Wednesday, 18 February 2026
TUJUAN PENYAKIT
EDISI: RAMADHAN
Renungan: M. Syarif Arbi
No: 1.396.06.02-2026
Boleh dikatakan hampir semua orang pernah merasakan sakit. Kadar sakitnya saja yang tak sama. Rata2 manula kebagian penyakit kronis, inipun beda setiap individu. Ada sih manula yang jarang sakit serta tak punya penyakit kronis. Inipun membuktikan kekuasaan Allah bahwa tak mesti manula sakit2an. Tak juga sakit2an monopoli manula, sebab ada yang masih belia sakit2an.
Keadaan phisik, perasaan yang beda dari keadaan normal, itu katanya batasan "sakit". Keadaan bathin jadi resah, gelisah membuat makan tak enak tidur tak nyenyak; begitupun sakit juga. Lalu ada sakit jasmani dan sakit rohani. Ada sakit raga dan sakit jiwa.
Bila jasmani sakit harus selalu ikhtiar berobat, karena setiap penyakit disediakan obatnya oleh Allah. Bila rohani sakit, resah gelisah penyembuhnya mendekat kepada Allah.
Sadarlah kita bahwa menyoal soal sakit kita masing2, walau kelompok sakitnya sama, namun variasi SAKIT tiap individu beragam, sekalipun kembar identik. Semua telah ditentukan oleh YANG MAHA KUASA.
Seluruh TYPE SAKIT masing2 diri agaknya sudah ketentuan YANG MAHA KUASA, dalam terminology iman disebut TAQDIR. Kalaulah Sakit itu dilihat sebagai ujian, dipandang sebagai musibah atau bencana maka ketahuilah apapun nanti SAKIT masing2 diri, di usia berapa mulai diderita dstnya telah ditentukan dalam TAQDIR, seperti firman Allah SWT berikut ini:
مَاۤ اَصَا بَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ فِى الْاَ رْضِ وَلَا فِيْۤ اَنْفُسِكُمْ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مِّنْ قَبْلِ اَنْ نَّبْـرَاَ هَا ۗ اِنَّ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرٌ ۖ
"Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah" (QS. Al-Hadid ayat 22)
Dalam menjalani hidup ini, ketika datang SAKIT silih berganti, sembuh dan kambuh dalam wujud apapun janganlah sampai kita termasuk kelompok manusia seperti disebutkan Allah dalam Al-Qur'an surat Al-Isra' ayat 83:
وَاِذَاۤ اَنْعَمْنَا عَلَى الْاِنْسَانِ اَعْرَضَ وَنَاٰ بِجَانِبِهٖ ۚ وَاِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ كَانَ يَـئُوْسًا
"Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia, niscaya dia berpaling dan menjauhkan diri dengan sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan, niscaya dia berputus asa".
Ketahuilah bahwa SAKIT itu juga merupakan anugerah. Contoh kecil, seorang pegawai ditugaskan untuk bepergian dinas keluar kota. Tiket penerbangan sudah disiapkan kantor. Pas jadwal berangkat terserang sakit yang tak mungkin untuk pergi. Dengan berat hati batal berangkat. Ternyata sakit ybs sebagai sebab umurnya masih panjang, ajalnya belum tiba, pesawat calon tumpangannya hilang tak sampai tujuan.
Selain itu, Rasulullah memaklumkan bahwa sakit merupakan sarana Allah mengampuni dosa penderita.
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيْبُهُ أَذًى مِنْ مَرَضٍ فَمَا سِوَاهُ إِلاَّ حَطَّ اللهُ بِهِ سَيِّئَاتِهِ كَمَا تَحُطُّ
“Setiap muslim yang terkena musibah penyakit atau yang lainnya, maka Allah akan hapuskan kesalahannya, sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam hadits yang lain, beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda:
مَا مِنْ شَيْءٍ يُصِيْبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ نَصَبٍ، وَلاَ حَزَنٍ، وَلاَ وَصَبٍ،حَتَّى الْهَمُّ يُهِمُّهُ؛ إِلاَّ يُكَفِّرُ اللهُ بِهِ عَنْهُ سِيِّئَاتِهِ
“Tidaklah seorang muslim tertusuk duri atau sesuatu hal yang lebih berat dari itu melainkan diangkat derajatnya dan dihapuskan dosanya karenanya.” (HR. Muslim)
Dari hadits2 diatas ternyata sakit pun memiliki faedah dan fadhilah bagi yang sakit. Tentu, jikalau ia bersabar dan menjadikan sakitnya sebagai pelajaran bagi dirinya.
Semoga pembaca yang sakit segera ditemukan obatnya. Allah angkat penyakit2nya sehingga usia yg tersisa dapat dimaksimalkan untuk beramal kebaikan dan beribadah kepada Allah. Utamanya di bulan Ramadhan ini, masih sanggup melaksanakan ibadah puasa.
مِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَبِّ الْعٰلَمِيْنi آمِيّنْ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْن
بارك الله فيكم
وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Jakarta, 2 Ramadhan 1447 H.
19 February 2026.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment