di lahan yg baik, juga hrs dirawat dan dipupuk......... Insya Allah akan disiapkan teknik perawatan dan pemupukannya, ditulisan mendatang.


Semoga bibit unggul beribadah yg tersedia di bulan Ramadhan dpt dimaksimalkan sehingga shaum tahun ini mengantar kita semua menjadi taqwa.


آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

بارك الله فيكم

 وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

M. Syarif Arbi.

Jakarta, 25 Sya'ban 1442 H.

7 April 2021.

(757.04.21).

Tuesday, 6 April 2021

PERSIAPAN LAHAN RAMADHAN

Saudaraku kaum muslimin, bbrp hari lagi kita semua akan mulai melaksanakan ibdah "shaum wajib"  selama sebulan penuh. Sdh maklum bahwa buah shaum Ramadhan adlh "Taqwa". Dg tamsil "Taqwa adlh buah shaum Ramadhan", maka ibarat suatu tanaman untuk berbuah haruslah ditanam. Untuk penanaman perlu bibit, sblm bibit ditanam perlu tersedia lahan.


Menyiapkan media tanam (lahan) dalam kaitan shaumu Ramadhan, sekurangnya harus diperhatikan 3 hal pokok yaitu:


a. persiapan lahir


b. persiapan bathin


c. persiapan lingkungan


ad. a. Persiapan lahir.


Berusaha agar dapat memelihara kesehatan, agar dapat melaksanakan ibadah agar lebih meningkatkan kualitas dan kuantitasnya dari bulan-bulan lain selain bulan Ramadhan. Bagi yang sepuh sebagai ikhtiar periksakan kesehatan, turuti nasehat ahli kesehatan dan bila diberikan obat diminum secara teratur.

Dalam rangka perawatan kesehatan bbrp pekan ini ku tlh periksakan penyakit rutin ke rumah sakit, mulai penyakit dalam, jantung dan hari ini urologi sambil nulis artikel ini.


ad. b. Persiapan bathin:


* Merenungkan kesalahan selama ini untuk bertobat kepada Allah, sehingga mulai bulan Ramadhan betul-betul siap menjalankan ibadah, sekaligus di dalam bulan Ramadhan sudah ter inventarisir apa yang hendak dimintakan ampun kepada Allah. Meskipun sebenarnya yang namanya minta ampun kepada Allah hendaklah setiap hari, setiap terjadi kesalahan karena kita tidak mengetahui usia kita masing-masing apakah masih sampai esok.


* Bulatkan tekad dengan niat yang sungguh-sungguh, ingin melaksanakan shaum lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya


ad. c. Persiapan lingkungan.


Media tanam tadi akan tidak kondusif bila masih terdapat gulma pengganggu lainnya, baik yang kasat mata maupun yang berpotensi akan tumbuh kemudian. Karena itu perlu di klirkan hubungan antar sesama manusia, itu mrpk gulma, penghambat kesuburan tanaman shaum. Meskipun hal ini seharusnya tiap hari harus klir dengan saling memaafkan:


· Antar diri dengan tetangga


· Antar diri dengan teman sekerja


· Antar diri dengan suami/isteri


· Antar diri dengan saudara


· Antar diri terlebih dengan orangtua bila masih ada


Pembaca yg arif!!


Bahwa taubat kepada Allah jauh lebih mudah dibanding memaafkan sesama.


Karena tobat kepada Allah kita sanggup untuk menyebutkan semua kesalahan kita satu persatu, tanpa malu dan ragu. Dosa sekecil-kecilnya apalagi yang besar, dosa yang tidak terlalu membawa aib jika orang lain tau, sampai dosa yang kalau orang tau kita sangat aib. Kitapun sanggup menuturkannya kepada Allah.


Bagaimana kalau minta maaf kepada manusia, sanggupkah kita menyebutkan semua kesalahan kita kepada sesama yang dimintai maaf.


Contoh suami istri saja, kalau minta maaf secara jujur, mungkin hasilnya membuat tidak mujur.


Misalkan kita pernah berbuat tidak jujur dengan isteri kita, jika kita terus terang mengatakannya akibatnya mungkin menjalani Ramadhan tidak mujur, bisa saja si isteri mogok menghidangkan sahur.


Oleh karena itulah dalam agama kita soal maaf memafkan itu, yang diperintahkan dalam Al Qur’an bukan meminta maaf tapi memberikan maaf.


Lihat surat Al-Baqarah 263


قَوْلٌ مَّعْرُوْفٌ وَّمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِّنْ صَدَقَةٍ يَّتْبَعُهَاۤ اَذًى ۗ وَا للّٰهُ غَنِيٌّ حَلِيْمٌ

"Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi tindakan yang menyakiti. Allah Maha Kaya, Maha Penyantun."

(QS. Al-Baqarah ayat 263)


dan


Ali Imran 134 menegaskan:


الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّآءِ وَا لضَّرَّآءِ وَا لْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَا لْعَا فِيْنَ عَنِ النَّا سِ ۗ وَا للّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ ۚ 

"(yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan."

(QS. Ali 'Imran ayat 134)


Dalam suatu hadits bahwa Nabi pernah mengatakan bahwa: Ummatnya ada sebanyak 70 ribu orang yang akan masuk surga tanpa proses perhitungan, langsung tanpa di HISAB, dari jumlah tersebut disebutkan Nabi bahwa sahabat Nabi bernama UKASAH salah satu diantara 70 ribu dimaksud. Apa sebenarnya amalan UKASAH yang paling menonjol sehingga mendapat keistimewaan ini. Rupanya adalah; Setiap akan tidur beliau mereview kembali perjalanan hidup sehari tadi, selain dia bertobat atas kesalahannya ia segera memaafkan bila ada orang lain membuat kesalahan kepadanya dan bahkan sekaligus memohonkan agar yang bersangkutan diampuni Allah. Selain amalan rutinnya adalah shalat tahajud.


Adalah suatu kelaziman yg baik di negeri kita ini, bahwa sblm masuk bulan Ramadhan saling mohon maaf, bukan saja ketika Idul Fitri. Apalagi dg terbentang luas kesempatan dpt komunikasi melaui W.A. sekarang ini. Ini pas benar untuk "mempersiapkan lahan Ramadhan".


Karenanya dari ruang ini saya juga mohon maaf kpd para pembaca sekalian atas kesalahan2 saya mengunjungi pembaca dlm tulisan saya.


Smg Allah menyehatkan dan memudahkan kita dlm melaksanakan shaumu Ramadhan.


آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

بارك الله فيكم

 وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

M. Syarif Arbi.

Jakarta, 23 Sya'ban 1442 H.

5 April 2021.

(756.04.21). 

Sunday, 4 April 2021

INVESTASI BODONG.

Sederhananya Investasi adlh nyimpan sekarang, nikmati hasilnya nanti. Di dunia ini banyak orang membagi 3 (tiga) kurun waktu investasi. Jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.


Izinkan saya membagi investasi di akhirat dg tiga kurun waktu:

1. Diterima di alam kubur.

2. Diterima ketika hari perhitungan.

3. Diterima di surga atau di neraka.


Investasi di dunia ada dikenal dengan "Investasi Bodong", yg jadi korban sdh tidak sedikit, walau aneka modus sdh dipublish di berbagai media, msh saja terulang ada lagi korban2 dg modus yg  mirip bahkan sama. 


Di akhiratpun bukan tidak mungkin "investasi akhirat Bodong". Tapi hal ini blm pernah dipublish korbannya, karena alam akhirat itu nanti, alam kubur ghaib (kata orang yg tak mengimani, blm ada orang  sdh dikubur pulang cerita pengalamannya).


Untuk menghindari "investasi bodong" di dunia pilihan investasi dpt diikhtiarkan dengan pertimbangan:

a. Marketable, komoditi atau usaha  dijadikan investasi hrs menghasilkan barang yg mudah laku dijual.

b. Ascertainable of value, barang atau jasa yg dipilih untuk investasi punya nilai konkrit, standard.

c. Stability of value, barang atau jasa yg diikuti investasinya hrslah  bernilai stabil.

d. Tansferable, barang atau jasa yg dijadikan investasi mudah dipindah tangankan/ dialihkan kepemilikan.


Di dunia "Teliti sebelum berinvestasi". Jika investasi dilakukan ikut ke pihak lain, hendaklah bonafiditas, legalitas pihak tsb dicermati dg seksama.


Jenis investasi akhirat antara lain:

1. Anak2 yg shaleh dan shalehah.

2. Ilmu yg bermanfaat.

3. Amal jariah.

4. Amal ibadah

5. Infak dan Sedekah

Butir 1, 2 dan 3 akan diterima terus walau ybs tlh di alam kubur. Walau sifatnya sementara yaitu selama anak2 masih hidup, selama ilmu itu msh digunakan orang hidup, selama yg jadi amal jariah itu msh digunakan.

Butir 4 dan 5 terhenti stlh ybs meninggal dunia.


ad 1. Anak shaleh dan shalehah sbg investasi.

Anak2 yg berhasil terdidik menjadi shaleh dan shalehah, selalu berdo'a buat kedua ortu mereka dengan do'a:

رَّبِّ اغْفِرْلِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيراً

do'a mereka jika diijabah Allah, mrpk manfaatnya tetap diterima kedua ortu yg tlh meninggal.

Anak2 keturunan adlh peninggalan ortu di dunia ini. Allah mencatat apapun yg ditinggalkan termsk anak2 :

اِنَّا نَحْنُ نُحْيِ الْمَوْتٰى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوْا وَاٰ ثَا رَهُمْ ۗ وَكُلَّ شَيْءٍ اَحْصَيْنٰهُ فِيْۤ اِمَا مٍ مُّبِيْنٍ

"Sungguh, Kamilah yang menghidupkan orang-orang yang mati, dan Kamilah yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan). Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab yang jelas (Lauh Mahfuz)."

(QS. Ya-Sin ayat 12)


Selama anak2 itu shaleh dan shalehah, selama mereka masih hidup, selama mereka selalu men do'a-kan, selama itu pula di alam kubur ortu mereka dpt kiriman pahala. Anak2 dan cucu2 kita juga usianya terbatas, bgt mereka tiada, boleh jadi cicit dan anak2 mereka tdk men do'a kan kita lagi. Jangan2 nama kitapun mereka sdh ndak tau. Jadi investasi akhirat berupa anak2 tdk kekal, apalagi kalau anak2 tdk dididik menjadi shaleh dan shalehah, bearti tdk punya investasi akhirat dlm wujud anak2.


ad 2. Ilmu yg bermanfaat.

Ilmu terdiri dari: 

a. ilmu untuk dunia, yaitu ilmu guna meningkatkan kualitas hidup, memudahkan mencari rezeki. Memudahkan berinteraksi di dlm masyarakat, mengatur pemerintahan, dll. Pada pokoknya untuk kepentingan dunia.

Ilmu dunia nilai kebenarannya PRAGMATIS, artinya tergantung waktu, tergantung situasi dan kondisi. Bisa jadi ilmu 10 tahun yl. di anut orang, sekarang sdh tdk berguna lagi. Ilmu yg skrg terpakai bbrp waktu yad sdh ditinggalkan.


Naaah jadi investasi akhirat berupa ilmu dunia juga tdk kekal.


b. Ilmu akhirat.

Sedang ilmu Akhirat, pendekatannya melalui kebenaran ILLAHI, yg kebebarannya pasti. berlaku sepanjang zaman sampai hari kiamat. Dg dmkn maka para ulama, para ustadz yg meninggalkan ilmu akhirat. Penyusun kitab2 pelajaran agama, insya Allah ilmu yg mereka tuangkan (tentu saja berdasar Qur'an dan Hadits) akan terus mengalir pahalanya buat mereka.


ad. 3. Investasi amal jariah.

Sepanjang peninggalan berupa amal jariah itu masih digunakan manusia, maka walau sdh meninggal tetap dpt aliran pahala. Seperti membangun sarana ibadah, pendidikan, fasilitas umum, sumur, saluran air dstnya. Juga ada kemungkinan peninggalan2 ini musnah, boleh jadi terhentilah investasi akhirat ini.


ad 4. Investasi berupa ibadah.

Akan jadi investasi akhirat bodong, jika tdk menenuhi 7 syarat.

1. Ikhlas

2. Sesuai petunjuk Rasulullah

3. Istiqamah.

4. Ikhsan

5. Bertaubat.

6. Berserah diri

7. Berdo'a.


Tidak sedikit orang yg  mengalami investasi bodong di Akhirat. Apabila tidak Ikhlas dlm investasi2 yg disebutkan di atas.


Allah ingatkan disurat Al-Kahf 103 dan 104 


قُلْ هَلْ نُـنَبِّئُكُمْ بِا لْاَ خْسَرِيْنَ اَعْمَا لًا ۗ 

"Katakanlah (Muhammad), Apakah perlu Kami beri tahukan kepadamu tentang orang yang paling rugi perbuatannya?"


اَ لَّذِيْنَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُوْنَ اَنَّهُمْ يُحْسِنُوْنَ صُنْعًا

"(Yaitu) orang yang sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka mengira telah berbuat sebaik-baiknya."


ad. 5. Investasi akhirat berupa infak dan sedekah.

Investasi ini akan bodong walau sebelumnya ikhlas. namun bila di-sebut2.


يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُبْطِلُوْا صَدَقٰتِكُمْ بِا لْمَنِّ وَا لْاَ ذٰى ۙ كَا لَّذِيْ يُنْفِقُ مَا لَهٗ رِئَآءَ النَّا سِ وَلَا يُؤْمِنُ بِا للّٰهِ وَا لْيَوْمِ الْاٰ خِرِ ۗ فَمَثَلُهٗ كَمَثَلِ صَفْوَا نٍ عَلَيْهِ تُرَا بٌ فَاَ صَا بَهٗ وَا بِلٌ فَتَرَكَهٗ صَلْدًا ۗ لَا يَقْدِرُوْنَ عَلٰى شَيْءٍ مِّمَّا كَسَبُوْا ۗ وَا للّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْـكٰفِرِيْنَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena riya (pamer) kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari Akhir. Perumpamaannya (orang itu) seperti batu yang licin yang di atasnya ada debu, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, maka tinggallah batu itu licin lagi. Mereka tidak memperoleh sesuatu apa pun dari apa yang mereka kerjakan. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir."

(QS. Al-Baqarah ayat 264).


Dengan mencermati hal2 tsb diatas mari kita berikhtiar: 

1. Mendidik anak2 agar shaleh dan shalehah, 

2. Berinvestasi ilmu dan amal jariah dg ikhlas. 

3. Beribadah sesuai tuntunan Allah dan Rasulullah. 

4. Ber-hati2 jangan sampai membatalkan infak dan sedekah. 


Harapan kita smg investasi akhirat kita tidak bodong.


آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

بارك الله فيكم

 وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

M. Syarif Arbi.

Jakarta, 22 Sya'ban 1442 H.

4 April 2021.

(755.04.21). 

Saturday, 3 April 2021

BERKATA dan BERJANJI.

Sapi, kerbau dan kambing yg dipegang talinya.

Manusia yg dipegang katanya. Begitu pepatah pusaka, fatwa tetua kita dulu, guna dipedomani dlm berinteraksi dlm masyarakat.


Kalau diri dituakan dlm masyarakat, setiap kata yg pernah diucapkan di pegang orang banyak. Apalagi kini seiring dg canggihnya teknologi, apa yg pernah dikatakannya terekam, dikenal dg "jejak digital". 


Bila pagi ngomong "Tempe" dan sorenya jadi "Kedele". Orang2 yg pernah dengar omongan pagi, tinggal putarkan jejak digital tadi pagi, sembari garuk2 kepala padahal ndak gatal sambil berujar: "tadi pagi udah jadi tempe kok sekarang kembali jadi kedele lagi????".


Orang yg selalu menepati janji sesuai apa yg dikatakannya di juluki "katanya jadi mahkotanya". Orang yg ndak tepat janji mengingkari yg dikatakannya ungkapan nenek moyang kita doeloe "Sekali lancung keujian seumur hidup tidak dipercaya". Ndak ngerti zaman now msh lakukah ungkapan "Nemoy" itu.


Menyoal berkata benar, dlm skala kecil hendaknya dipraktekkan mulai dalam masyarakat kecil yaitu dilingkungan keluarga; thdp anak2, cucu kita. Karena mereka nanti kelak akan jadi penerus pemimpin2 bangsa ini. Kalau mereka sdh terbiasa disuguhi dg "berkata tdk benar" alias "boo oong", bisa jadi kelak akan jadi orang yg dituakan di masyarakat, dianya bakal jadi type "pagi tempe sore kedele" seperti ungkapan di atas.


Contoh kecil berkata tak benar di kalangan keluarga. Tidak sedikit diantara orang2 tua dahoeloe berkata tdk benar kpd anak atau cucunya di usia balita ketika  menyampaikan "larangan".  Memberikan alasan penyebab larangan itu tdk benar. Hanya sekedar untuk menakut nakuti. Banyak contoh di waktu kita masih kecil misalnya "kalau maghrib sgr berhenti main, nanti ditangkap hantu Wewe". Jangan main2 di luar ketika hujan, nanti diculik "hantu ujan panas". Jangan motong kuku sesudah ashar nanti pendek umur. Jangan suka duduk di depan pintu nanti rezekinya udah hampir datang, batal. Dll .........


Memang ada sih pertanyaan anak2 kecil yg tak dapat di jawab vulgar, namun hindarilah berkata tidak benar alias boo oong. Dapat saja dijawab dengan "kelak stlh kau besar nanti .... akan datuk jawab".


Berkata benar itu adalah perintah Allah yg hrs dipatuhi setiap orang beriman. Dikenal dg berkata secara " Qaulan sadida"

قَوْلًا سَدِيدًا

"ucapkanlah perkataan yang benar,"


selengkapnya bunyi ayat:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا ۙ 

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar,"

(QS. Al-Ahzab ayat 70).


Allah berjanji (janji Allah pasti ditepati) buat orang yg berkata benar, di ayat ke 71:

"يُّصْلِحْ لَـكُمْ اَعْمَا لَـكُمْ وَيَغْفِرْ لَـكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ ..........."

"niscaya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. ......................".


Dua janji Allah bagi orang beriman yg sanggup berkata benar, menepati janji:

1. Amal perbuatan jadinya baik, kurang dicacat sedikit dicela jauh dari cemoohan.

2. Dosa2 diampuni.


Kalau sebaliknya berkata tak benar, ingkar janji. (Ref: QS An-Nahl 92).


"..... تَتَّخِذُوْنَ اَيْمَا نَكُمْ دَخَلًاۢ بَيْنَكُمْ......."

...........Kamu menjadikan sumpah (perjanjian)mu sebagai alat penipu di antaramu,........


Awal ayat 92 An-Nahl:

وَلَا تَكُوْنُوْا كَا لَّتِيْ نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِنْۢ بَعْدِ قُوَّةٍ اَنْكَا ثًا.........."

Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat,......".


Ingkar janji, berkata tak benar  sama dengan melakukan perbuatan yg sia2, sdh dikerjakan bersusah payah dirusak sendiri. 


Selanjutnya terancam "laknat" seperti hadits dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu’anhu berkata, Rasulullah ﷺ bersabda:


مَنْ أَخْفَرَ مُسْلِمًا ، فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ ، لاَ يُقْبَلُ مِنْهُ صَرْفٌ وَلا عَدْلٌ  ( رواه البخاري، رقم 1870 و مسلم، رقم  1370)


"Barangsiapa yang tidak menepati janji seorang muslim, maka dia mendapat laknat Allah, malaikat, dan seluruh manusia. Tidak diterima darinya taubat dan tebusan." (HR. Bukhari, 1870 dan Muslim, 1370).


Semoga Allah menjadikan kita semua terpelihara dari berkata tak benar. Terhindar dari gampang berjanji, diberi Allah kekuatan menepati janji.


آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

بارك الله فيكم

 وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

M. Syarif Arbi.

Jakarta, 19 Sya'ban 1442 H.

1 April 2021.

(754.04.21).