Thursday, 9 April 2026
Berternak BEBEK
Kenangan dari: M. Syarif Arbi
No: 1.409.02.04-2026
Di kota besar seperti Jakarta, sangat sulit untuk berternak di pekarangan rumah. Lain halnya ketika ku bertugas di Surabaya dulu, berumah di pinggiran kota (waktu itu = 53 tahun silam, sekarang sudah jadi tengah kota), sehingga memungkinkan aku berternak Bebek sampai ratusan ekor. Di belakang kediaman ku ada kali kecil mengalir deras, kubuat pagar menghubungkan dengan pekarangan rumah.
Bebek ternakku, hasil menetaskan sendiri dengan mesin tetas bertenaga lampu minyak-tanah, berkapasitas 100 butir telor. Bukan main takjubnya aku melihat ayat2 Allah ketika mengikuti dari hari ke hari proses penetasan telor, dari telor yang hanya berisi putih dan kuning telor, disusun dalam rak mesin tetas. Periode tertentu telor dibalik, setelah waktu tertentu diseleksi, telor yang berpotensi tak bakal menetas dikeluarkan dari mesin. Pada saat2 telor menetas menjadi anak Bebek keluar dari cangkangnya, dapat disaksikan melalui jendela kaca mesin tetas, begitu mengagumkan kekuasaan Allah memberikan Roh kepada anak Bebek. Ini sebagian ayat2 Allah dari sekian banyak ayat Allah berupa ayat2 kauniyah, seperti disebutkan dalam surat Al-Kahfi 109 (telah ku kutip di artikel yang lalu)
قُلْ لَّوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِّكَلِمٰتِ رَبِّيْ لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ اَنْ تَنْفَدَ كَلِمٰتُ رَبِّيْ وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهٖ مَدَدًا ١٠٩
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Seandainya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, niscaya habislah lautan itu sebelum kalimat-kalimat Tuhanku selesai (ditulis) meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).”
Bebek salah satu dari hewan ternak dimana bila dikaji akan hal2 yang menakjubkan dari ayat kauniyah Allah dari Bebek saja, sudah luar biasa untuk memperkuat iman kepada Allah. Belum lagi jika disimak hewan ternak lainnya sehingga khusus tentang hewan ternak, Allah memberitahukan kepada manusia melalui surat An-Nahl ayat 5:
وَٱلْأَنْعَٰمَ خَلَقَهَا ۗ لَكُمْ فِيهَا دِفْءٌ وَمَنَٰفِعُ وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ
Artinya: “Dan Dia telah menciptakan binatang ternak untuk kamu; padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai-bagai manfaat, dan sebahagiannya kamu makan”.
Ayat di atas menginformasikan bahwa hewan, khususnya hewan ternak sangat banyak manfaatnya bagi kehidupan manusia.
Saya sebagai salah seorang yang pernah memperhatikan sebagian kecil dari ayat2 Kauniyah yang diturunkan Allah melalui Bebek, mulai dari Bebek berupa telor sampai menetas, jadi anakan Bebek dan selanjutnya jadi Bebek yang bertelor.
Begitu terjalinnya hubungan emosional dengan Bebek peliharaanku, jika aku pulang kerja, kawanan Bebek peliharaanku akan menyambutku dihalaman depan rumah dalam pagar mereka, ketika mereka mendengar suara sepeda motorku puluhan meter sebelum sampai menuju rumah. Fenomena insting dari hewan ini bila direnungkan semakin takjublah kita dengan kekuasaan Allah.
Ku ajak pembaca untuk merenungkan ayat kauniyah Allah yang lainnya. Kita batasi ditulisan singkat ini melalui jenis unggas dan burung saja. Belum lagi dan tidak dibahas dalam artikel ini jenis hewan ternak yang berkaki empat. Bahwa Allah menciptakan tidak kurang dari 11.000 spesies unggas dan burung, dimana Indonesia tercatat keberadaannya sebanyak 1.835 jenis unggas dan burung yang beraneka ragam warna bulunya, bermacam corak suara yang mereka kicaukan.
