Monday, 30 October 2017

WASPADA

Sama setiap qt mendptkan alokasi waktu hidup sehari semalam 24 jam. Aktivitas qt masings lah yg membedakan alokasi waktu itu terasa singkat atau panjang. Tingkat kemakmuran masings qt lah yg membedakan alokasi waktu itu menyenangkan atau sangat menyedihkan. Kadar kemampuan masings qt bersyukurlah menentukan bahagia atau tdk bahagia kehidupan masings qt spanjang hari selama hdp ini.
Kadang dlm qt mengejar sukses, mengejar karier, mengejar cita-cita banyak qt yg lupa bahwa dlm waktu 24 jam sehari semalam dpt saja terjadi apa yg diingatkan Allah 3 ayat berikut:
اَفَاَمِنَ اَهْلُ الْـقُرٰٓى اَنْ يَّأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَاتًا وَّهُمْ نَآئِمُوْنَ
"Maka, apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siksaan Kami yang datang malam hari ketika mereka sedang tidur?"
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 97)
اَوَاَمِنَ اَهْلُ الْقُرٰٓى اَنْ يَّأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَّهُمْ يَلْعَبُوْنَ
"Atau apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siksaan Kami yang datang pada pagi hari ketika mereka sedang bermain?"
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 98)
اَفَاَمِنُوْا مَكْرَ اللّٰهِ ۚ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللّٰهِ اِلَّا الْقَوْمُ الْخٰسِرُوْنَ
"Atau apakah mereka merasa aman dari siksaan Allah (yang tidak terduga-duga)? Tidak ada yang merasa aman dari siksaan Allah selain orang-orang yang rugi."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 99).
Dari warning Allah di 3 ayat ini seharusnyalah qt semua senantiasa waspada bahwa dlm waktu 24 jam yg qt ada didalamnya bencana dpt saja terjadi. Bencana/siksa baik menimpa diri pribadi, keluarga, kampung/desa, kota dan negara bahkan dunia ini. O.k.i. apapun kegiatan qt dan apapun status sosial qt. Pilihan qt adalah beserah diri kpd Allah. Dan selalulah waspada dg tetap menyandarkan diri kpd Allah; sebab bencana/siksa dpt terjadi kapan saja tak peduli qt sdg terlena dlm kesuksesan dan suka cita, atau dlm keterpurukan dan duka nestapa.
Demikian smg ada menfaatnya.
Wain yakun shawaban faminallah. Wa in yakun khathaan faminni waminanassyaitan,. Wallahu warasuluhu bari ani minhu. (Dan sekiranya benar, maka itu datang dari Allah. Dan sekiranya salah, maka berarti datangnya dariku sendiri dan dari syaitan. Allah serta RasulNya betlepas diri daripadanya). Barakallahufikum.

HARI esok dan DO'A

Siapapun anda, sekalipun blm menekuni suatu agama atau bahkan tdk beragama; tentu pernah berdo'a. Terutama manakala diri dlm keadaan cemas diarea ancaman malapetaka. Walau bagi orang ateis entah alamat do'anya tertuju kpd siapa, diapun berdo'a. Bagi orang bertuhan jelas dialamatkan kpd Maha Kuasa pencipta alam semesta.
Do'a mestilah sesuatu yg dihajatkan, adapun yg dihajatkan itu blm terjadi. Setidaknya agar sesuatu yg sdh terjadi agar kedepan lbh baik. Do'a bukan dimaksudkan untuk masa lalu, sebab bgmpun di do'akan masa lalu tak dpt berubah.
Di agamaku bagi yg beriman, diingatkan Allah hari-hari yg akan dtg/blm terjadi diminta qt bersiap diri. Allah SWT berfirman:
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَـنْظُرْ نَـفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan."
(QS. Al-Hasyr 59: Ayat 18)
Hari esok adalah hari hari yg blm qt jalani, singkat kata baik untuk dunia maupun akhirat. Modal dasar mempersiapkan masa depan itu adlh taqwa. Namun tetap saja diiringi dengan do'a. Apapun usaha qt baik untuk persiapan masa depan didunia maupun di akhirat. Baik aktivitas ibadah maupun aktivitas kearifan sosial, semuanya mesti diiringi dg do'a. Apalah artinya ibadah qt, sekiranya tertolak oleh Allah. Untuk itu setiap qt beribadah stlh "wal ibadatu bit tanzil" (beribadah sesuai perintah Allah dan petunjuk Rasulullah), dengan merendahkan diri kpd Allah qt pun mhn agar ibadah itu diterima Allah. Sebab tdk ada selain Allah yg dpt menjamin bahwa ibadah yg qt lakukan diterima Allah.
Bgt pula amal ibadah kearifan sosial, aktivitas mencari kesuksesan dunia tak bernilai dan tak kan berhasil tanpa penyertaan Allah. Itulah sebabnya Allah menegaskan DIRINYA dlm konteks keberadaan Allah dan berkenaan dg do'a:
وَاِذَا سَاَلَـكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 186)
1. Allah menyatakan diriNya dekat
2. Allah menegaskan akan mengabulkan apabila qt bermohon kpdNya.
3. Tapi orang yg ber do'a haruslah lbh dahulu menjalankan perintah Allah dg iman dan taqwa.
Jadi mrpk perintah Allah qt mempersiapkan diri untuk masa depan baik dunia terlebih akhirat.
Dlm mempersiapkan masa depan tdk cukup hanya dg melaksanakan aktivitas untuk persiapan tsb. Tetapi hendaklah diiringi dg do'a.
Wain yakun shawaban faminallah. Wa in yakun khathaan faminni waminanassyaitan,. Wallahu warasuluhu bari ani minhu. (Dan sekiranya benar, maka itu datang dari Allah. Dan sekiranya salah, maka berarti datangnha dariku sendiri dan dari syaitan. Allah serta RasulNya betlepas diri daripadanya). Barakallahu fikum. Wallahu a'lam bishawab

Sunday, 22 October 2017

Gagak dan Merpati

Stlh 150 hari berlayar bahtera Nabi Nuh; hujanpun mulai reda dan berangsur airpun surut diserap bumi. Menurut tafsir Ikrimah yg diterimanya dari Ibn Abbas. Nabi Nuh memerintahkan burung Gagak untuk memantau dibumi mana yg sudah ada daratan tempat berlabuh. Gagak pun meluncur terbang membawa misi mencari tempat pendaratan. Benar tak berapa lama berselang terbang terlihat sdh ada daratan, diatasnya bergelimpangan mayat yg sudah membusuk demikian banyaknya. Gagak terlena; langsung menyantap bangkai kedoyanannya itu sampai kenyang dan akhirnya enggan pulang ke bahtera dimana Nabi Nuh sdg menunggu. Slanjtnya Nabi Nuh mengutus burung Merpati. Tak lama berselang Merpati pulang, di kakinya terjepit ranting pohon Zaitun dan menempel bekas tanah. Nabi Nuh pun paham bahwa sdh ada daratan untuk bertambat. Al hasil dg panduan Merpati haluan diarahkan kedaratan, turunlah para penumpang kapal untuk meneruskan kehidupan.
Kiranya boleh diambil i'tibar perilaku Gagak dan Merpati dlm case diatas.
Sepertinya ada sebagian qt bgkan Gagak, lupa bahwa qt diperintahkan Allah ke Bumi ini untuk mengemban perintah Allah. Mengabdi kpd Allah. Diantara wujud pengabdian itu untuk berbuat baik bagi kemaslahatan ummat. Gagak diharapkan dpt memandu kapal untuk mendarat stlh 150 hari terkatung dilaut tak bertepi. Tapi apa yg dilakukannya, bgt terlihat tumpukan kesempatan makanan (seumpama kenewahan/harta) lupalah janji dg Nabi Nuh sgr pulang ke bahtera bgt melihat daratan. Bukankah Nabi Nuh serta seluruh penghuni kapal mempercayakan ikhtiar kelangsungan hidup mrk kpd Gagak. Tapi Gagak lupa janjinya stlh menemukan kenikmatan. Apakah tamsil ini agak mengena buat wakil qt, pemimpin qt yg qt beri mandat untuk mencari daratan untuk berlabuh bahtera bangsa ini ke pantai bahagia, namun ada yg berprilaku seperti burung Gagak.
Lain lagi dg burung Merpati, dia tak mengingkari janji. Bgt dijumpai daratan lalu dipetiknya ranting pohon Zaitun untuk isyarat disana sdh tumbuh tumbuhan lambang adanya kehidupan, sambil sblmnya hinggap ditanah guna membuktikan sdh mengeringnya bumi. Merpati melaksanakan tugas dg amanah dn tulus, sesuai dg apa yg diperintahkan. Dia mungkin sempat juga mengenyangkan perutnya dg buah Zaitun namun tak lupa tugas pokok mengemban amanah. Agaknya inipun cocok buat tamsil bagi wakil qt, pemimpin yg qt beri mandat mencarikan pantai berlabuh bangsa ini yg amanah yg hanya menikmati kekayaan sewajarnya untuk hidup tetapi tak lupa amanah yg diembankan kepundaknya.

Rupanya oleh Allah di kedua burung ini dijadikan media buat kehidupan manusia terukir dlm sejarah ummat manusia. Akan hal Gagak perhatikan Allah SWT berfirman:
فَبَـعَثَ اللّٰهُ غُرَابًا يَّبْحَثُ فِيْ الْاَرْضِ لِيُرِيَهٗ كَيْفَ يُوَارِيْ سَوْءَةَ اَخِيْهِ ۗ قَالَ يَاوَيْلَتٰٓى اَعَجَزْتُ اَنْ اَكُوْنَ مِثْلَ هٰذَا الْغُرَابِ فَاُوَارِيَ سَوْءَةَ اَخِيْ ۚ فَاَصْبَحَ مِنَ النّٰدِمِيْنَ
"Kemudian Allah mengutus seekor burung gagak menggali tanah untuk diperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana dia seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Qabil berkata, Oh, celaka aku! Mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini sehingga aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini? Maka, jadilah dia termasuk orang yang menyesal."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 31)
Pembunuhan pertama kali dilakukan manusia adalah oleh Qabil dan korban manusia mati yg pertama adalah Habil. Pembunuh tak paham bgm caranya menguburkan mayat. Allah mengutus burung Gagak, menjadi inspirator Qabil mengubur Habil. Kalau qt mau ber-andai, umpamanyalah si Gagak bukan karena perintah Allah dan kbtlan Gagaknya, Gagak zaman kini. Tentu dia biarkan Qabil kebingungan untuk menguburkan mayat saudaranya. Sebab si Gagak kan doyan bangkai. Nanti stlh mayat ditinggalkan, jadi bangkai membusuk, akan jadi santapan lezat bagi Gagak, mungkin dpt membawa sanak klg nyantap lezatnya daging manusia. Konon daging manusia terlezat dari semua daging, lantaran manusia pemakan segala; ya makan daging hewan, ya makan sayur2an, ya makan buah2an. Tentu sblmnya Gagak hanya makan bangkai binatang yg tlh hidup dan mati dizaman itu, sdgkan manusia baru satu mayat Habil. Jangan pula qt salahkan Gagak memakan bangkai, dia sdh taqdir demikian dan jelas ada manfaatnya untuk kelangsungan kehidupan di dunia ini.
Lain lagi dg Merpati, selain ktk di era Nabi Nuh tlh qt baca ceritanya. Juga burung ini pernah di perankan menyelamatkan Nabi Muhammad dn Abubakar tatkala sembunyi di gua Tsur di gunung Nur. Allah perintahkan Merpati bersarang di depan Gua sekaligus mengerami telurnya. Ini tak mungkin terjadi dlm waktu kurang dari 24 jam proses bersarang dan bertelur dan mengeram, kalau bukan perintah Allah.
Bila di tulisan yg lalu dpt qt petik pelajaran tentang amanah dan tepat janji. Tetutama bagi daerah yg ikut milih pemimpin serentak. Tentu tak akan milih pemimpin berpotensi seperti burung Gagak. Tentu akan memilih pemimpin berpotensi bertabiat seperti burung Merpati.
Dlm tulisan kali ini mungkin yg dpt qt petik pelajaran adlh bagaimanapun jeleknya prilaku Gagak, tidak amanah, kalau ada kenikmatan lupa janji. Namun tetap saja ada sisi positipnya dpt sbg inspirator setidaknya menguburkan jenazah.
Dari Merpati dpt dipetik pelajaran, dari kondisi yg lemah yg "jinak2 Merpati". Sanggup mengukir prestasi luar biasa; menyelamatkan Pemimpin ummat sejagat.

BERSAHABATLAH jangan seperti TALI TAMBANG.

Nenekku almarhummah, sambil duduk ditangga hlmn depan rumah (rumah panggung). Menasihatkan. Dlm sgl hal dihidup ini Cuk; sedang-sedang jak (dialek daerah mksdnya sedang-sedang aja). Misalnya kau bersahabat, juga jangan kelewat akrab, bgt juga bila menyenangi sesuatu, yg wajar-wajar jak. Makan, minum pun begitu jng berlebihan asal udh hampir kenyang, asal udh hilang haus brentilah.
Sambil cengkarama dg nenek di petang hari itu, dimana tadi sblmnya kami bersama ngumpulkan sampah dedaunan termasuk manggar kelapa kering yg hari itu baru saja lepas dari pohonnya. Dikampung kami skitar 60 th lalu itu, blm ada Perda melarang membakar sampah. Sampah sengaja dibakar di petang hari agr asapnya masih tersisa sampai malam sekaligus pengusir nyamuk. Rumah panggung yg kolongnya dpt masuk truk ukuran besar itu, asap masuk lewat sela-sela lantai kayu belian cukup dpt menjauhkan nyamuk setidaknya sampai menjeleng tidur.
Disuasana santai itu tiba-tiba nenekku menguraikan seutas tali tambang sekira panjang sehasta yg di dpt ktka menumpuk sampah untuk dibakar. Agaknya tali tambang itu potongan bekas tali Sapi hewan ternak kluarga nenek datukku yg kalo malam dikandangkan ndak jauh dari rumah. Nenekku kemudian membuka tiga pintalan tali tambang tadi. Tentu tali tambang menjadi tiga bagian utas tali dan wujudnya tidak lurus lagi, jadinya kriting. Nah beginilah ujar nenek, klau persahabatan yg dipilin terlalu akrab yg berlebihan, jika suatu saat terjadi sesuatu shg "pecah kongsi" maka jadinya sdh tidak baik lagi, tdk lurus lagi, jadi kriting spt ini. Jikapun di pilin atau disatukan kembali tak utuh sprti semula. Kurenungkan skrg nasehat almarhum Nenekku dg peraga seutas tali tambang 60 an tahun lalu itu syarat makna. Bahwa apa saja di dlm kehidupan ini jangan terlalu berlebihan termasuk menjalin persahabatan, menjatuhkan kesetian, meletakkan cinta kasih, kecuali cinta kasih kepada Allah dan Rasulullah. Allah mengingatkan qt semua melalui firman:
قُلْ اِنْ كَانَ اٰبَآؤُكُمْ وَاَبْنَآؤُكُمْ وَاِخْوَانُكُمْ وَاَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيْرَتُكُمْ وَ اَمْوَالُ اِ قْتَرَفْتُمُوْهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَ مَسٰكِنُ تَرْضَوْنَهَاۤ اَحَبَّ اِلَيْكُمْ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَ جِهَادٍ فِيْ سَبِيْلِهٖ فَتَرَ بَّصُوْا حَتّٰى يَأْتِيَ اللّٰهُ بِاَمْرِهٖ ۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَ
"Katakanlah, Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 24) ayat di atas mengingatkan; Delapan hals yg tak boleh dicintai melebihi cinta kpd Allah dan Rasul-Nya y.i:
1. Anak, 2. Suami/Istri, 3. Orang tua, 4. Saudara, 5. Keluarga termasuk sahabat handai, 6. Harta kekayaan, 7. Perusahaan tempat bekerja termasuk jabatan. 8. Rumah tempat tinggal.
Bila kedelapan hals di atas lebih dicintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjuang di jalan Allah, maka Allah tdk memberikan petunjuk. Bila qt tdk mendpt petnjuk Allah niscaya qt akan tersesat dlm menjlani hidup ini. Tentu qt smua tak mau tersesat dlm hidup ini, sebab hidup ini sementara dan selanjutnya kehidupan ini akan qt tinggalkan, untuk menuju kehidupan yg abadi di akhirat melalui bekal amal kebaikan sesuai petunjuk Allah di dunia ini. Wallahu a'lam bishawab. Barakallahu fikum

Friday, 15 September 2017

KETANAH SUCI ERA DIGITAL



Tahun 1991 pertama kali ku ketanah suci Makkah. ketika itu menjadi jamaah haji belum harus antri seperti sekarang, begitu siap dana dan sehat dapat berangkat.Teknologi komunikasi belum secanggih kini. Jika kangen ke keluarga di tanah air, pergi ke kantor telkomnya Saudi, beli koin. Masukkan koin ke telepon yang tersedia, begitu mengucapkan salam, koinpun masuk ke dalam peralatan telepon dengan cepat dan banyak. Beda dengan sekarang, setiap saat jamaah haji dapat kontak ke keluarga di tanah air.
Rupanya, perlakuan masjid di tanah suci belakangan ini nampaknya juga sudah berubah. Sebelum era digital seseorang tak diperkenankan masuk masjid membawa kamera, membawa HP. Soal kamera, ketika itu, kadang bukan hanya di masjid, malah mulai masuk melalui Imigrasi, ada petugas bandara Saudi yang begitu gemas terhadap kamera. Kamera diminta, selanjutnya dibukanya tempat filmnya kemudian rol film dikeluarkan dan dimasukkan ke tempat sampah, baru kamera dikembalikan ke pemilik. Sedangkan HP seingatku sepuluhan sampai lima tahunan lalu masih dilarang masuk masjid Nabawi dan Majidil Haram. Belakangan tahun 2012-2013 kulihat masalah jamaah membawa HP masuk masjid sudah tidak dipersoalkan lagi.  Kebetulan ketika Ramadhan, di masjidil haram kulihat begitu banyaknya jamaah pengguna kitab Al-Qur’an sehingga di tempat-tempat rak Al-Qur’an dibeberapa ruang di masjid habis dipinjam jamaah. Banyak juga kuliat jamaah yang membaca Al-Qur’an dari aplikasi pada alat elektronik yang ada di tangannya termasuk HP.
MENYOAL  ATM
Sekarang ini, ATM sudah dapat dipergunakan di Mekkah dan Madinah, banyak tersedia Anjungan Tunai Mandiri itu di berbagai tempat yang mudah di jangkau. Ada sedikit mungkin baik untuk diinformasikan kepada jamaah Perihal ATM ini. Waktu itu kami pulang dari Makkah tahun 2007  bersama anggota keluarga termasuk Ibunda Istri saya. Sementara menunggu saat yang tepat masuk bandara di Jeddah, kami mampir di pertokoaan besar di Jeddah “Al-Balad”. Ketika melihat di etalase sebuah toko HP, saya tertarik dengan model suatu HP. Sayapun menawar HP tersebut, setelah harga sepakat, maka saya keluarkan pecahan Real tersesisa dalam dompet dan juga pecahan USD agar si punya toko menggabung kedua mata uang itu untuk harga HP tersebut. Pemilik toko Tanya “Punya ATM”?, tanpa pikir spontan saya keluarkan ATM  suatu bank dari dompet saya. Dengan cekatan ATM tersebut disambar dari tangan saya, pemilik toko masuk keruangan di tokonya itu. Tentu saja kami berdua tertegun, kaget, dengan perlakuan yang tak biasa bila di negeri kita. Saking kagetnya juga berseru “eee tunggu duluuu”, tapi yang bersangkutan tanpa menghiraukan seruan kami langsung masuk ruangan di tokonya itu. Keluar dari ruangan pemilik toko sudah membawa kotak HP yang saya inginkan dan mengembalikan ATM saya berikut struk pembayaran. Sementara Ibundanya istri saya terpisah dari kami rupanya beliau tertarik melihat toko-toko lain dalam Mall tersebut. Lama kami baru ketemu lagi untuk konsolidasi rombongan guna naik bis menuju bandara untuk pulang ke tanah air. Yang mengherankan kami adalah bahwa untuk transaksi tersebut, kami tidak dimintai pemilik toko untuk menanda tangani sesuatu, tidak pula dimintanya untuk memasukkan PIN sebagaimana kalau kita bertransaksi di bank di tanah air. Setelah sampai di Jakarta, saya ke bank untuk mengecek saldo, ternyata rekening saya dikurangi benar, hanya sebesar transaksi HP tersebut dalam konversi Real. Saya lapor ke petugas bank, karena ada kehawatiran saya, kalau begitu bila ATM itu tercecer ditemukan orang lain, maka pemegang ATM dapat saja belanja dengan ATM itu, sebab tanpa harus menyertakan PIN, tanda tangan dan pengecekan identitas.
Demikian informasi yang kami alami, tapi mungkin yang kami alami ini tidak universal sebab orang lain punya pengaman sendiri. Semoga ada manfaatnya untuk berhati-hati  menyimpan kartu ATM anda.

Perlakuan pe-ROKOK terhadap ROKOK



Seseorang tidak begitu saja langsung menjadi perokok, lain dengan makan dan minnum, seorang anak manusia dengan sendirinya perlu akan makan, perlu akan minum, sehingga tanpa belajar langsung berhajad akan makan dan minum, dengan demikian tau dengan sendirinya bagaimana cara makan dan minum.
Merokok harus mulai dari belajar. Belajar berarti perlu media yang mengajari, yaitu lingkungan, pergaulan, termasuk orang tua sendiri. Calon perokok mula-mula belajar dengan mencoba-coba, sehisap dua hisap, dapat berupa numpang rokok teman. Ada juga si yang beruntung tidak lanjut menjadi perokok, karena begitu mencoba lantas batuk, atau pening kepala, atau mual. Dianya yang beruntung ini tidak mau melanjutkan belajar merokok, karena menganggap bahkan membuktikan dirinya tak sesuai dengan rokok itu. Lain lagi dengan yang berlanjut manjadi perokok, mulai merasakan kenikmatan merokok itu, walau semula sedikit akan ada perasaan ndak enak, tapi setelah dipelajari terus terasa ada kinikmatan didalamnya. Sumula merokok secara sembunyi-sembunyi karena untuk membeli rokok perlu anggaran tersendiri, padahal diri belum punya penghasilan, masih menggunakan uang saku dari ORTU. Setelah mampu beli sendiri dengan uang hasil kerja sendiri, kadang orang ini tumbuh jadi perokok berat, sampai suatu saat “harus berhenti” lantaran sesuatu sebab, antara lain kesehatan.
Sebagai seorang yang pernah mengalami, sungguh sulit untuk berhenti, pernah berhenti dalam kurun waktu lebih lima tahun, kemudian kambuh lagi ya lantaran pergaulan dengan para perokok, sering ditawari. Mula-mula menolak, lama-lama ambil untuk dicium, lama-lama mulai membakar hisap sedikit, lantas matikan, lama-lama kambuh lagi. dan kini diusia senja betul-betul telah berhenti, walau tidak berani sesumbar pasti tak kambuh lagi. Sambil berdo’a semoga Allah beri kemampuan untuk tidak kambuh lagi.
Faktor  lingkungan,  pengaruh ORTU perokok sangat dominan. Sebuah penelitian dalam Journal of Adolescent Health menemukan bahwa remaja yang orang tuanya perokok punya kemungkinan dua kali lebih besar untuk mulai merokok di usia 13 tahun. Dalam penelitian ini, tim ahli dari University of Washington di Amerika Serikat mencatat  perkembangan lebih dari 800 remaja sejak mereka berusia 13 tahun sampai mereka berusia 21 tahun.
Penelitian lain dalam American Journal of Public Health juga menggaungkan hasil serupa. Menurut penelitian ini, nyaris 40% remaja yang orang tuanya perokok juga sudah merokok atau paling tidak pernah mencoba rokok pada usia rata-rata 13 tahun.
Lebih lanjut, dalam penelitian oleh Columbia University Medical Center bekerja sama dengan New York State Psychiatric Institute ini disebutkan bahwa mereka yang orang tuanya merokok berpeluang tiga kali lebih besar untuk mencoba paling tidak sebatang rokok di usia remaja. Sedangkan kalau orang tuanya perokok berat, remaja punya peluang dua kali lebih besar untuk mulai merokok tiap hari.
Menurut salah satu peneliti dari tim ahli di University of Washington yaitu Karl Hill, Ph.D., anak akan meniru kebiasaan orang tua merokok, meskipun Anda mungkin sudah mengingatkan mereka berkali-kali untuk tidak merokok sampai usianya mencapai 18 tahun ke atas. Apalagi kalau selama ini Anda sering melibatkan anak dalam kebiasaan Anda, misalnya minta tolong anak ambilkan rokok di tas atau menyalakan api rokok Anda.
Barusan ketika ku jalan-jalan pagi, tiga orang anak kelihatannya setingkat es em pe, pakai seragam, sedang merokok di bawah pohon. Kuhampiri mereka sempat kutanya dimana sekolahnya, mereka tak ragu menjawab. Terlintas difikiran ingin ku photo dalam keadaan mereka merokok. Tapi niat ini kuurungkan, kalau nanti ku muat melengkapi tulisan ini, nanti sekolahnya ndak terima atau ybs. pun bisa saja tak setuju. lantas jadi masalah termasuk kejahatan electronic?
Kita tengok perilaku perokok terhadap rokok adalah:
PERTAMA DICIUM, boleh dikata ungkapan sayang terhadap rokok, karena itu dicium, walau sebenarnya mencium adalah refleksi untuk menikmati aroma yang dikandung rokok, utamanya kretek. Bagi perokok professional dengan mencium dia tau rokok baru atau rokok sudah lama.
KEDUA  DIBAKAR, ternyata setelah disayang rokok disiksa dengan dibakar. Walau sebenarnya maksud membakar ini agar dengan begitu si rokok dapat dinikmati.
KETIGA DIHISAP, ini wujud dari lambang sayang kepada rokok, sebab tak semua jenis barang dihisap seperti rokok, walau gunanya tentu untuk mengeluarkan asap dari hasil pembakaran bahan-bahan rokok. Pengisapan ini sekaligus lambang kekejaman, sudah dibakar dihisap pula sampai akhirnya si rokok menyusut sampai ke puntung.
KEEMPAT DIPENYET ATAU BAHKAN DIINJAK. Itu suatu bentuk habis manis sepah dibuang. Setelah isinya dinikamti, puntungnya di buang dan cara membuangnya begitu gemas, ada yang menekannya dia atas asbak sampai penyet shingga bentuknya jadi rusak/ hancur. Adalagi kita liat para perokok di jalan, setelah rukoknya jadi puntung,  puntungnya di jatuhkan ke tanah dan diinjak dengan kaki dan kakinya di geser-geser dengan gemasnya untuk ditumpas.
Jadi begitulah PERILAKU PEROKOK TERHADAP ROKOK, “disayang, disiksa, dihisap dan akhirnya ditumpas”

Saturday, 2 September 2017

PENYEMBELIH hewan kurban



Tahun 1437 H.  yang lalu pas acara pemotongan hewan kurban di halaman sekolah komplek masjid di dekat kediaman kami, setelah selesai menunaikan tugasnya menyembelih tiga ekor Sapi, langsung Penyembelih pamit pulang. Ketika selesai shalat zuhur diumumkan bahwa penyembelih Sapi korban tadi telah meninggal dunia.   Demikian yang namanya maut tak kenal waktu tak kenal sedang berkegiatan apa.
Tahun 1438 H tahun ini, salah seorang tim penyembelih, ketika mempersiapkan SOP penyembelihan Sapi yang kedua, terpeleset jatuh kebelakang, tertelentang. Pasalnya, setelah menyembelih sapi yang pertama, darahnya tidak seluruhnya masuk ke lobang tersedia yang disalurkan ke got. Simbahan darah yang masih berlepotan di lantai semen dekat lobang penyembelihan, disiram air dan dibersihkan dangan sapu dan keringkan dengan pendorong genangan air. Sebenarnya sudah diyakini semua darah dan air pengguyur darah sudah kering. Rupanya lantai betonan itu masih licin, begitu salah seorang anggota tim penyembelih itu menarik tali mengikat kaki sapi, sedikit saja sapi menggeliat, si anggota tim itupun jatuh terlentang. Untungnya tidak berakibat vatal.
Setiap melihat pemotongan Sapi dalam rangka korban, kusaksikan betapa repotnya menumbangkan Sapi, agar si Sapi terbaring dengan bagian tubuh sebelah kiri terletak di atas tanah. Untuk itu dipergunakan tali mengikat kaki depan dan kaki belakang Sapi, selanjutnya ditarik secara bersamaan beberapa orang tim penyembelih untuk merobohkan Sapi. Kadang ada Sapi yang meronta, mengindar kakinya diikat tali. Timbul pikiranku apa ndak punya teknik lain, mengangkat Sapi kemudian memutar badannya sesuai keperluan yaitu bagian tubuh kirinya menghadap tanah, selanjutnya secara perlahan sapi diturunkan.
Jadinya aku terlintas ingat akan perbandingan teknik penyembelihan sesuai syariat Islam dan penyembelihan Sapi dengan penyembelihan cara Barat. Kusimak penjelasan di suatu siaran TV pas hari raya Idul Adha tahun ini. Di informasikan bahwa telah dilakukan penelitian Universitas terkemuka di Jerman “Hannover University”, Prof.  Dr. Schultz dan koleganya Dr Hazim. ternyata dari hasil Penelitian itu bahwa teknik penyembelihan berdasarkan syariat Islam adalah lebih “tidak menyengsarakan hewan yang dipotong” juga “lebih menjamin kesehatan daging hewan tersebut untuk dikonsumsi manusia”. Untuk mendukung penelitian itu digunakan populasi sekelompok Sapi yang layak potong. Sapi-sapi tersebut dipasang semacam alat untuk memantau rasa sakit dan merekam aktivitas jantung saat darah keluar. Sapi objek penilitian dibiarkan melekat dua alat pantau tersebut ditubuhnya selama berminggu-minggu sebelum disembelih, guna memperkecil kesalahan penelitian.
Perbandingan antara penyembelihan syariat Islam dan Barat sebagai berikut:
Pertama. Penyembelihan secara Islam, pada 3 detik pertama setelah hewan disembelih, hewan tidak merasakan sakit, karena menggunakan pisau yang sangat tajam dan cepat. Penyembelihan cara Barat, Sapi terlebih dahulu dipingsankan (stunning), begitu disembelih darah hewan tidak keluar sebanyak kalau disembelih secara Islam.
Kedua. Penyembelihan secara Islam 3 detik berikutnya otak kecil hewan merekam sangat mirip dengan kejadian tidur nyenyak, sehingga hewan benar-benar sudah kehilangan kesadarannya. Pada saat itu jantung meningkat aktivitasnya. Pada teknik Barat dengan pemingsanan tekanan rasa sakit hewan begitu kuat karena kepalanya dipukul, sampai jatuh pingsang.
Ketiga. Penyembelihan secara Islam, setelah enam detik pertama, jantung hewan beraktivitas luar biasa untuk menarik sebanyak mungkin darah dari anggota tubuh memompanya keluar. Sementara si hewan tersembelih tidak merasakan sama sekali kesakitan. Sedangkan dengan cara Barat yaitu dengan pemingsanan, alat yang dipasang pada jantung mengindikasikan adanya peningkatan rasa sakit yang luar biasa, sehingga jantung berhenti mendadak lebih awal, akibatnya jantung kehilangan kemampuannya menarik darah dari seluruh organ tubuh, serta tidak lagi mampu memompa keluar darah dari seluruh tubuh hewan.
Keempat. Penyembelihan secara Islam,  kerena darah terpompa oleh jantung secara maksimal dari tubuh hewan, maka dihasilkan healthy meat (daging yang sehat) yang layak dikonsumsi manusia. Sedangkan penyembelihan cara Barat dengan teknik pemingsanan, seperti disebutkan di alasan ke tiga, bahwa jantung terhenti mendadak lebih awal dan darah tidak maksimal terkeluarkan dari tubuh hewan dengan demikian daging hewan menjadi unhealthy meat (daging yang tidak sehat).
Lebih jauh dijelaskan atas dasar Penelitian Prof. Schultz dan Dr Hazim ini, bahwa hewan yang meronta-ronta setelah disembelih bukan ekspresi rasa sakit tetapi merupakan “Keterkejutan otot saraf” ketika darah mengalir deras. Pembuktian ini dilakukan bukan atas dasar dugaan atau apa yang dilihat tetapi atas dasar rekaman dari alat yang dipasang pada otak dan jantung hewan tersebut.
Maha suci Allah, bahwa belum tentu apa yang kita lihat itu benar, tetapi Allah memberikan petunjuk kepada kita, DIA lebih mengetahui. Petunjuk penyembelihan oleh Rasulullah Muhammad s.a.w. yang notabine belum mengenai ilmu jantung dan ilmu otak yang merekam rasa sakit. Tentulah ini atas panduan dari Allah swt yang menciptakan alam ini.
Demikian, informasi Idul Adha tahun 1438 H. semoga semakin mantab iman kita kepada ajaran yang dibawa Rasulullah Muhammad. Karena semakin maju peradaban manusia semakin tinggi ilmu pengetahuan manusia maka manusia semakin dapat membuktikan keberanan syariat Islam.
Wain yakun shawaban faminallah. wain yakun khatha an faminni wa minasyaithan. Wallahu warasuluhu barii ani minhu.  (Dan sekiranya benar, maka itu datangnya dari Allah. Dan sekiranya salah, maka berarti itu datangnya dari diriku sendiri (yang lemah ini) dan dari syathan. Mohon maaf oleh karenanya.
Wallahu ‘alam bishawab.