Kalaulah kita perhatikan dengan seksama bagaimana masing2 burung berkembang biak, bagaimana burung membuat sarang. Ada burung yang membuat sarang disemak-semak di dalam hutan. Ada burung yang membuat sarang di dahan pohon, Ada burung yang membuat sarang di batang pohon besar dengan melobanginya. Teknik membuat sarang makhluk burung, dari zaman ke zaman tidak mengalami perubahan. Tidak sama dengan manusia rumahnya dari zaman ke zaman mengalami perubahan.
Ambil saja contoh beberapa jenis burung yang membuat sarang dari rumput, serat tanaman, dan ranting kering, seperti burung Manyar (tenun), Burung Pipit, Sriti, dan Burung Kuntul. Begitu menakjubkan sarang yang dibuat masing2 burung.
Lebih khusus tentang burung “Manyar”, merajut rumput menjadi sarang berbentuk kantong gantung yang rumit. Tak seorang arsitekpun yang sanggup menenun rumput menjadi bentuk sarang yang indah seperti kepiawaian burung Manyar. Bagi orang beriman memahami fenomena alam ini sebagai sesuatu yang terjadi tidak secara kebetulan. Teknik, dari bahan apa, bagaimana setiap jenis burung membuat sarangnya, hanya dapat terjadi atas petunjuk Allah yang diberikan-Nya kepada masing2 burung, untuk membuat sarang dengan model sendiri2.
Begitu pula anak2 Bebek yang kuternakkan, begitu dikeluarkan dari mesin tetas langsung menuju air kali di belakang rumahku, mereka mendapat petunjuk dari Allah, sebagaimana burung yang dapat terbang mengepakkan sayapnya. Kecerdikan, kemampuan setiap hewan berbeda-beda, hal2 tersebut benar2 hanya terjadi atas kehendak dan idzin Allah. Allah mengingatkan orang2 beriman di Al-Qur’an surat Al-Mulk ayat 19:
اَوَلَمْ يَرَوْا اِلَى الطَّيْرِ فَوْقَهُمْ صٰۤفّٰتٍ وَّيَقْبِضْنَۘ مَا يُمْسِكُهُنَّ اِلَّا الرَّحْمٰنُۗ اِنَّهٗ بِكُلِّ شَيْءٍ ۢ بَصِيْرٌ ١٩
Artinya: “Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pengasih. Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu”.
Juga perhatikanlah surat An-Nahl ayat 79:
أَلَمْ يَرَوْا۟ إِلَى ٱلطَّيْرِ مُسَخَّرَٰتٍ فِى جَوِّ ٱلسَّمَآءِ مَا يُمْسِكُهُنَّ إِلَّا ٱللَّهُ ۗ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
Artinya: “Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dimudahkan terbang diangkasa bebas. Tidak ada yang menahannya selain daripada Allah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang beriman”.
Benar sekali firman Allah bahwa tak terhingga banyaknya bukti2 kekuasaan Allah yang dapat dilihat melalui fenomena alam (ayat kauniyah). Laut tak cukup sebagai tinta batang pohon tak cukup jadi pena menulisnya. (Al-Kahfi 109 dikutip diatas).
Setiap orang yang beriman untuk memperkuat imannya hendaklah menggunakan “hatinya”, “matanya” dan “telinganya” untuk mencerna ayat2 Allah tersebut demi memperkuat iman dan menghindarkan diri dari adzab neraka seperti yang diancamkan Allah dalam surat Al-A’raf ayat 179:
وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ ٱلْجِنِّ وَٱلْإِنسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ ءَاذَانٌ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَآ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ كَٱلْأَنْعَٰمِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْغَٰفِلُونَ
Artinya: “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”.
Yaa Allah jadikan “hati kami”, “mata kami” dan “telinga kami” untuk sanggup kami pergunakan untuk memahami ayat2 Allah, baik yang Qauliyah maupun yang Kauniyah.
آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
بارك الله فيكم
وَ الْسَّــــــــــلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Jakarta, 21 Syawal 1447.H.
9 April 2026.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment